Bayi Baru Lahir Itu Menjerit Kedinginan Telungkup di Lantai Tambal Ban Jebres

MuriaNewsCom, Solo – Bayi laki-laki baru lahir ditemukan dalam kondisi telungkup di lantai sebuah warung yang juga digunakan sebagai bengkel tambal ban di Jalan Ir Juanda, Jebres, Solo, Selasa (27/2/2018) dini hari. Saat ditemukan bayi itu menangis menjerit karena kedinginan.

Bayi malang itu ditemukan masih lengkap dengan tali pusar. Diduga bayi itu sengaja dibuang oleh orang tuanya yang tak bertanggungjawab. Saat ditemukan, bayi itu mengenakan baju warna putih bergambar motif boneka.

Sementara di dekatnya, terdapat kaus orang dewasa lengan pendek warna kuning dan selembar popok kain warna putih. Bayi ini kali pertama ditemukan Aditya Bayu Kusuma (30) dan Dinar Royyanto (33), saat pulang ke rumah dari berjualan susu segar sekitar pukul 01.25 WIB.

Dalam keterangannya, Bayu meyebut mengetahui ada bayi itu karena ada suara aneh seperti tangisan.

Karena curiga, mereka pun mencari sumber suara, dan menemukan bayi itu dalam kondisi telungkup di lantai membujur ke selatan. ”Saya langsung beritahu warga kalau ada bayi yang dibuang di tempat itu,” katanya.

Warga juga langsung berkerumun ke lokasi. Beberapa di antaranya melapork ke polisi untuk mengevakuasi bayi tersebut.

Kapolsek Jebres, Kompol Juliana menyebut, bayi tersebut langsung dievakuasi dan dibawa ke Klinik Bhayangkara untuk mendapat perawatan. Saat diperiksa, bayi itu mempunyai berat 2,5 kilogram dan panjang 40-50 cm.

“Kami menduga bahwa bayi tersebut dilahirkan sendiri tanpa adanya bantuan dari siapapun, karena tali pusarnya ditali rafia,” katanya.

Pihaknya sedang melakukan penyilidikan dan mencari informasi soal adanya warga yang hamil sekitar kampung kejadian. Selain itu, pihaknya juga sedang mengecek Closed Circuit Television (CCTV) di sekitar lokasi kejadian untuk mengungkap siap yang tega membuang bayi itu.

Editor : Ali Muntoha

Orok Digugurkan Dikubur Samping Sumur, Ibu dan Bidan Ditangkap Polisi

MuriaNewsCom, Boyolali – Orok yang diperkirakan baru berumur 6 bulan kandungan ditemukan warga terkubur di samping sumur belakang rumah Reni (19) di Dukuh Tegalsari, Desa Canden, Kecamatan Sambi, Boyolali, Rabu (3/1/2018) petang. Orok tersebut dikubur setelah digugurkan.

Penemuan ini sontak membuat geger warga sekitar. Polisi yang mendapat laporan langsung memeriksa lokasi dan melakukan penyelidikan.

Tak butuh waktu lama, polisi langsung mengamankan Reni, yang diketahui sebagai ibu orok malang tersebut. Tak hanya itu, polisi juga mengamankan Airin Sugesti (33) warga Kecamatan Sambi, Boyolali.

Airin merupakan seorang bidan di salah satu rumah sakit di Solo. Airin diketahui membantu menggugurkan kandungan Reni.

Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhi mengatakan, dua orang ini telah ditetapkan sebagai tersangka. Ia menyebut, Airin langsung dimintai keterangan tim penyidik, sementara Reni belum dilakukan pemeriksaaan karena menunggu kondisinya stabil.

Polisi mengamankan lokasi penemuan orok bayi di belakang rumah warga.(Foto : detik.com)

Reni masih menjalani perawatan di RS Assyifa, setelah mengalami pendarahan setelah melakukan proses pengguran kandungan. ” Dua orang kami tetapkan sebagai tersangka, dan saat ini kasus masih terus dikembangkan,” katanya dalam jumpa pers, Kamis (4/1/2018).

Penemuan orok hasil pengguguran ini kali pertama diketahui oleh tetangga Reni. Rio Pujianto (29), yang rumahnya bersebelahan dengan rumah Reni merasa curiga, karena malam-malam Reni meminjam cangkul dengan alasan menanam bunga.

Ia menceritakan, Selasa (2/1/2018) malam sekitar pukul 21.20 WIB, Reni yang hanya tinggal sendirian di rumah, kedatangan seorang tamu perempuan. Lima menit kemudian Reni meminjam cangkul untuk menanam bunga kepada Rio.

“Tadi malam Reni kedatangan tamu terus pinjam cangkul ke saya. Saya tanya cangkulnya buat apa, kata Reni untuk menanam bunga,” ujarnya kepada wartawan di rumah Reni.

Namun, karena Rio tidak punya cangkul, Reni lalu pergi meminjam cangkul ke tetangganya yang lain. Keesokan harinya saat Reni pergi bekerja, Rio mengamati sekitar rumah Reni untuk mencari bunga apa yang ditanam.

“Sambil bersih-bersih lingkungan rumah, saya iseng-iseng mencari tanaman apa yang ditanam Reni. Saya lihat ada gundukan di belakang rumah Reni,” terangnya.

Karena curiga ia lalu menggali gundukan itu dan menemukan orok yang terbungkus kain putih. Saat ditemukan ari-ari orok itu masih ada, dan orok dalam kondisi tak bernyawa.Orok itu hanya dikubur dengan kedalaman sekitar 30 cm.

Ia pun langsung mengabari warga lain tentang penemuannya. Dan warga lain akhirnya melaporkan ke polisi. Setelah melakukan penyelidikan tak lama kemudian Reni ditangkap.

Editor : Ali Muntoha