Aksi Pengutil Emas Terekam CCTV di Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Sebuah pencurian perhiasan emas terjadi di Toko Emas Tjandi di Kudus. Aksi pencurian ini terekam pengindera jarak jauh atau Closed Circuit Television (CCTV) dan menjadi viral (virus virtual) di media sosial.

Fany seorang karyawan toko perhiasan Tjandi membenarkan hal itu. Menurutnya pencuri mengutil di tokonya pada Kamis (21/2/2018). Pencurinya, adalah dua orang, laki-laki dan perempuan setengah baya.

“Orangnya dua orang, yang satu perempuan, yang satu laki-laki. Ibunya gemuk, alisnya tebal hidungnya kayak pakai silikon. Sementara yang laki-laki tinggi tapi agak bungkuk posturnya. Mereka menggunakan bahasa Jawa berlogat seperti orang Surabaya,” tuturnya, Sabtu (24/2/2018).

Menurutnya, saat itu kondisi toko tengah ramai pembeli. Dua orang tersebut lantas datang dan katanya mau membeli emas. Namun gelagat kedua orang itu nampak mencurigakan, si tersangka perempuan terlihat terus-terusan mengobrol dengan penjaga. Sementara si lelaki terlihat diam dan memperhatikan percakapan antara si perempuan dengan penjaga toko.

“Ibunya (pelaku) nampak mengajak terus bicara penjaga. Minta ini dan itu. Sementara si laki-laki memperhatikan. Nah yang hilang itu sebuah gelang, beratnya saya tidak tahu pasti, namun yang pasti itu emas tua,” imbuhnya.

Aksi pencurian perhiasan emas di Toko Emas Tjandi di Kudus yang terekam CCTV.

Dirinya mengatakan, atas peristiwa itu telah membuat laporan di Polres Kudus. Terkait video CCTV yang menjadi viral, ia menyebut tidak secara langsung mengunggahnya ke media sosial.

“Mungkin menyebarnya dari kerabat-kerabat saya, kemudian menyebar secara luas. Harapannya dengan ada video yang menyebar, bisa menjadi pelajaran bagi toko-toko lain agar tidak menjadi korban yang kedua,” harapnya.

Terkait penjagaan, Fany menyebut akan menambah penjagaan, CCTV dan peraturan yang ada di toko yang terletak di Kota Kudus itu.

Editor : Supriyadi

Astaga, Gerombolan Rampok di Bae Kudus Juga Gasak Uang Musala

Korban perampokan masih syok setelah gerombolan perampok membobol rumahnya. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Gerombolan rampok yang beraksi di Dukuh Jatisati RT 3 RW 2, Desa Peganjaran, Kecamatan Bae, tak hanya melukai pemilik rumah. Selain menjarah perhiasan dan surat berharga, mereka juga menggasak uang receh musala setempat.

Afrodhi (51) saksi sekaligus korban perampokan menyebutkan, gerombolan rampok yang menyatroni rumahnya juga mengambil uang kas musala. Padahal, saat digasak, uang tersebut kebanyakan berisi uang receh. 

“Total uang kas musala sekitar Rp 2 jutaan. Semuanya dibawa. Padahal, kami sudah bilang itu uang milik muasala,” katanya yang dipercaya sebagai bendahara musala kepada wartawan, Senin (20/11/2017).

Menurut pengusaha jual beli mobil bekas ini, uang kas musala diambil setelah menganiaya istrinya, Masroh (47). Ia kemudian dipaksa menunjukkan barang berharga dan uang kepada perampok. Akhirnya, uang kas juga ikut diambilnya.

Baca: Rampok di Bae Kudus Sikat Habis Perhiasan dan Surat Berharga Senilai Rp 100 Juta

Sebelumnya, rampok yang diduga berjumlah empat orang berhasil menyikat habis perhiasan dan surat-surat berharga. Jika ditotal, semua barang yang digasak mencapai Rp 100 jutaan.

”Perhiasan itu baru kami tebus dari pegadaian. Semua diambil tanpa sisa,” kata Afrodhi.

Ia menjelaskan, rampok tersebut mengambil semua perhiasan setelah melakukan penganiayaan. Ia dan istri dipaksa menunjukkan semua tempat penyimpanan barang berharga.

”Meski sempat melakukan perlawanan, tapi sia-sia. Baik saya dan istri semua kena pukul. Akhirnya istri saya menunjukkan tempat penyimpanan barang-barang berharga,” tegasnya.

Baca: Disabet Senjata Tajam, Istri Korban Perampokan di Bae Kudus Terima 20 Jahitan di Kepala

Afrodhi menceritakan, saat perampok masuk, dia dan istrinya sedang tidur terlelap. Ia baru sadar rumahnya dimasuki rampok saat terbangun melihat mengetahui lampu rumahnya menyala. Padahal sebelum tidur lampu itu sudah dimatikan.

”Saya kaget melihat rumah sudah terang. Kemudian saya ke luar melihat keadaan, ternyata sudah ada segerombolan orang yang masuk ke dalam kamar saya,” katanya.

Mengetahui ada orang tak dikenal masuk rumah, ia mencoba memberikan perlawanan. Namun dengan jumlah perampok yang lebih banyak, dia tak kuasa melawannya sendiri meskipun berada dalam rumahnya.

Baca: Warga Bae Kudus Ini Coba Lawan Gerombolan Rampok, Namun Begini Akhirnya

”Perampok berjumlah empat orang, jadi saya tak bisa melawannya sendirian. Keempatnya menggunakan penutup kepala,” ujarnya.

Dia menyebutkan, kawanan perampok tersebut beraksi cukup lama di rumahnya. Perampokan tersebut menggasak sejumlah perhiasan milik pasangan suami istri dan uang senilai jutaan rupiah.

”Pelaku masuk lewat pintu jendela depan rumah dengan cara mencongkelnya. Karena saat saya cek sudah rusak,” imbuhnya

Editor: Supriyadi

Rampok di Bae Kudus Sikat Habis Perhiasan dan Surat Berharga Senilai Rp 100 Juta

Afrodhi korban perampokan memberi keterangan kepada awak media sambil menahan rasa sakit setelah digebuki gerombolan rampok, Senin (20/11/2017). (MuriaNewsCom/ Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Gerombolan rampok yang beraksi di Dukuh Jatisati RT 3 RW 2, Desa Peganjaran, Kecamatan Bae berhasil menyikat habis perhiasan dan surat-surat berharga. Jika ditotal, semua barang yang digasak mencapai Rp 100 jutaan.

Afrodhi (51) saksi sekaligus korban perampokan mengatakan, ia bersama istri baru saja mengambil perhiasan yang sempat digadaikan di pegadaian pekan lalu. Apesnya, semua perhiasan sekaligus tabungan matinya tersebut diambil semua tanpa sisa, beserta surat-surat berharga.

”Perhiasan itu baru kami tebus dari pegadaian. Semua diambil tanpa sisa,” katanya.

Baca: Disabet Senjata Tajam, Istri Korban Perampokan di Bae Kudus Terima 20 Jahitan di Kepala

Ia menjelaskan, rampok tersebut mengambil semua perhiasan setelah melakukan penganiayaan. Ia dan istri dipaksa menunjukkan semua tempat penyimpanan barang berharga.

”Meski sempat melakukan perlawanan, tapi sia-sia. Baik saya dan istri semua kena pukul. Akhirnya istri saya menunjukkan tempat penyimpanan barang-barang berharga,” tegasnya.

Baca: Warga Bae Kudus Ini Coba Lawan Gerombolan Rampok, Namun Begini Akhirnya

Afrodhi menceritakan, saat perampok masuk, dia dan istrinya sedang tidur terlelap. Ia baru sadar rumahnya dimasuki rampok saat terbangun melihat mengetahui lampu rumahnya menyala. Padahal sebelum tidur lampu itu sudah dimatikan.

”Saya kaget melihat rumah sudah terang. Kemudian saya ke luar melihat keadaan, ternyata sudah ada segerombolan orang yang masuk ke dalam kamar saya,” katanya.

Mengetahui ada orang tak dikenal masuk rumah, ia mencoba memberikan perlawanan. Namun dengan jumlah perampok yang lebih banyak, dia tak kuasa melawannya sendiri meskipun berada dalam rumahnya.

”Perampok berjumlah empat orang, jadi saya tak bisa melawannya sendirian. Keempatnya menggunakan penutup kepala,” ujarnya.

Dia menyebutkan, kawanan perampok tersebut beraksi cukup lama di rumahnya. Perampokan tersebut menggasak sejumlah perhiasan milik pasangan suami istri dan uang senilai jutaan rupiah.

”Pelaku masuk lewat pintu jendela depan rumah dengan cara mencongkelnya. Karena saat saya cek sudah rusak,” imbuhnya

Editor: Supriyadi

Alamak, Jambret Bermobil Juga Incar Perhiasan Ibu-ibu di Kudus

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Kudus – Selain jambret bermodus teguran ban kempes, jambret bermobil juga bergentayangan di Kecamatan Gebog. Meski terbilang cukup unik, jambret bermobil ini mengincar perhiasan ibu-ibu yang tengah melintas di jalanan sendiri.

Seperti diungkapkan Dian Savitri (27) warga Desa Besito RT 4 RW 3, Kecamatan Gebog. Sekitar dua pekan lalu, tak jauh dari rumahnya terdapat seorang ibu yang menjadi korban jambret bermobil. Saat itu, sang ibu sedang melaju di kawasan sepi sepulang dari Pasar Besito.

“Saat kejadian siang hari. Saat itu ibunya sedang membawa motor ke arah timur yang lokasinya agak sepi. Tiba-tiba ada mobil yang menyelip dan menjambret kalung ibu tersebut,” katanya kepada MuriaNewsCom

Pihaknya tak tahu persis kabar selanjutnya ataupun alamat ibu yang menjadi korban jambret bermobil tersebut. Yang diketahui, kabar tersebut langsung menjadi perbincangan kalangan masyarakat hingga kini.

Baca Juga : Gunakan Modus Baru, Jambret di Kudus Incar Ibu-ibu Pengguna Motor Metic

Akibat hal tersebut, warga was-was mengenakan barang berharga. Mereka khawatir jika pengalaman yang menimpa ibu korban jambret akan terjadi pada warga sekitar.

Tak hanya di Besito, kawasan Jurang juga terdengar kabar adanya aksi penjambretan. Hal itu disampaikan Harianto, warga Jurang. Pekerja swasta itu menyebut kalau kawasan Jurang beberapa kali terjadi kasus jambret. Namun pihaknya tak tahu secara langsung, melainkan dari cerita masyarakat setempat.

“Mendengar hal tersebut agar lebih hati-hati saja. Khususnya saat jalanan sepi harus lebih kencang karena biasanya jambret beraksi di tempat yang sepi,” jelasnya.

Editor: Supriyadi