Pedagang di Pasar Juwana Kembali Ditertibkan Satpol PP

Petugas Satpol PP tengah menertibkan pedagang di Pasar Juwana yang berjualan di trotoar. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pedagang yang berjualan di sisi timur Pasar Juwana Baru ditertibkan petugas Satpol PP Pati, Selasa (5/12/2017).

Mereka ditertibkan lantaran berjualan di atas trotoar yang semestinya digunakan pejalan kaki. Mereka diminta untuk mundur dari trotoar, sehingga tidak menyebabkan kemacetan jalan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kasatpol PP Pati Riyoso mengatakan, penertiban kali ini tidak menggusur pedagang yang berjualan di trotoar. Namun, mereka diminta untuk mundur dari trotoar yang mengganggu pejalan kaki.

“Keberadaan pedagang meluber sampai ke badan jalan, sehingga kerap mengganggu arus lalu lintas seperti angkutan. Saat angkutan menumpuk di area itu, warga kerap komplain karena macet,” ucap Riyoso.

Tidak ada perlawanan dalam penertiban tersebut. Mereka justru diakui kooperatif karena sebelumnya sudah dilakukan sosialisasi.

Terkait dengan keluhan pengunjung yang senang belanja di pinggiran jalan, Riyoso berjanji akan melakukan revitalisasi pasar. Dengan begitu, akses pengunjung ke penjual tidak mengganggu arus lalu lintas.

Riyoso yang juga Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Pati sedang mempertimbangkan pembangunan area parkir strategis. Tujuannya, area parkir yang akan dibangun mempertimbangkan aspek kemudahan penjual dan pengunjung.

Editor: Supriyadi

Trotoar di Kudus Digunakan PKL, Dikeluhkan

Pedagang memenuhi trotoar dengan dagangannya, di salah satu sudut di Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Pedagang memenuhi trotoar dengan dagangannya, di salah satu sudut di Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Anggota Komisi A Hartopo mengatakan, masih banyak trotoar jalan yang beralih fungsi menjadi tempat berdagang PKL atau parkir kendaraan. Imbasnya, pejalan kaki terpaksa turun hingga ke badan jalan. “Tentunya selain mengganggu arus kendaraan, kondisi ini membahayakan pejalan kaki,” katanya.

Anggota Komisi A bersama Satpol PP, kemarin sempat mendatangi PKL di Jalan Sosrokartono. Mereka menanyakan kesanggupan pedagang untuk pindah ke lokasi baru. Sutiyono, salah seorang pedagang mengatakan siap pindah. “Namun hingga kini belum ada kejelasan kapan pindah. Kami juga belum tahu akan menempati kios yang mana,” katanya.

Kepala Satpol PP Abdul Halil mengatakan, penertiban PKL masih menjadi fokus kegiatannya. Hanya dalam penertiban, ada aspek kemanusiaan yang diperhatikan. “Kami mengupayakan berkoordinasi dengan SKPD lain agar PKL yang ditertibkan memiliki alternatif lokasi baru yang tidak mengganggu kepentingan umum,” ujarnya.

Terkait PKL Jalan Sosrokartono, Halil mengaku sudah beberapa kali berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar. “Kami juga masih menunggu kapan relokasi akan dilaksanakan,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Penertiban PKL Tebang Pilih

PKL menjajakan dagangannya di salah satu sudut di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

PKL menjajakan dagangannya di salah satu sudut di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Penertiban pedagang kaki lima (PKL) oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dinilai tebang pilih. Padahal setahun terakhir, Satpol PP terlihat tegas menindak PKL di sejumlah ruas jalan, sementara di beberapa tempat lain, masih ada PKL yang berjualan di tepi jalan dan trotoar yang dibiarkan begitu saja.

Ketua Komisi A DPRD Kudus, Mardijanto mengatakan hal itu. Salah satu sorotan ditujukan pada PKL di jalan Sosrokartono, Kaliputu. Pedagang di sana hingga kini masih dibiarkan berjualan di tepi jalan, meski saat ini pemkab sudah membangunkan pasar baru di lokasi yang tak jauh dari lokasi semula.

”Memang ada tindakan Satpol PP yang perlu diapresiasi seperti penertiban PKL jalan Menur. Namun jika dilihat, ternyata masih banyak PKL yang berjualan di pinggir jalan sehingga mengganggu arus lalu-lintas. Contohnya di sekitar Proliman dan Jalan Sosrokartono, Kaliputu,” kata Mardijanto, Senin (15/2).

Mardijanto menambahkan, PKL di Jalan Kaliputu sudah dibuatkan pasar baru yang berada di Gang 5 Desa Kaliputu. Ia mendesak Satpol PP berkoordinasi dengan SKPD terkait sehingga relokasi pedagang ke lokasi baru bisa segera dilaksanakan.

Editor : Akrom Hazami

Ditertibkan Petugas, Pedagang Sepeda di Grobogan Minta Disediakan Tempat

Para penjual sepeda bekas terpaksa membuka lapak di bahu jalan setelah ditertibkan petugas. Mereka meminta Pemkab Grobogan menyediakan tempat berjualan.(MURIANEWS/DANI AGUS)

GROBOGAN – Menyusul adanya penertiban secara persuasif yang dilakukan Satlantas Polres Grobogan, pedagang sepeda punya satu permintaan agar disampaikan pada Pemkab setempat. Yakni, mereka minta dibuatkan tempat berjualan disekitar pasar hewan Danyang.

Lanjutkan membaca