Lagi, 2 Pengedar Narkoba di Blora Diringkus Tim Cobra

MuriaNewsCom, Blora – Tim Cobra Satresnarkoba Polres kembali menunjukkan bisanya. Hal ini menyusul keberhasilan tim Cobra dalam membekuk dua pengendar narkoba yang biasa beroperasi di wilayah Blora dan sekitarnya. Kedua pengedar narkoba jenis sabu-sabu ini ditangkap dalam waktu dan tempat berlainan.

Kasat Narkoba Polres Blora AKP Suparlan mengatakan, tersangka pertama yang diamankan adalah Ardi Joko Nugroho (25), warga Kampung Simo Kwagean, Kelurahan Banyu Urip, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya. Tersangka yang kesehariannya bekerja ojek online ini ditangkap di depan pintu masuk Stasiun kota Cepu pada hari Jumat (16/03/18) pukul 20.00 WIB.

Penangkapan tersangka ini berawal dari info masyarakat yang menyebutkan akan ada transaksi narkoba di Stasiun Cepu. Pelaku dikabarkan datang dari kota Surabaya menuju Cepu dengan menggunakan kereta api.

“Setelah dilakukan penyelidikan di lokasi stasiun, petugas mengetahui orang yang dimaksud yang baru turun dari kereta. Kemudian petugas langsung melakukan penangkapan di depan pintu masuk stasiun,” ungkap Suparlan pada wartawan, Senin (19/03/18).

Saat digeledah, dari dalam tas yang dipakai tersangka ini, petugas menemukan sebuah HP dan 2 paket narkotika seberat 1,34 gram. Barang terlarang ini dibungkus plastik klip warna bening yang digulung, kemudian dikemas dalam amplop warna putih.

Agung Pribadi Santoso alias Rampak, warga Kelurahan Kupang Krajan, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya diamankan petugas beserta barang bukti. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, muncul satu nama tersangka lagi yang diindikasikan sebagai pengedar. Yakni, Agung Pribadi Santoso alias Rampak, warga Kelurahan Kupang Krajan, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya.

“Tersangka kedua ini kita amankan di rumahnya pada hari Sabtu (17/03/18) sekitar pukul 21.00 WIB,” jelasnya.

Selanjutnya, tim Cobra langsung melakukan penggledahan dan ditemukan barang bukti narkoba. Jumlahnya ada tiga paket narkotika seberat 4,60 gram. Selain itu, ditemukan pula satu buah timbangan digital serta sebuah HP.

“Tersangka dan barang bukti diamanakan dan dibawa ke kantor Sat Res Narkoba Polres Blora, untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut.” pungkas Suparlan.

Beberapa hari sebelumnya, tim Cobra sudah berhasil menangkap seorang pria yang diduga jadi pengedar narkoba. Tersangka atau pelaku yang diamankan adalah Doni Cipto Manungkusumo (44), warga Kelurahan/Kecamatan Cepu, Rabu (14/03/18).

Dari tangan tersangka ini, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain, 2 paket narkotika dalam plastik klip warna bening yang digulung dan dibungkus kertas amplop warna putih.

Total barang bukti yang didapat seberat 1,40 gram. Selain itu, anggota juga menemukan seperangkat alat hisap atau bong yang terbuat dari botol kaca, dan 1 buah handphone.

Editor : Supriyadi

Siswa SD di Jepara Dimanfaatkan jadi Kurir Narkoba

MuriaNewsCom, Jepara – Polres bersama Pemkab Jepara, melakukan deklarasi Pelajar Jepara Anti Narkoba 2018, Rabu (24/1/2018). Salah satu penyebabnya, adalah banyaknya penyalahgunaan narkotika di Bumi Kartini termasuk memanfaatkan pelajar.

“Latar belakang kegiatan ini mengingat bahaya narkoba semakin meningkat. Hal ini bisa menjadi bom waktu, bahkan ada murid SD di Jepara yang dimanfaatkan pengedar untuk menjadi kurir,” tutur Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho.

Ia menyebut, siswa sebuah sekolah dasar di Mlonggo tersebut memang dimanfaatkan pengedar narkoba karena ketidaktahuan. Yang bersangkutan diberikan uang untuk mengantarkan sebuah paket.

Baca: Asyik Pesta Miras, Belasan Pelajar di Kudus ’Diseret’ Ibu Kandung ke Kantor Polisi

Tak diketahui ternyata isi paket tersebut adalah narkoba. Menurutnya, saat ini pihaknya terus mengembangkan kasus tersebut.

“Sementara pelajar SD tersebut kami berikan pembinaan oleh tim kami. Adapun kejadiannya terjadi lebih kurang sebulan lalu,” ucapnya.

Diterangkannya, pada tahun 2017 ada 30 kasus narkoba dengan 36 tersangka. Sementara pada 2016 ada 26 kasus dengan 36 tersangka yang ditangani oleh Polres Jepara. Sedangkan, pada awal tahun 2018 ada tiga kasus yang sedang ditangani oleh Kepolisian Resort Jepara.

Oleh karena itu, Kapolres Jepara menganggap kerjasama antar lembaga dalam penanganan narkoba sangat penting. Selain deklarasi anti narkoba, kedepan polisi akan memberikan materi terkait pendidikan anti narkoba ke sekolah-sekolah.

“Kerjasama antar lembaga penting dilakukan, agar peristiwa seperti ini (kurir narkoba anak sd) tak terjadi lagi. Selain itu, kami ingin ada pembelajaran anti narkoba, supaya pelajar mengetahui bahayanya narkotika,” pungkas Yudi.

Editor: Supriyadi

Jadi Sasaran Sindikat Pengedar Sabu-sabu, Polres Pati Gelar Operasi Narkotika di Kecamatan Dukuhseti

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo menegaskan pemberantasan narkotika di Pati sampai ke akarnya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Polres Pati menggelar operasi khusus narkotika di wilayah Kecamatan Dukuhseti, menyusul kawasan tersebut menjadi sasaran sindikat pengedar sabu-sabu. Sejumlah tim khusus diterjunkan untuk melakukan deteksi kemungkinan adanya jaringan terselubung baru.

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo mengatakan, operasi khusus narkotika itu sebagai respons cepat atas penangkapan sindikat pengedar sabu yang menyasar ke Pati dan sekitarnya. Sabu-sabu tersebut diedarkan di kawasan pedesaan, seperti Puncel, Kedawung, Kembang dan Dukuhseti, termasuk perbatasan Pati-Jepara.

“Tim operasi khusus sudah mulai melakukan penyisiran dan deteksi. Ini sebagai bentuk upaya pencegahan terhadap peredaran narkotika di Pati agar tidak meluas ke daerah-daerah lain,” jelas Kompol Sundoyo, Kamis (31/8/2017).

Pihak kepolisian menegaskan tidak akan berkompromi dengan pelaku tindak kejahatan. Terlebih, Presiden Jokowi menyatakan Indonesia sudah masuk darurat narkotika sehingga peredarannya harus dihentikan.

“Kita akan berantas sampai ke akar-akarnya, tidak peduli apakah dia anggota sendiri, masyarakat atau pejabat. Indonesia sudah darurat narkotika, kita akan tindak tegas, terutama di wilayah Pati,” tegasnya.

Selain menjadi sasaran peredaran narkotika, kawasan Dukuhseti juga terdapat pengedar yang merupakan residivis empat kali keluar masuk penjara. Karena itu, operasi khusus narkotika di Pati akan menyasar kepada pemakai, kurir dan pengedar.

Editor: Supriyadi

Polres Jepara Bekuk Pengedar dan Kurir Sabu


Tersangka Tekek menunjukan kepada Kapolres AKBP Yudianto Adi Nugroho bagaimana ia membagi-bagi paket sabu kedalam paket yang lebih kecil. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Akhmad Julianto alias Tekek dan komplotannya Rizki Busro alias Papua ditangkap Satres narkoba Polres Jepara. Mereka dikeler karena terbukti menjadi pengedar dan kurir narkotika jenis sabu-sabu. 

Kepada polisi Tekek mengaku mendapatkan perintah mengedarkan dari kakaknya yang kini meringkuk di lapas Kedungpane, Semarang. “Saya ditelpon kakak saya dari LP Kedungpane, untuk mengambil paket lalu membagi-baginya dan mengantarkan sesuai pesanan,” katanya, Jumat (18/7/2017). 

Setelah membagi-bagi paket yang didapatkan, ia lantas membaginya kedalam paket yang lebih kecil. Tekek mengaku, setiap gramnya ia beli dengan harga Rp 1 juta. Lalu dijualnya lagi denganharga Rp 1,5 juta dalam berat yang sama.

Ia mengatakan, kakaknya itu ditangkap oleh Polda Jateng pada April 2016, karena kasus narkoba. Namun, setelah meringkuk, Tekek mengatakan masih bisa berkoordinasi dengan saudaranya itu lewat telepon. 

Setelah membaginya dalam paket-paket kecil, lalu ia menyuruh Papua untuk mengantarkannya, berdasarkan pesanan lewat telepon genggam. Untuk mengupah kawannya itu, Tekek memberi uang Rp 50 ribu kepada Papua. 

“Kemarin itu sebelum ditangkap membeli 10 gram. Keuntungannya ya sekitar lima juta rupiah,” tambahnya. 

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adi Nugroho mengatakan, tersangka Papua ditangkap saat berada di SPBU Sengon, Mayong. Saat  digeledah yang bersangkutan membawa bungkusan kecil sabu.

“Ketika dilakukan pengembangan, ternyata yang bersangkutan mendapatkan sabu-sabu dari Tekek. Kemudian penggeledahan di kediamannya, didapatkan barang bukti yang lebih banyak,” urainya.

Kapolres mengatakan, tersangka terancam hukuman minimal 20 tahun penjara. Mereka melanggar pasal 114 (1) subsider pasarl 112 (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.  

Dari tangan tersangka didapatka bukti berupa paket-paket sabu, timbangan, pipet dan plastik klip, serta sepeda motor. 

Editor: Supriyadi