Pengerjaan Jalan Desa Dadirejo dan Tanggel Diminta Dilanjutkan

Bupati Pati Haryanto meresmikan jalan beton di Desa Dadirejo, Margorejo, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bupati Pati Haryanto meresmikan jalan beton di Desa Dadirejo, Margorejo, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Bupati Pati Haryanto meminta Kepala Desa Dadirejo, Margorejo dan Tanggel, Winong untuk melanjutkan program pengerjaan jalan desa. Program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) dan karya bhakti TNI yang sudah dikerjakan dianggap sebagai stimulan untuk melanjutkan pembangunan berkelanjutan.

“Meski program TMMD sudah berjalan baik, tetapi saya meminta kepada kepala desa untuk melanjutkan pengerjaan jalan desa. Anggap saja program TMMD itu stimulan yang harus dilanjutkan pengerjaannya,” ujar Haryanto, Rabu (6/4/2016).

Dana untuk melanjutkan pengerjaan jalan, kata dia, bisa diambil dari optimalisasi terhadap dana desa dan swadaya masyarakat. Ia menilai, masyarakat mesti ikut ambil bagian dalam melakukan pembangunan desa.

Dengan demikian, kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat bisa berjalan baik untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Program karya bhakti, misalnya. Program itu tak akan berjalan baik tanpa adanya partisipasi masyarakat yang ikut serta menyumbang anggaran untuk pembangunan jalan.

Ia menambahkan, jalan beton hasil karya bhakti TNI di Desa Dadirejo saat ini meningkatkan nilai ekonomi masyarakat setempat. Tanah di sekitar jalan yang awalnya harganya tak seberapa, saat ini mencapai Rp 750 ribu per meter.

“Saya dapat laporan bila harga tanah di sekitar jalan beton mencapai Rp 750 ribu per meter. Artinya, pembangunan jalan desa bisa memberikan manfaat untuk masyarakat, terutama di bidang akses jalan dan ekonomi,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Jalan Gembong-Ketanggan dan Depan SMPN 7 Pati Diperbaiki

Bupati Pati Haryanto bersama jajaran Forkopimda meninjau Jalan Gembong-Ketanggan yang segera diperbaiki. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bupati Pati Haryanto bersama jajaran Forkopimda meninjau Jalan Gembong-Ketanggan yang segera diperbaiki. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Bupati Pati Haryanto berkali-kali mendesak supaya Jalan Gembong-Ketanggan dan jalan menuju Dukuh Randu, Desa Kutoharjo (depan SMPN 7 Pati) segera diperbaiki. Desakan itu dilakukan, mengingat masyarakat sudah banyak yang mengeluh terkait dengan jalan yang tak kunjung diperbaiki tersebut.

Kepala Bina Marga DPU Pati Ahmad Faisal mengaku mendapatkan desakan dari bupati untuk segera memperbaiki kedua jalan yang sering dikeluhkan masyarakat tersebut. “Beliau tanya terus. Bahkan, Pak Bupati sampai meninjau langsung di lapangan,” ungkap Faisal kepada MuriaNewsCom.

Faisal yang mengaku didesak bupati tersebut kemudian memastikan bila perbaikan akan segera dilakukan 15 Maret 2016. Ia berharap dengan keluarnya SPK kegiatan pekerjaan pemeliharaan jalan, sejumlah ruas jalan yang rusak bisa diperbaiki.

“Kedua jalan itu ditargetkan selesai maksimal empat bulan. Kedua jalan itu masing-masing sudah disiapkan anggaran senilai Rp 1,5 miliar. Depan SMPN 7 Pati itu nantinya masuk proyek perbaikan jalan Mulyoharjo-Kalidoro. Ada yang beton dan hotmix, dari pintu masuk Jalan Pati-Tayu sampai pintu gapura menuju Dukuh Randu hingga sekitar 1,2 kilometer,” katanya.

Rencananya, Jalan Mulyoharjo-Kalidoro lebarnya mulai dari 4 sampai 5 meter. Sementara itu, jalan Gembong-Ketanggan rencananya memiliki lebar sekitar lebih dari 3 meter.

Ia menjelaskan, kedua jalan yang lama dikeluhkan masyarakat itu sebetulnya sudah lama dianggarkan Pemkab melalui APBD sejak tahun lalu. Berhubung tidak ada pemenang, maka dilakukan lelang kembali.

“Kita patut bersyukur, karena surat perintah kerja (SPK) bisa keluar pada 15 Maret 2016 ini sehingga bisa mulai dilakukan pengerjaan dengan deadline empat bulan ke depan,” imbuhnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Desa Pohgading, Gembong, Ma’ruf mengaku bersyukur dengan upaya perbaikan jalan tersebut. Karena, kerusakan jalan memang mencapai 80 persen sehingga praktis susah dilewati.

“Kami berterima kasih atas respons Pak Haryanto. Dengan dorongan dari beliau, jalan yang sudah dikeluhkan warga itu bisa diperbaiki. Apalagi beliau sudah meninjau langsung ke lokasi, sehingga pengukuran jalan juga bisa dilakukan,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Jalan Lingkungan di Desa Sambiroto Pati Kini Lebih Nyaman dengan Rabat Beton

Pengerjaan jalan lingkungan dengan rabat beton di Desa Sambiroto, Kecamatan Tayu, Pati (MuriaNewsCom/Kholistiono)

Pengerjaan jalan lingkungan dengan rabat beton di Desa Sambiroto, Kecamatan Tayu, Pati (MuriaNewsCom/Kholistiono)

 

MuriaNewsCom, Pati – Warga Desa Sambiroto, Kecamatan Tayu, Pati, kini sudah bisa menikmati jalan lingkungan yang lebih nyaman. Dalam beberapa waktu terakhir ini, dilakukan penataan jalan dengan rabat beton.

Sebagian dukuh, sebagian pengerjaannya sudah selesai dilakukan, dan sebagian lagi masih berjalan. Seperti halnya, di lingkungan RT 6 RW 2 Desa Sambiroto. Penataan jalan dengan rabat beton, kini masih berjalan.

Imron, Ketua RT 6 RW 2 Desa Sambiroto mengatakan, penatan jalan dengan rabbat beton tersebut, merupakan bagian dari program “Seratus Kosong Seratus”.

“Di antara aplikasi progam tersebut adalah untuk kegiatan pembenahan permukiman, sanitasi, penanganan sampah, bahaya kebakaran, dan hidup bersih. Program ini sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas lingkungan,” ujarnya.

Dirinya menyatakan, selain pembenahan infrastruktur, untuk di wilayahnya juga ada penambahan tempat sampah sebanyak 8 unit. Tempat sampah tersebut diletakkan di tempat strategis, sehingga masyarakat bisa memanfaatkannya dengan maksimal dan lingkungan terjaga kebersihannya.

Lebih lanjut dia mengatakan, program tersebut, merupakan kelanjutan dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan, yang kemudian disebut Program Peningkatan Kualitas Permukiman (P2KP).

“Dulu, di desa kami memang mendapatkan program PNPM. Mungkin saja pemerintah menilai pelaksanaan di tempat kami maksimal, kemudian ternyata kami mendapatkan program lanjutan untuk penataan lingkungan. Harapannya, tentu ini dapat meningkatkan kualitas perilaku masyarakat,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Perbaikan Jalan Pati-Tayu Km 6 Sebabkan Macet, Mengular Hingga 3 Kilometer

 Perbaikan jalan menyebabkan macet mengular di Jalan Pati-Tayu Km 6, Desa Sukoharjo, Kecamatan Wedarijaksa. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Perbaikan jalan menyebabkan macet mengular di Jalan Pati-Tayu Km 6, Desa Sukoharjo, Kecamatan Wedarijaksa. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Perbaikan Jalan Pati-Tayu Km 6, Desa Sukoharjo, Kecamatan Wedarijaksa menyebabkan jalan macet hingga membuat pengendara mengular, Kamis (27/8/2015).

Jalan tersebut diperbaiki dengan aspal goreng (hotmix) dengan sejumlah alat berat. Purwoko, pengendara asal Desa Blaru, Kecamatan Pati Kota mengatakan, ia berdiam diri di dalam mobil hingga 20 menit.

“Sepertinya sudah diatur dengan buka tutup, karena pengaspalan dilakukan separuh bahu jalan. Mobil saya sampai 20 menit berdiam di tempat,” ujarnya kepada MuriaNewsCom.

Ia mengimbau kepada masyarakat atau pengguna jalan yang melewati jalan tersebut untuk berhati-hati dan lebih bersabar, lantaran macet yang mengular. “Kalau buru-buru, sebaiknya gunakan jalan alternatif. Kalau ingin sabar, lewat jalan ini tak masalah. Macetnya sampai 3 kilometer,” katanya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)