Kasus Pembunuhan di Hutan Randublatung Blora Terungkap, Ini Pelakunya

MuriaNewsCom, BloraUpaya Polres Blora untuk mengungkap kasus pembunuhan terhadap seorang perempuan yang mayatnya dibuang di kawasan hutan KPH Randublatung akhirnya membuahkan hasil. Setelah melakukan penyelidikan mendalam, pelaku pembunuhan yang sempat menggegerkan warga itu akhirnya berhasil ditangkap.

Kapolres Blora AKBP Saptono menyatakan, tersangka pembunuhan diketahui bernama Edi Sumarsono alias Sondong (24), warga Dukuh Pojok, Kelurahan Randublatung, Kecamatan Randublatung, Blora. Tersangka berhasil diamankan kurang dari 72 jam setelah kejadian.

”Penangkapan tersangka dipimpin langsung Kasat Reskrim AKP Heri Dwi Utomo. Tersangka diamankan di rumahnya hari Minggu kemarin sekitar pukul 11.25 WIB,” ungkap kapolres saat press release, Senin (19/2/2018).

Baca: Mayat Perempuan di Kawasan Hutan Perhutani Randublatung Gegerkan Warga Blora

Selain tersangka, sejumlah barang bukti berhasil pula diamankan petugas. Antara lain, sebuah motor Suzuki Sky Drive milik tersangka, bekas minuman bekas yang diminum korban, HP, dan Helm INK warna kuning yang dikenakan korban.

Korban pembunuhan ditketahui bernama Ida Lestiyaningrum (26), warga Wedung, Demak. Mayat korban ditemukan warga di kawasan hutan Mahoni dipinggir jalan raya Blora-Randublatung, Jumat (16/2/2018) sekitar pukul 09.00 WIB. Perempuan kelahiran 12 Juni 1991 bekerja di sebuah toko kain di Semarang.

Kapolres menjelaskan tersangka dituduh melanggar pasal 338 KUH Pidana karena dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain. Terungkapnya tindak pidana pembunuhan itu, setelah sebelumnya polisi melakukan otopsi bersama Tim Dokter forensik Polda Jateng di RSUD Blora untuk mengungkap indentitas mayat wanita yang dibuang dihutan tersebut.

”Usai dilakukan otopsi jenazah dibawa pulang pihak keluarganya pada Sabtu (17/2) siang untuk dilakukan pemakaman,” sambungnya.

Editor: Supriyadi

Tukang Perahu di Pulokulon Temukan Mayat Perempuan di Pinggir Sungai Lusi Grobogan

Sejumlah petugas melakukan evakuasi mayat yang ditemukan di sungai Lusi Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Warga Dusun Pelem, Desa/ Kecamatan Pulokulon, Grobogan dikejutkan dengan peristiwa penemuan mayat di pinggir sungai Lusi yang di sebelah utara perkampungan. Mayat yang ditemukan dalam posisi terlentang itu berjenis kelamin perempuan. Mayat yang mengenakan celana jins warna biru dan kaos tanpa lengan warna ungu tersebut ditemukan sekitar pukul 08.30 WIB.

Mayat yang mengambang di pinggiran sungai kali pertama diketahui oleh tukang perahu bernama Budi (19) saat akan menyeberangkan tetangganya bernama Nardi (45). Saat hendak menyeberang, keduanya melihat ada sosok mencurigakan beberapa meter di depan perahu.

Kemudian, Nardi meminta Budi agar mendekatkan perahunya ke lokasi itu. Setelah didekati, sosok mencurigakan itu adalah mayat. Selanjutnya, kedua orang itu segera kembali ke kampung dan mengabarkan peristiwa itu pada perangkat desa dan diteruskan pada pihak kepolisian.

Meski mayat mengenakan pakaian lengkap, namun tidak ditemukan tanda pengenal pada tubuh korban. Hal itu sempat menyulitkan polisi untuk mengenali identitas korban. Diperkirakan, korban juga bukan warga sekitar. Soalnya, warga setempat tidak ada yang mengenali atau merasa kehilangan anggota keluarganya.

Jatidiri korban akhirnya bisa terlacak setelah polisi melakukan pemeriksaan sidik jari korban. Dari metode ini, muncul nama Siti Sundari (24), warga Desa Wado, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora.

Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Suwasana mengatakan, dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Saat ini, pihaknya menunggu keluarga korban untuk meminta izin untuk dilakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban.

”Dari pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Namun, kami masih menunggu keluarga korban untuk melakukan autopsi. Setelah itu, kami akan kembalikan jenazah pada keluarga korban,” ujarnya.

Editor: Supriyadi

Legislator Perempuan di Jateng Rendah

Warga memanfaatkan suaranya pada salah satu pemilihan umum. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Solo – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk Jateng menyatakan, tingkat keterpilihan perempuan di kursi legislatif 35 DPRD kabupaten/kota dan DPRD Jateng masih di bawah 30%. Tentu persentase tersebut masih di bawah target minimal sesuai amanat undang-undang.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk Jateng, Sri Kusuma Astuti mengatakan pada hasil pemilihan legislatif (Pileg) 2014, tingkat partisipasi perempuan di DPRD Jateng mencapai 24% dari jumlah 100 kursi. Sedangkan di seluruh kota dan kabupaten di Jateng, rata-ratanya 17,4 %.

“Keterwakilan harus bisa ditingkatkan. Keberadaan perempuan di parlemen dapat meningkatkan kesejahteraan perempuan. Mereka yang duduk di legislatif bisa mengawal aspirasi dan memperjuangkanya,” kata Kusuma pada acara pelatihan peningkatan kapasitas politik bagi perempuan bakal calon legislatif Pileg 2019 di The Royal Surakarta Heritage, Rabu (13/9/2017).

Pada acara yang diikuti 50-an bakal caleg perempuan dari berbagai parpol itu turut dihadiri Asisten Deputi Kesetaraan Gender Bidang Politik Hukum dan Pertahanan Keamanan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Darsono, dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Kusuma menambahkan perempuan dituntut tak hanya cakap mengurus rumah tangga namun harus melek politik. Alasanya, jumlah penduduk Indonesia sebagian besar perempuan dan mereka memiliki aspirasi tersendiri. Baik persoalan kesejahteraan dan layanan. Aspirasi itu akan lebih terkawal jika jumlah legislator perempuan semakin banyak.

Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan, butuh dukungan pimpinan parpol untuk memenuhi keterwakilan perempuan di angka 30%. Menurutnya, jika mengejar persentase lebih baik maka Pileg harus didorong dengan sistem tertutup sesuai nomor urut. Dari tiga nomor di atas, ada satu perempuan yan ditempatkan di nomor kedua. Maka target tersebut dengan sendirinya terpenuhi. Kenyataanya, saat ini persaingan caleg terbuka dan disesuaikan jumlah suara yang diperoleh.

Meski demikian, Ganjar meminta perempuan jangan minder untuk bersaing dengan laki-laki untuk duduk di legislatif. Ia mencontohkan, saat ini ada sembilan menteri perempuan dari 34 menteri di kabinet Presiden Joko Widodo. Jika minder soal pendidikan, Ganjar mencontohkan Menteri Susi Pudjiastuti yang hanya lulusan SMP. Ia pun memberikan sejumlah langkah untuk mendulang suara saat Pileg.

“Buat agenda setting yang jelas dan harus sesuai dengan wilayah yang disasar. Misalnya di Brebes, bisa mengenai penurunan AKI-AKB (Angka Kematian Ibu dan Bayi). Gunakan sentuhan emosional agar jauh lebih mengena,” kata  Ganjar.

Sementara Asisten Deputi Kesetaraan Gender Bidang Politik Hukum dan Pertahanan Keamanan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Darsono mengatakan Jateng menjadi satu dari 14 provinsi yang disasar untuk pelatihan bakal caleg perempuan. Hal itu disebabkan tingkat partisipasi perempuan cukup rendah.

Pelatihan diselenggarakan tiga tahap. Sebelum Pileg 2019, saat caleg sudah mendaftar di KPU, dan setelah terpilih menjadi anggota legislatif. Salah satunya pelatihan membaca anggaran. ”Jangan sampai ada anggota legislatif perempuan yang DLLD. Datang Lholak Lholok Duit,” kata Darsono.

Editor : Akrom Hazami

Mayat Perempuan Penuh Tato Asal Cilacap Ditemukan di Paguyangan Brebes

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Brebes – Mayat perempuan penuh tato ditemukan di pinggir jalan arah Tuk Sirah Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Minggu (20/8/2017). Identitas mayat baru berhasil ditemukan Polres Brebes, Senin (21/8/2017). Perempuan tersebut diduga tewas karena dibunuh.

Data yang dikantongi Polsek Paguyangan, korban bernama Desti Pratika (27) warga jalan Salam RT 05 RW 03, Kelurahan Kepudang, Kecamatan Binangun, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Korban saat ini diautopsi di RSUD Brebes. Dari tubuh korban, tampak darah keluar dari hidung, mulut berbusa dan lidah menjulur akibat cekikan serta luka memar di bagian ketiak.

Adapun ciri-ciri korban di antaranya bertubuh gempal, kulit putih dan rambut ikal panjang dengan tinggi badan sekitar 150 sentimeter. Ketika korban ditemukan mengenakan celana jeans biru dan kaos warna merah muda serta jaket jeans biru. Pada tubuh korban juga ada beberapa tato, di antaranya di lengan kanan bergambar kepala tengkorak dan tulisan warna “DESTY” serta di bawah perut bergambar Love bersayap.

Kapolres Brebes AKBP Sugiarto melalui Kapolsek Paguyangan AKP Bowo Ciptohadi mengatakan, polisi masih melakukan penyelidikan kasus ini. Polisi mengungkapkan dari identitas yang ditelusuri diketahui korban merupakan ibu rumah tangga. “Untuk lebih lanjut, kita masih akan terus selidiki,” kata Bowo.

Sejumlah saksi mata yang melihat korban, Karso (30) warga Dukuh Benda Winduaji,  melihat hal yang mencurigakan sebelum korban dibuang. Pada Sabtu (19/8/2017)  sore, Karso melihat mobil Kijang warna gelap di lokasi penemuan mayat. Tak lama kemudian, Karso melihat mayat tersebut. Mulanya, Karso menganggap jika itu boneka bekas karnaval yang dibuang pemiliknya.

Editor : Akrom Hazami

Dai Perempuan Jateng Sepakat Dukung Musthofa jadi Gubernur 

Ketua Dai perempuan Jateng Rajimah Putri Sukandar (kacamata) saat menyatakan dukungan kepada Musthofa sebagai Gubernur Jateng kelak. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Dai Perempuan Jawa Tengah menyatakan dukungannya kepada Musthofa, maju sebagai Gubernur Jateng periode 2018-2023. Diketahui, Musthofa berniat mencalonkan diri sebagai gubernur di provinsi ini. 

Rajimah Putri Sukandar, Ketua Dai Perempuan Jateng, menyatakan, pihaknya sepakat mendukung Musthofa maju menjadi gubernur.  Kesepakatan tersebut muncul setelah sebelumnya Dai Perempuan Jateng menggelar rapat.

“Rapat sudah berlangsung beberapa waktu lalu. Dalam rapat tersebut, tidak ada nama lain yang kami dukung selain nama Musthofa. Akhirnya kami mendukungnya,” kata Rajimah saat jumpa pers di salah satu rumah makan di Kudus. Senin (14/8/2017).

Pihaknya juga meyakini jika dukungannya tersebut akan berbuah nyata. Menilik pilgub dulu, Dai perempuan pernah mendukung Bibit-Rusti. Dan nyatanya, Bibit-Rustri jadi. Kini, pihaknya ingin mendukung Musthofa. Pihaknya berharap, Musthofa mendapat rekomendasi dari dari DPP PDI Perjuangan.

Pihaknya optimistis jika dukungannya amat besar. Ditunjang dari jumlah anggota Dai Perempuan yang tersebar di Jateng. Jumlah anggotanya mencapai ribuan orang. Dai Perempuan Jawa Tengah saat ini tersebar di 26 kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Dia sendiri melihat sosok Musthofa merupakan sosok pas jadi gubernur. Rajimah yang merupakan asli warga Jati, Kudus, telah merasakan kepemimpinan dua periode Musthofa.

“Pernah bupati datang ke kampung saya saat ada acara, beliau langsung menemui saya. Saat itulah, saya terharu lantaran mau menemui saya yang hanya warga kampung biasa,” ungkap dia.

Sementara, Putuanah, Sekretaris Dai Perempuan Kudus meengatakan, pihaknya memang sepakat mendukung Musthofa.

 

Editor : Akrom Hazami