Siswa Kelas 3 SMA di Wonogiri Jadi Pengedar Narkoba, Bakal Kerjakan UN di Polres

MuriaNewsCom, Wonogiri – Satuan Reserse Narkoba Polres Wonogiri berhasil membekuk empat pengedar narkoba. Yang cukup mengejutkan, salah satu pengedar yang dibekuk masih berstatus pelajar SMA.

Pengedar berinisial IF alias Gudel, yang masih duduk di kelas 12 salah satu SMA di Wonogiri. Gudel bersama tiga pengedar lain ditangkap bersama tiga pengedar lain di dua tempat, yakni di dekat Patung Bedol Desa Waduk Gajahmungkur Kecamatan Wonogiri Kota, dan di dekat Terminal Bus Giri Adipura di Krisak Desa Singodutan, Kecamatan Selogiri.

”Para tersangka mengaku berperan sebagai pengedar,” kata Kapolres Wonogiri AKBP Robertho Pardede dalam jumpa pers, Senin (26/3/2018).

Selain Gudel, tiga pengedar lain tang ditangkap yakni Wakyudi Ardianto alias Pentul (33) warga Lingkungan Salak, Kelurahan Giripurwo, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri. Pentul diketahui sebagai pemasok narkoba untuk Gudel.

Sementara dua pelaku lain yang diamankan yakni Dimas Muhamad Ridho (28) warga Dusun Nglarangan, Desa Beji, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri, dan Joko Prayitno (25) warga Perum KCVRI Kelurahan dan Kecamnatan Jaten, Kabupaten Karanganyar.

Kapolres menyatakan, untuk tersangka yang masih berstatus pelajar akan diberi perlakuan khusus. Yakni ia tetap diberi kesempatan untuk mengikuti Ujian Nasional (UN). ”Dia kita fasilitasi untuk mengerjakan ujian di Polres,” ujarnya.

If ditangjap saat berada di dekat Patung Bedol Desa. Saat itu, If kedapatan membawa 5 pil jenis psikotropika jenis Alprazolam dan 5 pil obat Clonazepam 2 Mg merk Riklona yang dibungkus dengan kertas alumunium foil warna hijau.

Ketika diperiksa, If mengaku mendapatkan pil psikotropika tersebut dari tersangka Wahyudi Ardianto. Karena itu, polisi kemudian menangkapnya di lokasi pemancingan Teluk Cakaran Waduk Gajahmungkur Wonogiri wilayah Desa Sendang, Kecamatan dan Kabupaten Wonogiri.

Paur Subag Humas Polres Wonogiri, Aipda Iwan Sumarsono, menambahkan, bersama kedua tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti.

Sementara tersangka lain, Dimas kedapatan membawa obat daftar G sebanyak 54 butir yang diwadah dalam 5 kantong plastik dan disembunyikan dalam bungkus rokok. Barang terlarang itu, dia peroleh dari Joko Prayitno.

Polisi kemudian menangkap Joko Prayitno dengan mendatangi ke rumahnya. Dari Joko Prayitno, diamankan barang bukti 450 butir obat daftar G dan 11 tablet pil Risperindone, uang penjualan Rp 62 ribu, ponsel dan sepeda motor yang dipakai sebagai sarana untuk melakukan transaksi penjualan obat daftar G.

Hingga saat ini keempat tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Wonogiri. Polisi masih mengembangkan kasus tersebut.

Editor : Ali Muntoha

1,4 Gram Sabu-Sabu Disita dari Pengedar Narkoba Lintas Pantura Timur

narkoba 2 e

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo menunjukkan barang bukti sabu-sabu yang diamankan dari pelaku. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Pati berhasil mengamankan 1,4 gram paket narkoba jenis sabu-sabu dari dua orang pengedar asal Jepara. Keduanya ditangkap saat bertandang ke Pati.

Dari M (48), warga Dawu, Batealit, Jepara, polisi mengamankan 0,7 gram paket narkoba jenis sabu yang dibungkus dalam plastik bening kecil. Polisi juga mengamankan satu pipet kaca yang dibungkus obat sakit kepala, satu bong, dan penghisap.

Sementara itu, polisi mengamankan 0,7 gram paket sabu yang ditaruh di bungkus rokok merek Magnum dari tangan AS (42), warga Tubanan, Kembang, Jepara. Dari tangan AS, polisi juga menyita HP merek Samsung sebagai barang bukti.

“Kedua pelaku yang berperan sebagai pengedar sekaligus pemakai, dikenakan Pasal 112 ayat 1 Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara paling sebentar empat tahun,” imbuh Kompol Sundoyo.

Saat ini, jajaran Polres Pati akan meningkatkan operasi penyakit masyarakat hingga 13 Juni 2016 dengan sasaran narkoba, minuman keras, judi, dan prostitusi. Operasi pekat juga akan diintensifkan selama Ramadan untuk menciptakan suasana yang kondusif di tengah Ramadan.

Editor : Akrom Hazami

 

Baca juga : 2 Pengedar Narkoba Lintas Pantura Timur Diringkus di Pati

2 Pengedar Narkoba Lintas Pantura Timur Diringkus di Pati

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo menunjukkan barang bukti paket sabu dalam Operasi Pekat Candi 2016. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo menunjukkan barang bukti paket sabu dalam Operasi Pekat Candi 2016. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Polisi membekuk dua orang pemakai dan pengedar narkoba selama Operasi Pekat Candi 2016. Dua pelaku yang dibekuk, yakni M (48), warga Dawu, Batealit, Jepara dan AS (42), warga Tubanan, Kembang, Jepara.

“Keduanya adalah pemakai, sekaligus pengedar. Kami bekuk keduanya, setelah melakukan pengintaian dalam Operasi Penyakit Masyarakat Candi 2016,” ujar Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo kepada MuriaNewsCom, Jumat (10/6/2016).

M dibekuk petugas Satuan Reserse dan Narkoba Polres Pati saat mengendarai mobil Toyota Avanza di halaman salah satu hotel di Pati, Kamis (9/6/2016) sekitar pukul 22.00 WIB.

Sementara itu, AS dibekuk petugas di SPBU Tayu, Desa Sambiroto, Tayu, Pati, Sabtu (4/6/2016) sekitar pukul 15.00 WIB. Keduanya dibekuk dan diamankan ke Mapolres Pati tanpa ada perlawanan.

“Kedua tersangka memang sudah menjadi target operasi (TO). Setelah beberapa hari melakukan penyelidikan dan pengintaiain, keduanya akhirnya berhasil ditangkap dalam Ops Pekat Candi,” imbuh Sundoyo.

Editor : Akrom Hazami