Tergiur Untung Rp 5 Juta per Pekan, Warga Jepara Ini Pilih Edarkan Sabu

Kasat Narkoba Polres Jepara AKP Hendro Asriyanto menunjukan barang bukti yang disita dari tersangka Tekek dan Papua di Mapolres Jepara, Jumat (18/8/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Akhmad Julianto (20) alias Tekek pilih berjualan narkoba ketimbang melakoni usaha sebagai perajin monel. Bagaimana tidak, dari bisnis haram yang dijalankan bersama komplotannya Rizki Busro alias Papua, ia bisa mengantongi keuntungan 10 kali lipat, dari penghasilan jual beli monel.

“Saya biasanya sebagai buruh pembuat monel. Biasanya seminggu saya dapat mengumpulkan paling banyak Rp 500 ribu. Namun kalau berjualan sabu-sabu maksimal saya bisa dapat Rp 5 juta seminggu,” ujarnya, didepan pewarta, Jumat (18/8/2017). 

Ia mengaku, bisnis haram tersebut selama tiga bulan terakhir. Namun sebelumnya, Tekek telah menjadi pecandu bubuk kristal tersebut sejak lama. 

“Awalnya saya pakai sabu-sabu dulu. Yang mengenalkan kakak saya yang kini dipenjara di Kedungpane Semarang. Setelah kakak saya ditangkap pada April 2016, kemudian saya menerima perintah dari dia untuk mengedarkan barang tersebut,” tambahnya. 

Baca Juga: Polres Jepara Bekuk Pengedar dan Kurir Sabu

Kepada pewarta MuriaNewsCom, ia mengaku sudah memiliki istri dan seorang anak. Namun, Tekek merahasiakan bisnis haramnya itu kepada famili terdekatnya. 

Diberitakan sebelumya, Tekek ditangkap  Sat res Narkoba, Polres Jepara, pada Jumat (11/8/2017) malam. Penangkapan warga Krasak, Pecangaan itu didahului dengan penangkapan komplotannya Rizki Busro alias Papua (20), yang juga warga Krasak, Pecangaan.

Keduanya terancam pidana kurungan selama 20 tahun penjara karena melanggar Mereka melanggar pasal 114 (1) subsider pasarl 112 (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.  

Editor: Supriyadi

 

 

Kapolres Pati: Penyalahgunaan Narkotika Lebih Berbahaya Ketimbang Aksi Teror Bom

Petugas gabungan Polres Pati tengah merazia Lapas Pati terkait dengan penyalahgunaan narkotika. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Petugas gabungan Polres Pati tengah merazia Lapas Pati terkait dengan penyalahgunaan narkotika. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Peredaran dan penyalahgunaan narkotika berbagai jenis yang mulai “mewabah” di Indonesia menjadi perhatian khusus dari sejumlah pihak. Pasalnya, tren penyalahgunaan narkotika kian meningkat yang mulai menyasar pada anak-anak hingga dewasa, baik laki-laki maupun perempuan.

Hal itu yang mengundang keprihatinan dari Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho. Ia menilai, penyalahgunaan narkotika lebih berbahaya ketimbang aksi teror bom mengingat dampaknya yang begitu destruktif dan masif.

”Ancaman nyata bagi bangsa saat ini adalah penyalahgunaan narkotika dari berbagai jenis, mulai ganja, sabu-sabu, dan lain sebagainya. Ini lebih membahayakan dan lebih menakutkan ketimbang aksi teror bom,” ujar Setijo kepada MuriaNewsCom, Senin (29/2/2016).

Sasaran penyalahgunaan narkotika, kata dia, saat ini sudah menyasar dari anak-anak hingga dewasa, laki-laki dan perempuan, bahkan anak tingkat SD, SMP, SMA, sampai santri pun menjadi target sasaran. Kondisi tersebut dinilai mengancam generasi emas bangsa Indonesia.

”Beberapa waktu lalu, kami juga merazia lembaga pemasyarakatan (lapas) dari penyalahgunaan narkotika. Sesuai instruksi presiden, Lapas harus bebas dari narkoba. Kami memang nyatakan perang untuk setiap penyalahgunaan narkotika,” imbuhnya.

Dalam razia yang dipimpin Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo, Kasat Narkoba AKP Sayadi, Kasat Shabara AKP Amlis Chaniago dengan melibatkan 20 personel Satfung Shabara, Reskrim, Narkoba, Intelkam dan Provost tersebut tidak ditemukan barang bukti narkotika.

Editor : Titis Ayu Winarni

Kasus Narkoba, Bupati : Jepara Masuk Daftar Hitam Perdagangan Narkotika

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi. (MuriaNewsCom)

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Orang nomor satu di Kabupaten Jepara, Ahmad Marzuqi menanggapi terungkapnya kasus jaringan narkotika internasional di Kota Ukir.

Saat ditemui pada acara pelantikan pengurus Komisi Daerah Lanjut Usia di Pendapa Kabupaten Jepara, Marzuki menganggap terbongkarnya kasus narkotika jenis sabu pada Rabu (27/1/2016) kemarin mencoreng nama baik Kabupaten Jepara.

Dia juga mengatakan, gudang mebel di Jepara yang menyimpan sabu ratusan kilogram itu menjadi gelombang besar yang melanda Bumi Kartini.

“Kejadian ini (Kasus narkotika sabu-red), menampar muka kita bersama dan menjadikan Kabupaten Jepara masuk daftar hitam perdagangan narkotika,” tegas Marzuqi, Jumat (29/1/2016).

Lebih lanjut dia mengemukakan, meski demikian dengan terungkapnya kasus tersebut dia bersyukur. Sebab, narkoba yang terungkap tersebut masih dalam kondisi utuh. Serta disimpan di gudang mebel di Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit, dan belum sempat diedarkan.

“Dapat dibayangkan jika telah beredar berapa ratus ribu anak negeri yang menjadi korbannya,” ungkapnya.

Dia menambahkan, satu hal yang menjadi tugas bersama yang penting lagi adalah memberikan pengertian iman dan agama. Agar Jepara bisa terhindar dari kasus narkoba.

Editor : Akrom Hazami