Banyak Taman Dibangun di Kudus, tapi Bingung Perawatannya

Warga berada di salah satu taman di TPA, Kabupaten Kudus, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Warga berada di salah satu taman di TPA, Kabupaten Kudus, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Selama ini, Pemkab Kudus gencar melakukan penamanan di Kudus. Banyak taman dibuat dalam skala kecil maupun skala besar. Namun, meski banyak taman ternyata memiliki kendala dalam perawatan. Terlebih, taman yang ada di wilayah pinggiran, jauh dari pusat kota. Hal itu jelas akan menyulitkan perawatan taman.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kudus, Sumiyatun, mengatakan selama ini ada sekitar 11 taman yang dibuat. Jumlah tersebut meliputi berbagai wilayah. Dengan mayoritas letaknya di wilayah perkotaan.

“Sudah banyak taman yang kami buat,  seperti alun-alun, Wergu, Tanggulangin dan sejumlah taman lainnya. Taman tersebut memang bagus, namun jika tidak dirawat bisa jelek,” katanya kepada MuriaNewsCom, di Kudus, Sabtu (7/1/2016). 

Taman yang ada di kawasan perkotaan memang lebih mudah dijangkau dalam hal perawatan. Berbeda dengan kawasan pinggiran, perawatan taman tidak mudah. Lantaran akses menuju lokasi juga memakan waktu yang tak sebentar.

Dia berharap masyarakat membantu merawat keberadaan taman di Kudus. Pemkab kewalahan jika harus merawat seluruh taman. Tanpa bantuan masyarakat, pemkab bakalan kesulitan menjaga taman.

“Sayangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga taman masih kurang. Padahal taman yang dibuat juga untuk masyarakat Kudus. Mereka kebanyakan hanya berkunjung dan sebagian malahan merusaknya,” ujarnya.

Dia mencontohkan, seperti di taman Tanggulangin, Jati. Beberapa waktu lalu sekelompok orang datang ke taman tersebut. Namun bukannya menjaga keindahannya taman, namun malah membuat rusak beberapa titik rusak. Terlebih tanamannya.

Mendapatkan laporan itu, dia sendiri meninjau lokasi. Kemudian dia menegur sekelompok warga yang tak bertanggung jawab dengan aksi perusakan taman. “Sepertinya membutuhkan pagar untuk menjaga taman. Terutama pada bagian tanaman yang berada di sana. Agar tidak dipetik dan dijadikan alas duduk,” lanjutnya.

Editor : Akrom Hazami

Konsumsi Kacang-kacangan, Perkuat Sel Kulit

waluwah.com

waluwah.com

 

KUDUS – Penurunan bahkan disfungsi sel sudah terbiasa terjadi pada seseorang yang lanjut usia. Hal tersebut karena terjadi secara alamiah dan makin bertambah karena pola makan dan rutinitas yang tidak sehat.

Keluhan utama yang sering muncul dari wanita yang telah dewasa adalah munculnya flek hitam pada kulit wajah. Untuk mencegahnya maka diperlukan tambahan protein nabati. ”Protein tertinggi dapat diperoleh dari kacang-kacangan,” kata Yooshy Kartika Sari salah satu dokter Kulit di Muntira Skincare Kudus.

Fungsi utama protein adalah untuk memperbaiki sel, yang karena sifatnya sebagai zat pembangun. Beberapa kacang-kacangan yang dapat digunakan dan mudah ditemukan, kacang kedelai, kacang hijau, kacang merah dan yang lainnya.

”Tentunya juga diimbangi dengan konsumsi banyak air putih dan menghindari matahari terik agar kulit lebih sehat,” imbuhnya. (AYU KHAZMI/TITIS W)

Punya Flek Hitam? Ini Cara Mudah Hilangkan Flek Tanpa Perawatan

blog.shopious.com

blog.shopious.com

 

KUDUS – Tak hanya umur yang makin menua, namun kulit juga demikian. Makin bertambahnya usia, tentunya akan mempengaruhi kesehatan seseorang terkait penurunan fungsi organ dan tubuh seseorang.

Penurunan fungsi pada kulit akan menimbulkan sejumlah penyakit. Pastinya penyakit tersebut membuat tidak nyaman dalam beraktivitas. Salah satu penyakit kulit yang menyerang seseorang diusia senja adalah flek hitam. Bercak hitam yang biasa tumbuh di wajah tersebut, akibat terlalu banyak terkena panas matahari dan fungsi sel kulit yang mengalami penurunan.

Reny Yuniati, dokter kulit dan kecantikan di Muntira Kudus mengatakan timbulnya flek tersebut biasa dialami oleh orang dewasa yang mulai berumur. Ada beberapa hal dasar yang dapat dilakukan untuk menghilangkan flek hitam. ”Cara termudah adalah dengan mengkonsumsi susu kedelai. Sebab pada kedelai terdapat protein nabati tinggi untuk meregenerasi sel,” ujarnya.

Sel yang diperbarui tersebut akan memperbaiki jaringan sel-sel yang rusak dan tidak normal. Sehingga flek hitam akan tersamarkan. Dan pada kulit yang belum terkena flek akan makin kuat untuk menangkal teriknya sinar matahari.

Susu kedelai lebih alami jika dibuat sendiri. ”Tinggal kedelai direbus dan diblender untuk kemudian diambil sari dan diminum secara rutin,” jelasnya.

Susu kedelai tersebut sudah teruji dan bisa menyamarkan flek hitam. Salah satu dokter Muntira Skincare Kudus Yooshy menambahkan, untuk rasa yang lebih enak dan berkhasit dapat ditambahkan dengan sari jahe. (AYU KHAZMI/TITIS W)

Hati-Hati, Salah Peeling Membuat Wajah Gosong

Ilustrasi/www.lanacion.cl

Ilustrasi/www.lanacion.cl

 

KUDUS – Melakukan aktivitas baik di dalam maupun di luar ruangan hampir dialami oleh setiap orang. Tuntutan pekerjaan maupun kegiatan penting lainnya membuat seseorang mau tidak mau harus berinteraksi dengan lingkungan luar yang penuh dengan kotoran.

Dengan lingkungan yang kotor akibat polusi tentunya mudah menempel pada kulit. Terutama kulit wajah yang tidak tertutup. Meskipun dibersihkan dengan rajin, namun tetap menyisakan kotoran disela-sela pori. Sehingga perlu pembersih tambahan untuk mengangkat kotoran tersebut.

Salah satu hal yang sering dilakukan adalah dengan menggunakan peeling. ”Peeling dapat membantu mengangkat kotoran yang membandel akibat tumpukan yang terlalu lama serta kecilnya pori-pori,” ujar Aliya dokter ahli kecantikan dan kesehatan kulit di Muntira Skin Care.

Peeling ini banyak dijual bebas dipasaran. Cara kerjanya sama dengan lulur atau body scrub yang digunakan untuk badan. Aliya menjelaskan, untuk peeling lebih kasar karena fungsinya untuk mengangkat sel mati di wajah. Sel ini berada di lapisan bagian luar kulit. Dalam sel kulit mati terdapat kotoran yang menempel lebih banyak terdapat pada sela-sela selnya. Sehingga kulit akan terkelupas.

”Pada dasarnya dalam peeling juga ditambah berbagai ekstrak untuk merawat kulit serta menjaga dari kotoran berlebih saat kulit meregenerasi,” ungkapnya.

Namun karena pemilihan produk yang salah, justru membuat kulit menjadi hitam. Bisa terjadi karena terlalu sering menggunakan peeling tanpa perlindungan sinar matahari sehingga membuat terbakar. Bisa pula dikarenakan kulit sensitif pada bahan kimia tertentu.

Untuk itu, Aliya menyarankan untuk mengetahui jenis kulit serta kebutuhan pada peeling terlebih dahulu. ”Dapat dilakukan dengan konsultasi dengan yang ahli atau dengan mengenali kulit masing-masing dengan lebih teliti,” imbuhnya. (AYU KHAZMI/TITIS W)

Pencet Jerawat Bahayakan Otak. Kok Bisa? Berikut Keterangan Pakar Kecantikan di Kudus

LAWANJERAWAT.FILES.WORDPRESS


KUDUS –
Jerawat memang menjadi musuh besar bagi banyak orang. Saat muncul di wajah, berbagai cara akan dilakukan untuk menghilangkannya. Salah satu carayang paling sering dilakukan adalah dengan memencet jerawat.

Kegiatan yang juga sering dilakukan tanpa sadar tersebut dianggap sebagai cara yang efektif untuk mengempeskan jerawat agar tidak mudah terlihat orang lain. Namun pada kenyataannya, memencet jerawat memiliki dampak yang sangat besar.

Dwi Yhunianto, wakil manajer dari Larissa Aesthetic Center Kudus mengatakan bahaya yang ditimbulkan karena memencet jerawat adalah masuknya kuman ke saluran darah yang menuju otak.

“Pada dasarnya dalam jerawat yang masih aktif yaitu yang berupa benjolan besar berisi darah dan nanah yang tentunya penuh dengan kuman,” ujarnya.

Kebiasaan memencet jerawat akan membuat nanah dalam jerawat dapat masuk ke aliran darah yang menuju otak. Anto menambahkan, pada area T wajah terdapat beberapa titik aliran darah yang menuju ke otak.

“Tentunya kuman tersebut akan menginfeksi otak. Bukan tidak mungkin jika terlalu sering dan terlalu banyak kuman yang masuk akan merusak kinerja otak sebagai penyangga kehidupan seseorang, ” jelasnya.

Sebaiknya hindari memegang jerawat apalagi saat masih aktif. Entah dengan tangan maupun menggunakan alat tertentu. Karena selain membahayakan otak, jerawat aktif yang pecah akan menimbulkan bekas yang sulit dihilangkan. (AYU KHAZMI/AKROM HAZAMI)