Pria di Wonogiri Punya Penyakit Aneh, 28 Tahun Sering Kesurupan dan Ramal Masa Depan

MuriaNewsCom, Wonogiri  Seorang pria di Kedung Lumbu, Damburejo, Kecamatan Wuryantoro, Wonogiri, mempunyai penyakit aneh. Selama puluhan tahun, pria bernama Giyarno (58) ini sering mengalami kesurupan.

Saat kesurupan, Giyarno kerap melukai dirinya sendiri. Tak hanya itu, dalam proses kesurupan itu, pria berumur setengah abad ini kerap mengeluarkan kalimat-kalimat berupa ramalan masa depan. Dan beberapa ramalannya terbukti benar-benar terjadi.

Meski ada keistimewaan tersebut, Giyarno mengaku menderita akibat penyakt tak wajar yang dialaminya. Penyakit ini sudah dideritanya sejak 1990 silam. Gejala-gejala aneh muncul saat ia tidur.

Dalam tidur itu, Giyarno tiba-tiba bertingkah aneh. Ia berbicara tak jelas, melakukan tindakan menyakiti diri sendiri hingga mengeluarkan ramalan-ramalan.

Giyarno sendiri mengaku tak menyadari apa yang dilakukannya ketika penyakit aneh itu kambuh. Dikutip dari Solopos.com, Rabu (28/3/2018) Giyarno juga mengaku ia berulang kali dicelakakan makhluk gaib. Akibatnya Giyarno mengalami luka pada tulang lutut, jahitan sepanjang 30 cm di dagu, dan robek pada kemaluannya.

Berulang kali Giyarno berobat secara medis namun hasilnya nihil. Anaknya telah berulangkali membawa Giyarno ke rumah sakit namun para tenaga medis tidak bisa menjelaskan secara pasti apa penyakit Giyarno.

Giyarno sendiri mengaku sudah capai dengan penyakit aneh ini, dan ingin sembuh total. “Saya sudah malu dengan keadaan saya sekarang ini, saya sudah tua dan capek dengan keadaan ini,” katanya.

Hingga kemudian Puji Wahono anak Giyarni mendapat sebuah petunjuk untuk menaruh kaca pada tempat tidur Giyarno. Ia juga membawa garam yang menurutnya dapat mengusir makhluk halus.

Hasilnya Giyarno sudah tidak sering mengalami kesurupan, namun di sekitar rumahnya sering terjadi kejadian janggal seperti pintu yang bergetar dan barang-barang yang berjatuhan secara tidak wajar.

“Saya berharap ada yang membantu kami baik praktisi agama maupun orang yang paham akan hal seperti ini,” ujar Puji Wahono.

Editor : Ali Muntoha

Idap Penyakit Aneh, Tubuh Bocah di Panggungroyom Pati Ini Seperti Tulang Dibalut Kulit

Kondisi Indah, bocah berusia sepuluh tahun yang mengalami kelainan sejak lahir. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Indah Safitri (10), putri bungsu pasangan Harjobini dan Sartini, warga RT 3 RW 2 Desa Panggungroyom, Wedarijaksa, menderita nyeri kepala sejak lahir.

Rasa nyeri itu disebabkan tempurung otak Indah yang tidak berkembang sejak lahir. Sebab, Indah dilahirkan dalam keadaan sungsang, yaitu pantat keluar terlebih dahulu.

Orangtua Indah sendiri belum tahu secara pasti nama penyakit yang diderita buah hatinya itu. Namun, keluarga mengetahui penyakit tersebut sejak diperiksa dokter spesialis.

“Sejak lahir menangis terus. Kami periksa ke dokter, disarankan untuk operasi. Karena tidak punya uang untuk operasi, kami hanya merawatnya di rumah,” jelas Harjobini, ayah Indah yang bekerja sebagai seniman ketoprak, Jumat (3/11/2017).

Keadaan anaknya mulai parah ketika menginjak usia delapan bulan. Saat itu, Indah mengalami demam tinggi hingga kejang-kejang.

Indah sempat sembuh setelah diperiksa ke puskesmas. Tapi, pihak orangtua mengaku sudah tidak punya biaya lagi sehingga selanjutnya tidak pernah berobat.

Saat ini, kondisi fisik Indah sangat memprihatinkan. Tubuhnya mengecil seperti tulang yang hanya terbungkus kulit.

Indah tidak bisa berbicara. Terkadang, ia mengalami demam diselingi gatal di sekujur tubuh dengan bekas-bekas luka akibat gatal kulit.

Ia juga tidak mau makan apa pun. Ia hanya mau makan makanan yang lembut seperti bubur khusus yang dibuat dari beras merah.

Sementara untuk minum, orangtua sering memasak air gula untuk menambah asupan gizi. Setiap hari, aktivitas Indah hanya tidur dan duduk.

Pihak keluarga berharap, ada donatur yang bisa membantu pengobatan Indah agar kembali sehat dan normal. Pasalnya, upaya pengobatan Indah selama ini terkendala biaya.

Editor: Supriyadi

Gadis 15 Tahun Penderita Autoimun Asal Pati Dapat Santunan Komunitas Datsun Muria Raya

Beberapa anggota Datsun Muria Raya saat menengok kondisi Ngatmirah, bocah 15 tahun penderita penyakit langka di Pati. (Dok. Komunitas Datsun Muria Raya)

MuriaNewsCom, Pati – Masih ingat Dek Ngatminah yang viral di media sosial beberapa waktu lalu? Ya, Dek Ngatminah adalah gadis berusia 15 tahun penderita penyakit autoimun kulit dari usia delapan tahun dan putus sekolah pada saat dibangku SMP karena penyakit yang di deritanya selama kurang lebih tujuh tahun.

Minggu (1/10/2017) kemarin, komunitas Datsun Muria Raya(DMR) bersama anggotanya di wilayah eks-Karisidenan Pati tergerak untuk mengunjungi dek ngatminah di Pati.

Baca Juga: 4 Tahun Idap Penyakit Aneh, Ngatminah Terpaksa Putus Sekolah

Dalam kunjungannya kali ini, komunitas Datsun Muria Raya(DMR) juga memberikan bantuan sosial berupa perlengkapan pengobatan. Di antaranya Kassa Steril,Sufratull,&Nacl yang dibutuhkan Ngatminah selama perawatan dan juga dalam bentuk dana untuk kebutuhan sehari-hari.

Andi Catur Agustiawan selaku Ketua Umum Komunitas Datsun Muria Raya (DMR) mengatakan, kegiatan baksos ini bukan sebagai pencitraan atau sekedar pengen eksis. Namun, kegiatan kali ini dilakukan karena sudah termasuk program-program yang tertuang di dlm AD ART DMR.

”Kebetulan timingnya pas viral. Padahal sudah ada agenda jauh-jauh hari sebelumnya,” katanya

Karena itu, ia mengucapkan banyak terima kasih kepada rekan-rekan dari komunitas Ayo Berbagi Pati(ABP). Karena tanpa ada informasi dari rekan-rekan ABP tentu DMR tidak akan ada di rumah dek ngatminah.

Editor: Supriyadi

Kasihan! Ibunya Lumpuh, Bocah Desa Bancak Pati yang Menderita Sakit Aneh Ini Putus Sekolah

Kang Bejo (baju hitam) melihat kondisi Rubikasari bersama dengan neneknya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kang Bejo (baju hitam) melihat kondisi Rubikasari bersama dengan neneknya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Malang benar nasib Rubikasari. Bocah berusia 12 tahun asal Desa Bancak, Kecamatan Gunungwungkal, Pati ini terpaksa putus sekolah karena menderita sakit yang aneh.

Sekujur tubuhnya, kalau kambuh, terdapat semacam borok sampai di bagian kepalanya. Borok di kepalanya sendiri diakui sulit disembuhkan. Keluarga hanya pasrah dan mengharap uluran tangan dari tetangganya.

Yang lebih menyedihkan, ibu Rubikasari, Kasmini yang sudah berusia 46 tahun ternyata lumpuh dan hanya mengandalkan dari ibunya bernama Mbah Rami yang sudah berusia 80 tahun. Mereka tinggal di rumah sederhana berlantai tanah dengan dinding yang berbuat dari anyaman bambu.

”Kami mencoba obati sendiri kemana-mana, tapi tak kunjung sembuh. Selama ini belum ada bantuan dari pemerintah,” ucap Mbah Rami kepada wartawan, Kamis (17/3/2016).

Ketua PAC PDIP Gunungwungkal Mulyono yang menyambangi rumah itu mengatakan, ibu dan anak yang sama-sama terserang penyakit itu memang memilukan. Anak yang mestinya di usia produktif dan meniti masa depan itu harus putus sekolah.

”Jangankan sekolah. Untuk sembuh aja sulit, karena terkendala dana. Ini kami bersama Kang Bejo, bakal calon wakil bupati kita mencoba untuk memberikan bantuan,” katanya.

Ia berharap agar pemerintah nantinya bisa turun dan membantu untuk kesembuhan keduanya. ”Bantuan ini tidak seberapa. Semoga bisa membantu,” tambah Kang Bejo yang ikut meninjau keduanya di rumah yang dianggap tak laik dihuni.

Editor : Titis Ayu Winarni

Mama Wara Pastikan Penyakit Aneh Yati Terkena Guna-guna

Wara Tri Buwana (kiri) bersama dengan Yati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Wara Tri Buwana (kiri) bersama dengan Yati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Wara Tri Buwana atau yang akrab disapa Mama Wara, seorang ahli pengobatan alternatif asal Desa Jembulwunut, Kecamatan Gunungwungkal, Pati memastikan penyakit yang diderita Yati (bukan nama sebenarnya), warga asal asal Desa Jembulwunut, yang menikah dengan orang Kudus dikarenakan kena guna-guna.

“Itu penyakit yang tidak wajar. Secara medis, tidak ada orang yang kesakitan luar biasanya saat vaginanya terkena sperma suami. Dokter sudah menyatakan tidak ada kendala kesehatan pada kandungan atau tubuh Yati,” ujar Wara kepada MuriaNewsCom.

Karena itu, Wara mengaku sudah berupaya mengobati dengan metode alternatif. “Saat ini, saya pastikan sudah sembuh seratus persen. Saya kalau mengobati penyakit yang wajar, biasanya sembuhnya lama. Ini tidak wajar sehingga sudah sembuh,” tuturnya.

Wara mengatakan, penyakit dari faktor dunia lain memang eksis dan ada. Cara penyembuhannya pun menggunakan metode alternatif di luar penyakit yang wajar.

“Penyakitnya Yati karena faktor dunia lain. Penyakit di luar medis memang ada. Biasanya, mereka mengalami sakit pada bagian tertentu, tetapi ahli medis menyatakan tidak ada masalah dengan kesehatannya karena memang itu bagian dari metafisika. Yakin, memohon dan berserah diri kepada Tuhan menjadi salah satu cara agar terhindar dari penyakit dari dunia lain,” imbaunya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Menderita Penyakit Aneh, Wanita Ini Berobat Hingga ke Pati

Yati (kanan) menjelaskan penyakit anehnya kepada MuriaNewsCom di rumah terapis Mama Wara. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Yati (kanan) menjelaskan penyakit anehnya kepada MuriaNewsCom di rumah terapis Mama Wara. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Sebuah penyakit aneh dan tidak wajar menimpa Yati (bukan nama sebenarnya). Wanita asal Desa Jembulwunut, Kecamatan Gunungwungkal yang menikah dengan orang Kudus ini mengalami sakit yang luar biasa pada bagian vagina saat terkena sperma suaminya.

Saat diperiksa, dokter menyatakan tidak ada masalah dengan kondisi tubuh Yati. Namun, Yati terus mengeluh kesakitan saat sperma suaminya mengenai alat vitalnya.

”Hal itu terjadi pada 2007 setelah saya mengalami keguguran. Sejak saat itu, alat vital saya sakit jika terkena sperma suami saya. Akhirnya saya enggan berhubungan badan karena sakit,” tuturnya kepada MuriaNewsCom, Jumat (27/11/2015).

Ia mengaku, alat vitalnya tidak sakit saat berhubungan badan. Begitu sperma suami keluar membahasi alat vital, kata dia, rasanya sakit luar biasa. ”Saya bingung. Ini penyakit aneh dan tidak wajar. Keadaan itu berlangsung selama delapan tahun,” imbuhnya.

Dari semula tinggal bersama suami di Kudus, Yati akhirnya memutuskan untuk pulang ke kampung halaman dan menjalani pengobatan alternatif di rumah Mama Wara, seorang terapis mental. ”Kami selalu berdoa kepada Tuhan agar penyakit saya ini segera sembuh,” harapnya. (LISMANTO/TITIS W)