Rumah Dibobol, Aktivis Antikorupsi Kudus Tebar Kecurigaan

Pencurian di Rumah aktivis korupsi

Lokasi pencurian di rumah aktivis antikorupsi di Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Sebelum terjadi insiden pencurian yang mendera rumah aktivis antikorupsi Kunarto (46)di Karangmalang RT 1 RW 1, Gebog Kudus, Senin (7/12/2015) siang, ternyata ada cerita.

Kunarto mengaku mencurigai seseorang yang tidak dikenalnya melakukan aksi. Pria itu berambut panjang dan sering mensurvei rumahnya.

“Menurut tukang batu yang ada di sebelah rumah saya, Sebenarnya sekitar 2 hari sebelum pencurian ini, ada seseorang yang sering mensurvei rumah saya. Seserong itu berambut panjang yang sering kliteran di sekitar rumah ini,” kata Kunarto.

Selain itu, lanjut Kunarto, kemungkinan seseorang tersebut mencari area atau jalan untuk beraksi melakukan pencurian tersebut. Sehingga dengan kejadian ini, rantai atau gembog pintu gerbangpun langsung dirusak.

Sementara itu, terkait penyelidikan yang dilakukan oleh Polsek Gebog, polisi belum bisa memberikan keterangan.

Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Polsek Gebog Aiptu Kusnadi mengatakan saat ini pihaknya belum bisa memberikan keterangan.  “Maaf, saat ini kami masih melakukan pemeriksaan,” katanya. (EDY SUTRIYONO/AKROM HAZAMI)

Video – Gunakan Ilmu Gendam, 4 Pencuri di Jepara Ketahuan Polisi

ku gendam saat dimintai keterangan oleh polisi di Mapolres Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

ku gendam saat dimintai keterangan oleh polisi di Mapolres Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Satreskrim Polres Jepara berhasil membekuk kawanan penipu yang bermodus gendam di wilayah hukum Polres Jepara.

Mereka adalah Sarunting Putra alias Kevin (35), warga Kabupaten Tangerang Jabar, Fatra alias Gahri (37), warga Kabupaten Tangerang Jabar, Frengky Lintang (34), warga Sumatera Selatan, dan Mat Asih alias Mamat (47), warga Kabupaten Kediri Jatim.

Keempat tersangka tersebut diamankan di wilayah hukum Polres Klaten pada 30 November 2015.  Penangkapan tersangka tersebut berdasarkan laporan dari salah seorang korban yang ditipu di kawasan swalayan Kecamatan Tahunan Jepara pada 29 November 2015 sekitar pukul 13.30 WIB.

Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin menjelaskan, keempat tersangka yang ditangkap bersama sejumlah barang bukti seperti sejumlah uang, telur, jarum, tisu, dan kendaraan mobil rental tersebut berdasarkan laporan dari salah seorang korban yang ditipu. Mereka menjalankan aksi secara bersama-sama dan berbagi tugas.

“Mereka beraksi lintas kota, tidak hanya di Jepara saja. Kebetulan di Jepara sudah beraksi beberapa kali dengan jumlah kerugian sekitar Rp 20 juta, dan sejumlah emas milik korban,” ujar Samsi saat gelar perkara di Mapolres Jepara, Senin (7/12/2015).

Lebih lanjut dia mengemukakan, modus yang digunakan memang sejenis gendam. Tersangka mencoba mengelabui korban dengan trik-trik tertentu kemudian membawa kabur sejumlah perhiasan maupun uang milik korban. Masing-masing tersangka ada yang bertugas mengelabui, ada yang memantapkan korban agar mudah dikelabui dan ada yang sebagai sopir mobil ketika melarikan diri. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

 

SDN 2 Geneng Blora Dibobol Maling

Sri Kartini menunjukkan kunci pintu sekolah yang dirusak kawanan pencuri (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Sri Kartini menunjukkan kunci pintu sekolah yang dirusak kawanan pencuri (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

BLORA – SD Negeri 2 Geneng, Kecamatan Jepon jadi sasaran kawanan pencuri. Kejadian ini diduga terjadi tadi malam, saat kondisi sekolah sedang sepi. Pencuri berhasil menggasak CPU, printer dan TV LCD.

Kejadian pencurian ini, diketahui pertama kali oleh penjaga sekolah bernama Santoso, ketika dirinya Rabu (2/12/2015) pagi sekitar pukul 6.00 WIB datang ke sekolah. Saat itu, kondisi pintu sudah dalam keadaan terbuka dan kunci pintu juga rusak.

”Ketika saya sampai di sekolah, penjaga sekolah sudah menangis melihat kondisi pintu terbobol dan sejumlah barang di sekolah hilang. Kerugian materi ditaksir sektiar Rp 9 juta,” ujar Sri Kartini, guru SD Negeri 2 Geneng.

Sedangkan untuk pelaku pencurian, diduga dilakukan lebih dari satu orang. “Mungkin lebih satu orang, karena terlalu repot kalau hanya satu orang. Pintu terkunci dan barang yang dicuri pun tak bisa jika dibawa satu orang,” ungkapnya.

Kasus pencurian ini, saat ini sudah dilaporkan dan ditangani pihak Polsek Jepon. “Untuk kasus ini masih kami dalami dan masih menyelidiki siapa pelakunya,” ujar Kanitreskrim Polsek Jepon AIPTU Waluyo. (RIFQI GOZALI/KHOLISTIONO)

Warga Gonggang Rembang Mengaku Resah Jika Ada Orang Ini, Siapa Dia?

Tokoh masyarakat dan warga Desa Gonggang, Kecamatan Sarang, Rembang dalam sebuah kesempatan (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Tokoh masyarakat dan warga Desa Gonggang, Kecamatan Sarang, Rembang dalam sebuah kesempatan (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Masyarakat Desa Gonggang, Kecamatan Sarang, Rembang, untuk sementara waktu bisa bernafas lega. Pasalnya, orang yang dianggap paling meresahkan di desa itu, dijebloskan kembali ke penjara untuk keempat kalinya.

Orang yang dimaksud adalah W (44) warga Desa Gonggangyang ditangkap Sat Reskrim Polres Rembang di Gresik, Selasa (24/11/2015) lalu. Seperti diketahui, W bersama YM (24) warga Desa Bangunrejo, Kecamatan Pamotan, Rembang, keduanya kembali masuk bui setelah melancarkan aksi pencurian sepeda motor. Dalam kurun waktu hanya 1,5 bulan usai keluar penjara, keduanya telah beraksi sebanyak 5 kali.

Salah satu tokoh masyarakat di Gonggang Karjan mengatakan, keberadaan W selama ini selalu membuat resah masyarakat setempat. “Ketika di rumah, setelah keluar dari penjara, selalu meresahkan masyarakat. Karena suka mencuri barang milik warga. Barang apapun yang dia mau asalkan bisa dijual, dia curi,” ungkapnya kepada awak media, Selasa (1/12/2015)

Padahal menurutnya, pihak pemerintah desa dan perangkat desa sudah memberikan arahan untuk tidak mengulangi perbuatannya. Ternyata, hal itu tidak diindahkan dan justru seolah-olah menantang dengan mengajak temannya dari daerah lain.

“Tentunya, ini membuat masyarakat jadi resah, khawatir, dan was-was dengan adanya gerombolan tersebut. Temannya banyak, kadang empat orang, kadang dua orang. Semuanya teman kerjanya ngakuunya,” jelasnya.

Lebih lanjut Karjan juga membeberkan, rumah W sering digunakan semacam markas oleh teman-temannya. Termasuk YM yang ditangkap polisi bersama W. “Teman yang tertangkap itu pun juga satu rumah, sering menginap di rumahnya,” pungkasnya. (AHMAD WAKID/KHOLISTIONO)

Pencuri Ini Kerap Beraksi di Siang Hari di Tempat Keramaian di Kudus

Polisi memeriksa pelaku di Mapolres Kudus, Selasa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Polisi memeriksa pelaku di Mapolres Kudus, Selasa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Aksi pencurian yang dilakukan Jovi Raditya (24) warga Gondang Manis, Kudus, semuanya dilakukan pada waktu siang hari. Dalam menjalankan aksinya secara tunggal itu, dia terlebih dahulu berkeliling mencari sasaran.

Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Hepi Pria Ambara mengatakan, dari keterangan yang didapat dari pelaku, dalam lima kali menjalankan aksinya, selalu dilakukan saat siang hari.

“Seperti jam kerja, dilakukan pada siang sampai sore hari. Lokasinya adalah tempat keramaian yang tidak terlihat seperti pencurian. Terlebih yang diambil adalah tas yang ditinggal,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Saat melakukan aksinya, pelaku terlebih dahulu berkeliling di lokasi keramaian. Kemudian akan kembali ke lokasi yang sudah dibidik untuk dijadikan sebagai sasaran. Seperti halnya yang dilakukan di depan penjahit di Melati, Kecamatan Kota, pelaku berhasil membawa tas milik Metri Junaidi berisi laptop dan beberapa dokumen. Kerugian dari aksi tersebut mencapai Rp 6 juta.

Dari ketentuan pelaku, barang tersebut dijual dengan harga Rp 2,6 juta Dan sudah tidak ada. Berdasarkan hal tersebut pelaku diancam hukuman lima tahun penjara dnegan melanggar 362 KUHP dnegan tindak pidana pencurian. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)

RUMAH KETUA PERINDO DIBOBOL : Ini Kronologis Kejadian yang Menghebohkan

Ilustrasi

Ilustrasi

 

KUDUS – Rumah Ketua DPD Partai Perindo Kabupaten Kudus, Noor Hartoyo di Jalan Lingkar Selatan RT 1 RW VI, Desa Gulang, Kecamatan Mejobo dibobol kawanan pencuri, Selasa (3/11) dini hari.

Selain barang pribadi, kawanan maling juga menggasak sepeda motor dinas isteri Hartoyo, Mila Susanti yang juga menjabat Kepala Desa Gulang.

Menurut Mila, dalam melakukan aksinya, pelaku diperkirakan beraksi antara pukul 03.30 – 04.30 WIB. Sebelum beraksi, kawanan ini mengergaji rantai dan merusak gembok pagar rumah. Setelah itu pencuri masuk ke dalam rumah dengan cara mencongkel jendela yang tak ada teralisnya.

Mila memperkirakan kawanan ini sebelumnya sudah mengetahui seluk beluk rumah. Ada beberapa alasan penguat. Sebab pencuri diduga sudah mengetahui “jadwal” penghuni rumah.

Sekitar pukul 02.30 WIB, Noor Hartoyo baru saja pulang dan masuk ke dalam rumah setelah “jagongan” dengan warga sekitar. Indikasi lainnya,kawanan ini juga mengetahui lokasi penyimpanan kunci sepeda motor yang ditaruh di tangga menuju lantai II.

“Semua kunci memang kita kumpulkan di tempat itu. Sebenarnya ada empat motor yang ada di ruang tamu. Tapi mungkin pencuri tak bisa membuka kontak Yamaha Xeon akhirnya ditinggal dan yang dibawa kabur cuma tiga sepeda motor,” jelasnya.

Kasus ini sudah dilaporkan ke polisi. Korban berharap polisi cepat menyelesaikan kasus ini dengan baik. (MERIE/AKROM HAZAMI)

RUMAH KETUA PERINDO DIBOBOL : Kades Gulang Kudus Bingung Kerja karena Motornya juga Dicuri

 

Ilustrasi

Ilustrasi

 

KUDUS – Rumah Ketua DPD Partai Perindo Kabupaten Kudus, Noor Hartoyo di Jalan Lingkar Selatan RT 1 RW VI, Desa Gulang, Kecamatan Mejobo dibobol kawanan pencuri, Selasa (3/11) dini hari.

Selain barang pribadi, kawanan maling juga menggasak sepeda motor dinas isteri Hartoyo, Mila Susanti yang juga menjabat Kepala Desa Gulang.

Mila telah berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Mejobo. Hal ini terkait hilangnya sepeda motor plat merah yang menjadi kendaraan dinasnya.

“Semoga segera dapat gantinya. Karena sepeda motor itu untuk menunjang aktivitas saya, baik turun ke warga, sosialisasi kebijakan pemerintah dan lain sebagainya,” terang Mila.

Dari sekian barang yang dijarah, total kerugian ditaksir mencapai Rp 30 juta. Rinciannya, tiga sepeda motor masing-masing yakni Vario, Beat dan Supra X plat merah. Telepon genggam serta sandal milik mantan Wakil Ketua DPRD Kudus ini juga ikut dijarah pencuri.

Mila mengaku insiden tersebut terjadi saat dirinya sedang tidak di rumah. Karena dia sedang mengikuti diklat Aparatur Desa se-Keresidenan Pati di Rembang. Di rumah saat itu hanya ada Noor Hartoyo dan anak-anaknya yang sedang tidur terlelap.

”Jadi waktu kejadian saya tidak di rumah. Ini saya izin pulang begitu mendapatkan kabar,” tandasnya. (MERIE/AKROM HAZAMI)

RUMAH KETUA PERINDO DIBOBOL : Sandal dan 3 Motor Kesayangan Dicuri

Ilustrasi

Ilustrasi

 

KUDUS – Rumah Ketua DPD Partai Perindo Kabupaten Kudus, Noor Hartoyo di Jalan Lingkar Selatan RT 1 RW VI, Desa Gulang, Kecamatan Mejobo dibobol kawanan pencuri, Selasa (3/11) dini hari.

Selain barang pribadi, kawanan maling juga menggasak sepeda motor dinas isteri Hartoyo, Mila Susanti yang juga menjabat Kepala Desa Gulang.

Dari sekian barang yang dijarah, total kerugian ditaksir mencapai Rp 30 juta. Rinciannya, tiga sepeda motor masing-masing yakni Vario, Beat dan Supra X plat merah.

Telepon genggam serta sandal milik mantan Wakil Ketua DPRD Kudus ini juga ikut dijarah pencuri.

Mila Susanti saat ditemui wartawan mengatakan, rumahnya memang dibobol maling.

“Rumah dimasuki maling,” katanya. (MERIE/AKROM HAZAMI)

Waspada! Masjid Kini Jadi Sasaran Empuk Pelaku Curanmor

Halaman masjid Darur Rohmah, Desa Gulang, Kecamatan Mejobo nampak lengang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Halaman masjid Darur Rohmah, Desa Gulang, Kecamatan Mejobo nampak lengang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Modus operandi pelaku pencurian motor (curanmor) kerap melakukan aksinya disaat suasana sepi. Sehingga saat kondisi tersebut warga harus meningkatkan kewaspadaan. Begitu halnya yang terjadi di area masjid Darur Rohmah, Desa Gulang, Kecamatan Mejobo. Sebab tempat tersebut sering terjadi kejadian modus pencurian motor.

Salah satu warga Desa Gulang, Mejobo Mintarno menjelaskan, pihaknya membenarkan kejadian itu sering terjadi di area masjid ini. Khususnya disaat melakukan salat berjamaah. ”Karena rata-rata para jamaah merupakan orang luar desa. Sebab letak masjid yang berada di timur luar Desa Gulang. Sehingga pelaku curanmor leluasa melakukan aksinya,” paparnya.

Pria yang pernah bekerja di salah satu perusahaan rokok di Kudus tersebut mengutarakan, sebaiknya ketika waktu salat jamaah khususnya waktu salat Jumat, pintu gerbang masjid dikunci. Akan tetapi hal itu masih sulit dilaksanakan, karena memberi kesempatan pada jamaah yang telat untuk tetap bisa memasuki masjid mengikuti jamaah salat.

Dengan adanya kejadian itu, pihaknya juga berharap semua warga dan jamaah lebih berhati-hati memarkir kendaraan dan meletakkan barang berharganya ketika salat. ”Kita jangan hanya mengandalkan aparat keamanan saja, yang terpenting ialah bagaimana kita bisa saling berhati-hati,” ujarnya.
Hal serupa juga dibenarkan oleh warga desa gulang lainnya Supardi, yang juga sebagai pengurus kerja bangunan Masjid Darur Rohmah. Dia berkata, area ini rawan curanmor. Selain itu, pihaknya juga membeberkan bahwa tiga pekan yang lalu sempat ada aksi curanmor .

”Yaitu yang diincar motor milik imam masjid yang di parkir di depan masjid. Namun aksi itu gagal lantaran salat jamaahnya sudah selesai. Dengan seringnya kejadian curanmor itu kami memasang CCTV di area masjid ini,” terangnya. (EDY SUTRIYONO/TITIS W)

Pelaku Curanmor Ini Mau Ditolong Warga Usai Kecelakaan, tapi Malah Dikeroyok

Suasana lokasi maling tertangkap paska dibawa petugas kepolisian. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Suasana lokasi maling tertangkap paska dibawa petugas kepolisian. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Maling yang menabrak pengguna jalan, awalnya mau ditolong oleh warga yang melihat. Sebab tabrakan yang terjadi dikira murni tabrakan, bukan dari maling yang kabur.

Hal itu diungkapkan Fitriana Ayu, warga yang melihat hal tersebut. Melihat pengejar maling yang berteriak keras, niat warga untuk mengamankan maling berubah jadi niat menghajar maling.

”Warga sudah banyak, apalagi waktu itu ramai. Jadi mereka langsung dikeroyok warga akibat hal yang dilakukan,” katanya.

Namun kegiatan penghakiman tidak berlangsung lama. Sebab Fitri beserta beberapa warga mengamankan maling tersebut di rumahnya. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi penghakiman massa.

”Sambil menunggu petugas datang, maling diamankan dulu. Namun akhirnya petugas berhasil datang tidak lama kemudian,” imbuhnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Berikut Kronologi Pelaku Curanmor  yang Ketiban Apes

Suasana lokasi maling tertangkap paska dibawa petugas kepolisian. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Suasana lokasi maling tertangkap paska dibawa petugas kepolisian. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Kejadian maling yang menabrak pengguna jalan di Dersalam, Bae, Kudus, diketahui setelah gagal mencuri kendaraan. Bukan hanya gagal mencuri, maling tersebut juga dikejar hingga akhirnya menabrak pengguna jalan.

Hal itu diungkapkan Handi, seorang warga sekitar yang mengetahui keadaan tersebut. Dia menceritakan kalau percobaan pencurian dilakukan di keramaian tempat cuci motor di Pedawang. Melihat pelaku susah mendongkel kunci akhirnya kabur. Hanya kejadian tersebut diketahui warga sehingga mengejarnya.

”Mungkin karena panik langsung tancap gas. Soalnya yang mengejar berteriak maling dengan keras,” katanya.

Kedua pelaku yang hendak mencuri tersebut tidak dapat lari lantaran sudah jatuh akibat menabrak pengguna jalan. Akhirnya diketahui kalau kedua pencuri adalah warga Pati.

”Keduanya dari Pati, dan pelaku ada yang bilang kalau diajak yang lebih tua. Yakni yang berasal dari Juwana Pati,” jelasnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

2 Pelaku Curanmor Gagal Beraksi Gara-gara Kecelakaan

Suasana lokasi maling tertangkap paska dibawa petugas kepolisian. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Suasana lokasi maling tertangkap paska dibawa petugas kepolisian. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Kejadian pencurian nyaris terjadi di Desa Pedawang, Kecamatan Bae, Kudus, Senin (26/10/2015).  Meski gagal mencuri sebuah sepeda motor, komplotan maling tersebut malah menabrak pengguna jalan saat melarikan diri.

Hal itu diungkapkan Handi, seorang warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut sekitar pukul 11.45 WIB. Kejadian tersebut diceritakan, maling yang kabur mencoba melarikan diri dengan kendaran Mio J yang dimilikinya. Hanya saat kabur dia malah menabrak pengguna jalan di Desa Dersalam, Kecamatan Bae.

”Maling ngebut, di tikungan malah nabrak penggunaan jalan yang memakai kendaraan Supra. Akhirnya mereka jatuh di jalan,” katanya

Menurutnya, kedua pelaku yang belakangan diketahui maling adalah terdapat beberapa orang yang mengejarnya. Kedua pencuri tersebut menjalankan aksinya dengan menggunakan kunci T untuk membobol kunci kendaraan.

”Kunci T nya ada, saat hendak dibuang namun keburu ketahuan sehingga diambil warga dan diamankan,” imbuhnya

Tidak lama kemudian petugas datang dan mengamankan situasi tersebut. Kondisi tersebut membuat jalan macet dan pengguna jalan berhenti untuk menyaksikan hal tersbeut. (FAISOL HADI/TITIS W)

Cegah Pencurian Terjadi Lagi, ”Marbot” Masjid Siap Pasang CCTV

Masjid Al Ridlo Jepang, Kecamatan Mejobo yang letaknya di pinggir jalan raya Mejobo menjadi tempat sasaran empuk pencurian kendaraan para jamaah masjid. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Masjid Al Ridlo Jepang, Kecamatan Mejobo yang letaknya di pinggir jalan raya Mejobo menjadi tempat sasaran empuk pencurian kendaraan para jamaah masjid. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Terkait kejadian modus pencurian yang menimpa Samadi (60) muadzin Masjid Al Ridlo Jepang, Kecamatan Mejobo, penjaga masjid (Marbot) Kusmono mengatakan, dirinya akan mengusulkan pengadaan kamera pengintai atau CCTV di halaman parkir.

”Kami akan usulkan kamera pengintai di area masjid. Jadi disaat ada seseorang yang mencurigakan, maka wajahnya bisa diketahui. Sehingga memudahkan penangkapan,” katanya.

Pihaknya juga membenarkan kejadian modus pencurian saat salat asar kemarin Kamis (22/10/2015). Sehingga para pengurus masjid akan berkoordinasi untuk menyediakan fasilitas keamanan. Hal itu supaya para jamaah tenang disaat menjalankan ibadah di masjid ini.

”Berhubung masjid ini letaknya dekat jalan raya, Yakni Jalan Mejobo. Sehingga kewaspadaan setiap jamaah harus selalu ditingkatkan. Yakni dengan cara mengunci ganda kendaraan. Baik menggembok rem cakramnya atau menggunakan alarm,” paparnya.

Dia menambhakn, kejadian serupa juga pernah terjadi, ketika masjid ini belum di bangun sempurna. Yaitu sekitar tahun 2005-an. 10 tahun dalam keadaan aman, para pengurus masjid juga tidak menyangka di tahun ini bisa terulang kembali. Pihaknya menambahkan, yang terpenting setiap individu berkewajiban menjaga keamanan dengan meningkatkan kewaspadaan dimanapun berada. (EDY SUTRIYONO/TITIS W)

Niat Pamer, Motor Baru Muadzin Nyaris Dibawa Maling

Samadi warga Desa Jepang, Kecamatan Mejobo gembira karena motor barunya tidak jadi dicuri. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Samadi warga Desa Jepang, Kecamatan Mejobo gembira karena motor barunya tidak jadi dicuri. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Nasib nahas menimpa Samadi (60) warga Desa Jepang, Kecamatan Mejobo. Pria yang berprofesi sebagai muadzin di desanya yaitu di masjid Al Ridlo Jalan Suryo Kusumo RT 4, RW XII, tersebut pada Kamis kemarin (22/10/2015) motornya dirusak maling saat ditinggal jamaah salat asar.

”Biasanya kalau ke masjid selalu membawa motor Honda Grand. Namun kemarin, sebenarnya saya juga akan pamerin motor baru Beat hitam ini ke jamaah lainnya. Tapi disaat salat jamaah asar, malahan motor baru saya itu jadi incaran maling. Untungnya tidak jadi dimaling karena kami telah selesai salat,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Ia menjelaskan, maling yang tidak diketahui identitasnya tersebut nampak kebingungan, ketika mendapati para jamaah usai salat dan keluar masjid. Meski maling tersebut telah berhasil merusak kunci motor, namun motor tidak berhasil ikut dibawa kabur.

”Hanya kunci motor yang dirusak, tapi membuat motor saya tidak bisa menyala. Sehingga saya membawanya pulang menggunakan motor Samson roda tiga,” ujarnya.

Samadi menuturkan, motor beat hitam bernomor polisi K 5479 JR ini merupakan, hasil pembelian putrinya yang bekerja enam bulan di salah satu pabrik rokok besar di Kudus. Sehingga ia berkeinginan untuk memakai motor tersebut pergi ke masjid untuk menjalankan tugasnya sebagai muadzin. (EDY SUTRIYONO/TITIS W)

Indomaret di Kota Rembang Dibobol Kawanan Pencuri

Anggota kepolisian sedang memeriksa Indomart di Kota Rembang yang dibobol maling (Istimewa)

Anggota kepolisian sedang memeriksa Indomart di Kota Rembang yang dibobol maling. (Istimewa)

 

REMBANG – Ratusan rokok dan kosmetik serta susu bayi milik Indomaret di pertigaan Jalan Pantura, Desa Kabongan Lor, Kecamatan Rembang digasak kawanan pencuri, pada (Rabu (21/10/2015)dinihari.

Aksi pencurian dengan merusak gembok pintu depan ini diketahui kali pertama sekitar pukul 07.00 WIB oleh Yuli, salah satu karyawan Indomaret saat hendak membuka minimarket.”Saya tau gembok sudah rusak, dan rantai pintu depan sudah bekas dipotong, saya langsung melapor ke Polsek dan ke kantor,” ungkap Yuli.

Yuli mengaku tidak tahu pasti berapa total kerugian yang ditanggung Indomaret, karena masih menunggu tim audit dari kantornya.”Saya tidak tahu pasti berapa kerugiannya karena masih menunggu tim audit dari kantor. Yang hilang itu rokok, susu dan kosmetik,” ujarnya.

Supervisor Indomaret wilayah Rembang Wahyu Prabowo mengatakan, Indomart di kawasan pertigaan arah rumah sakit daerah itu sudah dua kali ini dibobol, hanya dalam selang waktu yang kurang dari setahun. Barang yang hilang akibat pembobolan kali ini, secara persis belum jelas.

”Untuk barang-barang yang digondol maling kali ini, kebanyakan produk rokok berbagai merek dan produk susu yang dipajang pada etalase, dekat kasir. Produk yang hilang sudah dijamin dengan asuransi. Namun kasus pencurian itu tetap perlu diungkap,” katanya.

Diduga, pelaku beraksi sekitar pukul 02.00 WIBhingga sebelum pukul 07.00 WIB. Namun, detail kronologinya akan dibantu oleh rekaman CCTV yang juga terpasang di bagian kasir. Sayangnya, CCTV itu hanya bisa dibuka oleh petugas lain, yang tidak ada di toko itu.

Pihak kepolisian sendiri masih memeriksa sejumlah saksi atas aksi pencurian tersebut. Kapolsek Rembang Kota AKP Urip Prihadi, mengaku belum menemukan titik terang atas aksi pencurian tersebut ”Kami masih melakukan pengembangan, termasuk memeriksa CCTV,” ungkapnya. (KHOLISTIONO)

Gara-gara Curi Pompa Petani, Sopir Truk Menikah di Tahanan

Ilustrasi

Ilustrasi

 

REMBANG – Lantaran terjerat kasus pencurian pompa air milik petani, seorang pemuda asal Desa Samaran, Kecamatan Pamotan terpaksa harus menikah di tahanan Kepolisian Resor Rembang, Kamis (1/10/2015) sore.

Kapolsek Pamotan, AKP Kisworo mengatakan, Khoir (22) yang sehari-hari bekerja sebagai sopir truk, ditangkap Polisi Sektor Pamotan karena kedapatan mencuri pompa air milik petani di sebuah sawah tepatnya di Desa Japerejo, Kecamatan Pamotan pada Agustus lalu.

”Pihak keluarga sudah koordinasi dengan kami untuk melangsungkan pernikahan di Polres, sehingga kami pun pro aktif membantu,” ungkapnya.

Kisworo menyebutkan, berdasarkan pemeriksaan, pelaku mencuri pompa air seharga Rp 1,5 juta, bersama dua orang lainnya yang hingga kini masih buron. Berdasarkan pengakuan, pelaku baru sekali mencuri. ”Ngakunya untuk foya-foya di warung kopi,” imbuhnya.

Khoir, yang menghuni tahanan sel Mapolres sejak Selasa (22/9/2015) lalu, tak kuasa menahan haru, saat penghulu dari Kantor Urusan Agama Rembang melaksanakan ijab kabul pernikahannya dengan Nur Aini (20), perempuan yang masih satu desa dengannya, sekitar pukul 15.00 WIB kemarin di musala Mapolres setempat.

Proses akad nikah dilakukan sederhana. Tanpa jamuan makan dan iring-iringan pengantin, hanya segelintir perwakilan keluarga mempelai laki-laki dan perempuan serta disaksikan sejumlah anggota polisi. Usai akad nikah yang berlangsung lancar, penghulu tak lupa menasehati Khoir agar bertobat dan tidak mengulangi perbuatannnya.

Atas perbuatannya, Khoir tidak bisa berkumpul dengan istrinya, karena langsung menghabiskan masa tahanan. Menurut Kapolsek, pemuda ini dijerat pasal 363 tentang tindak pencurian murni, dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. (TITIS W)

Maling Motor Ini Bohongi Anak di Bawah Umur

 

ersangka bersama barang bukti curat diamankan di Mapolsek Batealit Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

ersangka bersama barang bukti curat diamankan di Mapolsek Batealit Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Aparat dari Polsek Batealit Jepara berhasil menangkap pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) Prayoga Adi Syaputra. Tersangka melakukan aksi curat dengan korbannya berusia di bawah umur, Wisnu Wijayanto (15), warga Desa Plajan, Kecamatan Pakisaji, Jepara (sebelumnya diberitakan korban adalah cewek di bawah umur).

“Korban merupakan anak di bawah umur. Antara korban dan pelaku ketemu saat nonton orkes dangdut di Desa Bantrung,” kata Kapolsek Batealit AKP Hendro Astro kepada MuriaNewsCom.

Tersangka ternyata memiliki modus yang sama dari aksi yang dilakukan sebelumnya. Aksi pertama yang tertangkap, dia menggunakan modus membonceng anak di bawah umur setelah nonton orkes dangdut, kemudian membawa kabur motor tersebut.

Kasus pertama ditangani oleh Mapolsek Mayong. Pelaku dihukum tujuh bulan lantaran masih di bawah umur. Kemudian, modus serupa kembali dilakukan setelah sepekan keluar dari penjara. Kali ini, kasusnya ditangani Polsek Batealit lantaran tempat kejadian perkara (TKP) dilakukan di Desa Bawu, Kecamatan Batealit Jepara, pada Kamis malam Jumat (17/9/2015) kemarin.

Hendro menjelaskan, modus yang dilakukan pelaku, awalnya pelaku nonton orkes dangdut di Desa Bantrung, Kecamatan Batealit. Kemudian, pelaku kenalan dengan korban. Usai nonton orkes, pelaku membonceng korban yang masih anak di bawah umur.

“Kemudian pelaku berpura-pura membelikan bensin, dan membawa kabur motor tersebut. Sedangkan korban ditinggal di kawasan MTs N Bawu,” kata Hendro. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

Khusus Cewek! Jangan Lengah, Kejadian Ini Bisa Saja Menimpamu

Pelaku curat diinterogasi di Mapolsek Batealit Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Pelaku curat diinterogasi di Mapolsek Batealit Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Prayoga Adi Syaputra, residivis yang masih berusia 18 tahun ini harus berurusan dengan polisi untuk yang kedua kalinya. Padahal, baru sepekan dia keluar dari penjara. Gara-garanya persoalan yang sama, yakni kasus pencurian kendaraan bermotor.

Pemuda asal Mijen,Kabupaten Demak ini kembali beraksi di Jepara. Modus untuk memperdayai korbannya sama seperti yang dilakukan pada kasus pertama, yang akhirnya membuat dirinya dikurung di jeruji besi.

Awalnya, pelaku nonton orkes dangdut di Desa Bantrung, Kecamatan Batealit. Di situ, pelaku berkenalan dengan cewak yang masih di bawah umur. Setelah basa-basi, kemudian pelaku membonceng kendaraan calon korbannya tersebut.

“Kemudian pelaku berpura-pura membelikan bensin, dan membawa kabur motor tersebut. Sedangkan korban ditinggal di kawasan MTs N Bawu,” kata Hendro Astro, Kapolsek Batealit.

Pelaku kemudian membawa motor korban ke rumahnya di Mijen Demak. Motor merk honda beat tersebut plat nomor polisinya dibuang di Sungai Kanal Jepara. Beruntung, polisi langsung mengamankan pelaku. ”Pelaku dikenakan pasal 363 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara tujuh tahun,” imbuhnya.

Modus ini, katanya, sama persis ketika pelaku melakukan aksi sebelumnya. Untuk kasus pertama, katanya, ditangani oleh Mapolsek Mayong. Pada tersangkut kasus itu, pelaku dihukum tujuh bulan penjara lantaran masih dibawah umur.

Sedangkan untuk kasus serupa, untuk kedua kalinya ini, ditangani Polsek Batealit lantaran tempat kejadian perkara (TKP) dilakukan di Desa Bawu, Kecamatan Batealit Jepara. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Nekat Mencuri Uang Tetangga, Ini Alasan Sang Pelaku

Ahmad Angga Kumala Mawiyanto (22), pelaku pencurian uang di rumah milik Mujiyanto (67). (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

Ahmad Angga Kumala Mawiyanto (22), pelaku pencurian uang di rumah milik Mujiyanto (67). (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

 

REMBANG – Ahmad Angga Kumala Mawiyanto (22), pelaku pencurian uang di rumah milik Mujiyanto (67) mengungkap alasannya nekat melakukan aksinya. Korban yang bermukim di RT 02 RW 01 Desa Kemadu, Kecamatan Sulang, notebene merupakan tetangganya sendiri. Sebab sebelum bermukim di Desa Kadiwono, Kecamatan Bulu, tersangka merupakan warga asal RT 02 RW 01 Desa Kemadu.

Ketika MuriaNewsCom melontarkan pertanyaan kepada tersangka mengapa nekat mencuri, pelaku yang kesehariannya sebagai tukang kayu itu, mengaku terpaksa melakukannya. Dia mengaku kebingungan memenuhi angusuran hutangnya di bank, sebab batas akhir pembayarannya hanya tinggal besok, tepatnya Selasa (21/9/2015). Karena terdesak kebutuhan itu dan tidak memiliki uang, dia mengaku terpaksa mencuri uang milik Mujiyanto.

“Saya nekat mencuri karena banyak hutang di bank, sekarang saya masih punya tanggungan lima kali angusaran. Satu kali angsurannya bayarnya Rp950 ribu. Apalagi, saya sudah telat tiga bulan dan besok (22/9/2105) sudah jatuh tempo, uang hasil bekerja sebagai tukang kayu tidak mencukupi untuk membayar angsuran itu, karena kebutuhan juga banyak,” ujar Ahmad Angga Kumala Mawiyanto, Senin (21/9/2015).

Dia mengaku nekat mencuri di rumah Mujiyanto karena telah mengetahui bahwa korban merupakan orang berduit. Angga mengaku menyesal atas aksi kejahatannya tersebut, dia tidak menyatakan belum ada keluarganya yang mengetahui jika dirinya berurusan dengan aparat kepolisian karena mencuri.

“Saya asli Kemadu, jadi tahu kalau Pak Mujiyanto itu orang kaya, dulu kan tetangga saya. Kebutuhan banyak, uang tidak mencukupi, jadi saya nekat mencuri. Sebenarnya saya juga kasihan dengan anak dan istri atas kejadian ini, tapi mau gimana lagi, semua sudah terjadi. Kalau rumah tangga tidak ada masalah, hanya soal hutang, terus saya mencuri, hutang teman Rp5 juta, lalu saya pinjam bank RP10 juta, Rp5 juta untuk bayar teman tadi, Rp5 juta untuk modal usaha namun akhirnya bangkrut,” kata Ahmad Angga Kumala Mawiyanto. (AHMAD FERI/KHOLISTIONO)

Sempat Duel dengan Korban, Seorang Pencuri Akhirnya Tertangkap Setelah Dikepung Warga di Kebun Tebu

AKP Muhammad Mansur, Kapolsek Sulang ketika mengintrogasi pelaku pencurian, Ahmad Angga Kumala Mawiyanto (22) di Mapolsek setempat, Senin (21/9/2015) siang. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

AKP Muhammad Mansur, Kapolsek Sulang ketika mengintrogasi pelaku pencurian, Ahmad Angga Kumala Mawiyanto (22) di Mapolsek setempat, Senin (21/9/2015) siang. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

 

REMBANG – Seorang pencuri tertangkap saat melakukan aksi kejahatannya pada Senin (21/9/2015) pagi sekitar pukul 07.30 WIB. Tersangka diketahui bernama Ahmad Angga Kumala Mawiyanto (22) asli warga RT 01 RW 01 Desa Kemadu,Kecamatan Sulang. Namun, kini berdomisili di Desa Kadiwono Kecamatan Bulu setelah menikah.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, tersangka sempat berhasil membawa kabur uang sebesar Rp14.750.000 milik Mujiyanto (67), warga RT 02 RW 01 Desa Kemadu, Kecamatan Sulang. Korban merupakan tetangga tersangka.

Saat dikonfirmasi, AKP Muhammad Mansyur, Kapolsek Sulang membenarkan pencurian disertai kekerasan (Curas) tersebut. Menurutnya ,pelaku juga sempat berkelahi dengan korban dan melarikan diri. Namun pelaku akhirnya menyerahkan uang hasil curiannya setelah kerumunan massa mengepung kebun tebu yang dia gunakan untuk bersembunyi.

“Akibat perkelahian itu, korban mengalami luka memar di pipi kiri, hidung lecet dan kaki kiri terkilir. Pelaku memang sempat menyerahkan uang sebesar Rp11.750.000 kepada korban dengan tujuan berdamai. Kami pun datang ke lokasi untuk mengamankan pelaku dan olah TKP, namun ketika kita periksa di kantor ternyata pelaku masih menyimpan uang Rp3 juta di celana dalam,” ujar AKP Muhammad Mansur kepada MuriaNewsCom, Senin (21/9/2015).

Kapolsek mengungkapkan, bahwa kondisi rumah korban pada saat itu sepi, karena yang bersangkutan sedang mandi. Pelaku sempat mencongkel lemari korban, namun tidak membuah hasil. Namun uang korban di tas yang ditaruh di bawah tempat tidur mau dibawa kabur. Akhirnya aksi pelaku diketahui, ketika korban selesai mandi dan memergoki pelaku di dalam kamar.

“Saat kejadian pintu depan rumah korban dalam keadaan terbuka, kemungkinan pelaku masuk lewat depan dan langsung menuju kamar. Kami masih melakukan penyidikan mendalam terkait kasus ini. Kami mengimbau kepada masyarakat agar senantiasa berhat-hati dan waspada terhadap aksi pencurian, tidak hanya saat malam hari, namun saat pagi hari seperti kejadian ini juga harus menjadi perhatian masyarakat,” kata AKP Muhammad Mansur. (AHMAD FERI/KHOLISTIONO)

Parah! Baru Sepekan Keluar dari Penjara, ABG Ini Nekat Maling Sepeda Motor dan Kembali Berurusan dengan Polisi

Tersangka bersama barang bukti curat diamankan di Mapolsek Batealit Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Tersangka bersama barang bukti curat diamankan di Mapolsek Batealit Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Baru sepekan keluar dari rumah tahanan, seorang residivis curat kembali beraksi. Lagi-lagi, berkat aksinya, dia harus berurusan dengan polisi. Aparat Polsek Batealit menangkap residivis tersebut, setelah diketahui membawa sepeda motor milik seorang gadis di Batealit Jepara.

Tersangka curat ini merupakan warga Mijen, Kabupaten Demak. Dia adalah Prayoga Adi Saputra (18). Dia sebelumnya ditahan selama tujuh bulan dengan kasus yang sama, dengan lokasi kejadian perkara di Desa Rajekwesi, Kecamatan Mayong, Jepara.

“Tersangka ini baru keluar sekitar seminggu, tapi kembali beraksi pada Kamis malam,” ujar Kapolsek Batealit Jepara, AKP Hendro Astro saat gelar perkara di Mapolsek Batealit, Senin (21/9/2015).

Menurutnya, dia ditangkap setelah pihaknya menerima laporan dari korban dan rekan korban. Lantaran rekan korban ada yang mengenal tersangka, pihaknya dengan mudah menangkap tersangka.

Dia menambahkan, kasus sebelumnya ditangani Polsek Mayong. Tersangka hanya dapatkan hukuman tujuh bulan penjara, karena sebelumnya masih kategori anak di bawah umur. Tapi kali ini, tersangka diancam hukuman maksimal tujuh tahun penjara karena sudah berusia 18 tahun.

“Tersangka dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara,” imbuhnya. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Begini Cara Maling Bobol Alfamart Godong Grobogan

Ilustrasi

Ilustrasi

 

GROBOGAN – Aksi pencurian terjadi di Alfamart yang ada di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Grobogan, Jumat (28/8) dini hari.
Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Agung Ariyanto ketika dikonfirmasi membenarkan informasi adanya tindakan pencurian di toko modern tersebut.

Dari penyelidikan polisi, kawan pencuri masuk ke dalam toko dengan cara membobol tembok bagian belakang.

“Pelaku pencurian ini adalah jaringan profesional dan sangat berpengalaman. Sebab, cara masuk ke lokasi bisa dibilang dilakukan dengan rapi,” katanya pada wartawan.

Dijelaskan, sebelum membobol, pelaku lebih dulu mencari titik tembok yang mudah dilalui. Hal itu dibuktikan dengan adanya tiga titik bekas pukulan palu besar di tembok belakang.

Setelah pelaku menemukan titiknya, tembok tersebut kemudian dibor. Setelah dibor, pelaku memperbesar lubang tembok dengan linggis atau palu besar agar bisa dilalui orang. Modus pelaku itu diketahui setelah petugas menemukan mata bor yang tertinggal di dekat lokasi.

Begitu berhasil masuk ke dalam toko, pelaku dapat leluasa menggasak barang yang ada di dalamnya. Sebab, sebelumnya, pelaku sudah menutup kamera cctv dengan lakban. Akibat pencurian ini, total kerugian diperkirakan mencapai Rp 80 juta.

“Saat ini, kami sudah mengamankan beberapa barang bukti yang ditemukan dilokasi. Kami juga masih memintai keterangan dari sejumlah saksi kejadian tersebut,” imbuhnya. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

Alfamart Godong Grobogan Dibobol Kawanan Maling

Ilustrasi

Ilustrasi

 

GROBOGAN – Aksi pencurian terjadi di Alfamart yang ada di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Grobogan, Jumat (28/8) dini hari.
Dalam aksinya ini, kawanan penjahat berhasil menggasak uang tunai dan sejumlah barang di dalam toko modern yang berlokasi di pinggir jalan raya Purwodadi- Semarang itu.

Pencurian baru diketahui pagi harinya saat karyawan Alfamart membuka toko. Saat itu mereka mendapati kondisi di dalam toko banyak barang berserakan. Setelah diperiksa, banyak barang hilang. Selanjutnya, peristiwa itu dilaporkan pada pihak kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Agung Ariyanto ketika dikonfirmasi membenarkan informasi adanya tindakan pencurian di toko modern tersebut.

“Pelaku leluasa menggasak barang yang ada di dalam Alfamart. Sebab, sebelumnya, pelaku sudah menutup kamera cctv dengan lakban. Akibat pencurian ini, total kerugian diperkirakan mencapai Rp 80 juta,” kata Agung. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

Duh, Yamaha Vixion Hilang Saat Ditinggal Salat

Ilustrasi

Ilustrasi

JEPARA – Motor Yamaha Vixion milik Sulaiman Shobirin yang masih baru dan belum berplat nomor hilang di halaman masjid Baiturrohman di Kelurahan Karangkebagusan, Kecamatan Jepara Kota. Hilangnya sepeda motor tersebut ketika ditinggal salat magrib berjamaah, Rabu (19/8/2015).

Peristiwa ini bermula ketika sepeda motor korban diparkir sebelum masuk ke dalam masjid. Namun, usai menjalankan salat magrib berjamaah, korban bermaksud hendak pulang. Namun setibanya di halaman masjid, sepeda motor sudah tidak ada di halaman masjid.

”Dari pengakuan korban, sepeda motornya diparkir dan sudah dikunci stang,” kata salah seorang jamaah salat lain yang juga warga sekitar masjid, Zuniar Faiz.
Sementara itu, salah seorang saksi yakni Tyas mengaku melihat sepeda motor Vixion berwarna putih merah dibawa kabur oleh seorang laki laki, dengan ciri ciri postur tubuh berbadan gemuk serta mengenakan baju warna merah.

”Kejadian itu sekitar pukul 18.15 WIB, pelakunya tidak sendirian, sebelumnya dia bersama seorang temannya mengendarai mobil pick up warna putih, tau ada pencuri kemudian saya lapor kakak saya. Namun motor keburu distarter dan pelaku kabur,” ungkap gadis yang masih duduk di bangku kelas 1 Mts itu.

Lantaran sepeda motor tak kunjung diketahui keberadaannya, korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Jepara Kota. Atas kejadian tersebut Shobirin yang kehilangan sepeda motor kesayangannya itu menderita kerugian lebih dari Rp 20 juta. Kini pihak kepolisian sedang mendalami kasus pencurian tersebut dan meminta informasi kepada para saksi. (WAHYU KZ/TITIS W)