Lagi Gali Pondasi Pesantren, Warga Temukan Guci Sebesar Tabung Gas Elpiji

Danramil Sulursari Kapten Surana menunjukkan guci yang ditemukan warga di Desa Banjarejo (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Danramil Sulursari Kapten Surana menunjukkan guci yang ditemukan warga di Desa Banjarejo (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom,Grobogan – Koleksi benda bersejarah di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Grobogan kembali bertambah. Tambahan koleksi kali ini bukan berasal dari benda purbakala berupa fosil hewan purba. Tetapi, berupa benda cagar budaya berwujud sebuah guci.

Diperkirakan, guci porselin berwarna keemasan itu merupakan barang peninggalan dari masa kejayaan Dinasti Tang dari China. Guci itu kemungkinan dibuat sekitar abad IX hingga X atau sekitar seribu tahun lalu.

“Saya sudah koordinasi dengan instansi yang terkait masalah ini. Melihat bentuknya, guci ini kemungkinan peninggalan abad IX sampai X pada masa Dinasti Tang. Namun, untuk pastinya, nanti akan diteliti langsung oleh pakar benda cagar budaya,” kata Kades Banjarejo Ahmad Taufik.

Dijelaskan, guci itu ditemukan di pekarangan Sarpin, warga yang tinggal di Dusun Kuwojo, beberapa hari lalu. Penemuan guci antik itu berlangsung ketika sejumlah orang sedang menggali tanah untuk membuat pondasi pondok pesantren.

Saat melakukan penggalian, alat yang dipakai salah satu pekerja sempat terkena benda keras. Semula, benda keras itu dikira batu yang terpendam dalam tanah. Namun, setelah digali dengan tangan ternyata berupa sebuah guci.

“Untungnya, guci ini tidak pecah ketika ada penggalian tanah. Bisa jadi, bahan yang dipakai untuk bikin guci ini juga istimewa sehingga tahan benturan,” jelas Taufik.

Ukuran guci itu tidak begitu besar. Kira-kira hampir seukuran tabung gas elpiji 3 kg. Tingginya sekitar 35 cm, lebar bagian bawah 15 cm dan bagian atas 20 cm. Berat guci diperkirakan sekitar 3 kg.

Penemuan guci tersebut membuat penasaran banyak pihak. Terbukti, sejak beberapa hari terakhir banyak orang datang ke situ sekadar untuk melihat guci tersebut. Termasuk pula, Danramil Sulursari Kapten Surana.

“Setelah ada penemuan benda purba dan cagar budaya di Banjarejo, saya dan anggota memang rutin monitor lapangan. Untuk guci yang ditemukan kali ini memang cukup bagus. Saya berharap, benda bersejarah yang sudah ditemukan ini dirawat dan dijaga dengan baik karena jadi saksi sejarah dan tidak ternilai harganya,” katanya.

Editor : Kholistiono

Heboh! Ada Penemuan Cincin ‘Kepala Dewa Siwa’ di Banjarejo

Cincin dengan motif wajah Dewa Siwa yang ditemukan warga di lokasi bangunan kuno di Desa Banjarejo (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Cincin dengan motif wajah Dewa Siwa yang ditemukan warga di lokasi bangunan kuno di Desa Banjarejo (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Seolah tahu sedang jadi pusat perhatian, bumi Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus kembali ‘memuntahkan’ benda bersejarah yang terpendam di dalamnya. Benda terbaru yang berhasil ditemukan adalah cincin berwarna kuning keemasan dengan hiasan berupa wajah yang memakai mahkota.

Ada yang menyebut, wajah dalam cincin itu adalah rupa seorang bangsawan atau bahkan raja yang pernah hidup disitu pada masa lampau. Namun, ada pula yang mengatakan kalau itu adalah gambar kepala Dewa Siwa.

“Setiap orang memang punya penafsiran beda-beda dengan wajah dalam cincin ini. Tetapi, saya lebih condong kalau ini adalah perwujudan Dewa Siwa. Soalnya, salah satu tokoh agama Hindu dari Blora yang sempat kesini bilang seperti itu,” kata Kepala Desa Banjarejo Ahmad Taufik.

Ia menjelaskan, wajah Dewa Siwa dalam cincin itu tingginya sekitar 5 cm. Lebarnya sekitar 2 cm. Cincin itu bisa dipastikan milik orang dewasa atau sudah tua melihat dari diameter pengikatnya. Saat coba dipakai, cincin itu muat di jari kelingkingnya.

Cincin itu ditemukan warganya sekitar lima hari lalu. Lokasi penemuannya di pinggir sungai, di sebelah utara bangunan kuno dari tatatan batu bata. Cincin tersebut ditemukan secara tidak sengaja ketika warga tersebut pulang dari sawah.

”Ceritanya, beberapa hari sebelumnya, orang yang menemukan cincin ini sempat bermimpi agar mengambil sesuatu benda di sebelah utara bangunan kuno. Nah, saat datang kesana dia melihat ada sesuatu benda berkilau yang tertutup tanah. Setelah dicongkel dengan sabit ternyata cincin ini,” jelasnya.

Mengenai kepastian cincin itu terbuat dari emas atau bukan, Taufik belum berani memastikan. Sebab, untuk menentukan itu perlu dicek dulu ke tempat penjualan perhiasan. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)