Sepele, Ternyata Ini yang Membuat Oknum TNI Keroyok Warga Menduran Hingga Tewas

MuriaNewsCom, Grobogan – Kasus penganiayaan yang menewaskan Anang Tri Hidayat (24), warga Desa Menduran, Kecamatan Bratidi sekitar jalan MT Haryono, Purwodadi, Minggu (21/1/2018) dinihari kemarin ternyata berawal dari hal sepele.

Baik korban ataupun empat tersangka yang satu di antaranya oknum anggota TNI bahkan tidak saling kenal. Hanya, sebelum kejadian, korban dan para tersangka sempat berpapasan di sebuah tempat karaoke di jalan Gajah Mada Purwodadi.

Saat itu, para tersangka yang mengendarai mobil X-Trail warna putih hendak mengajak seorang pemandu karaoke untuk makan malam di sekitar perempatan bekas bioskop Kencana.

Menjelang tengah malam, korban dan para tersangka kembali berpapasan di jalan R Suprapto, di sekitar RS Yakkum. Saat berpapasan, korban yang mengendarai motor berboncengan dengan temannya Hervi sempat mengacungkan jari tengah pada para tersangka.

Tindakan itulah yang menyulut emosi para tersangka. Akhirnya, mereka balik arah dan mengejar korban yang mengendarai motor Yamaha X-Ride ke arah jalan MT Haryono.

Baca: Pelaku Pengeroyokan Warga Menduran Hingga Tewas Ternyata Oknum TNI

Mobil yang ditumpangi para pelaku berhasil mengejar motor dan menghadangnya di sebelah utara pertigaan kampung Kauman. Di lokasi inilah sempat terjadi adu mulut dan akhirnya berujung penganiayaan yang menewaskan Anang Tri Hidayat (24), warga Desa Menduran, Kecamatan Brati.

”Para tersangka tersulut emosinya saat itu. Terlebih, mereka (tersangka) saat itu juga dalam pengaruh minuman keras,” kata Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano saat jumpa pers, Senin (22/1/2018).

Setelah kejadian, para pelaku sempat melarikan diri. Namun, sekitar tiga jam kemudian mereka berhasil ditangkap.

Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano(tiga dari kiri) menunjukkan barang bukti saat jumpa pers, Senin (22/1/2018). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Bersama tersangka, ikut diamankan pula sejumlah barang bukti. Antara lain, sepeda motor, celana pendek, sandal, dan kaos milik korban serta kaos milik saksi Hervi. Selain itu, diamankan pula satu mobil X-Trail nopol B 1828 TZG, dan beberapa sandal milik tersangka.

Log on to tellhco.com and win $10

”Para tersangka akan kita jerat dengan pasal 170 KUHP tentang penganiayaan secara bersama-sama yang mengakibatkan meninggalnya seseorang. Ancamannya hukuman minimalnya 5 tahun,” sambung Satria.

Dari hasil pemeriksaan, total ada empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Keempat tersangka ini berasal dari wilayah Kecamatan Toroh.

Dari empat tersangka, tiga di antaranya merupakan warga sipil. Masing-masing, berinisial DY (23), warga Desa Tambirejo; UP (23), warga Desa Tunggak, dan DA (25), warga Desa Pilangpayung.

Satu tersangka lagi diketahui merupakan anggota TNI yang berdinas di wilayah Pati, berinisial SM (36). Oknum aparat ini tercatat sebagai warga Desa Tambirejo.

”Sampai saat ini, ada empat orang yang kita tetapkan sebagai tersangka tindak penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang. Salah satunya memang oknum TNI dan penanganannya sudah kita koordinasikan dengan Kodim 0717 Purwodadi,” jelas Satria.

Hadir pula dalam jumpa pers di Mapolres Grobogan tersebut, Dandim 0717 Purwodadi Letkol Arm Teguh Cahyadi. Tampak pula, Dansubdenpom IV/3-1 Blora Kapten Suwarno, Kabag Ops Polres Grobogan Kompol Sigit Ari Wibowo dan Kasat Reskrim AKP Maryoto.

Letkol Arm Teguh Cahyadi menegaskan, untuk penanganan oknum TNI sudah diserahkan sepenuhnya pada Sub Denpom Blora. ”Kita tunggu hasilnya bagaimana, sudah ditangani Subdenpom. Untuk oknum tersebut memang rumahnya di Grobogan,” katanya.

Editor: Supriyadi

Baca: : Warga Menduran Grobogan Dikeroyok Penumpang X-Trail Hingga Tewas di Pinggir Jalan

Kakek Ini Dikeroyok Pemuda Begajulan Gara-gara Masalah Sepele

MuriaNewsCom, Pekalongan – Nasib nahas menimpa seorang kakek berumur 70 tahun bernama Mustajab. Warga Desa Kedungpatangewu, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, dihajar dan dikeroyok hingga babak belur oleh tiga pemuda begajulan.

Penyebabnya, sang kakek yang baru pulang berjualan menegur tiga pemuda itu yang tengah bertengkar dengan dua perempuan.

Kapolres Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, melalui Kasubbag Humas Bag Ops Polres Pekalongan AKP M Dahyar mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Rabu (3/1/2018) sekitar pukul 21.30 WIB.

Saat itu korban tengah pulang berjualan melewati Jalan Desa Kedungpatangewu, melihat tiga pemuda dan dua perempuan sedang bertengkar di tepi jalan. Korban menegur dan mengatakan apabila hendak bertengkar jangan di lingkungan desa itu.

Kemudian korban melanjutkan perjalanan untuk pulang ke rumah. Karena lelah korban berhenti di depan rumah warga untuk istirahat.

Namun tiba-tiba tiga pemuda itu datang dan langsung memukuli korban. Mendengar ada keributan, pemilik rumah keluar dan menolong korban. Tiga pemuda itu pun lari terbirit-birit.

”Atas kejadian tersebut korban menderita luka robek pada pelipis sebelah kiri, memar dan lebam pada mata sebelah kiri, mulut berdarah hingga 2 buah gigi bagian depan copot,” katanya.

Kasus itu pun langsung dilaporkan ke kepolisian, dan pihaknya masih melakukan penyelidikan identitas para pelaku. Meski demikian, ia mengimbau kepada para pelaku untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatanya.

“Pelaku bisa dijerat dengan pasal 351 dengan ancaman hukuman maksimal dua tahun delapan bulan,” tegasnya.

Editor : Ali Muntoha

Pulang Tahun Baruan, Pemuda Sukobubuk Pati Babak Belur Dikeroyok

MuriaNewsCom, Pati – Empat pemuda Desa Sukobubuk, Margorejo, Pati, dihajar segerombolan pemuda di kawasan jembatan Kesambi, Desa Bermi, Gembong, Senin (1/1/2018) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.

Dwi Prasetyo (14), salah satu korban dalam laporannya kepada polisi menuturkan, saat itu dia bersama empat orang temannya mengendarai dua sepeda motor dari Pati untuk pulang ke Sukobubuk.

“Kami dihadang sekitar 15 orang, mereka bertanya kami orang mana. Setelah saya jawab orang Sukobubuk, mereka mengeroyok kami,” ungkap Dwi.

Setelah wajahnya dipukul, dia bersama tiga rekannya melarikan diri. Beruntung, aksi tersebut juga diketahui warga sekitar sehingga segerombolan pemuda yang mencegatnya dibubarkan.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Gembong AKP Giyanto mengatakan, polisi sempat mendatangi lokasi. Namun, para pelaku langsung membubarkan diri.

“Korban yang awalnya sembunyi, lantas keluar untuk menemui petugas. Korban mengalami luka-luka sehingga dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan,” tuturnya.

Korban sendiri mengalami luka robek pada dahi sepanjang 6 cm. Dahi korban dijahit dengan empat jahitan dan menjalani rawat jalan.

Editor : Ali Muntoha

Keroyok Pemuda Prawoto Hingga Tewas, 2 Warga Wegil Pati Divonis 9 Tahun Penjara

Dua terdakwa menjalani sidang putusan kasus pengeroyokan pemuda Prawoto yang menyebabkan orang meninggal dunia di Pengadilan Negeri Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Andre Yoga Sanjaya dan Mugiono, pemuda asal Desa Wegil, Kecamatan Sukolilo yang menjadi terdakwa kasus pengeroyokan hingga tewas dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Negeri Pati, Kamis (7/12/2017).

Andre divonis hukuman pidana sembilan tahun penjara, sedangakn Mugiono dijatuhi hukuman delapan tahun penjara. Keduanya terbukti melakukan pengeroyokan terhadap Muhamad Riyadi, pemuda asal Prawoto hingga tewas.

Atas putusan tersebut, kedua terdakwa dan jaksa penuntut umum (JPU) menyatakan pikir-pikir sampai batas waktu selama tujuh hari sejak putusan tersebut dibacakan.

Baca: Pemuda Prawoto Pati Tewas Dikeroyok, 4 Orang Ditetapkan Tersangka

Kedua terdakwa masih diberikan kesempatan untuk mengajukan banding ke tingkat pengadilan tinggi. Sidang pembacaan putusan kasus pengeroyokan tersebut dikawal sekitar 90 orang dari warga Prawoto dan Wegil.

Meski demikian, pelaksanaan sidang berjalan tertib dan lancaran. Sejumlah personil kepolisian juga diterjunkan untuk melakukan pengamanan berjalannnya sidang.

Diberitakan sebelumnya, Muhammad Riyadi tewas dikeroyok belasan pemuda Desa Wegil dalam sebuah tawuran di gapura pintu masuk Desa Prawoto, Selasa (27/6/2017) lalu.

Korban tewas setelah dihantam botol bir hingga menyebabkan pendarahan hebat pada bagian kepala. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, tetapi nyawanya tidak tertolong.

Editor: Supriyadi

Pemuda Ini Babak Belur Dikeroyok Segerombolan Pemuda Usai Nonton Dangdut

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Pati – Seorang pemuda asal Desa Pohgading, Rohmadi (23) mendadak dikeroyok massa setelah dia menjawab pertanyaan bahwa dia orang Pohgading. Pengeroyokan itu terjadi di gapura Dukuh Clekik, Pohgading, Winong, Pati, Minggu (9/7/2017) malam.

Kejadian bermula ketika Rohmadi mengendarai sepeda motor untuk pulang, seusai menonton dangdut. Saat sampai di gapura Pohgading, dia ditanya segerombolan pemuda, “Kamu orang mana?”

Setelah menjawab orang Pohgading, Rohmadi langsung dihajar orang dari belakang hingga terjatuh. Setelah jatuh tersungkur, dia dikeroyok beberapa pemuda.

Di depan polisi, Rohmadi mengaku ada sekitar 50 orang yang menghadangnya. Namun, hanya beberapa pemuda yang memukul dan mengeroyoknya.

Kasat Reskrim Polres Pati AKP Galih Wisnu Pradipta mengungkapkan, korban mengalami luka robek pada bagian kening kiri atas, robek pelipis kanan dan mendapatkan perawatan medis di RSUD Soewondo Pati. “Kami sudah mengantongi satu nama terlapor. Kasus sudah kami dalami,” ucap AKP Galih.

Pihaknya juga sedang mencari barang bukti, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi-saksi dan melengkapi administrasi penyidikan. Jika terbukti bersalah di pengadilan, pelaku dikenakan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan.

Editor : Kholistiono

Saksi Kasus Dugaan Pengeroyokan Warga PSHT Pati Dilaporkan ke Polisi

Ratusan warga yang tergabung dalam Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pati di depan Pengadilan Negeri (PN) Pati menuntut keadilan, Selasa (23/2/2016).

Ratusan warga yang tergabung dalam Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pati di depan Pengadilan Negeri (PN) Pati menuntut keadilan, Selasa (23/2/2016).

 

MuriaNewsCom, Pati – Dua saksi yang dianggap memberikan keterangan palsu di meja hijau terkait dengan kasus dugaan pengeroyokan anggota PSHT Pati, Supadi dan kedua temannya, Nova Putra Anggara dan David Firmansyah dilaporkan kepada polisi, Selasa (23/2/2016).

Kuasa hukum Supadi, Ujang Wartono mengatakan melaporkan kedua saksi karena sudah memberikan keterangan di depan majelis hakim dengan tidak benar. Ada ketidaksesuaian antara keterangan yang satu dengan yang lainnya.

”Ada yang tidak sesuai antara saksi satu dengan saksi yang lain. Karena sudah memberikan keterangan yang tidak sesuai dengan fakta, padahal mereka sudah disumpah, mereka kami laporkan ke polisi,” ujarnya kepada MuriaNewsCom.

Usai ketiga terdakwa divonis bebas, Ujang yang dikawal ratusan anggota PSHT bertolak dari Pengadilan Negeri Pati ke Mapolres Pati untuk melaporkan saksi yang dianggap memberi keterangan palsu. Mereka menuntut agar kasus tersebut diusut tuntas dengan menjunjung tinggi keadilan.

”Kami ingin keadilan benar-benar ditegakkan. Jangan sampai negeri ini dinodai dengan ketidakadilan. Kami berharap agar laporan kami segera diproses pihak kepolisian secepatnya,” pungkasnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Masih Ada Dua Anggota Geng Motor Ninja di Grobogan yang Diburu Polisi

Di lokasi inilah terjadi pengeroyokan terhadap pelajar SMK yang dilakukan anggota komunitas motor Ninja. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Di lokasi inilah terjadi pengeroyokan terhadap pelajar SMK yang dilakukan anggota komunitas motor Ninja. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Pelaku pengeroyokan yang dilakukan anggota komunitas motor Ninja terhadap pelajar SMK ternyata tidak hanya dilakukan tiga orang saja. Tetapi ada lima orang yang ditengarai melakukan pengeroyokan.

Baca juga : 3 Anggota Geng Ninja Keroyok Siswa SMK di Grobogan

Dari lima orang pelaku, tiga orang diamankan polisi. Masing-masing, Budi Santosa (26) warga Desa Dapurno, Kecamatan Wirosari dan Samsul Ali (21) warga Desa Pulongrambe, Kecamatan Tawangharjo. Satu lagi adalah Yeriko (24) warga Desa Bandungsari, Kecamatan Ngaringan.

Sedangkan dua orang lagi berhasil kabur tidak lama setelah melakukan aksi pengeroyokan. Satu diantara pelaku yang melarikan diri itu diduga kuat sebagai provokator pengeroyokan.

”Pelaku ada lima orang, tiga orang kita amankan dan dua lagi masih kita kejar. Dua pelaku yang kabur ini sudah kita kantongi identitasnya. Satu orang Brati dan satunya dari Kradenan,” ungkap Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Agung Aryanto.

Seperti diketahui, peristiwa pengeroyokan terhadap pelajar SMK kelas II Yuazit Kun (18) warga Desa Jangkungharjo, Kecamatan Brati itu terjadi, Minggu (14/2/2016) dinihari lalu. Saat itu ia tengah nongkrong bersama temannya di depan Stadion Krida Bhakti, Purwodadi.

Tidak lama kemudian, datang belasan pengendara motor Ninja ke lokasi tersebut. Ketika berada di sana, beberapa pengendara sempat menggeber-geberkan gasnya hingga menimbulkan suara bising.
Korban kemudian mendatangi mereka untuk mengingatkan agar tidak membunyikan motor dengan keras. Setelah menyampaikan peringatan, justru korban malah dipukuli beberapa pegendara motor itu hingga mengalami luka di bagian kepala dan sempat dirawat di rumah sakit.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Nur Cahyo ketika dimintai tanggapannya mengaku sangat menyayangkan terjadinya peristiwa itu. Menurutnya, selama ini, pihaknya sudah sering melakukan pembinaan pada komunitas-komunitas motor. Selain pembinaan tertib berlalu lintas, juga diberikan pemahaman soal menjaga kamtibmas dengan bagaimana bersikap saat berkendara.

”Setiap malam Minggu kami biasanya menyambangi komunitas-komunitas motor yang ada di sini. Dalam kesempatan itu kami gunakan untuk melakukan pembinaan,” katanya.

Dikatakan, sikap menggeber-geberkan kendaraan itu di sisi lain dapat memengaruhi psikologis seseorang. Dengan begitu, emosi seseorang dapat terpacu naik. ”Suara bising kendaraan ini bisa memacu emosi seseorang. Makanya, pemakaian knalpot brong kami larang. Selain bikin emosi, knalpot ini juga tidak sesuai standar,” jelasnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Korban Pengeroyokan Sumringah, Motor dan Batu Akiknya Ditemukan

Tiga sepeda motor yang tertinggal di lokasi kejadian pengeroyokan diamankan petugas dan para korban senang barang berharganya masih utuh. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Tiga sepeda motor yang tertinggal di lokasi kejadian pengeroyokan diamankan petugas dan para korban senang barang berharganya masih utuh. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

GROBOGAN – Meski tuntutan yang diajukan belum terpenuhi semua, namun para korban pengeroyokan sudah sedikit lega. Pasalnya, tiga sepeda motor yang sempat tertinggal di lokasi kejadian saat mereka diamankan petugas berhasil ditemukan. Sesudah pertemuan, tiga orang korban yang hadir diminta melihat sepeda motor miliknya di halaman ruang Reskrim Polres Grobogan. Lanjutkan membaca

Upaya Perdamaian Menemui Jalan Buntu

Pihak yang terlibat kasus pengeroyokan dipertemukan di Mapolres Grobogan untuk menyelesaikan persoalam secara kekeluargaan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Pihak yang terlibat kasus pengeroyokan dipertemukan di Mapolres Grobogan untuk menyelesaikan persoalam secara kekeluargaan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

GROBOGAN – Upaya perdamaian yang dilakukan di Mapolres Grobogan akhirnya menemui jalan buntu. Pihak Desa Termas yang warganya ditengarai sebagai pelaku pengeroyokan, tidak bisa memberikan kepastian atas tuntutan yang disampaikan korban. Lanjutkan membaca

Korban Minta Biaya Pengobatan dan Pengembalian Barang Berharga

Kades Babat Kebonagung Supardi saat meminta biaya pengobatan senilai Rp 50 juta atas kesepakatan keluarga korban kepada para pengeroyok. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kades Babat Kebonagung Supardi saat meminta biaya pengobatan senilai Rp 50 juta atas kesepakatan keluarga korban kepada para pengeroyok. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

GROBOGAN – Pihak korban pengeroyokan, khususnya Bustori dan Sunardi, dua warga Desa Babat, Kebonagung, Demak, meminta agar pelaku pengeroyokan bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan. Lanjutkan membaca