Ini Solusi Agar Perintasan Kereta di Desa Sambung Grobogan Tidak Ditutup

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski sudah ditutup total, namun akses jalan di Desa Sambung, Kecamatan Godong masih dimungkinkan untuk dibuka lagi. Salah satu hal yang perlu dilakukan adalah mengajukan permohonan pada instansi terkait dengan konsekuensi siap membuat palang pintu swadaya di titik perlintasan sebidang tersebut.

“Ruas jalan yang ditutup itu statusnya adalah milik kabupaten sehingga masih memungkinkan untuk dibuka lagi. Namun, kalau menghendaki dibuka lagi harus menyiapkan palang pintu dan menempatkan penjaga,” kata Ansori, warga Godong, Jumat (30/3/2018).

Ia mengambil contoh perlintasan sebidang di Desa Katong, Kecamatan Toroh yang sebelumnya akan ditutup setelah terjadi kecelakaan dilokasi itu. Namun, penutupan perlintasan itu akhirnya tidak jadi dilakukan. Soalnya, pihak desa bersedia membuat palang pintu secara swadaya dan menempatkan penjaga selama 24 jam.

“Perlintasan di Desa Katong ada pada ruas jalan antar dusun. Tetap sampai sekarang masih dibuka karena sudah ada palang dan penjaganya. Hal itu bisa dijadikan contoh kalau perlintasan sebidang ingin tetap dibuka,” sambungnya.

Kepala Dinas Perhubungan Grobogan Agung Sutanto menyatakan, pembuatan palang pintu sederhana di Desa Katong merupakan sebuah upaya agar perlintasan sebidang itu tidak ditutup. Hal itu dilakukan warga karena perlintasan itu dinilai jadi akses penting dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

“Lokasi perlintasan memang dinilai rawan kecelakaan karena tidak ada penjaga dan palang pintunya. Karena alasan ini, perlintasan itu rencananya akan ditutup. Namun, warga berupaya membuat palang secara swadaya dan menempatkan penjaga agar perlintasan itu tidak ditutup dan bahkan bisa dilegalkan,” kata mantan kabag humas itu.

Agung menyatakan, pihaknya akan menjadikan pembuatan palang swadaya di Katong sebagai percontohan bagi desa lainnya yang wilayahnya juga terdapat perlintasan sebidang.

Di tempat terpisah, Sekda Grobogan Moh Sumarsono menyatakan, upaya penutupan perlintasan sebidang di Grobogan yang dilewati jalur kereta api masih bisa dihindari. Caranya, pihak desa yang wilayahnya terdapat perlintasan sebidang harus mengalokasikan anggaran pengamanan melalui APBDes.

“Mulai tahun 2018, sudah ada peraturan bupati yang terkait pengelolaan perlintasan sebidang. Untuk pengamanan perlintasan tanpa palang itu bisa dianggarkan lewat APBDes,” katanya.

Menurut Sumarsono, dana yang dianggarkan lewat APBDes nantinya bisa digunakan untuk mendukung pengamanan perlintasan. Bentuknya bisa dilakukan dengan membuat palang pintu dan membayar penjaganya.

“Kebijakan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan pada perlintasan tanpa palang pintu atau penjaga. Salah satu langkah pencegahan adalah membuat palang dan ada penjaga. Kalau tidak maka perlintasan itu akan ditutup,” tegasnya.

Editor : Supriyadi

Mobil Xenia Remuk Dihantam Kereta di Perlintasan Desa Sedadi Grobogan

Mobil Daihatsu Xenia bernopol K 9237 GF remuk setelah disambar kereta barang jurusan Jakarta-Surabaya di Desa Sedadi, Kecamatan Penawangan, Kamis (21/9/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Peristiwa kecelakaan kembali terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Desa Sedadi, Kecamatan Penawangan, Kamis (21/9/2017).  Sebuah mobil Daihatsu Xenia warna putih bernopol K 9237 GF remuk setelah disambar kereta barang jurusan Jakarta-Surabaya.

Meski tidak ada korban jiwa namun kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 06.40 WIB itu sempat bikin kaget warga dan pengendara yang melintas di jalan raya Penawangan-Sedadi.

Informasi yang didapat menyebutkan, saat itu, mobil dengan Nopol K 9237 GF melaju dengan kecepatan sedang dari arah utara (Penawangan). Sesampai di perlintasan tanpa palang pintu di sebelah barat sungai Serang tersebut, mobil yang dikemudikan Hendro Muryanto (51), warga Jagalan Utara, Kelurahan Purwodadi terus saja melaju.

Baca Juga: Mobilio dan Motor Tergilas Truk Kontainer, Sopir Teriak-teriak saat Terjepit di Kabin

Padahal, dalam waktu bersamaan ada kereta barang dengan nomor lokomotif CC2061349 yang melaju kencang dari arah timur (Surabaya).

Beruntung, beberapa warga yang melihat kejadian itu langsung memberikan tanda agar kendaraan itu berhenti. Sayangnya, posisi kendaraan saat berhenti terlalu dekat dengan rel. Akibatnya, saat kereta melintas, bagian depan mobil tersebut masih tersambar.

Saking kerasnya benturan, mobil Xenia tersebut sempat berputar dan berbalik arah hingga 180 derajat. Melihat kejadian itu, warga sekitar langsung berhamburan untuk memberikan pertolongan.

Baca Juga: Begini Akhirnya Nasib Sopir Mobilio yang Tergilas Truk Kontainer

Sopir mobil akhirnya bisa dikeluarkan dari kendaraan dalam hitungan menit. Kondisi sopir pun tidak mengalami luka sedikitpun.

”Sopirnya tadi sudah sempat disuruh mundur. Tapi kayaknya mesin mobil macet,” kata Suwanto, warga setempat.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa menyatakan, dalam mobil tersebut hanya berisi satu orang, yakni pengemudi saja.

Meski begitu, dari penyelidikan sementara, kecelakaan tersebut disebabkan kurang hati-hatinya pengemudi saat melintasi perlintasan kereta tanpa palang pintu. 

“Dari keterangan sejumlah saksi, korban kurang hati-hati saat mau melewati perlintasan kereta api. Perlintasan di situ memang belum dilengkapi palang pintu,” katanya.

Editor: Supriyadi