Bukan Lagi Karena Terpaksa, Mengemis Sudah Jadi Komoditas Bisnis

Petugas memeriksa mayat seorang pengemis yang diduga meninggal karena tenggelam di Sungai Juwana, Jumat (7/8/2015). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Petugas memeriksa mayat seorang pengemis yang diduga meninggal karena tenggelam di Sungai Juwana, Jumat (7/8/2015). (MuriaNewsCom/Lismanto)

PATI – Pengamat sosial dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Hakim Alif Nugroho menyebut, banyaknya pengemis yang nyatanya seorang yang kaya, menunjukkan adanya perubahan fenomena sosial. Kalau dulu menurut dia, orang mengemis karena terpaksa, namun sekarang justru untuk komoditas bisnis.

”Peristiwa tersebut menjadi pembelajaran bersama bahwa fenomena sosial saat ini menunjukkan gejala yang berbeda dengan kondisi dulu. Kalau dulu mengemis itu terpaksa, sekarang mengemis dimanfaatkan sebagai komoditas bisnis yang menguntungkan,” kata pengamat asal Kabupaten Pati ini.

Pihaknya pun mengimbau agar masyarakat lebih jeli saat memberikan uang kepada pengemis, dan jangan hanya berlandaskan rasa kasihan semata. Masyarakat juga diimbau untuk menghentikan memberikan uang kepada pengemis atau peminta-minta di pinggir jalan, dan mengalihkannya ke warga yang benar-benar membutuhkan.

“Seperti menyalurkan sumbangan di lembaga-lembaga sosial, yang betul-betul disalurkan untuk fakir miskin, anak yatim dan lainnya. Jangan langsung memberi ke pengemis di jalanan,” pungkasnya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Mayat Pengemis Kantongi Uang dan 25 Cincin Emas Senilai Puluhan Juta Rupiah

Petugas memeriksa mayat seorang pengemis yang diduga meninggal karena tenggelam di Sungai Juwana, Jumat (7/8/2015). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Petugas memeriksa mayat seorang pengemis yang diduga meninggal karena tenggelam di Sungai Juwana, Jumat (7/8/2015). (MuriaNewsCom/Lismanto)

PATI – Sosok mayat pengemis kaya yang ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia dan mengambang di Sungai Juwana, Desa Bumirejo, Kecamatan Juwana, Jumat (7/8/2015) diketahui bernama Karno (72), warga Desa Trangkil RT 5 RW 8.

Informasi yang dihimpun MuriaNewsCom di lapangan, mayat tersebut ditemukan seorang nelayan yang tengah pulang dari melaut. Sontak, penemuan mayat tersebut menggemparkan warga setempat.

Tak disangka, petugas kepolisian yang melakukan pemeriksaan menemukan uang koin Rp 100 hingga uang pecahan Rp 100 ribu di dalam saku baju dan celana korban. Petugas mengkalkulasi, uang tersebut mencapai Rp 3,4 juta.

Tak hanya itu, petugas juga menemukan cincin emas lengkap dengan surat-surat resmi dari toko emas. Cincin-cincin emas tersebut ditaksir bernilai Rp 26 juta.

“Setelah diperiksa, ditemukan uang pecahan, mulai dari Rp 50 ribu, Rp 20 ribu, dan Rp 10 ribu. Semua pecahan uang kertas rupiah ada. Selain itu, pecahan uang koin, mulai dari Rp 100 hingga Rp 1.000 juga ada. Totalnya ada Rp 3.408.900,” Kapolsek Juwana, AKP Sumarni, melalui Kanit Reskrim, Ipda Gunarso.

Untuk pemeriksaan lebih lanjut, mayat dibawa ke RSUD Soewondo Pati. Sementara itu, uang dan cincin emas milik korban saat ini diamankan petugas, sembari menunggu informasi dari pihak keluarga. Beruntung, korban membawa kartu identitas berupa KTP sehingga mudah diidentidikasi. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Pengemis Kaya Raya Ditemukan Meninggal di Sungai Juwana

pengemis pati (e)

Petugas menutup mayat seorang pengemis yang diduga meninggal karena tenggelam di Sungai Juwana, Jumat (7/8/2015). (MuriaNewsCom/Lismanto)

PATI – Sesosok lelaki tua yang diduga berprofesi sebagai pengemis ditemukan sudah dalam keadaan meningal dunia di Sungai Juwana, Jumat (7/8/2015).

Mayat ditemukan dalam keadaan telungkup dan mengambang di sungai oleh seorang nelayan yang pulang dari melaut semalam. Dari hasil identifikasi yang dilakukan petugas, mayat diketahui bernama Karno (73), warga Desa Trangkil, Kecamatan Trangkil.

“Dari hasil visum sementara, korban diduga tewas karena terpeleset ke sungai saat hendak buang air besar. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan tiga luka, yaitu luka sobek pada kaki kanan dan kiri, serta bagian telapak kaki,” ujar Dokter Puskesmas Widiyono kepada MuriaNewsCom.

Setelah diperiksa pihak kepolisian dan dokter, ditemukan sejumlah uang tunai yang nilainya jutaan rupiah. Selain itu, petugas menemukan 25 buah cincin emas dari pakaian korban. Uang dan cincin emas tersebut saat ini diamankan petugas untuk sementara waktu, sembari menunggu pihak keluarga. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Warga Desa Kedungrejo Tunjungan Kaget Ninik Ditemukan Tewas Terbakar

kapala desa kedungrejo sutana

kapala desa kedungrejo sutana

BLORA – Peristiwa penemuan mayat Ninik Susilo (33) di Sendang Ketanggi Desa Sendangrejo Kecamatan Ngawen tidak hanya menggegerkan warga setempat. Para tetangga tempat tinggal korban di Dukuh Gendongan Desa Kedungrejo Kecamatan Tunjungan juga mengaku kaget atas tewasnya Ninik dalam keadaan tragis.

“Awalnya banyak polisi yang datang kesini pada Jumat malam mas, tak lama kemudian ada jenazah digotong. Saya kaget ternyata itu jasad Ninik yang meninggal dibunuh dan dibakar di Sendang Ketanggi Ngawen. Padahal selama ini saya kenal baik dan tidak pernah ada masalah,” ujar salah satu warga Gendongan mengaku kaget mendengar kejadian yang menimpa salah satu tetangganya tersebut Seren, Sabtu (11/7/2015).

Menurutnya dalam kesehariannya, kami mengenal Ninik sebagai pribadi yang baik. Sosialisasi dan toleransi kepada sesama masyarakatnya juga baik. Kami tidak menyangka hidupnya akan berakhir setragis ini.

“Ya semua baik,ya tidak mengira saja hingga sampai seperti ini dalam akhir masa hidupnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kedungrejo Sutana juga mengungkapkan hal senada. Dia terkejut saat mengetahui korban pembunuhan yang Jumat pagi kemarin menghebohkan warga Ngawen ternyata warganya sendiri.

“Sejak kemarin pagi memang saya sudah mendengar kabar penemuan sesosok mayat perempuan dalam keadaan terbakar di Desa Sendangrejo Ngawen. Namun saya belum menyadari kalau itu warga saya. Baru Jumat petang mendapat kepastian bahwa itu Ninik warga RT 3 RW 3, saya kaget,” jelas kepala desa kedungrejo Sutana.

Ia mewakili pihak keluarga yang masih shock berharap pelaku segera ditangkap dan bisa menerima hukuman yang setimpa.

“Saya berharap pelaku pembunuhan sadis ini segera terlacak dan dihukum seberat-beratnya. Kami percayakan penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian,” terangnya.

Hingga berita ini ditulis, pihak keluarga masih belum bisa memberikan keterangan. Mereka masih tampak shock dengan peristiwa tragis yang menimpa salah satu anggota keluarganya. (PRIYO/SUWOKO)

Seorang Duda Ditemukan Tak Bernyawa di Perkebunan Tebu Desa Jontro

Petugas kepolisian Wedarijaksa bersama dengan warga melakukan evakuasi mayat Eko Martondo (37), warga Desa Jontro, Kecamatan Wedarijaksa, Senin (1/6/2015). (MURIANEWS / LISMANTO)

PATI – Sesosok mayat yang diketahui bernama Eko Martondo (37), warga Desa Jontro, Kecamatan Wedarijaksa ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa di area perkebunan tebu desa setempat, Senin (1/6/2015).

Lanjutkan membaca