Mayat Perempuan Asal Desa Growong Lor Pati Ditemukan Membusuk di Kamarnya

Petugas tengah melakukan olah TKP di rumah korban, Desa Growong Lor, Juwana, Pati, Rabu (19/4/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Wadiningsih (49), seorang perempuan warga Desa Growong Lor RT 2 RW 3, Kecamatan Juwana, Pati ditemukan meninggal dunia di kamarnya sendiri, Rabu (19/4/2017) pagi.

Mayat Wadiningsih ditemukan sudah dalam membusuk, telentang tanpa busana di dalam kamar yang dikunci dari dalam. Saat ditemukan, korban diperkirakan meninggal dunia dua hari yang lalu.

Wiwin, adik korban saat itu curiga karena kakaknya tidak keluar rumah sejak dua hari yang lalu. Dia kemudian memberitahu Suwondo untuk memeriksa rumah. Namun, rumah dalam kondisi terkunci dari dalam.

Saat dilihat dari jendela, keduanya kaget karena Wadiningsih sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Keduanya kemudian melaporkan peristiwa itu kepada polisi.

Kapolsek Juwana AKP Sumarni yang mendapatkan laporan tersebut melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama Unit Reskrim dan dokter Puskesmas dr Setiyo Riyatno. Dari hasil pemeriksaan medis, tidak ada luka dalam tubuh korban.

Hanya saja, terdapat lebam mayat, anus mulai menonjol karena mulai proses pembusukan dan diperkirakan meninggal dunia dua hari yang lalu. “Tidak ada tanda-tanda penganiayaan, mayat bersih,” ucap dr Setiyo.

Menurut informasi dari keluarga, korban menderita penyakit gagal ginjal dan sudah beberapa kali menjalani transfusi darah di RSUD Soewondo Pati. Keluarga tidak menyangka bila korban sudah meninggal dua hari yang lalu, sejak ditemukan Rabu (19/4/2017) pagi.

Editor : Kholistiono

Polisi Masih Selidiki Penyebab Kematian Korban yang Ditemukan Tergeletak di JLS Pati

Petugas melakukan pemeriksaan medis terhadap mayat laki-laki tanpa identitas di JLS Pati, Jumat (7/4/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Polres Pati saat ini masih menyelidiki penyebab kematian korban meninggal dunia berjenis kelamin laki-laki tanpa identitas yang ditemukan tergeletak di pinggir Jalur Lingkar Selatan (JLS), Desa Ngawen, Margorejo, Pati, Jumat (7/4/2017).

Pasalnya, korban yang mengenakan pakaian ala Punk tersebut mengalami sejumlah luka di tubuhnya. Kendati demikian, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda penganiayaan dalam olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan.

“Dari hasil pemeriksaan secara medis, kami menduga mayat merupakan korban tabrak lari karena tidak ada tanda-tanda penganiayaan. Tengkorak kepalanya yang retak, kemungkinan terlindas benda tumpul,” ujar Kasat Reskrim Polres Pati AKP Galih Wisnu Pradipta.

Sama halnya pada luka di bagian perut, dia menduga bukan tusukan dari benda tajam, tetapi tergores sesuatu. Karena itu, pihaknya masih terus menyelidiki dan mendalami apakah mayat yang ditemukan merupakan korban tabrak lari atau ada kemungkinan lain.

Baca juga : Mayat Pria Misterius Ditemukan di Jalur Lingkar Selatan Pati

Selain itu, pihaknya masih fokus mencari identitas korban. “Untuk mempercepat proses pencarian identitas korban, kami akan membuat pengumuman. Kalau masyarakat ada yang kehilangan anggota keluarga bisa segera melapor,” imbau AKP Galih.

Adapun ciri-ciri korban, antara lain tinggi badan sekitar 155 cm, warna kulit cokelat kehitaman, rambut bergelombang, usia diperkirakan 20 tahun. Pakaian yang dikenakan, kaos hitam dan celana jeans warna hitam sobek-sobek bagian depan.

Editor : Kholistiono

Mayat Pria Misterius Ditemukan di Jalur Lingkar Selatan Pati

Polisi melakukan olah TKP di Jalur Lingkar Selatan (JLS) Pati, Desa Ngawen, Margorejo, Jumat (7/4/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sesosok mayat laki-laki tanpa identitas ditemukan di kawasan jalur lingkar selatan (JLS), Desa Ngawen, Kecamatan Margorejo, Pati, Jumat (7/4/2017).

Saat diketahui warga setempat, mayat mengenakan kaos hitam, celana panjang hitam, tinggi 155 cm, rambut bergelombang, dan usia diperkirakan 20 tahun. Saat diperiksa tim medis puskesmas setempat, ada sejumlah luka pada bagian tubuh mayat.

“Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama Unit INAFIS Sat Reskrim Polres Pati, tengkorak kepala korban mengalami pecah di bagian depan sisi kiri dan belakang. Bibir sebelah kanan mengalami luka robek sepanjang 1,5 cm dan dagu sebelah kanan mengalami robek satu cm,” ujar dokter Puskesmas Margorejo, dr Sigit Prawoto.

Selain itu, terdapat pendarahan pada telinga kanan dan kiri, luka robek pada bagian perut sebelah kanan sepanjang 15 cm dan lebar 15 cm dengan kedalaman 10 cm. Luka robek pada bagian perut akibat benturan benda tumpul.

“Saat kami periksa sekitar pukul 07.00 WIB, korban meninggal dunia sekitar lima jam yang lalu. Kesimpulan kami, mayat meninggal dunia karena adanya luka pada tengkorak kepala yang mengalami benturan benda tumpul,” tukas Kasat Reskrim Polres Pati AKP Galih Wisnu Pradipa.

Dia mengimbau kepada masyarakat yang mengetahui ciri-ciri mayat bisa menghubungi petugas Polres Pati. Pasalnya, korban tidak membawa identitas diri saat ditemukan tergeletak tak bernyawa di penggiran jalur lingkar selatan Pati.

Editor : Kholistiono

Ini Hasil Autopsi Pemuda Bageng Pati yang Tewas di Selokan

Jenazah korban diantar ke rumah duka, sesaat setelah dilakukan olah TKP. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Petugas Polsek Gembong melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terhadap Mohammad Ali (24), warga Desa Bageng, Kecamatan Gembong, yang ditemukan tewas di sebuah selokan Desa Plukaran, Gembong, Rabu (29/3/2017).

Kapolsek Gembong AKP Giyanto menuturkan, autopsi penting dilakukan untuk mengetahui penyebab meninggalnya korban. “Kami bersama tim medis dari Puskesmas Gembong melakukan autopsi untuk mengetahui penyebab meninggalnya korban,” kata AKP Giyanto.

Dokter Puskesmas Gembong dr Kusnanto mengungkapkan, korban saat ditemukan tidak mengeluarkan cairan pada hidung dan telinga, mulut tidak mengeluarkan buih, leher kaku, dan tidak ditemukan bekas lebam atau luka.

“Tubuh mayat kaku. Korban diperkirakan meninggal lebih dari sejam saat kami lakukan autopsi. Tidak ada tanda-tanda luka maupun lebam. Anus dan kelamin juga tidak menemukan kotoran maupun cairan,” tuturnya.

Baca juga : Pemuda Asal Desa Bageng Pati Ditemukan Tewas di Parit
Dia memperkirakan, korban meninggal dunia karena kehabisan napas karena posisi kepala terendam air saat ditemukan. “Ini murni akibat kehabisan napas, karena tidak ada tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban,” imbuhnya.

Penemuan mayat di selokan Desa Plukaran sempat menghebohkan penduduk setempat. Mareka berdatangan melihat kondisi korban. Dari pihak keluarga menyebutkan, Ali mengidap penyakit ayan dan mengalami keterbelakangan mental. Ali meninggalkan rumah sejak pukul 06.00 WIB.

Editor : Kholistiono

Pemuda Asal Desa Bageng Pati Ditemukan Tewas di Parit

Petugas Polsek Gembong melakukan olah TKP di mana Ali tewas di selokan parit Desa Plukaran, Gembong, Pati, Rabu (29/3/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Mohammad Ali (24), pemuda asal Dukuh Rubiyah, Desa Bageng, Kecamatan Gembong, Pati, ditemukan tewas di aliran parit blok Bendho Desa Plukaran, Gembong, Rabu (24/3/2017).

Korban ditemukan Rupaat, seorang petani yang pulang dari sawah melewati selokan parit. Dia terkejut saat melihat sesosok mayat laki-laki dengan posisi telentang, kepala terendam air.

“Saya langsung memberi tahu teman untuk melaporkan kejadian itu kepada perangkat Desa Plukaran. Selanjutnya, polisi datang untuk melakukan evakuasi dan autopsi dilakukan petugas puskesmas,” ungkap Rupaat.

Kasim, ayah korban menuturkan, anaknya itu meninggalkan rumah sejak pukul 06.00 WIB. Sejak kecil, Ali mengidap keterbelakangan mental dan memiliki riwayat penyakit ayan.

“Anak saya itu memang memiliki riwayat penyakit ayan. Dia juga mengalami keterbelakangan mental sejak kecil. Saya sangat kaget dan sedih mendengar kabar penemuan Ali yang sudah tidak bernyawa,” tutur Kasim.

Dia sudah mengikhlaskan anaknya itu meninggal dunia, sehingga tidak menuntut apapun untuk diproses secara hukum. “Saya tahu ini musibah. Saya sudah ikhlaskan. Semoga Ali tenang di sisi-Nya,” tandasnya.
Editor : Kholistiono

Mayat Pria Misterius Ditemukan di Sawah Desa Bumirejo Pati

Petugas kepolisian melakukan identifikasi mayat tanpa identitas yang ditemukan di pematang sawah Desa Bumirejo, Margorejo, Pati, Jumat (3/3/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sesosok mayat pria paruh baya tanpa identitas ditemukan di pematang sawah Desa Bumirejo, Kecamatan Margorejo, Pati, Jumat (3/3/2017) pagi.

Pada saat ditemukan, mayat tersebut masih mengenakan kaos berwarna biru dan celana pendek berwarna cokelat. Di tempat yang tidak jauh dari lokasi mayat tersebut, terdapat sepasang sandal japit yang diduga milik korban.

Kapolsek Margorejo AKP Eko Pujiono saat dikonfirmasi mengatakan, mayat tersebut ditemukan Tarminah, penduduk setempat. Tarminah yang terkejut melihat mayat tergeletak langsung memberi tahu Sekretaris Desa Bumirejo, Sholihin.

“Informasi dari sekdes, kemudian diteruskan ke Kepala Desa, Edi Sulistiyono. Kades lantas menghubungi kami. Berhubung tidak ada identitas diri yang ditemukan, kami langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan membawanya ke RSUD Soewondo,” ucap AKP Eko.

Dari hasil identifikasi, usia korban diperkirakan sekitar 50 tahun dengan rambut agak panjang. Di RSUD Soewondo, petugas melakukan pemeriksaan medis bagian luar. Sampai saat ini, belum diketahui penyebab kematian korban.

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo mengumumkan kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya untuk menghubungi Polsek Margorejo. “Kami sampaikan, kalau ada masyarakat yang kehilangan anggota keluarganya, pria paruh baya mengenakan kaos biro, celana pendek cokelat, rambut agak panjang, sekitar berusia 50 tahun, bisa menghubungi polisi,” imbau Kompol Sundoyo.

Editor : Kholistiono

Ini Hasil Visum Mayat yang Ditemukan di Parit Desa Ngening Pati

 Mayat korban tiba di rumah duka, usai dievakuasi petugas dan masyarakat, Selasa (25/10/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)


Mayat korban tiba di rumah duka, usai dievakuasi petugas dan masyarakat, Selasa (25/10/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Seorang perempuan ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di sebuah parit Desa Ngening RT 6 RW 2, Kecamatan Batangan, Pati, Selasa (25/10/2016).

Sesosok mayat tersebut diketahui bernama Parni (49), warga Desa Ngening RT 6 RW 1. Petugas kepolisian dan tim medis dari puskesmas setempat langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil pemeriksaan medis yang dilakukan, petugas tidak menemukan luka atau kelainan pada bagian kepala. Petugas juga tidak menemukan cairan atau darah pada mulut, termasuk leher dalam keadaan normal.

“Dari hasil visum yang dilakukan, tidak ada tanda-tanda kekerasan. Melihat hasil visum tersebut, pihak keluarga sudah merelakan kepergian korban,” kata Kabag Ops Polres Kompol Sundoyo.

Dari informasi yang dihimpun, korban sudah hilang dan tidak pulang ke rumah sejak Minggu (23/10/2016). Pihak keluarga sudah mencari kemana-mana, tapi tidak kunjung ditemukan.

Bahkan, keluarga sudah melaporkan hilangnya korban kepada perangkat desa setempat. Namun, Kasno, warga setempat yang berniat bersih-bersih kebun melihat ada mayat. Setelah dilihat, ternyata Parni yang tak lain tetangganya sendiri.

Baca juga : Perempuan Paruh Baya Ditemukan Tewas di Parit Desa Ngening Pati

Editor : Kholistiono

Perempuan Paruh Baya Ditemukan Tewas di Parit Desa Ngening Pati

Petugas dan warga tengah melakukan evakuasi mayat yang ditemukan di sebuah parit Desa Ngening, Batangan, Selasa (25/10/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Petugas dan warga tengah melakukan evakuasi mayat yang ditemukan di sebuah parit Desa Ngening, Batangan, Selasa (25/10/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Seorang perempuan paruh baya bernama Parni (49), warga Desa Ngening RT 6 RW 1, Kecamatan Batangan, Pati ditemukan tewas di sebuah parit kawasan perkebunan desa setempat, Selasa (25/10/2016).

Jenazah korban ditemukan Kasno, warga setempat saat bersih-bersih di kebun. Jenazah ditemukan dalam kondisi telungkup dengan posisi menghadap selatan di sebuah parit pembuangan sampah.

“Sekitar pukul 08.45 WIB, saya bersih-bersih di kebun. Tiba-tiba saya lihat ada sesosok mayat berada di parit dalam keadaan telungkup. Posisinya menghadap ke selatan,” kata Kasno.

Setelah mengetahui wajah korban, Kasno langsung menghubungi keluarga korban dan melaporkan kepada perangkat desa. Dari perangkat desa, polisi yang dihubungi kemudian datang untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Saat dikonformasi, Kapolsek Batangan AKP Harry Marcell membenarkan informasi adanya temuan mayat di Desa Ngening. Pihak keluarga sebetulnya merasa kehilangan sudah sejak Minggu, 23 Oktober 2016.

Namun, keluarga tidak kunjung menemukan saat mencarinya ke sejumlah tempat hingga akhirnya ditemukan sudah dalam kondisi tak bernyawa pada Selasa (25/10/2016). “Pihak keluarga sudah melapor ke perangkat desa sejak Minggu. Namun, korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia tiga hari setelah keluarga lapor ke perangkat desa,” tandasnya.

Editor : Kholistiono

Ini Ciri-ciri Mayat Pria Misterius yang Ditemukan di Sungai Juwana Pati

 Petugas kepolisian tengah mencoba menyingkirkan benda-benda sungai untuk mengevakuasi pada korban. (MuriaNewsCom/Lismanto)


Petugas kepolisian tengah mencoba menyingkirkan benda-benda sungai untuk mengevakuasi pada korban. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sesosok mayat laki-laki tanpa identitas ditemukan di bawah jembatan Sungai Silugangga, Desa Doropayung, Kecamatan Juwana, Pati, Selasa (26/7/2016) sekitar pukul 05.45 WIB.

Mayat pertama kali ditemukan Nyami (50), warga setempat yang hendak buang air besar. Saat itu, Nyami melihat sosok mayat terapung dalam keadaan kaku. Nyami kemudian melaporkan kejadian itu kepada tetangganya, Damin (54) yang sehari-hari tinggal di bawah jembatan Desa Doropayung.

Damin kemudian menceritakan temuan itu kepada Dwi Susanto (39), perangkat desa setempat. Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada petugas Polsek Juwana. “Saya mendapatkan informasi dari Pak Damin, setelah saya cek benar kemudian saya laporkan ke Polsek Juwana,” ujar Susanto.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, panjang mayat sekitar 172 cm, pembusukan positif, lebam positif, kaku positif, rambut hitam ikal, mengenakan kaos hitam dengan gambar depan bendera kebangsaan Inggris, mengenakan celana jeans hitam, celana dalam warna hitam merek swing, dan usia sekitar 35 tahun.

“Diperkirakan, korban sudah meninggal sekitar tiga hari sejak ditemukan. Ada uang koin Rp 500 dalam saku celana dan rokok Gudang Garam International. Di celana dalam, ditemukan uang Rp 250 ribu berupa pecahan Rp 50 ribu sebanyak lima lembar,” ujar Kapolsek Juwana AKP Sri Sumarni.

Bila ada keluarga yang tahu ciri-ciri tersebut dapat menghubungi RSUD Soewondo Pati. Pada bagian lengan kanan korban terdapat tato dengan motif abstrak. Sementara itu, pada pinggang kanan terdapat tato motif gambar perempuan dan ular naga.

“Dari hasil visum yang dilakukan, tidak ada tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Saat ini, jenazah sudah dibawa ke RSUD Soewondo. Bila ada keluarga yang tahu ciri-ciri tersebut, segera hubungi,” imbaunya.

Baca juga : Mayat Laki-laki Bertato Ditemukan Tewas di Jembatan Sungai Juwana Pati

Editor : Kholistiono

 

Mayat Laki-laki Bertato Ditemukan Tewas di Jembatan Sungai Juwana Pati

Seorang warga tengah mencoba melihat kondisi mayat tanpa identitas yang sudah terapung dan kaku di Sungai Silugangga, Desa Doropayung, Juwana, Selasa(26/7/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Seorang warga tengah mencoba melihat kondisi mayat tanpa identitas yang sudah terapung dan kaku di Sungai Silugangga, Desa Doropayung, Juwana, Selasa(26/7/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Mayat seorang laki-laki bertato tanpa identitas ditemukan tewas di bawah jembatan Desa Doropayung, Sungai Silugangga, Juwana, Pati, Selasa (26/7/2016). Mayat diketahui warga setempat sekitar pukul 05.45 WIB.

Diperkirakan, mayat laki-laki yang ditemukan sudah dalam keadaan kaku tersebut baru berusia sekitar 35 tahun. “Ciri-ciri yang kami ketahui sementara, ada tato di bagian pinggang kanan belakang. Tato itu bergambarkan naga dan perempuan,” ungkap KBO Satpolair Polres Pati Iptu Daffid Paradhi kepada MuriaNewsCom.

Selain itu, mayat tersebut mengenakan kaos warna putih dan celana jeans warna biru. “Kami belum bisa memastikan penyebab si mayat tenggelam di sungai. Kami juga belum bisa memastikan apakah si mayat awalnya memancing atau melakukan aktivitas apa,” imbuhnya.

Dilihat dari kondisi fisik, lanjut Daffid, mayat masih utuh, bagus, dan tidak ada tanda-tanda penganiayaan. Namun, ia belum bisa memastikan apakah penyebab kematian korban karena masih dilakukan proses visum dari Tim Medis dari puskesmas setempat dan Polsek Juwana.

“Kondisi mayatnya masih bagus, utuh, tidak ada tanda-tanda penganiayaan. Tapi, kami tidak bisa memastikan karena saat ini sudah ditangani petugas Polsek Wedarijaksa,” imbuhnya. Kejadian penemuan mayat tanpa identitas tersebut sempat menggemparkan penduduk setempat dan menjadi tontonan warga.

Editor : Kholistiono