5 Ribu Penyuluh Agama Akan Dampingi Napi Agar Tak Kambuh Jadi Penjahat

MuriaNewsCom, Semarang – Lembaga pemasyarakatan (lapas) difungsikan selain sebagai tempat narapidana menghabiskan hukuman, tapi juga sebagai tempat perenungan untuk mempersiapkan narapidana kembali ke masyarakat.

Namun tak sedikit narapidana yang keluar dari penjara, bukannya kapok melakukan kejahatan justru menjadi lebih parah. Untuk mengantisipasinya, seluruh narapidana yang tersebar di lapas-lapas Jawa Tengah, akan dibekali pendidikan karakter berbasis agama.

Kepala Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah, Ibnu Chuldun mengatakan, pihaknya telah bekerja sama dengan Kemenag untuk menyiapkan penyuluh agama. Setidaknya 5.000 orang penyuluh agama akan disebar di seluruh lapas untuk memberikan pembinaan.

“Kami telah bekerja sama dengan pihak Kemenag untuk memasukan pendidikan karakter secara intensif di semua lapas dan melalui pendampingan oleh penyuluh agama,” kata Chuldun dilansir dari Tibun Jateng.

Baca : Kendalikan Narkoba di Penjara, Kepala Rutan Purworejo Ditangkap BNN

Penyuluh agama ini nantinya bisa menjadi orang tua asuh bagi napi yang tak punya keluarga. Para napi akan dibekali dengan pengetahuan mengenai keagamaan, penataan mental dan kecerdasan tentang hukum,

Ia menyebut, pembelakan pendidikan agama sangat penting untuk mereduksi tindak kejahatan yang kerap muncul di dalam lapas.

“Contohnya napi yang perilakunya kurang baik, nanti bisa jadi lebih baik lagi. Yang tadinya persepsinya kurang bagus, ke depan jadi lebih sadar lagi,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Ini 6 Tugas Baru Penyuluh Agama Islam di Grobogan

Ratusan Penyuluh Agama Islam (PAI) non PNS Kemenag Grobogan mengikuti pembinaan di gedung Riptaloka, Setda Grobogan, Kamis (10/8/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Tugas Penyuluh Agama Islam (PAI) non PNS sekarang tidak hanya berkutat memberikan penyuluhan masalah keagamaan saja. Tetapi ada tugas baru yang harus dilakukan sesuai dengan Keputusan Dirjen Bimas Islam No 298 Tahun 2017 tentang pedoman PAI non PNS.

Kepala Kantor Kemenag Grobogan Hambali menyatakan, sesuai keputusan terbaru tersebut, sedikitnya ada enam materi penyuluhan yang harus disampaikan para penyuluh pada masyarakat.

Yakni, penyuluhan tentang pententasan buta huruf Al Quran, keluarga sakinah, pengelolaan zakat, pemberdayaan wakaf, produk halal, kerukunan umat beragama, radikalisme / aliran sempalan serta masalah Nafza dan HIV/AIDS.

“Hari ini, kita langsungkan sosialisasi pada penyuluh non PNS tentang pedoman tugas yang harus dilakukan. Jadi, tugas penyuluh non PNS nanti tidak hanya terfokus pada pembinaan spiritual dan mental saja. Tetapi harus bisa bisa menjelaskan persoalan bahaya narkoba, masalah paham radikalisme, dan perkembangan permasalahan terbaru lainnya,” kata Hambali, usai melangsungkan pembinaan penyuluh non PNS di gedung Riptaloka, Setda Grobogan, Kamis (10/8/2017).

Dijelaskan, jumlah penyuluh non PNS sebanyak 154 orang. Para penyuluh non PNS nantinya akan ditempatkan di semua KUA. Tugas utama penyuluh adalah memberikan beragam penyuluhan keagamaan diwilayah tugasnya. Baik melalui mimbar khotbah Jumat atau pada majelis taklim yang ada disana.

Hambali menambahkan, pembangunan memerlukan partisipasi dari berbagai lapisan masyarakat. Oleh sebab itu rakyat dan umat beragama perlu dimotivasi untuk berperan serta aktif menyukseskan pembangunan. Untuk memotivasi masyarakat salah satunya melalui media penyuluhan.

Editor: Supriyadi