Polres Jepara Bekuk Pengedar dan Kurir Sabu


Tersangka Tekek menunjukan kepada Kapolres AKBP Yudianto Adi Nugroho bagaimana ia membagi-bagi paket sabu kedalam paket yang lebih kecil. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Akhmad Julianto alias Tekek dan komplotannya Rizki Busro alias Papua ditangkap Satres narkoba Polres Jepara. Mereka dikeler karena terbukti menjadi pengedar dan kurir narkotika jenis sabu-sabu. 

Kepada polisi Tekek mengaku mendapatkan perintah mengedarkan dari kakaknya yang kini meringkuk di lapas Kedungpane, Semarang. “Saya ditelpon kakak saya dari LP Kedungpane, untuk mengambil paket lalu membagi-baginya dan mengantarkan sesuai pesanan,” katanya, Jumat (18/7/2017). 

Setelah membagi-bagi paket yang didapatkan, ia lantas membaginya kedalam paket yang lebih kecil. Tekek mengaku, setiap gramnya ia beli dengan harga Rp 1 juta. Lalu dijualnya lagi denganharga Rp 1,5 juta dalam berat yang sama.

Ia mengatakan, kakaknya itu ditangkap oleh Polda Jateng pada April 2016, karena kasus narkoba. Namun, setelah meringkuk, Tekek mengatakan masih bisa berkoordinasi dengan saudaranya itu lewat telepon. 

Setelah membaginya dalam paket-paket kecil, lalu ia menyuruh Papua untuk mengantarkannya, berdasarkan pesanan lewat telepon genggam. Untuk mengupah kawannya itu, Tekek memberi uang Rp 50 ribu kepada Papua. 

“Kemarin itu sebelum ditangkap membeli 10 gram. Keuntungannya ya sekitar lima juta rupiah,” tambahnya. 

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adi Nugroho mengatakan, tersangka Papua ditangkap saat berada di SPBU Sengon, Mayong. Saat  digeledah yang bersangkutan membawa bungkusan kecil sabu.

“Ketika dilakukan pengembangan, ternyata yang bersangkutan mendapatkan sabu-sabu dari Tekek. Kemudian penggeledahan di kediamannya, didapatkan barang bukti yang lebih banyak,” urainya.

Kapolres mengatakan, tersangka terancam hukuman minimal 20 tahun penjara. Mereka melanggar pasal 114 (1) subsider pasarl 112 (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.  

Dari tangan tersangka didapatka bukti berupa paket-paket sabu, timbangan, pipet dan plastik klip, serta sepeda motor. 

Editor: Supriyadi

Saat Istighosah, Bupati Sebut Kasus Sabu di Jepara ‘Tampar Mukanya’

Istighosah yang digelar di Pendapa Kabupaten Jepara.  (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Istighosah yang digelar di Pendapa Kabupaten Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Pejabat di lingkungan Pemkab Jepara bersama warga melakukan doa bersama di Pendapa Kabupaten Jepara, Selasa (17/2/2016) malam. Mereka berdoa melalui istighosah dan dilanjutkan pengajian Minggu Paing.

“Harapannya, melalui berbagai kegiatan pendidikan agama, mampu memberikan pendidikan dasar keagamaan yang kuat bagi generasi kedepan. Sehingga, pada akhirnya dapat menjauhkan Jepara dari musibah dan mewujudkan daerah yang aman dan tenteram,” ungkap Ahmad Marzuqi, Bupati Jepara.

Dia menjelaskan, semua upaya ini bertujuan mewujudkan Ukhuwah Islamiyah sekaligus pembinaan umat dalam peningkatan ibadah kepada Allah. Dia  menekankan pentingnya pendidikan menuju akhakhul karimah, keimanan dan ketakwaan.

“Apalagi  menyikapi  perkembangan zaman dan maraknya penyakit masyarakat saat ini. Hingga kejadian terakhir yang menampar muka kita semua dengan  ditemukannya  gudang tempat penyimpanan ratusan kilogram sabu. Peringatan ini harus kita ambil hikmah dan dijadikan pelajaran kedepan, agar jangan sampai terlena,” terangnya.

Pada kesempatan tersebut, juga ada tausiah dari MUI Jepara yang diisampaikan KH. Musta’in. Dalam hal ini, dirinya mengajak untuk mewaspadai maraknya aliran sesat di Kabupaten Jepara, yakni dengan cara mendalami ilmu agama secara penuh.

Editor : Kholistiono

Ratusan Kilogram Sabu yang Diamankan BNN di Jepara Ternyata Dipasok dari Pakistan

Deputi Pemberantasan Narkoba BNN Inspektur Jendral Arman Depati. (MuriaNewsCom/Wahu Khoiruz Zaman)

Deputi Pemberantasan Narkoba BNN Inspektur Jendral Arman Depati. (MuriaNewsCom/Wahu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Badan Narkotika Nasional (BBN) menggerebek satu rumah milik warga di Desa Pekalongan RT 04 RW 03 KecamatanBatealit, Jepara, Rabu (27/1/2016).

Dari hasil penggerebekan tersebut, aparat berhasil mengamankan delapan orang dan barang bukti berupa narkoba jenis sabu yang ditaksir mencapai ratusan kilogram. Dari delapan orang tersebut, di antaranya adalah warga negara asing.

Dari informasi yang dihimpung MuriaNewsCom, ratusan kilogram yang berhasil diamankan petugas tersebut ternyata berasal dari Pakistan. Sabu ini bisa masuk sampai ke Indonesia menggunakan transportasi jalur laut melalui Pelabuhan Tanjung Mas Semarang. Kemudian, barang haram itu bergeser ke Japara dan sampi di gudang CV Jepara Raya Internasional.

Deputi Pemberantasan Narkoba BNN Inspektur Jendral Arman Depati mengatakan, sabu-sabutersebut tersimpan di dalam komponen mesin genset yang dikemas dalam plastik. Dalam setiap kemasan, terdapat sabu seberat 1,7 hingga 2 kilogram. Sedangkan jumlah komponen mesin genset yang digunakan menyimpan itu ada sekitar 192 unit.

“Proses ini belum selesai, kami masih perlu menggeledah semua komponen mesin genset. Karena ini waktunya sudah malam,” ujar Arman kepada awak media usai menggeledah gudang mebel tersebut.

Editor : Kholistiono