Malam Ini, Polres Blora Gelar Doa Bersama KH Anwar Zahid untuk Pilkada 2018

MuriaNewsCom, BloraMenyambut pelaksanaan Pilkada serentak 2018, Polres Blora bakal menggelar acara pengajian akbar dan doa bersama, Selasa (30/1/2018), malam ini. Acara yang bakal dihelat dilapangan Tukbuntung, Cepu tersebut akan menghadirkan pembicara dai kondang KH Anwar Zahid dari Bojonegoro, Jatim.

Kapolres Blora AKBP Saptono mengatakan, dalam waktu dekat, akan dilangsungkan Pilkada untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa. Dengan ajang pengajian dan doa bersama diharapkan bisa menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif menghadapi Pilkada serentak di wilayah Kabupaten Blora.

Terkait dengan kegiatan itu, pihaknya mengajak semua masyarakat Blora dan sekitarnya untuk datang langsung guna menghadiri pengajian akbar dalam rangka doa bersama Pilkada damai tahun 2018.

”Pokoknya saya mengundang semua masyarakat untuk bisa datang langsung malam ini. Selain acara doa dan dzikir bersama untuk meningkatkan iman dan taqwa, kegiatan ini juga untuk mempererat tali silaturahmi terutama antara masyarakat dengan Polri,” ungkapnya.

Menurut Kapolres, dengan berdzikir pihaknya yakin sedikit demi sedikit akan segera mengubah karakter manusia untuk menuju kehidupan yang lebih baik. Selain itu, melalui dzikir dinilai akan mampu meningkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

”Kita harus menjaga negara Indonesia ini, supaya tidak ada perpecahan akibat beda pilihan pemimpin, ancaman teroris, narkoba dan Intoleransi yang dapat memecah belah kerukunan antar sesama maupun umat beragama,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Peringati Kelahiran Nabi, Habib Muhdor Ajak Warga Pati Rapatkan Barisan untuk NKRI

Suasana peringatan Maulid Nabi di kediaman Habib Muhdor bin Alwi Al-Athas. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Habib Muhdor bin Alwy Al-Athas mengajak warga Pati untuk merapatkan barisan dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal itu disampaikan Habib Muhdor dalam peringatan Maulid Nabi di kediamannya, Jalan Ahmad Dahlan Nomor 13, Pati, Rabu (6/12/2017) malam.

Saat ini, NKRI tengah menghadapi ujian berat karena kerap diterpa isu-isu yang berpotensi memecah belah kesatuan. Jika bangsa ini kuat menghadapi ujian, NKRI akan menjadi bangsa yang lebih besar dan hebat.

Namun, bila bangsa tidak kuat menghadapi ujian, kehancuran akan menanti. Meski demikian, Habib Muhdor yakin jika NKRI akan terus langgeng lantaran ukhuwah melalui peringatan maulid nabi bergema dimana-mana.

Dia sendiri sudah lebih dari 20 tahun melestarikan tradisi maulid nabi dengan selawat, tahlil dan pengajian. “Sang proklamator, Presiden pertama Indonesia Bung Karno dan presiden-presiden selanjutnya juga selalu memperingati kelahiran nabi,” ucap Habib Muhdor.

Selain problem kebangsaan, NKRI saat ini juga mendapatkan ujian berupa bencana dimana-mana, mulai banjir, longsor, angin ribut dan bencana alam lainnya. Karena itu, dia mengajak kepada umat Muslim untuk kembali kepada sunah Rasul.

Dia percaya, problem kebangsaan dan bencana alam akan sirna bila bangsa Indonesia melaksanakan apa yang diajarkan Nabi Muhammad. Misalnya, ajaran toleransi Nabi Muhammad melalui Piagam Madinah yang merangkul semua agama, etnis dan suku.

Dalam konteks NKRI, Piagam Madinah fungsinya mirip dengan Pancasila sebagai peletak dasar pemersatu bangsa. “Mari kita rapatkan barisan, perkuat ukhuwah untuk keberlangsungan NKRI bersama,” ajak Habib Muhdor.

Hal senada disampaikan Ketua Majelis Ulama (MUI) Pati KH Mahmudan. Menurutnya, berkah maulid nabi akan membawa perubahan menuju kebaikan, termasuk eksistensi NKRI.

Melalui maulid nabi, masyarakat akan teringat kembali perjuangan dan ajaran-ajaran Nabi Muhammad. Maulid nabi juga akan mempererat ukhuwah yang semakin mengokohkan NKRI.

Peringatan maulid nabi di kediaman Habib Muhdor sendiri dihadiri Habib Muhammad Alwi bin Syekh Abu Bakar dari Pasuruan, Jawa Timur, Habib Abdurahman Hasyim Al-Athas, dan perwakilan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pati.

Editor: Supriyadi

Begini Penjelasan KH Anwar Zahid Terkait Pentingnya Bersyukur saat Bangun Tidur

KH Anwar Zahid saat menyampaikan tausiyah di hadapan ribuan jemaah, Jumat (20/10/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – KH Anwar Zahid mengatakan, seseorang yang bangun tidur dianjurkan untuk berdoa. Doa tersebut, memiliki arti bersyukur kepada Allah SWT atas kesempatan yang diberikan.

“Waktu baru itu bukan setahun sekali saat tahun baru, tapi setiap hari waktu baru. Maka dari itu, tiap bangun berdoa yang diawali dengan Alhamdulillah. Hafal tidak?” tanya Anwar Zahid saat mengisi pengajian umum dalam rangka HUT ke-70 Sukun Group, Jumat (20/10/2017) di Dukuh Ngemplak Desa Gondosari, Gebog.

Menurut dia, Alhamdulillah adalah rasa atau ungkapan syukur kepada Allah SWT. Syukur yang dimaksud, bukanlah karena tidurnya nyenyak atau mimpi yang indah. Melainkan diberikan kesempatan hidup lagi oleh Allah SWT.

“Kalau tidur tak usah di Alhamdulillahi. Nilainya tidur itu tak ada, nilainya nol. Tidur itu tidak mati dan tak hidup,” ujarnya.

Ditambahkan, kalau kesempatan hidup itu tak diberikan kepada semua orang. Banyak yang tak diberikan kesempatan untuk hidup lantaran mati. Dan itu bisa dialami siapapun. Untuk itulah rasa syukur haruslah diucapkan kepada Allah SWT.

“Setelah bersyukur, kita harus membenahi yang sebelumnya tidak baik diganti baik, yang kurang baik diperbaiki. Yang sholatnya lima hari sekali, diganti jadi sehari lima kali. Jadi ditingkatkan dan lebih baik dari kemarin,” imbuhnya

Editor: Supriyadi

KH Anwar Zahid: Dunia Vs Akhirat, Mana yang Diutamakan?

KH Anwar Zahid menyampaikan tausiyah di hadapan ribuan jemaah, Jumat (20/10/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – KH Anwar Zahid mengatakan, saat ini masyarakat banyak dihadapkan pada pilihan dunia dan juga akhirat. Pada posisi semacam itu, biasanya manusia bingung, dan lebih memilih dunia ketimbang akhirat.

Hal itu disampaikan saat mengisi pengajian umum dalam rangka HUT Sukun ke-70 Jumat (20/10/2017) di Dukuh Ngemplak Desa Gondosari, Gebog.

Dia menyampaikan, kalau banyak orang berlomba-lomba mencari dunia, tak peduli apapun cara yang digunakan.

“Banyak yang cari dunia, harta dalam jumlah yang banyak. Bahkan saat mencari tak melihat caranya benar atau tidak. bukan halal dan manfaat, yang penting menang. Ada yang dengan nyolong, korupsi, manipulasi dan sebagainya,” katanya saat mengisi pengajian

Menurut dia, hal semacam itu sudah banyak dijumpai. Bahkan ketika memiliki cukup banyak uang, manusia kebanyakan melupakan akhirat, yang abadi. Seperti misalnya saat sedang beramal jariyah.

Dia mencontohkan, saat menyumbangkan dana untuk Masjid, pondok pesantren, yatim piatu, pengemis, dan sebagainya pasti lebih memilih memberikan uang yang kecil. Bahkan ada pula yang menghindari agar tak memberikan uang.

“Misal punya uang Rp 100 ribu, ada pertandingan bola Persiku Kudus melawan MU. Saat itu ada sumbangan masjid, pilih mana?,” Tanyanya kepada pengunjung.

Dia menambahkan kalau saat amal itu pasti memilih uang yang kecil, padahal saat memberikan uang dengan nominal yang besar, maka amal ibadah yang diterimanya juga akan besar juga.

“Contoh lainnya, saat ada orang bawa map minta sumbangan Masjid. Berapa yang akan dikasih? Atau malah tak dikasih? Padahal map atau kardus yang dibawa itu adalah tiket surga, yang dibawakan Allah SWT untukmu,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Makna Kain Kafan Menurut KH Anwar Zahid

KH Anwar Zahid menyampaikan tausiyah di hadapan ribuan jemaah, Jumat (20/10/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sebuah kain kafan, memiliki makna yang mendalam bagi KH Anwar Zahid. Karena, dia melihat kalau kain kafan merupakan simbol dari bekal kematian tiap orang.

Hal itu disampaikan saat mengisi pengajian umum dalam rangka HUT ke-70 Sukun Group, Jumat (20/10/2017) di Dukuh Ngemplak Desa Gondosari, Gebog. Dia menjelaskan makna dari kain kafan yang pasti dibawa saat meninggal.

“Yang pertama, kain kafan itu tak ada yang memiliki saku. Yang artinya, kalau yang dinilai Allah SWT itu, bukankah kekayaan sewaktu di dunia. Tapi manfaat dari kekayaan yang diberikan. Apa kegunaan kekayaannya,” katanya saat mengisi pengajian.

Dia menjelaskan saat sudah meninggal, semuanya dihadapan Allah SWT sama. Baik yang berpangkat maupun tidak. Karena semuanya sama di mata Allah SWT dan juga malaikat-Nya.

Sedang kedua, lanjut dia, dalam kain kafan hanya berwarna putih mulus saja, tak ada yang warna-warni. Yang bermaksud, adalah bukan warna-warni dunia atau penampilan, namun yang dilihat adalah warna-warni amalan yang dibawa hingga mati.

“Tidak ada kain kafan yang warna-warni, apalagi kaya Zebra. Semuanya sama, dengan desainer pak Modin. Bahkan hanya diberikan kapas saja untuk menutup lubang di tubuh,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

KH Anwar Zahid : Hargai Waktu, Jangan Sampai Menyesal

Ribuan jemaah pengajian khusuk mendengarkan tausiyah KH Anwar Zahid. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – KH Anwar Zahid mengingatkan ribuan jemaah pengajian supaya bisa menghargai waktu supaya tidak menyesal di kemudian hari. Hal itu, disampaikan saat mengisi pengajian umum dalam HUT ke-70 Sukun Group, Jumat (20/10/2017) di Masjid Taqwa, Dukuh Ngemplak, Desa Gondosari, Gebog.

Kiai yang terkenal akan kelucuannya itu menyampaikan, kalau waktu sangat berharga. Bahkan orang luar bersemboyan kalau waktu adalah uang, dan sebuah hadits menjelaskan kalau waktu itu ibarat sebuah pedang.

“Jika sebuah pedang dapat digunakan dengan baik dan benar, maka dia (pedang) akan sangat bermanfaat bagi pemiliknya. Namun kalau salah penggunaan, maka bisa melukai pemilik, bahkan sampai mampu memenggalnya,” katanya saat berceramah.

Dia menjelaskan, kalau orang bijak mengatakan, orang yang sukses adalah orang yang pandai memanfaatkan waktu dan kesempatan. Siapapun yang bisa memanfaatkan waktu, maka hidupnya akan sukses.

“Termasuk Sukun Grup, diberikan kesuksesan oleh Allah SWT. Karena memang kegigihan ikhtiar maksimalkan, karyawan banyak, bakti sosial, sumbangsih keagamaan. Salah satunya pesantren kami Bojonegoro, tiap ada event, sponsor ya Sukun,” ujarnya.

Bagi dia, kesempatan hanya akan tiba sekali saja. Untuk itu harus dimanfaatkan dengan baik dan jangan sampai menyesal. Jika ada kesempatan lain yang datang, maka itu adalah kesempatan yang baru.

Dia menjelaskan tentang Hadits, yang berbunyi kalau matahari setiap terbit pagi hari selalu berkata, “Wahai kehidupan, aku adalah waktu yang baru, manfaatkan sebaik-baiknya karena aku tak akan kembali sampai kiamat,”

Dia menambahkan, setiap orang saat sudah meninggal pasti akan menyesal. Untuk itu, selagi masih hidup diajak banyak berbuat kebajikan dan amal. “Buktinya apa, kalau orang mati itu dikasih gelu. Yang artinya gelo (kecewa) yang sangat amat. Dan itu jumlahnya tujuh. Makanya orang mati itu pengen hidup lagi dan beribadah,” imbuh dia.

Editor: Supriyadi

Merdunya Suara M Budiono saat Baca Ayat Suci Alquran Pukau Ribuan Jemaah Pengajian

Jemaah pengajian terpukau mendengarkan lantunan ayat suci Alquran yang dilantunkan M Budiono, Jumat (20/10/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pengajian umum dalam rangka HUT ke-70 Sukun Group, Jumat (20/10/2017) malam dibuka dengan bacaaan surat suci Alqur’an. Bacaan dilantunkan M Budiyono, pemenang MTQ Sukun Ramadan lalu.

Pelajar MA NU Nurussalam itu bahkan berhasil menghipnotis ribuan jamaah pengajian. Ditambah lagi bacaan Surat Ar-Rahman 1-27 menambah syahdunya suasana.

Buktinya, saat pembacaan Al-Qur’an, pengunjung pengajian terlihat tenang. Bahkan meski berdesak-desakan, lantaran semakin banyak yang datang pengunjung nampak tenang dan mendengarkan ayat Alqur’an.

Usai pembacaan Al-Qur’an, acara dilanjutkan dengan bacaan tahlil, yang dipimpin oleh KH Abdul Basyir M. Sebelum tahlil dimulai, beliau mengingatkan kepada pendahulu yang sudah meninggal sebelumnya.

“Seperti pendahulu dari PR Sukun yang banyak manfaat bagi masyarakat,” katanya saat sambutan.

Usai tahlil, dia juga meminta doa dan bacaan alfatihah untuk PR Sukun agar semakin maju, berkah dan bermanfaat. Selain itu, juga didoakan agar selalu aman dan juga selamat.

Selesainya tahlil, acara inti dimulai dengan pengajian umum dalam rangka HUT Sukun ke-70 oleh KH Anwar Zahid.

Editor: Supriyadi

Ribuan Warga Kudus Banjiri Pengajian Anwar Zahid

Para jemaah pengajian KH Anwar Zahid memadati Masjid Taqwa, Dukuh Ngemplak, Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Jumat (20/10/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Ribuan warga membanjiri pengajian umum bersama KH Anwar Zahid di Masjid Taqwa, Dukuh Ngemplak, Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Jumat (20/10/2017). Mereka seakan sudah tak sabar untuk mendengarkan tausiyah kiyai yang dikenal dengan jargon ’qulhu ae lek’ tersebut.

Berdasarkan pantauan di lapangan, pengajian yang menjadi rangkaian perayaan HUT ke 70 Sukun Group serta peringatan Tahun Baru Islam 1439 Hijriyah ini sesak dengan jemaah.

Mulai dari Halaman Masjid hingga serambi masjid padat dengan jemaah. Bahkan, jalan yang berada di depan Masjid juga dipenuhi warga hingga meluber ke sepanjang jalan.

Rozi (54), pengunjung pengajian mengungkap kalau pengajian seperti ini sangat ditunggu. Apalagi, kiai yang dihadirkan sebagai pembicara dan memberikan mauidohasanah merupakan kiai yang sangat terkenal dan tersohor.

“Kiainya Anwar Zahid itu lucu, jadi tak bosan mendengarkan ceramahnya. Selain itu, saat berceramah juga mudah untuk dipahami,” katanya kepada MuriaNewsCom saat ditemui di lokasi .

Warga Desa Bacin, Kecamatan Kota itu mengungkap kalau dia datang bersama dengan keluarganya sehabis salat maghrib. Setelah itu, ia bersama anak istri langsung menuju lokasi supaya bisa melihat langsung tausiyah dari kiyai kondang asal Bojonegoro itu.

Diungkapkan kalau tak hanya dia saja yang berasal dari Bacin ke Pengajian malam ini. Namun juga ada tetangganya yang juga hadir dalam pengajian malam ini. Sama halnya fia, tetangganya juga datang habis Maghrib.

Kardi (66) pengunjung lainya juga datang khusus ke pengajian malam ini. Bersama dengan keluarganya, warga Desa Puyoh Kecamatan Dawe itu juga datang tepat habis Maghrib untuk menghadiri pengajian Anwar Zahid.

“Senang kalau ada pengajian, jadi lebih tahu soal agama,” ungkap dia.

Editor: Supriyadi

Malam Ini, KH Anwar Zahid Hadir Isi Pengajian HUT Sukun

KH Anwar Zahid saat menjadi penceramah di Nganguk Wali, Kota, Kudus tahun lalu. (PR Sukun)

MuriaNewsCom, Kudus – Kiai fenomenal asal Bojonegoro, Jawa Timur, yang terkenal dengan jargon “qulhu ae, lek”, KH Anwar Zahid, bakal mengisi dalam pengajian umum, yang digelar Jumat (20/10/2017), malam nanti di Masjid Taqwa Ngemplak, Gondosari, Kecamatan Gebog.

Pengajian yang digelar terbuka untuk umum ini, sebagai salah satu rangkaian perayaan HUT ke 70 Sukun Group. Serta peringatan Tahun Baru Islam 1439 Hijriyah.

Kiai Anwar Zahid yang terkenal kocak dalam membawakan tausiyahnya ini, akan hadir mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai. Tentunya akan banyak sekali berkah kebaikan yang disampaikan sang kiai, untuk kita semua.

Jadi, ora usah kesuwen. Mari sama-sama hadiri pengajian ini, dan “qulhu ae, lek”. (NAK)

Editor: Supriyadi

 

Ribuan Warga Hadiri Haul Akbar di Ngroto Grobogan

Ribuan jemaah mengikuti kegiatan pengajian di Pondok Pesantresn Miftahul Huda Desa Ngroto, Gubug, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus) 

Ribuan jemaah mengikuti kegiatan pengajian di Pondok Pesantresn Miftahul Huda Desa Ngroto, Gubug, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus) 

MuriaNewsCom, Grobogan – Seperti tahun-tahun sebelumnya, agenda rutin Haul Akbar Desa Ngroto, Kecamatan Gubug yang dilangsungkan Kamis (19/1/2017) dihadiri ribuan jamaah dari berbagai kota. Pelaksanaan kegiatan haul akbar ini dipusatkan di kompleks Pondok Pesantres Miftahul Huda Desa Ngroto yang dipimpin oleh KH Munir Abdullah.

Acara haul juga diisi dengan zikir Maulidurrasul Muhammad SAW sudah dimulai sejak pukul 07.00 WIB. Bupati Grobogan Sri Sumarni berserta sejumlah pimpinan FKPD dan pejabat terkait ikut menghadiri acara tersebut.

Acara tersebut, juga dihadiri Ketua Umum Al Khidmah Pusat M Emil Sanif Tarigan. Acara haul menghadirkan penceramah KH Toyfur Muwardi dari Purwokerto.

Sri dalam kesempatan itu mengaku sangat berbahagia bisa hadir dalam acara haul akbar dan bersilaturahmi dengan para ulama. Dia berharap agar kegiatan haul akbar hendaknya mampu mendorong semangat masyarakat untuk bahu membahu melanjutkan pembangunan yang sudah dirintis para pendahulu.

Sri Sumarni juga sempat menyinggung peran para kiai dan alim ulama yang sangat gigih memperjuangkan kemerdekaan RI. Kemudian, di kalangan Nahdlatul Ulama juga saat itu juga dikenal dengan istilah resolusi jihad yang mampu menyatukan dan menggelorakan para santri dan kaum nahdliyyin dalam merebut kemerdekaan.

“Semangat para pendahulu harus kita lanjutkan. Untuk itu, sebagai generasi penerus, kita harus selalu menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku, ras, bahasa, dan agama,” katanya.

Sri juga meminta agar kaum muslimin dan muslimat di Grobogan untuk senantiasa memelihara suasana kondusif. Sebab, dengan suasana seperti itu maka pelaksanaan pembangunan bisa dilakukan dengan aman, nyaman, dan lancar.

Editor : Akrom Hazami

 

Pengajian Ahad Pon Besok Dipastikan Ramai

medsos-ahad-pon_januari-2017-02

MuriaNewsCom, Kudus – Pengajian Umum Ahad Pon yang didukung Sukun King Size itu kembali bakal dilangsungkan di gedung JHK, Kudus, pada Minggu (8/1/2017). Pengajian tersebut, bukan hanya baru-baru ini dilaksanakan. Namun itu pengajian rutinan yang ternyata sudah berlangsung selama belasan tahun. Selama itu pula, pengajian selalu ramai.

Umar Sidik, ketua panitia penyelenggara mengungkapkan, pengajian tersebut sudah berusia belasan tahun. Bahkan, dia meyakini usia pengajian yang diadakan setiap selapan sekali itu sudah lebih dari 15 tahun.

“Saya ini ikut baru beberapa tahun. Adapun pengajian ini sudah sangat lama ada. Sekitar 15 tahun lebih telah diadakan pengajian. Dan itu juga terselenggaranya secara rutinan tiap Ahad Pon pagi,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, tiap kali berlangsung pengajian selalu dipenuhi masyarakat Kudus. Hal itu disebabkan jemaah pengajian sudah memiliki anggota tetap di wilayah Kudus.

Hal yang membuat pengunjung pengajian selalu bertambah adalah ustaz yang dihadirkan selalu berganti. Di antaranya adalah Ustaz Habib Muhammad Arif, Ustaz Fatkhur Rozi dan sejumlah ustadz lain.

“Dengan demikian jemaah tidak akan jenuh. Karena dengan pergantian ustaz maka suasana pengajian juga pasti berubah pula,” ungkap dia

Untuk lokasi pengajian, tak selalu dilakukan di Gedung JHK. Melainkan juga dilakukan di aula gedung Muhammadiyah Kudus. Hanya, Aula Muhammadiyah digunakan jika gedung JHK tak bisa digunakan. Sehingga, statusnya sebagai cadangan.

Editor : Akrom Hazami

Pengajian Gebyar Sholawat Maulud di Ngembalrejo Gandeng Grup Rebana TBS

unnamed

MuriaNewsCom, Kudus – Kegiatan pengajian dalam Gebyar Sholawat Maulud Nabi Muhammad SAW yang didukung Sukun King Size di Desa Ngembalrejo, Bae, Kudus, siap digelar, Sabtu (7/1/2017). Pengajian tersebut juga menggandeng grup rebana dari madrasah TBS sebagai pengiring pengajian.

Soni Pinda Nugroho, pembina panitia mengungkapkan, kegiatan pengajian juga bakal dimeriahkan oleh grup rebana. Dan yang dipilih oleh panitia adalah berasal dari grup rebana dari TBS. “Rebana diambilkan dari TBS. Rebananya bernama Assalafi. TBS diambil lantaran karena memang termasuk rebana yang bagus,” katanya kepada MuriaNewsCom, Kamis (5/1/2017).

Pengajian dengan iringan rebana memang sudah lazim digunakan. Apalagi, tema pengajian kali ini adalah gebyar sholawat. Jadi diambilkan grup rebana yang dapat mengiring pembacaan sholawat yang ada. Selain itu rebana juga dapat membuat suasana pengajian semakin meriah. Dengan iringan rebana juga dianggap menarik minat masyarakat, terlebih juga tamu yang diundang.

Pembicara pengajian nantinya, adalah KH Abdul Basyir, yang berasal dari Desa Honggosoco, Jekulo. Selain itu,  habib juga bakal semakin memeriahkan pengajian. Seperti halnya Habib Hilmy, yang sudah dikenal oleh sejumlah masyarakat, khususnya para pegiat pengajian dan sholawat di Kudus dan sekitarnya. 

“Sebenarnya di daerah kami juga ada grup rebana. Namun kan semua pemuda sudah ikut dalam panitia. Jadi untuk rebana diambilkan dari luar desa, dan panitia memilih TBS,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

Ustaz Habib Muhammad Arif Buka Tanya Jawab di Pengajian Ahad Pon

medsos-ahad-pon_januari-2017-02

MuriaNewsCom, Kudus – Pengajian rutin Ahad Pon yang didukung Sukun King Size, akan kembali digelar, Minggu (8/1/2017). Pengajian tersebut nantinya akan diisi oleh Ustaz Habib Muhammad Arif asal Karanganyar Surakarta.

Dalam pengajian nantinya, bakal dibuka termin tanya jawab bagi jemaah pengajian. Bagi yang hendak bertanya khusus persoalan agama dapat langsung datang ke JHK Kudus saat pengajian nantinya.

Sekretaris kegiatan Akrom Muslim Mengatakan, panitia memang mengemas kegiatan dengan lebih santai. Interaksi kepada audiens juga diperhitungkan agar suasana mencair dan tak bosan. “Kami selalu ada tanya jawab saat pengajian. Itulah bedanya pengajian Ahad Pon Yang dilaksakan dengan pengajian lain pada umumnya,” kata Akrom saat dihubungi MuriaNewsCom, Kamis (5/1/2017).

Menurutnya, pengajian rutin tersebut banyak dinanti jemaah. Satu di antaranya adalah dengan waktu tanya jawab seputar agama Islam. Maka dari itulah pengunjung yang datang juga selalu banyak. Pihak panitia selalu membatasi dengan jumlah penanya. Maksimal, jemaah yang dapat bertanya secara langsung berjumlah tiga jemaah. “Wah kalau tidak dibatasi ya bisa memakan waktu hingga berjam-jam. Bahkan sampai sore juga tidak akan selesai itu pengajiannya karena waktu tanya jawab yang cukup lama,” ujarnya.

Hanya, untuk tema seputar agama yang diperbolehkan tanya jawab masih belum diketahui. Sebab melihat pengalaman yang berlangsung, tema baru akan diberikan saat pengajian berlangsung oleh ustaz langsung.

Editor : Akrom Hazami

Pengajian Umum Ahad PON di Kudus Siap Digelar

medsos-ahad-pon_januari-2017-02

MuriaNewsCom, Kudus – Pengajian Umum Ahad Pon, akan kembali digelar di Gedung JHK Kabupaten Kudus, Minggu (8/1/2017) sekitar pukul 08.00 WIB. Kegiatan yang didukung Sukun King Size itu akan merupakan pengajian tiap selapan sekali itu.

Pengajian tersebut, juga menjadi pengajian Umum Ahad Pon perdana di 2017. Pengajian tersebut diyakini bakal ramai pengunjung lantaran sudah cukup lama tak dilaksanakan.

Umar Sidik, ketua panitia penyelenggara mengatakan, pengajian tersebut sudah rutin digelar. Dan Minggu nanti pengajian bakal diselenggarakan kembali sebagai lanjutan dari pengajian sebelumnya. “Saya yakin pengajian nantinya sangat ramai seperti biasanya. Ini sudah menjadi agenda rutin, jadi tetap diadakan,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, kegiatan yang diselenggarakan Majlis Tablig Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kudus itu selalu meriah. Bahkan, biasanya pengunjung sampai sesak di lokasi. Dalam pengajian rutin Ahad Pon pagi, jemaah biasanya mengenakan pakaian serba putih.”Kalau 1000 pengunjung bisalah, dan biasanya dapat bertambah lagi. Sebab kami menggunakan umum. Jadi, masyarakat dapat bergabung dalam pengajian ini,” ujarnya

Dalam pengajian nanti, bakal dimulai sekitar pukul 06.00 WIB hingga selesai sekitar pukul 09.00 WIB. Waktu yang disediakan itu masih dapat bertambah melihat situasi pembicara yang memberikan materi ceramah. “Ini masih di-deal-kan pembicara atau ustaz pengajian, dan kami pastikan pembicara pengajian selalu hadir dan ada saat pengajian berlangsung nanti,” tegasnya.

Editor : Akrom Hazami

Gebyar Sholawat Maulid Nabi di Ngembalrejo Bae Akan Dilaksanakan di Jalan Desa

 

unnamedMuriaNewsCom, Kudus – Kegiatan pengajian Gebyar Sholawat Maulud Nabi Muhammad SAW yang didukung Sukun King Size, Desa Ngembalrejo, RT 06 RW 06 tidak dilaksanakan di dalam masjid desa setempat. Kegiatan pengajian bakal berlangsung di jalan kampung daerah tersebut.

Soni Pinda Nugroho, pembina panitia mengungkapkan, pengajian direncanakan pada Sabtu (07/01/2017). Nantinya dikonsep untuk Kegiatan outdoor. Untuk itu, lokasi jalan perkampungan yang dipilih sebagai tempat pengajian.

“Kami memilih jalan sebagai tempat supaya mampu menampung lebih banyak pengunjung. Jadi, jika di masjid terbatas, maka kali ini bisa dalam jumlah banyak,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, jalan dipilih juga karena melihat minat masyarakat. Masyarakat biasanya sangat antusias saat ada kegiatan di kampung, terlebih lagi adalah kegiatan pengajian. Melihat hal itu, dimungkinkan pengunjung juga bakalan meluber.

Jika ditempatkan dalam masjid, lanjutnya, maka dikhawatirkan lokasinya tak akan muat untuk pengunjung pengajian. Sebab tak hanya warga asli sana saja yang datang, namun warga sekitar juga dimungkinkan memadati pengajian.

Kegiatan pengajian yang dilangsungkan di jalan, kata dia, merupakan momen yang jarang dilaksanakan. Sebab biasanya pengajian di daerah tersebut kerap kali dilakukan di masjid. “Meski pelaksanaan dilakukan di jalan, kami yakin tak bakal mengganggu lalu lintas. Sebab, jalan yang dipakai adalah jalan kampung, yang mana hanya dilalui oleh warga setempat saja,” ujarnya.

Pembicara pengajian nantinya, adalah KH Abdul Basyid yang berasal dari Desa Honggosoco, Jekulo. Selain itu,  habaib juga bakal semakin memeriahkan pengajian. Seperti halnya Habib Hilmy, yang sudah dikenal masyarakat, khususnya para pegiat pengajian dan Sholawat di Kudus dan sekitarnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Besok, Pengajian Selapanan Ahbabul Musthofa Kudus Digelar

selapanan

MuriaNewsCom, Kudus – Kegiatan pengajian Selapanan Jam’iyyah Maulid Simthudduror Ahbabul Musthofa Kudus kembali digelar. Pelaksanaan pengajian yang didukung Sukun King Size ini akan diihelat pada 27 Desember 2016. Pengajian tersebut merupakan pengajian terakhir yang diselenggarakan pada tahun ini.

Panitia kegiatan, Habib Muh Al Kaf, mengatkan pengajian tersebut selalu berlangsung khidmat. Pengajian tersebut juga dilangsungkan untuk melantunkan selawat dan mauidoh hasanah yang dibawakan oleh para habib.

 “Ini terakhir di 2016 lantaran sudah akhir tahun. Namun rencana, pengajian selapanan ini masih terus dilaksanakan hingga tahun-tahun ke depan. Termasuk di 2017 mendatang juga bakalan rutin dilaksanakan,” katanya kepada MuriaNewsCom, Senin (26/12/2016).

Menurutnya tiap kali pengajian selalu banyak pengunjung. Mereka tidak hanya berasal dari Kudus, melainkan juga hadir dari luar kota. Seperti halnya dari Jepara, Demak dan daerah sekitar Kudus. Bahkan, meski hujan mengguyur tak menghalangi keramaian dan kekhusukan jamaah Ahbabul Musthofa. Hal itu karena pengajian di bawah bimbingan Habib Syeh itu memiliki anggota yang banyak.

 “Ini sudah berlangsung sangat lama, dan selama ini pengunjung pengajian selalu banyak, yang tergabung dalam jam’iyah Ahbabul Musthofa. Sehingga cuaca seperti apapun juga masih ramai. Bahkan pengajian itu dinanti-nanti,” ujarnya

Dalam pengajian tersebut, juga dihadiri oleh para habib dari Kudus dan juga luar Kudus. Di antaranya hadir Habib Hilmy, Habib Abu Bakar Baagil, Habib Umar asal Purwokerto dan KH Achmad Asnawi asal Kudus. 

Selain membaca selawat, pengunjung juga dimanjakan dengan alunan rebana dari Ahbabul Musthofa. Rebana tersebut mengiringi bacaan selawat sehingga membuat pengajian menjadi lebih meriah.

Editor : Akrom Hazami

Ribuan Warga Banjiri Pengajian Ansor Berselawat

selawat

Ribuan warga memadati lokasi pengajian di lapangan Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Ribuan warga memenuhi lapangan Gondosari, Gebog, untuk mengikuti pengajian yang didukung Sukun King Size, Selasa (8/11/2016). Pengajian tersebut diselenggarkan oleh Ansor Gebog dengan tema Ansor Berselawat, Selawat untuk Kesejahteraan Umat

Turut hadir dalam pengajian tersebut Habib Ali Zainal Abidin (Pekalongan), selaku ketua majlis dzikir dan sholawat Rijalul Ansor Jateng, KH Ahmad Badawi Basyir (Kudus) serta diiringi grup rebana Az Zahir (Pekalongan).

Pantauan di lokasi, sekitar pukul 22.00 WIB pengunjung pengajian tak henti-hentinya mendatangi lokasi.  Baik yang rombongan maupun seorang diri.

Ulil Absor, peserta pengajian mengaku senang dengan  pengajian tersebut. Apalagi, pembicara yang dihadirkan merupakan sosok yang tersohor. “Senang,  banyak ilmu yang diserap dari pengajian ini. Selain itu juga membuat suasana adem,” katanya.

Menurut warga Gebog itu,  lokasi pengajian juga strategis. Sebab mudah dijangkau dari berbagai lokasi tempat di Gebog. Dia berharap pengajian dapat dilakukan secara rutin agar masyarakat bisa belajar.

KH Ahmad Badawi Basyir, satu dari pembicara dalam pengajian mengatakan kalau sebagai manusia harus mencintai dirinya. Hal itu diwujudkan dengan mencintai Allah dan kedua, mencintai Rasul.”Kita harus banyak mengoreksi diri sendiri,” katanya.

Selain itu, dia juga menyampaikan agar siswa menekuni Bahasa Jawa dan ke-NU-an dalam mata pelajaran. Hal itu guna menciptakan cinta budaya lokal dan juga paham soal Aswaja.

Editor : Akrom Hazami

Danrem Makutarama Ikuti Pengajian Rutin di Gebog Kudus

Danrem 073 Makutarama Kol Kav Pratama Santosa saat menghadiri pengajian rutin yang digelar PR Sukun, di Kecamatan Gebog, Kudus, Rabu (17/2/2016) malam.(Istimewa)

Danrem 073 Makutarama Kol Kav Pratama Santosa saat menghadiri pengajian rutin yang digelar PR Sukun, di Kecamatan Gebog, Kudus, Rabu (17/2/2016) malam. (Istimewa)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Pengajian yang digelar PR Sukun di Dukuh Ngemplak, Desa Gebog, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, pada Rabu (17/2/2016) malam, diikuti oleh tamu istimewa.
Tamu istimewa itu adalah Danrem 073/Makutarama Kol Kav Pratama Santoso. Danrem terlihat berbaur dengan seluruh peserta pengajian, yang digelar di kompleks makam keluarga besar Wartono tersebut.

Didampingi sang istri, danrem terlihat khusyuk mengikuti setiap sesi acara yang digelar. Selain keluarga besar Wartono, terlihat hadir undangan lainnya yang memenuhi areal lokasi acara.

Danrem sendiri datang sekitar pukul 18.30 WIB. Dia langsung menuju ke lokasi acara, dengan didampingi Dandim 0722 Kudus Letkol Arh M Ibnu Sukelan, dan rombongan lainnya.

Menurut informasi, danrem memang sudah beberapa kali mengikuti kegiatan serupa yang digelar di sana. Ini dilakukan sebagai salah satu bentuk dari upaya menjalin silahturrahmi, juga sebagai salah satu upaya menjaga kondusivitas wilayah.

Editor: Merie

KH Makrus Alie: Warga Rahtawu Harus Ikuti Perintah Allah SWT

Ilustrasi

Ilustrasi

 

KUDUS – Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw 1437 Hijriyah yang dilaksanakan Ikatan Remaja Masjid (Irmas) Masjid Jami’ Baitul Muttaqim, Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, berlangsung semarak.

Dalam kesempatan itu, tausiyah disampaikan KH Makrus Alie dari Jepara, lebih mengedepankan bagaimana setiap umat manusia yang juga umat Islam, harus mengikuti perintah Allah SWT.
”Tidak terkecuali warga Rahtawu. Sebagai umat Islam, harus selalu mengikuti perintah dari Allah SWT. Dan mengikuti ajaran dari Nabi Muhammad SAW,” tuturnya kepada seluruh hadirin hadir di sana.

Mengikuti ajaran dari Nabi Muhammad SAW, menurut KH Makrus Alie, bisa menjadikan manusia lebih baik dalam perjalanan hidupnya. ”Nabi Muhammad SAW adalah contoh bagi kita, untuk bisa melaksanakan semua perintah Allah SWT. Sehingga kita bisa hidup tenang, aman, dan terarah setiap saat,” imbaunya.

Acara yang didukung PR Sukun tersebut, dihadiri ratusan masyarakat luas. Bukan saja dari Desa Rahtawu, tetapi juga dari daerah-daerah di sekitarnya.

Pelaksanaan acara semakin semarak, dengan penampilan grup rebana qosidah Al Darisma Nujumus Syuban dari Kudus. Penampilan mereka mampu memikat seluruh hadirin yang ada. (MERIE)

Yuk, Ikut Pengajian di Masjid Jami’ Baitul Muttaqin Rahtawu

Jadwal acara Pengajian di Masjid Jami’ Baitul Muttaqin Rahtawu. (ISTIMEWA)

Jadwal acara Pengajian di Masjid Jami’ Baitul Muttaqin Rahtawu. (ISTIMEWA)

 

KUDUS – Memperkaya diri dengan ilmu agama, memang sangat penting. Salah satunya dengan lebih banyak menghadiri pengajian, yang tentu saja akan ada ilmu yang diambil dari sana.

Salah satu agenda pengajian yang bisa diikuti adalah pengajian yang digelar Masjid Jami’ Baitul Muttaqin Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus.

Pengajian ini akan digelar Minggu (17/1/2016). Acara pengajian ini, digelar dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW 1437 H, mulai pukul 19.00 WIB.

Kegiatan yang didukung PR Sukun itu, memang kegiatan yang rutin digelar setiap tahun. Masyarakat yang hadir adalah masyarakat Desa Rahtawu, dan masyarakat sekitarnya.

Peringatan maulid ini akan dihadiri oleh KH Makrus Alie dari Jepara. Sedangkan pengajian akan bertambah semarak, dengan kehadiran grup rebana qosidah Al Darisma Nujumus Syuban dari Kudus. (MERIE)

Pesan Ulama Jangan Sampai Jadi Manusia Merugi

Pengajian selapanan Ahbaabul Musthofa rutin yang digelar setiap malam Rabu Pahing, di Masjid Agung Kudus, dan didukung PR Sukun berlangsung khidmat. ISTIMEWA

Pengajian selapanan Ahbaabul Musthofa rutin yang digelar setiap malam Rabu Pahing, di Masjid Agung Kudus, dan didukung PR Sukun berlangsung khidmat. (ISTIMEWA)

 

KUDUS – Pengajian selapanan Ahbaabul Musthofa di Masjid Agung Kudus yang digelar Selasa (12/1/2016) kemarin, mendapat sambutan yang hangat dari masyarakat.

Ratusan hadirin menghadiri pengajian yang rutin digelar tiap malam Rabu Pahing tersebut. Pengajian Jam’iyah Maulid Simthudduror Ahbaabul Musthofa asuhan Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf Solo ini, mengundang Habib Umar bin Ahmad Bafaqih, Habib Abu Bakar, Habib Hilmy Al Idrus, Habib Muhammad Alkaf, dan KH Achmad Asnawi Kudus.

Pada kegiatan rutin yang disupport oleh PR Sukun tersebut, para habaib ini mengajak hadirin untuk bershalawat bersama-sama. Para habaib juga berpesan agar kita jangan sampai menjadi manusia yang rugi. Kita harus bisa menjadi baik di dunia dan di akhirat.

Menurut para habaib, karena jika kita sukses di dunia tetapi sengsara di akhirat, berarti kita mengalami rugi besar. Pengajian sendiri diikuti ribuan warga Kudus. Mereka dengan tekun mendengarkan setiap tausiyah dari para habib.

Keharuan juga sering muncul, saat bersama-sama semua yang hadir bershawalat untuk mengagungkan Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW. Masing-masing bershalawat dan menghayati setiap apa yang dilantunkan.

Pengajian ini memang bertujuan untuk mengingatkan kembali kepada khittah manusia. Bagaimana manusia menjadi manusia yang bisa menyeimbangkan antara kehidupan di dunia dan akhirat. (MERIE)

Pengajian Jam’iyah Ahbaabul Musthofa Ajak Teladani Sikap Rasulullah

sukun-berita pengajian-fotona (e)

Kegiatan pengajian Jami’yah Ahbaabul Musthofa yang rutin dilaksanakan di Masjid Agung Kudus, setiap malam Rabu Pahing. (ISTIMEWA)

 

KUDUS – Pengajian rutin dari Jam’iyah Ahbaabul Musthofa, malam ini (12/1/2016) kembali digelar. Pengajian di Masjid Agung ini, akan dimulai pukul 19.00 WIB.

Kegiatan pengajian ini, berlangsung setiap selapanan. Atau digelar setiap malam Rabu Pahing. Ratusan jamaah akan menghadiri kegiatan ini.

Pengajian Jam’iyah Ahbaabul Musthofa ini merupakan asuhan dari Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf asal Solo. Rencananya, pengajian ini akan dihadiri berbagai kalangan.

Para habaib sendiri akan menghadiri kegiatan ini. Yakni Habib Umar bin Ahmad Bafaqih dari Purwokerto, Habib Muhammad Alkaf dari Kudus, Habib Helmi Al Idrus dari Kudus, dan Kyai Asnawi Kudus.

Dalam kegiatan pengajian yang didukung PR Sukun ini, para habaib selalu mengajak para jamaah untuk bersama-sama mendendangkan shalawat. Serta mengajak supaya bisa meneladani sikap Rasulullah SAW.

Melalui sentuhan shalawatan, para habaib ini mampu menyedot orang tua dan anak muda, untuk berbondong-bondong menghadiri pengajian. Setidaknya ratusan orang selalu hadir mengikuti pengajian yang rutin tersebut, untuk bisa mendapatkan berkah kehidupan. (MERIE)

Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Warga Undaan Gelar Pengajian dan Aneka Lomba

Penampilan peserta lomba rebana dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1437 H dan Houl KH Moh Djumal ke-18 di Pondok Pesantren Al Hidayah Undaan Kidul yang didukung PR Sukun, Senin (4/1/2016). (Foto: PR Sukun)

Penampilan peserta lomba rebana dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1437 H dan Houl KH Moh Djumal ke-18 di Pondok Pesantren Al Hidayah Undaan Kidul yang didukung PR Sukun, Senin (4/1/2016). (Foto: PR Sukun)

KUDUS – Pondok Pesantren Al Hidayah Undaan Kidul bersama PR Sukun, Senin (4/1/2016) kemarin menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1437 H dan Houl KH Moh Djumal ke-18.

Acara tersebut selain dihadiri oleh santriwan santriwati ponpes, juga diikuti masyarakat sekitar serta tokoh alim ulama Undaan Kidul. Tak hanya itu beberapa pejabat juga turut hadir, di antaranya Camat Undaan Catur Widiyatno, kepala desa Undaan Kidul H Mumtamam, anggota Jamiyyah Fida’ se-kecamatan Undaan, muspika Undaan, serta Jamiyyah Manaqibiyyah Syeh Abdul Qodir Jaelani dikalangan Ponpes Al Hidayah.

Pada kesempatan tersebut KH Mahrus Ali dari Jepara menjelaskan tentang biografi Nabi Muhammad SAW. Ia juga mengajak umat Islam untuk tidak berdebat mengenai peringatan maulid, karena masing-masing mempunyai dalil.

”Masyarakat harus mengedepankan toleransi antar umat beragama. Selain itu kita harus selalu meneladani sikap Nabi Muhammad SAW,” terangnya.

Selain pengajian, peringatan maulid Nabi tersebut juga diselenggarakan lomba rebana tradisional (jidur tua) yang diikuti tiga desa. Yakni desa Sambung, Undaan Kidul, dan Undaan Tengah, serta panjat pinang yang diikuti oleh 20 peserta dari kalangan para santri. (TITIS W)

Pengajian di Ponpes Kudus Ini jadi Lahan Basah PKL untuk Berdagang

PKL memenuhi areal pengajian di Ponpes Ulumisysyar’iyyah Yanbu’ul Quran, Jalan Kwanaran, Kejeksan, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS –  Puluhan pedagang kaki lima (PKL) memadati area Pondok Pesantren (Ponpes) Ulumisysyar’iyyah Yanbu’ul Quran, Jalan Kwanaran, Kejeksan, Kudus, Selasa, (29/9/2015) pagi.

Mereka memenuhi ponpes tersebut lantaran ada agenda rutin setiap minggu sekali.
Salah satu PKL Syafii mengatakan, kegiatan rutin yang berada di ponpes tersebut ialah pengajian Torikoh. “Kegiatan ini pasti diadakan setiap Selasa mulai pukul 08.00 WIB sampai dengan 13.00 WIB,” kata Syafii di lokasi.

Dia menilai, keberadaan PKL di lokasi pengajian adalah menyediakan kebutuhan  peserta pengajian. Mulai dari baju ganti,
buah-buahan, oleh-oleh dan lainnya.  “Ramai dan laris,” tambahnya. (Edy Sutriyono/AKROM HAZAMI)

Warga Kudus Ramai Bersalawat

Anggota jamiah Ahbaabul Musthofa di Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Anggota jamiah Ahbaabul Musthofa di Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Selain bekerjasama dengan dunia pendidikan, PR Sukun Kudus juga bekerja sama dengan jamiah salawat Ahbaabul Musthofa yang ada di Kota Kudus.

Adapun kerja sama yang dilakukan adalah mengadakan pengajian salawat di Masjid Agung Kudus, pada setiap Selasa Legi.
Sekertaris Jamiah Ahbaabul Musthofa Kudus Jumanto mengatakan,untuk kegiatan pengajian lapangan dilakukan setiap 40 hari sekali. “Kerja sama ini sudah berjalan dua tahunan,” katanya, Selasa (25/8/2015) malam.

Kerja sama itu dilakukan dengan tujuan memberikan pendidikan agama bagi seluruh warga Kudus.

”Sebab menyiarkan agama itu juga butuh kekompakkan serta persatuan yang kuat di antara sesama. Baik mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat serta kiai. (EDY SUTRIYONO/AKROM HAZAMI)