Menengok Pataba, Perpustakaan Pribadi Toer Bersaudara di Blora yang Kaya Akan Sejarah

MuriaNewsCom, Blora – Siapa yang tidak mengenal sosok Pramoedya Ananta Toer. Pria yang akrab disapa Pram itu merupakan sastrawan angkatan 66 yang pernah menjadi tahanan politik di rezim Orba.

Pram sendiri lahir di sebuah kota kecil, yakni Blora. Ia lahir dari ayah yang bernama Mastoer Imam Badjoeri dan ibu bernama Saidah. Tahun 2006 lalu, Pram meninggal dunia. Meski telah meninggal, karya-karyanya tetap dikenang oleh masyarakat pecinta sastra.

Tak hanya itu, sang adik, Soesilo Toer mendirikan perpustakaan kecil bernama PATABA. PATABA didirikan di rumah masa kecil mereka di Jalan Sumbawa, kelurahan Jetis, Kota Blora.

Perpustakaan pribadi ini berisi banyak buku karya Pramoedya Ananta Toer serta barang-barang milik Pram di masa muda. Selain buku karya Pram, terdapat juga buku-buku yang ditulis Soesilo Toer. Meski tak setenar sang kakak, Soesilo Toer juga dikenal sebagai penulis.

Diceritakan Soesilo Toer, perpustakaan ini merupakan perpustakan nirlaba yang berasal donasi tiga bersaudara, Pramoedya Ananta Toer, Koesalah Soebagyo Toer dan juga Soesilo Toer. PATABA sendiri merupakan akronim dari Pramoedya Ananta Toer Anak Semua Bangsa.

”Selamat datang di perpustakaan pribadi PATABA ini. Di sini Anda bisa membaca dan berdiskusi,” sapa Soesilo Toer.

Perpustakaan ini memang tidak sebesar perpustakaan umum atau perpustakaan pribadi lainnya. Namun, koleksi buku yang ada di perpustakaan ini mencapai 5.000 buah. Beberapa buku di antaranya berbahasa Rusia.

Soesilo Toer di depan rumahnya yang lokasinya satu kompleks dengan perpustakaan. (MuriaNewsCom/Hana Widya)

Diceritakan Soesilo Toer, kefasihannya berbahasa Rusia karena ia lulusan Plekhanov Russian University of Economics, Rusia. Begitu pula dua kakaknya yang juga mempelajari aneka ragam bahasa.

Dengan adanya perpustakaan kecil PATABA ini, Soesilo mengaku senang karena banyak yang berkunjung ke tempatnya. “Rata-rata mahasiswa yang mencari buku referensi tentang Pramoedya Ananta Toer,” katanya.

Sebuah meja kecil dan bangku berbahan kayu, di situlah Soesilo Toer menghabiskan waktunya untuk menulis. Sesekali, ia menerima tamu yang akan membaca referensi buku. Sebuah buku tamu disiapkan untuk mengetahui siapa saja yang datang ke perpustakaan ini.

”Jika Anda menulis buku tamu ini, Anda harus membayar satu juta senyuman,” katanya yang diiringi tawa tamunya.

Untuk mempertahankan eksistensi perpustakaan ini, Soesilo Toer mengandalkan dari penjualan buku. Baik dari karya Pram maupun karyanya sendiri. Jika para tamu yang berkunjung ke perpustakaan ini memang punya selera baca yang tinggi, tidak akan menyesal akan merogoh kocek mulai dari Rp 35.000,- sampai ratusan ribu. Jati, pengunjung dari Solo sangat mengagumi karya Pram ini.

”Kebetulan ada urusan bisnis. Dan kebetulan lagi urusan bisnisnya di dekat sini. Karena dapat info ada perpustakaan Pramoedya Ananta Toer ini, saya mampir dan ternyata tidak mengecewakan,” kata Jati.

Soesilo Toer sendiri meskipun berpendidikan doktoral ekonomi, ia tidak bekerja layaknya profesor di berbagai universitas. Untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari, Toer tidak malu memulung barang bekas. Meski begitu, ia bangga dengan pekerjaannya menjadi pemulung yang menurutnya dapat menghasilkan sesuatu yang bernilai.

Editor: Supriyadi

Satlantas Pati Luncurkan Mobil Perpustakaan dari Mobil Bekas

Satlantas Polres Pati meluncurkan mobil perpustakaan di Stadion Joyokusumo Pati, Kamis (19/10/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Satlantas Polres Pati meluncurkan “mobil perpustakaan” di Stadion Joyokusumo Pati, Kamis (19/10/2017).

Mobil perpustakaan tersebut merupakan hasil pemanfaatan mobil bekas yang tidak terpakai. Polisi lantas memperbaiki dan menyulapnya menjadi mobil perpustakaan.

“Mobil perpustakaan juga disebut mobil baca. Kita akan hadir di berbagai kegiatan masyarakat, seperti car free day dan kegiatan olahraga bersama,” ujar Kasatlantas Polres Pati AKP Ikrar Potawari.

Ada beragam buku yang ditawarkan Mobil Baca Satlantas Pati. Salah satunya, buku ilmu pengetahuan umum, hukum, undang-undang, peraturan lalu lintas, buku cerita, komik, novel dan masih banyak lainnya.

Aneka jenis buku tersebut bisa dibaca masyarakat lintas generasi, dari anak TK, SD, hingga masyarakat umum. Dia berharap, Mobil Perpustakaan bisa meningkatkan minat baca masyarakat Pati.

“Sekarang eranya gadget. Masyarakat sudah mulai melupakan baca buku dan lebih sering menggunakan gadget. Dari keprihatinan itu, kita mencoba untuk membuat terobosan berupa mobil baca,” tutur AKP Ikrar.

Adapun mobil bekas yang dimanfaatkan sebagai mobil baca sudah didesain sedemikian rupa sesuai dengan peraturan Satlantas. Selain buku, polisi juga menyediakan meja, kursi dan tikar yang akan digunakan untuk tempat membaca masyarakat.

Editor: Supriyadi

Perpustakaan Jepara Promosikan Membaca Sampai ke Pelosok Desa

Pengunjung perpustakan sedang membaca buku untuk menambah pengetahuan, belum lama ini. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Guna meningkatakan minat baca warga, Perpustakaan Daerah Jepara melakukan jemput bola, melalui berbagai macam kursus gratis dan memaksimalkan mobil perpus keliling. 

“Untuk meningkatkan minat baca dan kunjungan ke perpustakaan kita ada program kursus tiap hari Selasa itu kelas Bahasa Inggris dan hari Sabtu kelas menulis novel, puisi dan cerita pendek. Untuk mengikutinya tidak dikenai biaya alias gratis,” kata Ratna Kriswijayanti, petugas Bidang Layanan Perpusda Jepara. 

Disamping itu, pihaknya juga rutin mengunjungi pelosok daerah Jepara. Total ada 123 lokasi yang disasar oleh lima armada perpustakaan keliling. Di tahun ini, armada perpus keliling perpustakaan daerah Jepara rencananya akan bertambah lagi satu buah, sumbangan dari sebuah perusahaan. 

“Kami juga memiliki program mitra perpustakaan. Saat ini ada 19 mitra yang tersebar diseantero kabupaten. Di sana tidak hanya kegiatan membaca, adapula pelatihan ketrampilan tertentu untuk warga yang ada disekitarnya,” tambahnya. 

Terkait kunjungan ke perpustakaan, setiap hari setidaknya ada sekitar 200 orang yang mengunjungi perpusda Jepara yang berada di Jl H.O.S Cokroaminoto tersebut. Dari data kunjungan per tanggal 1-13 September 2017 sudah ada 1.086 pengunjung perpustakaan, yang didominasi oleh kalangan umum. 

Editor: Supriyadi

Biar Puasanya Enggak Bolong, Anak Ini Kunjungi Perpustakaan Tiap Hari

Jpeg

M Abid Fakri Nabil dengan rekannya memanfatkan waktu luang untuk membaca di perpustakaan. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Kudus – Berbagai kegiatan bermanfaat dilakukan untuk mengisi puasa Ramadan. Tujuannya agar puasa lebih berarti daripada sekadar menahan lapar dan dahaga.

Begitu halnya dengan M Abid Fakri Nabil (11) murid SD 3 Wergu Wetan
Kudus. Siswa berdomisili di Wergu Wetan ini sering mengajak keempat rekannya mengunjungi Kantor Perpustakaan dan Arsip Kudus, saat Ramadan.

Abid mengatakan, dirinya sering datang ke perpustakaan untuk mengisi luang.”Sebab waktu ini memang masih menunggu libur kenaikan kelas. Karenanya saya manfaatkan untuk datang ke kantor perpustakaan,” kata Abid.

Dia juga memanfaatkan waktu dengan membaca dan berselancar dengan jaringan internet yang tersedia. “Kalau tidak ada kegiatan, rasa lapar dan dahaga akan cepat muncul. Sehingga kita sering ke perpustakaan.  Biasanya saat pagi hari, saat siang hari hingga jam 2 siang,” ujarnya.

Sampai saat ini, puasanya belum ada yang bolong. Hal itu tak lepas dari aktivitasnya berkunjung ke perpustakaan.

Editor : Akrom Hazami

Pengelola Perpustakaan Desa Margorejo Harus Pintar

Kegiatan di Perpustakaan Desa Margorejo, Dawe, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kegiatan di Perpustakaan Desa Margorejo, Dawe, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Keberadaan Perpustakaan Desa Margorejo, Dawe, Kudus, Sahabat Pintar diharapkan bisa menjadi tempat baca yang asyik.

“Pengelola perpustakaan ini sudah kita ikut sertakan workshop di Dinas Pendidikan Provinsi tahun 2009. Sebab workshop itu berkaiatan dengan mengelola taman bacaan masyarakat (TBM). Supaya perpustakaan dapat ditata dengna baik, menata katalog dengan tepat dan membeda-bedakan berbagai jenis judul buku,” kata Ahmad Baskoro, Kepala Desa Margorejo.

Keikutsertaan pengelola di workshop tersebut sangat bermanfaat. Terutama demi perkembangan dan majunya perpustakaan ini.

Diketahui, workshop yang berkaitan dengan pengelolaan 2009 dapat mengantarkan perpustakaan Desa Margorejo menjuarai pengelolaan kabupaten pada tahun 2010 dan mewakili Kudus maju di lomba perpustakaan tingkat provinsi 2016.

Editor : Akrom Hazami

 

Baca juga : Perpustakaan Desa Margorejo Dawe Sosialisasikan Membaca ke Warga

Perpustakaan Desa Margorejo Dawe Sosialisasikan Membaca ke Warga

Kades Margorejo Akhmad Baskoro menunjukan ruang baca perpustakaan desa, setempat. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kades Margorejo Akhmad Baskoro menunjukan ruang baca perpustakaan desa, setempat. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Salah satu perpustakaan desa yang dinilai layak untuk mengikuti lomba perpustakaan tingkat provinsi pada 2016 ini adalah Perpustakaan Desa Margorejo, Kecamatan Dawe.

Oleh karenanya, kini pemerintah desa setempat selalu menyosialisasikan pentingnya membaca bagi warga. Mengingat hal itu penting bagi mereka biar pengetahuannya bertambah.

Kepala Desa Margorejo Akhmad Baskoro mengatakan, guna menyosialisasikan membaca kepada warga, pihaknya menggandeng pihak RT, RW atau juga PKK. “Sosialisasi pentingnya membaca merupakan jendela untuk membuka pengetahuan,” kata Baskoro.

Dia menilai sosialisasi pentingnyamembaca tersebut bukan berarti untuk menyambut lomba perpustakaan tingkat provinsi. Tapi semata-mata ingin membangkitkan budaya membaca di kalangan warga.

Diketahui, perpustakaan desa bernama Sahabat Pintar tersebut selalu dibuka untuk masyarakat umum. “Perpustakaan itu kita buka setiap hari pukul 16.00WIB hingga 19.00 WIB. Sebab jam tersebut merupakan waktu sebagian besar warga selesai beraktivitas. Harapannya mereka bisa datang ke perpustakaan desa,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

Sambil Momong, Warga Margorejo Dawe Asyik Baca di Perpustakaan Desa

Gedung Perpustakaan Sahabat Pintar tampak berdiri megah di Margorejo. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Gedung Perpustakaan Sahabat Pintar tampak berdiri megah di Margorejo. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Salah satu warga Margorejo, Dawe, Rubiyanti (36) mengatakan, perpustakaan “Sahabat Pintar” ini juga bisa menjadi tempat untuk mengasuh anak-anak.

“Misalnya, saat sore hari kita momong (ngasuh atau menggendong anak,red) bisa sambil membaca. Sehingga waktu untuk menunggu magrib bisa dilakukan, sambil momong anak. Itu kan bermanfaat,” katanya.

Keberadaan perpustakaan ini memang bermanfaat. Bagi kaum muda atau tua. Sebab perpustakaan ini bisa menjadi media untuk menggali ilmu.

Diketahui,perpustakaan yang buka mulai jam 16.00 WIB hingga 17.00 WIB ini memang sangat berguna bagi masyarakat setempat. Mengingat, waktu tersebut merupakan saatnya orang pulang kerja, atau belajar.

“Kalau bukanya sore memang sudah pas. Sebab di waktu sore banyak anak sudah pulang dari sekolah, warga setempat juga pulang kerja,”tuturnya.

Dari informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, rata rata pengunjung setiap harinya mencapai 10 hingga 15 pengunjung.

Kepala Desa Margorejo Ahmad Baskoro mengutarakan, setiap sore hingga malam pukul 19.00 WIB, pengunjung berdatangan. Mereka dari kalangan pelajar, atau orang dewasa.

Dalam hal pemenuhan fasilitas yang ada, pihak desa akan selalu berupya supaya perpustakaan dapat dimanfaatkan semua kalangan.

“Saat ini kita juga melengkapinya dengan internet,ruang baca,daftar pengunjung,penjaga dua orang dari tokoh pemuda, serta ruangan untuk buang air kecil secara sederhana,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Teknologi Jadi Biang Perpustakaan Sepi di Blora

ilustrasi perpustakaan

ilustrasi perpustakaan

 

BLORA – Fenomena berkurangnya minat baca akibat internet yang berujung menurunnya pengunjung perpustakaan di kota besar, juga mulai merambah kota Blora. Terbukti, di perpustakaan Blora jumlah peminjam buku lebih sedikit daripada pengunjung yang memilih mencari Wi Fi untuk main game.

Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah (KPAD) Blora, Mohammad Sholeh saat dikonfirmasi membenarkan hal itu. menurutnya, tidak bisa dipungkiri selain memberi kemudahan pada beberapa hal, kemajuan teknologi juga memiliki dampak negatif berupa berkurangnya minat baca pada anak saat di perpustakaan. ”Teknologi membuat malas membaca, buktinya anak-anak saat ini lebih memilih game saat berkunjung di perpustakaan,” tuturnya.

Keberadaan Wi Fi yang pada awalnya untuk mempermudah pekerjaan dan tentunya memancing jumlah pengunjung perpustakaan, saat ini memang sedikit bergeser pada tujuan. Karena sejumlah anak lebih memilih berkunjung ke Perpustakaan untuk main game. ”Itu bisa dilihat dari perbandingan jumlah pengunjung dan peminjam buku,” ungkapnya.

Selain orientasi pengunjung yang sedikit bergeser, kendala lain menurunnya kunjungan ke Perpustakaan adalah dukungan Pemerintah yang kurang maksimal. Tentunya dalam hal kemudahan akses menuju perpustakaan dan kelengkapan sarana yang kurang memadai. ”Harusnya, selain lokasi yang strategis, Perpustakaaan jaman sekarang harus tampak lebih fresh dan menarik,” pungkasnya. (RIFQI GOZALI/TITIS W)

Biar Warganya Pintar, Desa Pedawang Kudus Bangun Perspustakaan di Balai Desa

Kepala Desa Pedawang Moh Rifai. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kepala Desa Pedawang Moh Rifai. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Pemerintah Desa Pedawang, Kecamatan Bae mencanangkan pembangunan perpustakaan untuk warga. Tujuannya, agar pengetahuan warga bisa terasah.

Kepala Desa Pedawang Moh Rifai mengatakan, perpustakaan tersebut nantinya akan ditempatkan di balai desa. “Tempatnya di balai desa. Biar saat warga datang ke kantor desa mengurus administrasi, mereka bisa sambil
membaca,” katanya.

Adapun pengadaan perpustakaan, pihak desa akan menggandeng pemuda, serta pihak terkait untuk
pengadaan bukunya.

Untuk pengadaan bukunya, bisa didapat dari pemuda atau pelajar yang sudah lulus sekolah, dan kuliah. Mereka bisa menyumbangkan bukunya untuk kepentingan sosial bagi sesama.

Dengan ketentuan, buku yang disumbangkan harus buku pendidikan. Baik itu umum atau pelajaran. Dia menilai, dengan kerjasama antara pemuda, pelajar serta pihak terkait, maka ke depannya bisa mempermudah dalam pengadaan buku.

Nantinya pihak desa juga akan menganggarkan buku untuk perpustakaan dari APBDes tahun berikutnya
pada poin pemberdayaan masyarakat. (Edy Sutriyono/AKROM HAZAMI)

Desa Pecangaan Kulon Miliki Perpustakaan Kuncup Mekar

Wakil Bupati Jepara Subroto meninjau lokasi Perpustakaan Desa di Desa Pecangaan Kulon. (MURIA NEWS/WAHYU KZ)

Wakil Bupati Jepara Subroto meninjau lokasi Perpustakaan Desa di Desa Pecangaan Kulon. (MURIA NEWS/WAHYU KZ)

JEPARA – Desa Pecangaan Kulon Kecamatan Pecangaan memiliki Perpustakaan Desa (Perpusdes) yang diberi nama Kuncup Mekar. Perpustakaan ini menggelar kegiatan Stakeholder Meeting Perpustakaan.
Kepala Desa atau Petinggi Desa setempat Suwignyo menjelaskan, Perpusdes ini selain tempat untuk membaca buku juga sebagai sarana terdekat masyarakat dan pusat kegiatan pelibatan masyarakat. Lanjutkan membaca