56 Proyek Jalan di Jepara Diperbaiki

jembatan

Jembatan Serong, Kota dalam kondisi rusak, direncanakan tahun ini jembatan sudah selesai diperbaiki. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

 MuriaNewsCom, Jepara – Program perbaikan infrastruktur terutama jalan masih berlangsung usai libur Lebaran lalu. Kali ini, masih ada 56 proyek perbaikan dan peningkatan jalan yang akan digarap.

Hal itu seperti yang disampaikan Kepala Dinas Bina Marga, Pengairan, dan ESDM (DBMP-ESDM) Jepara, Budiarto. Menurutnya, 56 proyek tersebut memang sebelumnya direncanakan mulai digarap setelah libur Lebaran.

“Total keseluruhan proyek yang bakal digarap terhitung mulai dilakukan setelah lebaran tidak kurang dari 56 proyek,” ujar Budiarto kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, sebanyak 56 proyek itu semuanya berupa perbaikan dan peningkatan infrastruktur, khususnya jalan raya milik Kabupaten Jepara. Selain peningkatan jalan ada juga pemeliharaan. Lokasinya di 211 lokasi.

Lebih detail, Kabid Bina Marga pada  DBMP-ESDM Hartaya menerangkan, jenis proyek yang bakal digarap itu.  Di antaranya peningkatan jalan, peningkatan hotmix, dan peningkatan beton. Termasuk juga perbaikan jembatan Serong, Kecamatan Kota.

”Mayoritas sudah mulai dikerjakan setelah Lebaran usai kemarin. Semua proyek itu ditargetkan selesai di 2016,” katanya.

Sejumlah lokasi peningkatan jalan yang bakal digarap itu meliputi kawasan perkotaan dan pedesaan. Diantaranya, Jalan Taman Siswa, Jalan Sunan Mantingan, Kawasan Destinasi Pariwisata, Jalan Mayong, dan lainnya yang sudah tidak layak.

Anggaran untuk peningkatan jalan tersebut, dikatakan Hartaya, berasal dari tiga sumber anggaran, yaitu Dana Anggaran Khusus (DAK), Bantuan Provinsi (Banprov), dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Editor : Akrom Hazami

 

CSR PLTU Tanjung Jati B Jepara untuk Perbaikan Jalan 2015 Tak Jelas

Jalan Lingkar Mulyoharjo-Ngabul yang dijanjikan akan dibangun menggunakan dana CSR PLTU Tanjung Jati B Jepara rusak parah. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Jalan Lingkar Mulyoharjo-Ngabul yang dijanjikan akan dibangun menggunakan dana CSR PLTU Tanjung Jati B Jepara rusak parah. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari PLTU Tanjung Jati B Jepara, untuk perbaikan jalan di jalan lingkar Mulyoharjo-Ngabul sebesar Rp 1,5 miliar pada tahun 2015 tidak cair. Hal itu seperti disampaikan Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Bina Marga Pengairan dan ESDM Kabupaten Jepara, Hartaya.

Menurut Hartaya, PLTU Tanjung Jati B pernah menjanjikan perbaikan jalan sebesar Rp 1,5 miliar untuk perbaikan jalan lingkar tersebut di tahun 2015. Namun sampai tahun akhir Mei 2016 ini perbaikan tersebut belum dilaksanakan. Sedangkan tahun 2016 ini mengenai CSR untuk perbaikan jalan belum ada kejelasan.

”Untuk tahun 2015 lalu tidak ada pelaksanaan perbaikan jalan oleh PLTU. Sebelumnya PLTU merencanakan perbaikan jalan sebesar Rp 1,5 miliar,” ujar Hartaya kepada MuriaNewsCom, Rabu (25/5/2016).

Akibat tidak ada pelaksanaan perbaikan jalan oleh PLTU, jalur lingkar tersebut harus dilakukan perbaikan oleh pihaknya melalui program pemeliharaan rutin dengan cara menambal jalan yang berlubang. Dia juga mengakui jika pemeliharaan rutin yang dilakukan di jalur lingkar kurang efektif lantaran jalan tersebut menjadi jalan yang dilalui kendaraan yang bertonase tinggi.

”Jalan itu memang harus beton, karena kalau tidak beton tidak akan berumur panjang. Tonase yang lewat sangat berat,” kata Hartaya.

Dia menambahkan, kendala yang dihadapi dalam melakukan pemeliharaan jalan adalah cuaca. Mengingat saat ini hujan masih turun mengguyur Bumi Kartini. Akibatnya sejumlah titik di jalan lingkar tersebut juga masih banyak yang belum diperbaiki.

Editor: Supriyadi

Jalan Dibeton, Pengendara Diminta Hati-hati Saat LewatiJalur Blora-Ngawen

Selain debu akibat pembetonan jalan di Desa Sendangmulyo, Kecamatan Ngawen, pengguna jalan juga sering kalah dengan bus karena adanya penyempitan jalan. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Selain debu akibat pembetonan jalan di Desa Sendangmulyo, Kecamatan Ngawen, pengguna jalan juga sering kalah dengan bus karena adanya penyempitan jalan. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Pembetonan jalur Blora menuju Ngawen di Desa Sendangmulyo, Ngawen membuat pengguna jalan terganggu. Ini lantaran debu yang beterbangan dan kerikil dari pembetonan yang berserakan di jalan..

Sadiman, salah satu pengguna jalan mengaku, saat melewati jalur tersebut, dirinya harus berhati-hati. Sebab, banyaknya material jalan yang berserakan di jalanan bukan tidak mungkin akan menyebabkan celaka. Selain itu, banyaknya debu akibat dari pembangunan tersebut juga menyebabkan pengguna jalan harus berhati-hati.

“Agar tidak merasa terganggu, mungkin bagi pengguna jalan lebih baik mengenakan masker,” ujar Sadiman (9/5/2016).

Dari pantauan MuriaNewsCom, debu tersebut diakibatkan oleh sistem perataan jalan sebelum dilakukan pembetonan. Setiap ada kendaraan lewat, tak ayal menyebabkan debu menjadi beterbangan yang menggangu pengendara lain.

Padahal, jalur tersebut merupakan ruas jalan propinsi. Yang mana dalam pembangunannya menghabiskan anggaran senilai Rp 16,68 rupiah bersumber dari APBD Propinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran 2016. Saat ini pembangunan jalan baru dimulai di titik pertama. Tepatnya di Desa Sendangmulyo hingga Desa Sarimulyo sepanjang satu kilometer.

Ali Huda, Kepala Badan Pelaksana Teknis (BPT) Dians Bina Marga Propinsi Jawa Tengah Wilayah Purwodadi mengungkapkan, bahwa dalam pembetonan jalan diperlakukan sistem buka tutup. Hal itu dilakukan agar laju mobilisasi masyarakat tetap bisa berjalan meski agak tersendat akibat pembangunan jalan.

Editor: Supriyadi

Hindari Jalan Jenderal Sudirman Kudus

Aktivitas perbaikan jalan di ruas Jenderal Sudirman Kudus. (MuriaNewsCom/Merie)

Aktivitas perbaikan jalan di ruas Jenderal Sudirman Kudus. (MuriaNewsCom/Merie)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Bagi Anda yang kebetulan melintas atau beraktivitas di Kabupaten Kudus, untuk sementara ini hindari Jalan Jenderal Sudirman, Kamis (21/4/2016).

Pasalnya, dari arah Alun-alun Simpang Tujuh Kudus ke jalur tersebut, saat ini terjadi kemacetan yang cukup parah. Kendaraan bergerak pelan dan menyebabkan kemacetan di belakangnya.

Di Jalan Jenderal Sudirman saat ini memang sedang dilakukan perbaikan. Kendaraan berat sedang menurunkan aneka material. Termasuk kendaraan pengaspalan jalan yang memenuhi seluruh ruas jalan.

Jalan yang tersisa hanya cukup untuk satu jalur saja. Kendaraan roda empat dan dua, saling berdesakan untuk keluar dari jalan.

Belum lagi kendaraan yang parkir di kanan dan kiri jalan, membuat suasana jalan menjadi semrawut.

Bahkan petugas yang memperbaiki jalan, harus memasang garis tali sepanjang jalan, untuk memastikan kendaraan tidak melewati jalur yang diaspal.

Beberapa petugas kepolisian mengatur arus lalu lintas dari mulai Alun-alun Simpang Tujuh. Pengaspalan jalan dilakukan hingga ke depan Mapolres Kudus.

“Memang tersendat jalannya karena pengaspalan ini. Tapi mau bagaimana lagi. Jalannya sudah sempit, diperbaiki lagi. Jadi ya sabar saja,” kata Ani, salah satu warga yang melintas di sana.

Editor: Merie

Dewan Minta Alokasi Anggaran untuk Perbaikan Jalan dan Prasarana Pertanian di Grobogan Ditambah

Ketua DPRD Grobogan Agus Siswanto menyampaikan beberapa masukan dalam acara Musrenbang (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Ketua DPRD Grobogan Agus Siswanto menyampaikan beberapa masukan dalam acara Musrenbang (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Dalam pelaksanaan Musrenbang yang dilangsungkan di Ruang Riptaloka Setda Grobogan, Senin (28/3/2016), ada beberapa masukan yang disampaikan wakil rakyat. Beberapa masukan itu disampaikan secara langsung oleh Ketua DPRD Grobogan Agus Siswanto yang juga diundang dalam Musrenbang bersama pimpinan FKPD setempat.

Menurut Agus, salah satu poin penting yang perlu disampaikan adalah soal pembangunan infrastruktur pada tahun 2017. Yakni, penambahan alokasi anggaran perbaikan jalan, irigasi serta sarana prasarana pertanian lainnya.

Kemudian, soal insfrastruktur juga menyasar penataan kawasan kota dan pengembalian trotoar sesuai fungsinya. Selain itu, pembangunan fasilitas umum berkelanjutan dalam bidang pendidikan, kesehatan, perdagangan, dan transportasi.

“Soal perbaikan infrastruktur ini memang banyak sekali yang harus dikerjakan. Namun, soal perbaikan jalan, berada pada urutan terdepan,” kata Agus.

Selanjutnya, Agus juga menyampaikan sorotan pada masalah kesehatan, khususnya peningkatan pelayanan dan upaya menekan angka kematian ibu dan bayi lahir.

Kemudian, pembinaan UMKM menurutnya juga perlu mendapat perhatian agar keberadaannya bisa tetap eksis dan punya daya saing tinggi serta kemudahan dalam bidang investasi.

Regulasi aturan BUMD juga disampaikan Agus dalam kesempatan itu. Seperti, soal pembatasan masa jabatan direktur BUMD serta transparansi pengelolaan perusahaan milik daerah tersebut.

Bidang olahraga dan pendikan juga diminta tidak diabaikan. Pemerataan infrastruktur pendidikan dan peningkatan tenaga pengajar, perlu dapat perhatian. Hal ini dilakukan dalam rangka menuntaskan wajib belajar 9 tahun yang dicanangkan pemerintah.

“Sektor olahraga juga jadi salah satu hal yang kita sikapi. Kita minta agar UPTD ikut memantau dan mendidik bibit muda potensial dalam bidang olahraga ini,” katanya.

Agus menambahkan, dalam menyusun rencana kerja pembangunan tahun 2017, hendaknya diselaraskan dengan visi misi bupati periode 2016-2021. Yakni, terwujudnya masyarakat Grobogan yang sejahtera secara utuh dan menyeluruh.

Editor : Kholistiono

Ini Prioritas Perbaikan Jalan di Jepara Melalui Klinik Jalan

Penambalan jalan yang rusak melalui program klinik jalan. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Penambalan jalan yang rusak melalui program klinik jalan. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Perbaikan jalan di Jepara melalui klinik jalan, baru mulai dilakukan. Ada beberapa jalan yang menjadi skala prioritas untuk diperbaiki lebih dulu, yakni ruas jalan kabupaten yang mengalami kerusakan parah. Di antaranya, di Perempatan MojoDesa Bawu, Kecamatan Batealit, Pertigaan Welahan arah jalan alternatif ke Mayong, Perempatan Jalan dr Wahidin, dan Perempatan Kalipucang.

“Khusus untuk Perempatan Mojo, dilakukan pembetonan, mengingat kondisinya yang rusak parah. Itu dimasukkan dalam proyek klinik jalan, karena memang darurat,” ujar Kabid Bina Marga pada Dinas Bina Marga, Pengairan dan ESDM Jepara Hartaya kepada MuriaNewsCom, Sabtu (27/2/2016).

Lebih lanjut dia menjelaskan, kilnik jalan tahun ini yang dianggarkan Rp 10 miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Meski demikian, hal tersebut memang diakui belum bisa maksimal. Sebab, kondisi jalan yang masih sering basah seiring dengan intensitas hujan yang tinggi.

“Sedangkan kami sampai saat ini belum memiliki mesin kompresor untuk bisa mengeringkan jalan dari genangan air,” ungkapnya.

Sementara, terkait peningkatan jalan yang mengalami kerusakan parah dan butuh penanganan yang lebih besar, pihaknya mengaku akan secepatnya dilakukan lelang. Saat ini, persiapan untuk lelang tengah dilakukan dengan melakukan kordinasi ULP dan Pokja.

Editor : Kholistiono

Baca juga : Rp 8 Miliar Digelontorkan untuk Perbaikan Jalan di Karimunjawa

Perbaikan Jalan Godong-Purwodadi Akhirnya Kelar

Kendaraan dari Semarang menuju Purwodadi dan sebaliknya sudah bisa melaju di Jalan Godong-Purwodadi tanpa hambatan (MuriaNewCom/Dani Agus)

Kendaraan dari Semarang menuju Purwodadi dan sebaliknya sudah bisa melaju di Jalan Godong-Purwodadi tanpa hambatan (MuriaNewCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Setelah mengalami beberapa kendala, perbaikan jalan Godong-Purwodadi akhirnya tuntas. Hal ini menyusul sudah dibukanya ruas jalan sepanjang 400 meter yang selesai dicor beberapa hari sebelumnya.

Kondisi ini menyebabkan pemandangan kemacetan panjang sudah tidak terlihat lagi seperti beberapa waktu lalu. Kendaraan besar dari dua arah sudah bebas melaju di jalurnya masing-masing.

“Perjalanan menuju ke Semarang dan sebaliknya sudah lancar. Soalnya, titik macet di depan Pasar Godong sudah tidak ada lagi,” kata Plt Ketua DPRD Grobogan HM Nurwibowo.

Kepala Balai Pelaksana Teknis (BPT) Bina Marga Wilayah Purwodadi Ali Huda sebelumnya menyatakan, perbaikan jalan tersebut sebelumnya sempat terhenti akibat terkena rel kereta api milik PT KAI. Namun, masalah itu sudah bisa diselesaikan. Dimana, pihaknya sudah membayar biaya sewa lahan PT KAI yang terkena proyek perbaikan jalan dengan durasi lima tahun.

Ia menambahkan, dari total panjang jalan Godong-Purwodadi yang diperbaiki, sebenarnya prosentase penyelesaiannya sudah mendekati akhir. Dimana, dari 5 km panjang jalan yang diperbaiki dengan dana Rp 23 miliar lebih, hanya tinggal tersisa 400 meter saja. Sebab, titik inilah yang mengenai rel kereta api sehingga perbaikan jalan itu berhenti untuk sementara waktu.

“Setelah urusan dengan PT KAI selesai, perbaikan jalan yang tersisa ini langsung kita lakukan. Namun, penyelesaiannya tidak bisa cepat lantaran terkendala cuaca karena hujan turun terus dalam beberapa hari lalu,” katanya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Jadi Biang Kemacetan, Warga Minta Perbaikan Jalan Godong-Purwodadi Dituntaskan

Pengendara saat melintas di Jalan Godong-Purwodadi yang kini proses perbaikannya berhenti (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Pengendara saat melintas di Jalan Godong-Purwodadi yang kini proses perbaikannya berhenti (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Masih terbengkelainya perbaikan jalan Godong-Purwodadi hingga saat ini membuat gerah banyak pihak. Mereka menghendaki agar perbaikan jalan dengan total dana Rp 23 miliar itu dituntaskan. Sebab, mandegnya perbaikan jalan itu menyebabkan kemacetan cukup parah.

”Ruas jalan yang belum diperbaiki memang panjangnya hanya sekitar 400 meter saja. Tetapi, titik ini jadi biang macet karena arus lalulintasnya sangat padat sepanjang hari,” ungkap Hernowo, warga Godong.

Kemacetan cukup parah di titik jalan yang belum diselesaikan itu memang sangat wajar. Pasalnya, disitu ada tiga jalur menuju tiga kota. Yakni, Semarang, Demak, dan Boyolali.

Jalur Semarang adalah melalui jalan utama. Kemudian, jalur menuju Demak melalui pertigaan di sebelah barat Polsek Godong. Sedangkan jalur kearah Boyolali lewat pertigaan di sebelah timur Pasar Godong.

Sementara, titik perbaikan yang belum selesai mulai dari depan Pasar Godong sampai depan Polsek Godong. Akibatnya, kendaraan dari tiga arah ini harus melaju bergantian dan mengakibatkan antrian cukup panjang dan lama untuk menunggu giliran jalan.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi B DPRD Grobogan Agus Siswanto ketika dimintai tanggapannya berharap agar pihak PT KAI dan Bina Marga Jawa Tengah bisa segera menyelesaikan persoalan yang terjadi di lapangan. Yakni, adanya ruas perbaikan jalan yang mengenai lahan PT KAI.

“Pada prinsipnya, perbaikan jalan ini adalah untuk kepentingan umum. Kami berharap, masalah itu segera terselesaikan sehingga perbaikan jalan ini bisa dilanjutkan,” katanya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Penyelesaian Jalan Godong-Purwodadi Nunggu Negosiasi dengan PT KAI

Perbaikan Jalan Godong-Purwodadi yang sempat terhenti karena mengenai lahan PT KAI (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Perbaikan Jalan Godong-Purwodadi yang sempat terhenti karena mengenai lahan PT KAI (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Belum dilakukannya penyelesaian perbaikan Jalan Godong-Purwodadi sepanjang 400 meter ternyata ada sebabnya. Yakni, masih adanya proses negosiasi antara Pemrov Jateng dengan PT KAI tekait sewa lahan yang terkena proyek perbaikan jalan tersebut.

Senior Supervisor Pengadaan Aset PT KAI Daop IV Adi Haryanto saat dikonfirmasi menyatakan, dalam proyek perbaikan itu mengenai lahan milik PT KAI. Luas lahan yang terkena proyek hanya sekitar 700 meter persegi.

Terkait dengan kondisi itu, PT KAI meminta agar ada biaya sewa lahan yang dipakai. Hal itu bertujuan agar keberadaan aset PT KAI itu nantinya ada kejelasan dan tidak hilang karena tertutup proyek perbaikan jalan.

“Dari PT KAI dan Pemrprov melalui Dinas Bina Marga sudah bertemu untuk membicarakan masalah ini. Saat ini, sudah masuk dalam proses negosiasi sewa lahannya,” kata Adi.

Saat disinggung besarnya sewa yang diminta PT KAI terhadap lahan, Adi belum bisa memastikan. Soalnya, masih dilakukan pembahasan bersama. Namun, pada prinsipnya PT KAI membolehkan digunakannya lahan itu untuk jalan raya.

Beberapa waktu sebelumnya, Kepala Balai Pelaksana Teknis (BPT) Bina Marga Wilayah Purwodadi Ali Huda menyatakan, dari total panjang jalan Godong-Purwodadi yang diperbaiki, sebenarnya prosentase penyelesaiannya sudah mendekati akhir. Dimana, dari 5 km panjang jalan yang diperbaiki dengan dana Rp 23 miliar lebih, hanya 400 tinggal meter saja belum bisa diselesaikan. Sebab, titik inilah yang mengenai rel kereta api sehingga perbaikan jalan itu berhenti untuk sementara waktu.

“Jadi proyek ini sebenarnya tinggal sedikit saja yang belum bisa dikerjakan. Yakni, cuma 400 meter saja dari total pekerjaan sepanjang 5 km. Tepatnya, di depan pasar Godong ke barat hingga pertigaan menuju arah Demak,” katanya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Perbaikan Jalan Godong-Purwodadi Hanya Tinggal 400 Meter Saja

Perbaikan Jalan Godong-Purwodai yang terhenti karena mengenai rel kereta api. Pebaikan jalan ini sebenarnya tinggal 400 meter (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Perbaikan Jalan Godong-Purwodai yang terhenti karena mengenai rel kereta api. Pebaikan jalan ini sebenarnya tinggal 400 meter (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Dari total panjang Jalan Godong-Purwodadi yang diperbaiki, sebenarnya prosentase penyelesaiannya sudah mendekati akhir. Dimana, dari 5 km panjang jalan yang diperbaiki, hanya 400 tinggal meter saja belum bisa diselesaikan. Sebab, titik inilah yang mengenai rel kereta api sehingga perbaikan jalan itu berhenti untuk sementara.

”Jadi proyek ini sebenarnya tinggal sedikit saja yang belum bisa dikerjakan. Yakni, cuma 400 meter saja dari total pekerjaan sepanjang 5 km. Tepatnya, di depan Pasar Godong ke barat hingga pertigaan menuju arah Demak,” ujar Kepala Balai Pelaksana Teknis (BPT) Bina Marga Wilayah Purwodadi Ali Huda.

Menurutnya, untuk menyelesaikan proyek yang tersisa itu hanya diperlukan waktu sekitar 10 hari. Yakni, tiga hari digunakan untuk persiapan dan pengecoran.Kemudian, waktu sepekan dibutuhkan untuk pengerasan beton. Proses pengerasan beton itu bisa dipercepat dengan menggunakan bahan kimia khusus.

“Semua material untuk pengecoran jalan sepanjang 400 meter itu sudah siap di lokasi. Jadi, begitu masalah administrasi dengan PT KAI selesai, bisa cepat dikerjakan,” jelas Ali.

Dalam kesempatan itu, Ali membenarkan jika proyek perbaikan jalan itu sudah melewati batas waktu pengerjaan pada akhir Oktober lalu. Namun, hal itu terjadi akibat kondisi khusus, bukan karena faktor kinerja rekanan. Oleh sebab itu, penyelesaian pekerjaan itu bisa diberikan tambahan waktu. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Gara-gara Rel, Perbaikan Jalan Godong-Purwodadi Terhenti

 

Perbaikan Jalan Godong-Purwodadi terhenti sementara karena mengenai rel kereta api (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Perbaikan Jalan Godong-Purwodadi terhenti sementara karena mengenai rel kereta api (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Perbaikan dan pelebaran jalan raya Godong-Purwodadi sepanjang 5 km terpaksa tidak bisa selesai tepat waktu. Sebab, perbaikan jalan dengan dana Rp 23 miliar itu terhenti sejak beberapa hari lalu. Gara-garanya, proyek yang dikerjakan PT Kadi Internasional itu ternyata mengenai rel kereta api yang masih tertanam di pinggir jalan atau disisi sebelah utara.

Akibat adanya rel yang tercongkel alat berat itu menyebabkan pihak PT KAI keberatan dan meminta agar Dinas Bina Marga Provinsi Jateng menghentikan perbaikan jalan yang mengenai rel kereta api yang sudah cukup lama tidak difungsikan tersebut.

Kepala Balai Pelaksana Teknis (BPT) Bina Marga Wilayah Purwodadi Ali Huda ketika dikonfirmasi membenarkan jika untuk sementara perbaikan jalan itu terhenti. Hal itu disebabkan, adanya sedikit lahan perbaikan yang mengenai rel kereta api.

”Saat ini, perbaikan jalan Godong-Purwodadi belum bisa diselesaikan dan sementara dihentikan dulu. Kita masih berkoordinasi dengan PT KAI mengenai kesepakatan pemanfaatan lahan untuk perbaikan jalan tersebut. Kalau masalah administrasinya sudah selesai, perbaikan jalan itu akan dilanjutkan lagi,” kata Ali.

Menurut Ali, pada prinsipnya PT KAI melalui Daop IV membolehkan penggunaan lahan itu untuk perbaikan dan pelebaran jalan. Sebab, proyek itu juga digunakan untuk kepentingan masyarakat luas. Hanya saja, proses administrasi penggunaan lahan itu harus dilakukan terlebih dahulu. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Ada Keluhan tentang Jalan dan Jembatan di Kudus, Laporkan ke Sini

 Pekerja tengah menyelesaikan perbaikan jalan di Kudus. (MuriaNewsCom)

Pekerja tengah menyelesaikan perbaikan jalan di Kudus. (MuriaNewsCom)

KUDUS – Dinas Bina Marga Pengairan Energi dan Sumber Daya Mineral (BPESDM) Kabupaten Kudus melakukan terobosan baru. Untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan meningkatkan pembangunan, Dinas BPESDM membuka sambungan telepon aduan dari warga.

”Kami membutuhkan partisipasi langsung dari masyarakat untuk ikut mengawasi jalannya pembangunan di Kudus. Karena itulah, dengan adanya line aduan ini, kami berharap bisa dengan cepat menindaklanjuti setiap temuan di masyarakat,” kata Sam’ani Intakoris, Kepala Dinas BMPESDM Kabupaten Kudus.

Warga yang ingin menyampaikan aduan atau uneg-uneg tentang kondisi jalan dan jembatan bisa langsung menghubungi nomor 0291-432570. Selain itu bisa juga menghubungi nomor 082 220 575 408 melalui telepon, SMS, atau Whatsapp.

Bukan itu saja, Dinas BPESDM Kabupaten Kudus juga menyediakan layanan Blackberry Messenger dengan PIN 2B1B35DB. Sedangkan, bagi warga yang aktif di media sosial Facebook, bisa menyampaikan informasi melalui akun Dinas Bpesdm Kabupaten Kudus.

”Layanan aduan ini kami buka sebagai bentuk transparansi. Kami mengajak masyarakat bersama-sama mengawasi jalannya pembangunan di Kudus,” ujarnya.
Bukan hanya laporan tentang jalan dan jembatan, Dinas BPESDM juga menerima laporan maupun aduan untuk bidang lain yang mencakup tentang lampu penerangan jalan umum (LPJU), Galian C, serta Daerah Irigasi dan Saluran Irigasi.

”Kami selalu terbuka terhadap setiap masukan dan laporan yang disampaikan masyarakat. Justru dengan adanya laporan dan masukan tersebut, kami akan semakin tertantang untuk meningkatkan kinerja dalam melayani masyarakat Kudus,” terang Sam’ani. (SUNDOYO HARDI)

Sopir Angkot pun Ikut Atur Lalu Lintas JLS Sukokulon

Seorang warga tengah mengarahkan pengendara dari arah Kudus menuju jalur lingkar selatan menuju arah Surabaya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Seorang warga tengah mengarahkan pengendara dari arah Kudus menuju jalur lingkar selatan menuju arah Surabaya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Rambu lalu lintas yang berada di pertigaan Jalur Lingkar Selatan, Desa Sukokulon, Kecamatan Margorejo dicabut untuk kepentingan pelebaran jalan. Akibatnya, lalu lintas jalur pantura tersebut diatur sendiri oleh warga setempat.

Salah satunya dari kalangan sopir angkot. Heri (32), salah seorang sopir mengatakan, arus lalu lintas di lokasi tersebut selalu dipadati pengendara karena jalur tersebut merupakan jalan nasional Jakarta-Surabaya.

Karena itu, ia bersama dengan warga setempat berinisiatif untuk menjadi pengatur lalu lintas. “Rambunya dicabut sementara, sehingga membuat lalu lintas menjadi semrawut,” tuturnya kepada MuriaNewsCom.

Dari delapan orang yang bersedia mengatur lalu lintas sendiri, dibagi menjadi dua kelompok. Masing-masing dijadwal untuk mengatur lalu lintas dari pukul 10.00 WIB sampai 13.00 WIB dan disusul kelompok kedua sampai pukul 17.00 WIB. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Penghasilan Warga Pengatur Lalu Lintas di Sukokulon Tembus Rp 600 Ribu/Hari

 

eorang warga tengah mengatur lalu lintas di JLS Desa Sukokulon, Kecamatan Margorejo, lantaran rambu dicabut sementara. (MuriaNewsCom/Lismanto)

eorang warga tengah mengatur lalu lintas di JLS Desa Sukokulon, Kecamatan Margorejo, lantaran rambu dicabut sementara. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Penghasilan warga yang membantu mengatur lalu lintas di pertigaan Jalur Lingkar Selatan (JL), Desa Sukokulon, Kecamatan Margorejo, mencapai Rp 150 ribu per hari per orang. Sementara itu, ada empat hingga lima orang yang biasa mengatur lalu lintas di sana.

Mereka menjadi pengatur lalu lintas, lantaran rambu lalu lintas dicopot untuk sementara dalam rangka pelebaran jalan. Karena itu, kondisi tersebut dimanfaatkan warga untuk membantu pengguna jalan, sekaligus meraup rupiah.

”Ada sekitar empat sampai lima orang setiap hari yang mengatur pengguna jalan. Per orang biasanya mengantongi Rp 100 ribu per hari. Itu pendapatan bersih yang dikantongi, karena setiap hari juga makan, jajan dan rokok di warung ini,” ujar Markum, pemilik warung setempat kepada MuriaNewsCom, Jumat (28/8/2015).

Jika dikalkulasi, imbuh Markum, pendapatan per hari yang berputar di tempat pengaturan lalu lintas tersebut mencapai Rp 600 ribu. ”Kalau tidak ada warga yang mengatur, itu malah bisa berbahaya karena ini jalur nasional,” tandasnya. (LISMANTO/TITIS W)

Perbaikan Jalan Pati-Tayu Km 6 Sebabkan Macet, Mengular Hingga 3 Kilometer

 Perbaikan jalan menyebabkan macet mengular di Jalan Pati-Tayu Km 6, Desa Sukoharjo, Kecamatan Wedarijaksa. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Perbaikan jalan menyebabkan macet mengular di Jalan Pati-Tayu Km 6, Desa Sukoharjo, Kecamatan Wedarijaksa. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Perbaikan Jalan Pati-Tayu Km 6, Desa Sukoharjo, Kecamatan Wedarijaksa menyebabkan jalan macet hingga membuat pengendara mengular, Kamis (27/8/2015).

Jalan tersebut diperbaiki dengan aspal goreng (hotmix) dengan sejumlah alat berat. Purwoko, pengendara asal Desa Blaru, Kecamatan Pati Kota mengatakan, ia berdiam diri di dalam mobil hingga 20 menit.

“Sepertinya sudah diatur dengan buka tutup, karena pengaspalan dilakukan separuh bahu jalan. Mobil saya sampai 20 menit berdiam di tempat,” ujarnya kepada MuriaNewsCom.

Ia mengimbau kepada masyarakat atau pengguna jalan yang melewati jalan tersebut untuk berhati-hati dan lebih bersabar, lantaran macet yang mengular. “Kalau buru-buru, sebaiknya gunakan jalan alternatif. Kalau ingin sabar, lewat jalan ini tak masalah. Macetnya sampai 3 kilometer,” katanya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Dishubkominfo Pastikan Tidak Ada Tumpang Tindih dalam Proyek

Untitled-1

 

KUDUS – Kadinas Dishubkominfo Didik Sugiharto juga pernah menyampaikan hal yang serupa. Yakni dengan rusaknya progam yang dilakukan karena tertindih instansi lainnya. Sehingga proyek mengalami cepat rusak.

”Dulu sering terjadi, jalan yang kami cat dengan rambu tidak awet karena tidak lama dilakukan pengaspalan. Kemudian ada lagi mata kucing atau paku jalan yang rusak terlindas alat berat,” keluhnya.

Namun untuk saat ini, lanjutnya, hal tersebut tidak akan terjadi lagi. Karena antara instansi yang saling berkaitan dengan progjanya sudah dikumpulkan, sehingga dalam melakukan pekerjaannya nanti tidak akan tumpang tindih.

”Sudah dikumpulkan beberapa wakktu yang lalu, bukan hanya beberapa, namun semuanya yang berkaitan. Sehingga nanti sudah tertata, mana saja yang melakukan tugasnya lebih awal,” jelasnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

BAPPEDA : Antar SKPD Dilarang Tumpang Tindih

Untitled-1

 

KUDUS – Semenjak 2015, pelaksaan proyek antar SKPD dinilai tidak ada tumpang tindih. Sebelumnya Bappeda mengimbau supaya tidak akan ada lagi tumpang tindih dalam mengerjakan proyeknya.

Sebelumnya Kepala Bappeda Kudus Jatmiko pernah mengatakan, kejadian tumpang tindih kerap menjadi penyebab cepat rusaknya pekerjaan proyek. Hal utama yang menyebabkan cepat rusak adalah pengerjaan proyek dilaksanaka dalam waktu yang kurang tepat.

”Infrastutkur kurang awet, karena satu instansi dengan lainnya kurang komunikasi. Sehingga diharapkan mulai tahun ini ditata supaya hal tersebut tidak akan terulang kembali,” kata Jatmiko.

Dia mencontohkan, misalnya saja dengan adanya pengaspalan jalan, namun tidak diimbangi dengan drainase yang bagus. Sehingga air menjadi luber dan tumpah hingga jalan, hal itu mempercepat kerusakan jalan.

Berdasarkan pengalaman tersebut, lanjutnya. Pihak instansi ketika hendak mengerjakan progam, sebelumnya melakukan kordinasi dengan instansi lainnya. Sehingga tidak akan tumpang tindih dan merugikan masyarakat.

Menurut dia, dengan tidak adanya tumpang tindih dan lebih sering komunikasi. Maka proyek juga lebih awet. Sehingga masyarakat juga lebih lama menikmatinya, dan sumber dana dapat dimanfaatkan dengan baik. (FAISOL HADI/TITIS W)

Pelaksanaan Proyek di Kudus Dinilai Tumpang Tindih

Untitled-1

(Ilustrasi/MuriaNewsCom)

 

KUDUS – Gerakan Masyarakat Transformasi Kudus (GEMATAKU) menilai pelaksanaan program pembangunan di Kudus selama ini belum terkoordinasi dengan baik. Semua SKPD melaksanakan kegiatan berdasarkan analisa dan keinginan masing-masing.

Hal itu diutarakan oleh Selamat Mahmudi, dia mengungkapkan Kurang koordinasi antar instansi/SKPD memunculkan potensi persoalan. Dari kesamaan kegiatan antar SKPD hingga kerusakan fasilitas publik, karena tidak adanya perencanaan infrastruktur pendukung yang dapat menjamin kelangsungan fasilitas publik tidak cepat rusak.

”Idealnya kewenangan SKPD yang berbeda dapat bersinergi. Ketika infrastruktur jalan dibangun, idealnya sistem drainase juga diupayakan. Sehingga ruas jalan yang dibangun tidak cepat rusak akibat genangan air saat hujan tiba,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, untuk program yang bersifat pemberdayaan dan pelatihan tidak jarang ada kesamaan kegiatan diantara SKPD. Hal ini dapat ditemui pada kegiatan pelatihan kerja antara Dinas Tenaga Kerja dengan Dinas Perindustrian, koperasi dan UMKM.

”GEMATAKU berharap persoalan koordinasi antar SKPD dapat diselesaikan oleh Badan Perencanaan Daerah (BAPPEDA). Tidak hanya pada aspek penganggaran, tetapi juga memastikan kegiatan yang dilaksanakan antar SKPD dapat berkesinambungan,” jelasnya.
(FAISOL HADI/TITIS W)

Perbaikan Jalan Purwodadi Dilanjutkan, Awas Kemacetan Jalan

Perbaikan jalan di Jalan Purwodadi-Solo di Desa Depok, Kecamatan Toroh menyebabkan kemacetan panjang ketika pagi dan sore hari. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Perbaikan jalan di Jalan Purwodadi-Solo di Desa Depok, Kecamatan Toroh menyebabkan kemacetan panjang ketika pagi dan sore hari. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Buat pengguna jalan menuju Purwodadi atau sebaliknya hendaknya mengatur jadwal perjalanan dengan baik. Sebab, di semua jalur dari Purwodadi menuju kota sekitar terdapat kemacetan karena ada ruas jalan yang diberlakukan sistem buka tutup.

Kondisi ini terjadi, menyusul adanya lagi proyek perbaikan jalan di sejumlah titik. Meski demikian, kemacetan yang terjadi tidak separah sebelum Lebaran. Sebab, titik perbaikan tidak sebanyak sebelum Lebaran lalu.

Untuk jalur Semarang-Blora, saat ini hanya ada empat titik perbaikan. Sebelum lebaran lalu, titik perbaikannya ada 17. Kemudian, jalur Purwodadi-Solo ada dua titik perbaikan atau turun lima titik dari sebelumnya. Sementara jalur Purwodadi-Pati ada tiga titik perbaikan.

”Proyek perbaikan ini baru mulai lagi sekitar seminggu lalu. Begitu proyek dimulai, langsung terjadi kemacetan karena kendaraan yang melintas harus bergantian,” ujar Slamet, salah seorang warga di Desa Depok, Kecamatan Toroh yang di depan rumahnya ada proyek perbaikan jalan Purwodadi-Solo. (DANI AGUS/TITIS W)

Ada Perbaikan Jalan, Jalur Pati-Tayu Km 1 Macet Total

Para pekerja sedang melakukan perbaikan jalan di jalur Pati-Tayu, KM 1, Sabtu (1/8/2015). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Para pekerja sedang melakukan perbaikan jalan di jalur Pati-Tayu, KM 1, Sabtu (1/8/2015). (MuriaNewsCom/Lismanto)

PATI – Jalan Pati-Tayu Km 1 dan Jalan Dr Susanto, mulai dari RS Soewondo hingga SPBU Mulyoharjo macet total, Sabtu (1/8/2015). Hal ini disebabkan adanya perbaikan jalan di sebelah selatan Sungai Simo.

Terhitung, perbaikan jalan tersebut berlangsung tiga tahap. Tahap pertama hanya pengurukan kerikil. Tahap kedua, pengaspalan ringan yang dikerjakan sebelum Lebaran.

Tahap ketiga, perbaikan dilakukan dengan aspal goreng (hotmix). Perbaikan tersebut membuat macet sepanjang 1 kilometer.

Karena itu, pengguna jalan diimbau untuk beralih ke jalan memasuki Dukuh Randu, Desa Kutoharjo yang nantinya bisa tembus ke Dukuh Ngipik, Desa Sarirejo atau belakang RS Soewondo Pati. ” Untuk menghindari macet, saya pilih untuk menggunakan jalan alternatif,” ujar Rokhim, pengguna jalan yang mengggunakan jalur alternatif.

Jika tidak menggunakan jalur alternatif, kata dia, pengguna mobil bisa terjebak macet dengan waktu yang cukup lama. ” Kalau pake sepeda motor, bisa lewat jalan di pinggiran di luar lintasan jalan. Kalau pakai mobil, bisa terjebak macet,” tandasnya. (LISMANTO/SUPRIYADI)

2018 Perbaikan Jalan di Kudus Tuntas

Perempatan Jalan Panjang, Kecamatan Bae sedang diperbaiki dan dilakukan pengaspalan. Perbaikan jalan di Kudus targetkan capai ratusan kilometer pada tahun ini. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Perempatan Jalan Panjang, Kecamatan Bae sedang diperbaiki dan dilakukan pengaspalan. Perbaikan jalan di Kudus targetkan capai ratusan kilometer pada tahun ini. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

KUDUS – Sam’ani Intakoris, kepala Dinas BMPESDM Kabupaten Kudus mengungkapkan, perbaikan kerusakan jalan di Kabupaten Kudus diharapkan dapat dituntaskan pada 2018.

Sedangkan tahun ini, pembenahan sarana pendukung diupayakan dapat diselesaikan sepanjang sekitar 200 kilometer. Ratusan kilometer jalan tersebut diperbaiki dengan menggunakan mekanisme pembenahan rutin dan proyek publik.

Pengertian penanganan secara mantab menyangkut perbaikan secara menyeluruh, pada semua jalan kabupaten yang sepanjang 621,180 kilometer. Selama ini, penanganan kerusakan akses jalan dilakukan secara bertahap setiap tahun.

‘”Butuh dana yang sangat besar untuk melakukan perbaikan jalan secara sekaligus,” imbuhnya.

Namun begitu, pihaknya juga perlu memperhatikan potensi percepatan kerusakan jalan. Selain peningkatan jumlah kendaraan yang melintas, hal itu juga terkait potensi overtonase. Ditambahkannya, overtonase dapat dipicu banyak hal. (FAISOL HADI/TITIS W)

Perbaikan Jalan di Kudus, Tahun Ini Targetkan Ratusan Kilometer

Perempatan Jalan Panjang, Kecamatan Bae sedang diperbaiki dan dilakukan pengaspalan. Perbaikan jalan di Kudus targetkan capai ratusan kilometer pada tahun ini. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Perempatan Jalan Panjang, Kecamatan Bae sedang diperbaiki dan dilakukan pengaspalan. Perbaikan jalan di Kudus targetkan capai ratusan kilometer pada tahun ini. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

KUDUS – Pembangunan dan perbaikan sarana prasarana (sarpras) jalan dan jembatan yang ditangani Dinas Bina Marga Pengairan dan Energi Sumber Daya Mineral (BMPESDM) Kabupaten Kudus dilakukan berdasarkan skala prioritas. Hal itu disebabkan keterbatasan dana, termasuk perlunya pemerataan kegiatan di masing-masing daerah.

Sam’ani Intakoris, kepala Dinas Bina Marga Pengairan dan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Kudus mengatakan, meski demikian, pembangunan sarpras perbaikan jalan sudah mulai dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya. Dan tahun ini ditargetkan selesai pada ratusan kilometer.

”Selain jumlah ruas jalan yang rusak cukup banyak, dibutuhkan dana sangat besar untuk perbaikan infrastruktur publik di tempat itu,” ujarnya.

Perkiraan sementara, dana yang dibutuhkan untuk perbaikan jalan secara komprehensif di kawasan itu mencapai Rp 260 miliar. Dengan kebutuhan dana sebesar itu, tak mungkin direalisasikan dalam satu tahun anggaran.

”Pembenahan jalan di kawasan itu sudah mulai dilakukan sejak 2007. Total panjang jalan di tempat itu yang perlu diperbaiki mencapai 49 kilometer. Seperti halnya warga, kami sebenarnya ingin semua jalan yang rusak dapat segera diperbaiki. Tetapi keinginan itu belum dapat terpenuhi, karena semuanya harus disesuaikan anggaran,” jelasnya.

Selain itu, ia mengatakan butuh pemerataan karena daerah lain juga perlu mendapatkan perhatian. Berbagai persiapan pelaksanaan kegiatan harus pihaknya lakukan secara benar sesuai prosedur. Karena tidak ingin segala kegiatan yang dilakukan menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari. (FAISOL HADI/TITIS W)

Ada Perbaikan Jalan, Perempatan Panjang Macet Parah

Petugas sedang melakukan perbaikan jalan di Jalan Lingkar Utara (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Petugas sedang melakukan perbaikan jalan di Jalan Lingkar Utara (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

KUDUS –Lalu lintas di Perempatan Panjang yang berada di Jalan Lingkar Utara Kudus, siang ini mengalami macet yang cukup parah. Kemacetan, terjadi lantaran adanya perbaikan,dan akses jalan hanya dibuka sebagian.  Lanjutkan membaca