Ruwah, Penjual Bunga di Barongan Kudus Panen “Emas”

Penjual bunga menjajakan dagangannya di Barongan, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Penjual bunga menjajakan dagangannya di Barongan, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Menjelang Ramadan, tidak hanya penjual di tradisi Dandangan yang untung. Sebab, hal serupa juga dialami penjual bunga. Mereka panen “emas:. Yakni meraup gila-gilaan dibanding hari biasa. Seperti yang dialami di salah satu titik penjualan bunga di Barongan, Kudus.

Hal itu bertepatan dengan momen Syaban. Atau warga setempat biasa menyebutnya Ruwah. Masyarakat memanfaatkan bulan itu untuk berziarah kubur ke makam keluarga.

Seorang penjual bunga di Barongan, Juwariyah mengakui hal itu. Saat ini dirinya meraup untung lebih besar dibanding hari biasa.   Pada hari normal, mendapatkan sekitar Rp 200 ribu per hari. Saat Kamis, pemasukan meningkat jadi Rp 350 ribu. “Di bulan Ruwah, bisa sampai Rp 600 ribu per hari, “ katanya.

Jumlah pembeli meningkat lantaran banyak yang ziarah ke makam Kaliputu maupun kuburan lainnya. Mereka rata-rata membeli bunga untuk ditabur di makam saudaranya.

Dari pantauan, para pembeli bunga memilih bunga sesuai selera. Ada pembeli yang memilih bunga di keranjang kecil, harganya sekitar Rp 15 ribu. Sedangkan untuk pembeli bunga di keranjang besar, harus mengeluarkan uang Rp 25 ribu.

Sedangkan yang di keranjang agak besar, harganya sekitar 25 Ribu. Bunganya bermacam macam. Mulai dari mawar, melati, gading, kenanga, cempaka, soko dan lainnya. Tidak heran, jika dia menghabiskan lima karung bunga per hari selama Ruwah.

Dia tidak tahu pasti berapa ukuran per karungnya. Yang jelas, saat hari biasa, dia hanya menghabiskan bunga satu karung. Sedangkan pada Kamis, dia menghabiskan bunga tiga karung.

Editor : Akrom Hazami

 

Kamis, Penjual Bunga di Barongan Kudus Laris Manis

uplod jam 10

Penjual bunga menjajakan dagangannya di Barongan, Kota, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Penjual bunga yang ada di wilayah Barongan, Kota, Kudus, selalu menunggu Kamis. Karena hari tesebut dianggap sebagai waktu paling laris dibanding saat lainnya.

Sebab pada hari itu beberapa warga memanfaatkan hari Jumatnya untuk berziarah.

Salah satu penjual bunga di lokasi itu, Juwariyah (58) mengatakan, Kamis memang rata rata umat Islam Kudus dan sekitarnya, berziarah ke makam. “Oleh sebab itu, Kamis merupakan hari yang kita selalu nantikan,” kata Juwariyah.

Dari informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, hasil penjualan bunga khusus Kamis lebih tinggi dibanding hari biasa. Pada Kamis, penjual bisa mendapatkan Rp 500 ribu. Di hari biasa, mereka hanya bisa mengantongi Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu. “Untuk harga bunga satu keranjang kecil seharga Rp 10 ribu dan keranjang besar Rp 20 ribu,” paparnya.

Dia menambahkan, dari berbagai jenis bunga inidi antaranya mawar, melati, gading, kenanga, cempaka, dan soko. Selain itu, rata-rata bunga ini dibeli dari Wilayah Bandungan Semarang. Sementara itu, untuk hari biasa dapat menghabiskan 1 karung bunga, dan Kamis bisa sampai 3 karung bunga.

Editor : Akrom Hazami