Mobil Perekaman E-KTP juga Layani Warga di Sekolah dan Mal-mal Kudus

Sekretaris Dinas Dukcapil Kudus Putut Winarno saat meninjau pelayanan di mobil layanan keliling. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Untuk meningkatkan capaian perekaman E-KTP Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kudus, melakukan layanan jemput bola. Disiapkan mobil keliling yang melayani warga dalam perekaman E-KTP.

Mobil keliling ini menurut Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk, Ahmad Sofyan, mobil keliling ini masuk ke sekolah-sekolah dan mal-mal yang ada di Kudus. Menurut dia, mobil keliling ini bahkan memberi pelayanan di luar jam kerja.

Pelayanan yang dilaksanakan di luar hari kerja yakni pelayan perekaman di Mall-Mall maupun dikeramaian. Untuk bulan Desember ini, tim Mobille Dukcapil melakukan jemput bola di ADA Swayalan di hari Sabtu mulai pukul 16.00 Wib sampai dengan pukul 21.00 WIB.

“Sedangkan di hari Minggu melaksanakan perekaman di depan Mall Ramayana berbarengan dengan acar Car Free Day,” katanya.

Ia mengatakan, perekaman di luar hari kerja ini merupakan program kerja dari Dinas Dukcapil Kudus, selain itu pada bulan Oktober yang lalu Menteri Dalam Negeri melalui suratnya Nomor 471.13/5386/SJ perihal percepatan penyelesaian perekaman KTP Elektronik (KTP-El) dan cakupan kepemilikan akta kelahiran, memerintahkan agar target perekaman untuk warga wajib KTYP harus selesai sampai dengan akhir Desember 2017.

Hal ini dikarenakan pada tahun 2018 akan diadakan pemilukada baik bupati maupun gubernur serta 2019 akan diselenggarakannya pemilu dan pilpres.

“Dalam Surat Menteri Dalam Negeri, untuk mengejar target perekaman, diharuskan melaksanakan  pelayanan keliling dan pelayanan pada hari libur, baik hari Sabtu dan Minggu”, ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga bekerja sama dengan pihak sekolah , untuk wajib KTP pemula yang bersekolah di SMA, MA, SMK yang berusia 17 tahun. “Kami menugaskan 3 tim mobile ke sekolah-sekolah sesusai jadwal yang telah ditentukan”, tambahnya.

Editor : Ali Muntoha

Tak Bisa Rekam E-KTP Karena Sakit? Disdukcapil Kudus Siap Datang ke Rumah

Petugas Disdukcapil Kudus mendatangi rumah warga untuk melakukan pelayanan pengurusan dokumen adminduk. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Keterbatasan fisik, wilayah, dan hal-hal teknis lainnya, terkadang membuat sebagian warga Kabupaten Kudus tidak dapat melakukan proses pengurusan dokumen administrasi kependudukan (adminduk) sendiri.

Alasan sakit dan fisik yang sudah tua juga sering jadi kendala dalam proses perekaman E-KTP. Namun kini Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kudus menerjunkan petugasnya ke rumah-rumah warga untuk melakukan perekaman.

Petugas khusus disiapkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kudus, untuk melayani warga yang memiliki keterbatasan. Misalnya sudah berusia lanjut, ataupun memiliki keterbatasan fisik.

”Kami memang ada petugas yang berkeliling dari satu wilayah ke wilayah lainnya, untuk memproses adminduk dari warga. Terutama mereka yang sudah jompo atau memiliki keterbatasan fisik,” terang Kepala Disdukcapil Kudus Hendro Martoyo.

Dikatakan Hendro, warga dengan keterbatasan tersebut, memang layak untuk didatangi. Karena adminduk adalah hak setiap warga untuk bisa memilikinya.

”Sehingga kami yang berkewajiban untuk mendatangi warga, supaya bisa mendapatkan dokumen kependudukan mereka,” ujarnya.

Kemudahan ini memang sudah diamanatkan dalam undang-undang, peraturan presiden, hingga surat edaran menteri.

Hal itu tertuang pada Surat Edaran Menteri Dalam Negeri RI (Mendagri) Nomor 471/1768/SJ tertanggal 12 Mei 2016, menindaklanjuti Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 25 Tahun 2008 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Kependudukan.

Semua demi melaksanakan Undang-Undang Nomor 23/2006 dan Undang-Undang Nomor 24/2013 tentang Administrasi Kependudukan.

Editor : Ali Muntoha

Disdukcapil Kudus Terus Sisir Warga yang Belum Rekam E-KTP

Petugas Disdukcapil saat melakukan perekaman E-KTP dengan jemput bola ke sekolah-sekolah. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kudus terus melakukan penyisiran warga yang belum melakukan perekaman E-KTP. Apalagi masih ada sekitar 19 ribu wajib KTP di Kudus yang belum melakukan perekaman.

Targetnya, pada akhir 2017 ini proses perekaman sudah rampung. Kepala Disdukcapil Kudus Hendro Martoyo mengatakan, pihaknya memang masih terus melakukan sosialisasi terkait pembuatan E-KTP tersebut.

Termasuk menyisir warga yang belum memiliki dokumen kependudukan itu.

”Kami sudah melakukan upaya jemput bola, untuk menyisir warga yang belum memiliki KTP elektronik. Supaya mereka bisa segera mengurusnya. Ada juga yang kami rekam datanya langsung dengan program jemput bola ini,” jelasnya.

Armada khusus perekaman data, juga terus berkeliling ke semua wilayah yang ada di Kabupaten Kudus ini.

Itu sebabnya, jumlah wajib KTP yang sudah melakukan perekaman, semakin banyak. Saat ini, kurang lebih masih ada 19 ribu warga yang belum melakukan perekaman.

Dikatakan Hendro, pembuatan KTP elektronik juga sangat mudah. Yakni hanya cukup dengan melampirkan fotokopi kartu keluarga (KK) yang mereka miliki.

Kemudahan ini memang sudah diamanatkan dalam undang-undang, peraturan presiden, hingga surat edaran menteri.

Hal itu tertuang pada Surat Edaran Menteri Dalam Negeri RI (Mendagri) Nomor 471/1768/SJ tertanggal 12 Mei 2016, menindaklanjuti Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 25 Tahun 2008 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Kependudukan.

Semua demi melaksanakan Undang-Undang Nomor 23/2006 dan Undang-Undang Nomor 24/2013 tentang Administrasi Kependudukan.

”Yang jelas, kami terus melakukan penyisiran. Termasuk jemput bola, untuk melayani warga yang belum perekaman. Dan pada Desember nanti, warga yang belum melakukan perekaman bisa diperkecil,” imbuhnya.

Editor : Ali Muntoha

Disdukcapil Kudus Datangi Rumah ke Rumah untuk Rekam E-KTP

Petugas Disdukcapil Kudus mendatangi rumah warga untuk melakukan perekaman data E-KTP. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Jumlah warga di Kabupaten Kudus yang belum melakukan perekaman data E-KTP, masih sekitar 19 ribuan orang. Untuk mempercepat proses perekaman, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kudus melakukan program jemput bola dengan door to door datang ke rumah warga.

Berbekal data yang ada, petugas mendatangi rumah-rumah warga untuk melakukan perekaman. Hal ini memang cukup membuat warga kaget, karena tidak menyangka akan didatangi petugas.

Namun, warga senang bisa mendapatkan pelayanan langsung seperti itu. Banyak yang kemudian baru menyadari akan pentingnya melakukan perekaman KTP. Sehingga warga berterima kasih kepada petugas, yang mendatangi mereka di kediamannya.

Aksi jemput bola ini dilaksanakan, selain memang untuk melayani warga yang memang membutuhkan, juga untuk mengejar penyelesaian pekerjaan perekaman.

”Kita targetnya memang sampai akhir 2017 proses ini harus sudah selesai. Makanya kita aksi jemput bola dengan mendatangi warga yang belum perekaman,” kata Disdukcapil Kudus Hendro Martoyo melalui Sekretaris Dinas Putut Winarno.

Proses pembuatan adminduk memang sudah dipermudah. Kemudahan ini memang sudah diamanatkan dalam undang-undang, peraturan presiden, hingga surat edaran menteri.

Hal itu tertuang pada Surat Edaran Menteri Dalam Negeri RI (Mendagri) Nomor 471/1768/SJ tertanggal 12 Mei 2016, menindaklanjuti Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 25 Tahun 2008 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Kependudukan. Semua demi melaksanakan Undang-Undang Nomor 23/2006 dan Undang-Undang Nomor 24/2013 tentang Administrasi Kependudukan.

Selain itu, untuk mengurangi jumlah warga yang belum melakukan perekaman, pihaknya akan lebih gencar melakukan sosialisasi. Meski hal itu sudah selalu dilakukan, namun intensitasnya memang ditingkatkan.

Editor : Ali Muntoha

Alat Perekaman E-KTP Hilang, Camat Nalumsari Jepara Diminta Wadul Bupati

Kantor Dindukcapil Jepara

Warga berada di kantor Dindukcapil Jepara, Jumat. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Alat perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) di kantor Kecamatan Nalumsari hilang, dicuri oleh orang yang tak dikenal.
Karenanya camat setempat diminta lebih aktif untuk melaporkan peristiwa itu ke pimpinan daerah dalam hal ini Bupati Jepara maupun Sekretaris Daerah (Sekda) Jepara.
Hal itu seperti yang disampaikan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Jepara Sri Alim Yuliatun. Menurutnya, akibat hilangnya komponen penting dari alat perekaman e-KTP tersebut membuat pelayanan masyarakat terganggu.
“Diharapkan camat setempat lebih aktif berkordinasi dengan pimpinan. Sebab, kami dari dinas tidak memiliki anggaran untuk mengganti peralatan perekaman e-KTP yang hilang itu,” ujar Sri Alim kepada MuriaNewsCom.
Lebih lanjut ia mengemukakan, hilangnya peralatan perekaman e-KTP tersebut, pelayanan untuk sementara dialihkan ke kantor dinasnya. Itu dilakukan agar pelayanan penting mengenai identitas kependudukan tetap berjalan.
“Ya sebagai solusi sementara pelayanan e-KTP dilayani di sini (Kantor Dindukcapil-red). Kalau solusi kedepannya tergantung pimpinan, karena peralatan itu dulunya langsung dari pusat,” terangnya.
Sementara itu, Camat Nalumsari Edi Puspodo mengatakan, pelayanan dihentikan sejak kejadian tersebut. Untuk sementara, pelayanan perekaman data dialihkan Dindukcapil Jepara.
“Yang bisa dilakukan saat ini hanya menunggu keputusan dari pimpinan Kabupaten Jepara. Kami belum tahu kapan pelayanan di Kecamatan Nalumsari bisa dilakukan kembali,” katanya.
Seperti diberitakan, Komponen penting yang hilang adalah kamera untuk merekam foto, dan alat jaringan data penduduk. Akibat hilangnya dua komponen perekaman e-KTP itu, kini pelayanan bagi masyarakat untuk identitas warga menjadi terganggu.
Kapolsek Nalumsari, AKP Karman mengemukakan, hilangnya dua buah komponen alat perekaman e-KTP tersebut diketahui pada Minggu (31/7/2016) sekitar pukul 07.45 WIB. Diduga, aksi pencurian dilakukan pada malam hari atau dini hari.
Kejadian diketahui pertama kali oleh petugas jaga. Saat itu, satu ruang yang digunakan untuk menyimpan barang tersebut tiba-tiba terbuka. Sementara kamera dan satu paket wifi yang sudah terpasang sudah tak telihat.

 

Editor : Akrom Hazami