Tahun Baru, Pedagang Terompet Musiman Siap Kantongi Puluhan Juta Rupiah

Suyono mulai membuat dan menjual terompet di kawasan Desa Getas, Jati, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Suyono mulai membuat dan menjual terompet di kawasan Desa Getas, Jati, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Menjadi pedagang musiman memang selalu memberikan keuntungan tersendiri bagi pelakunya. Baik itu berdagang buah durian, rambutan ataupun berdagang terompet disaat malam Tahun Baru.

Begitu juga yang dilakukan Suyono (37) Warga Purwodadi ini. Pria yang sehari-harinya menjadi tukang becak ini, disaat jelang tahun baru pasti beralih profesi menjadi pedagang terompet.

”Ya untuk menunjang ekonomi keluarga, saya nyambi dagang dan membuat terompet. Karena penghasilan menjadi tukang becak hanya berkisar Rp 600 ribu/bulan. Sedangkan untuk membuat terompet dan menjualnya bisa peroleh untung hingga Rp 10 juta,” katanya.

Biasanya terompet akan laku keras ketika malam tahun baru. Suyono pun dibantu berjualan oleh sang istri Asniati (35) di daerah Getaspejaten, Jati dan berkeliling hingga di depan gedung DPRD Kudus.
”Biasanya kami mangkal di dua tempat. Selain itu, kami juga melayani pembelian secara grosir,” paparnya.

Suyono pun pandai membuat beragam jenis terompet. Setidaknya ada tiga jenis terompet yang ia buat, di antaranya bentuk corong, naga, dan gitar.

”Untuk harganya, yang paling murah Rp 3 ribu dan yang paling mahal Rp 30 ribu. Akan tetapi pembeli saya ini rata-rata dari pedagang ecer. Selain itu, untuk pedagang ecer yang sudah berlangganan kepada saya itu ada sekitar 20 pedagang dari berbagai daerah. Baik Jepara, Demak, Pati dan Kudus,” ujarnya.

Meskipun menjadi tukang becak setiap harinya, tetapi kebutuhannya selalu bisa tertopang dengan penjualan terompet ini. Yaitu dengan berdagang terompet Suyono mampu meraup omzet hingga puluhan juta rupaih. (EDY SUTRIYONO/TITIS W)

Jelang Tahun Baru, Tukang Becak Ini Alih Profesi Jadi Perajin Terompet

Suyono mulai membuat dan menjual terompet di kawasan Desa Getas, Jati, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Suyono mulai membuat dan menjual terompet di kawasan Desa Getas, Jati, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Menjadi tukang becak yang tidak seberapa penghasilannya, tidak lantas membuat Suyono (37) warga asal Purwodadi ini berputus asa. Ia pun mempunyai cara untuk meningkatkan taraf hidupnya.

Ya, pria yang kesehariannya menjadi tukang becak di Kudus ini ternyata juga pandai membuat terompet. Sehingga keahliannya tersebut dimanfaatkan ketika jelang Tahun Baru untuk menjadi perajin sekaligus penjual terompet musiman.

”Memang keseharian saya sebagai tukang becak di Kudus. Selain itu, untuk meningkatkan pendapatan, setiap tahun selalu membuat terompet jelang Natal dan Tahun Baru,” katanya.

Pembuatan serta penjualan terompet tersebut sudah dijalaninya selama 6 tahun. Keahlian membuat terompet suami dari Asniati ini ia peroleh dari temannya. Temannya itulah yang mengajaknya untuk sama-sama berjualan terompet.

”Saya mulanya membuat terompet dan menjualnya ini lantaran diajak teman dari Madiun yang juga berjualan terompet musiman di Kudus. Mulai saat iulah, saya membuat terompet dan menjualnya,” paparnya.

Suyono menyiapkan pembuatan terompet serta menjualnya sejak dua bulan lalu. Baik mulai dari persedian kertas, hiasan serta yang lainnya. Dengan begitu, ia pun memiliki banyak stok terompet jelang Natal dan Tahun Baru.

”Biasanya saya menjualnya kepada pedagang atau secara grosir. Sebab dijual secara grosir bisa cepat habis,” terangnya. (EDY SUTRIYONO/TITIS W)