Kaca Mobil Dipecah, Uang Ratusan Juta Milik Warga Bulumanis Pati Melayang

Petugas kepolisian melakukan olah TKP, sesaat setelah mobil Innova digembosi dan dibobol pelaku pencurian dengan pemberatan di kawasan Jalan Raya Pati-Kayen, Desa Panjunan, Pati, Selasa (24/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Petugas kepolisian melakukan olah TKP, sesaat setelah mobil Innova digembosi dan dibobol pelaku pencurian dengan pemberatan di kawasan Jalan Raya Pati-Kayen, Desa Panjunan, Pati, Selasa (24/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sunoto (50), warga Desa Bulumanis, Kecamatan Margoyoso, Pati kehilangan uang Rp 160 juta yang ditaruh dalam mobil Innova saat diparkir di Jalan Raya Pati-Kayen, Dukuh Ngeluk, Desa Panjunan, Pati, Selasa (24/1/2017).

Modusnya, pelaku menggembosi ban mobil dan memecahkan kaca mobil korban. Pelaku diduga sudah mengincar korban saat mencairkan uang di Bank Danamon Pati.

Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo mengatakan, korban sedang makan siang di warung makan milik Ibu Tukul dan memarkirkan kendaraan Innova bernopol K 8749 AH di tepi jalan. Korban yang sedang makan siang tidak memperhatikan mobil yang diparkir di pinggiran jalan.

Padahal, uang Rp 160 juta yang dicairkan dari Bank Danamon Pati ditaruh dalam tas dan ditinggal di mobil. “Lima belas menit setelah korban makan, baru diketahui ban mobil bagian belakang mengalami bocor. Sedangkan kaca mobil bagian kiri pecah dan tas yang berisi uang sudah raib,” ungkap AKBP Wibowo.

Selanjutnya, korban menghubungi polisi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah petugas yang datang melakukan pengumpulan data, termasuk olah sidik jari untuk melacak pelaku. Polisi berharap, pelaku bisa segera dideteksi dan ditangkap.

Untuk mengantisipasi terjadi tindak kejahatan, dia mengimbau kepada warga untuk memberikan pengaman mobil seperti alarm. Setidaknya, langkah antisipasi bisa menghambat pelaku saat melancarkan aksinya.

Editor : Kholistiono

Awas, Curi Kayu Bisa Dipidana 5 Tahun Penjara

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Pati – Pelaku pencurian kayu jati di wilayah Resor Pemangkuan hHutan (RPH) Bulungan, Pati, bisa diancam dengan ancaman hukuman berat.

Pelaku yang diketahui berinisial YD (45), warga Desa Kalikalong, Kecamatan Tayu, Pati, terancam dengan pidana lima tahun penjara. Ia dijerat dengan pasal 12 juncto pasal 83 Undang-Undang Tahun 2013 tentang Illegal Logging.

Sementara itu, satu rekannya berinisial SL (35) dibebaskan dari tuntutan lantaran terkena gangguan jiwa. Satu pelaku lainnya yang namanya sudah dikantongi petugas masih buron.
Dalam menjalankan aksinya, Wakil Administratur Perhutani KPH Pati Agus Ridwan mengatakan, ketiga orang tersebut punya peran masing-masing. YD dan satu pelaku yang belum tertangkap bertugas menebang kayu.

SL yang diketahui mengidap gangguan jiwa, bertugas melangsir batang kayu yang sudah ditebang. ”Kedua pelaku sudah kami amankan. Satu pelaku kami lepas karena terkena gangguan jiwa,” kata Agus, Kamis (14/4/2016).

Pihaknya juga mengamankan tiga batang kayu jati dan dua gergaji potong dari hasil pengkapan pelaku. Satu batang kayu yang diamankan berdiameter 19 sentimeter (cm) dengan panjang 160 cm, kayu berdiameter 16 cm dengan panjang 220 cm, dan satu batang lainnya berdiameter 16 cm dengan panjang 210 cm.

”Dua jenis barang bukti dan pelaku sudah diamankan di Mapolres Pati. Mereka tengah disidik dan menjalani proses hukum. Keputusannya nanti menunggu putusan Pengadilan Negeri,” pungkasnya.

Editor: Merie

Pelaku Curanmor Pati Hobi Curi Motor Matik di Masjid

Puluhan sepeda motor hasil curian diamankan di Mapolres Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Puluhan sepeda motor hasil curian diamankan di Mapolres Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho mengatakan bila ada dua hal paling menonjol terkait dengan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Pati pada awal tahun 2016. Salah satunya, tindak pidana pencurian sepeda motor.

Pada Januari saja, sedikitnya ada 24 sepeda motor dari berbagai merek yang diamankan di Mapolres Pati. Dari 24 sepeda motor tersebut, rata-rata sepeda motor jenis matik yang paling rawan digasak maling.

“Secara garis besar situasi kamtibmas di Pati sudah aman dan kondusif. Cuma, ada salah kasus yang menonjol, antara lain kasus pencurian sepeda motor,” ujar Setijo kepada MuriaNewsCom, Sabtu (27/2/2016).

Karena itu, ia mengimbau kepada warga Pati untuk selalu waspada dalam memarkirkan sepeda motornya, terutama saat berada di pasar dan tempat ibadah seperti masjid dan musala. Karena, kedua lokasi itu menjadi target empuk bagi maling untuk melancarkan aksinya.

“Awal tahun ini memang tindak pidana diwarnai dari pencurian sepeda motor. Kami imbau supaya warga selalu waspada menjaga sepeda motornya. Jenis sepeda motor yang sering dimaling adalah matik, sedangkan lokasi paling rawan adalah pasar dan masjid atau musala karena di sanalah biasanya pengguna lengah,” tukasnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :
Waspada! Masjid Kini Jadi Sasaran Empuk Pelaku Curanmor 

Baru 1,5 Bulan Keluar, Dua Residivis Curanmor Ini Harus Mendekam Lagi di Sel 

Maling Ini Rebutan Ayam Jago dengan Pemilik Rumah Sebelum Diciduk Polisi Pati

http://www.murianews.com/2016/02/16/71798/akhirnya-spesialis-pencuri-ayam-asal-sidoharjo-pati-dibekuk-polisi.html

http://www.murianews.com/2016/02/16/71798/akhirnya-spesialis-pencuri-ayam-asal-sidoharjo-pati-dibekuk-polisi.html

 

MuriaNewsCom, Pati – Seorang warga Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil, Pati, bernama Ngatmi (59) benar-benar terkejut ketika seorang maling mencoba mencuri ayam miliknya di kandang sapi, Selasa (16/2/2016) sekitar pukul 04.00 WIB.

Awalnya, Ngatmi mendengar ayamnya bersuara gaduh tidak seperti biasanya. Setelah melihat bagian kandang sapi, ternyata seorang maling berupaya mencuri ayam miliknya.

Bukannya takut, Ngatmi justru terlibat saling rebut ayam dengan si maling. Merasa dirinya terancam, sang maling pun lari terbirit-birit dan meninggalkan sepeda motornya yang diparkir di garasi truk depan rumah.

“Maling berinisial JW berusia 30 tahun yang merupakan warga Desa Sidoharjo RT 2 RW 3, Wedarijaksa merasa terancam kalau ada massa yang datang, karena terlibat saling rebut ayam dengan pemilik rumah. Akhirnya dia melarikan diri dan meninggalkan sepeda motornya,” ujar Kapolsek Wedarijaksa AKP Sulistyaningrum kepada MuriaNewsCom.

Setelah korban pencurian melaporkan ke Polsek Wedarijaksa, akhirnya sang maling berhasil ditangkap hanya dalam hitungan jam. Alat bukti berupa dua ekor ayam jago dan sepeda motor milik pelaku pun diamankan di Mapolsek Wedarijaksa.

“Dari pengakuan pelaku, dia pernah mencuri sebanyak 12 kali dengan rincian mencuri ayam sebanyak sembilan kali, sandal satu kali, mencuri ikan di tempat pelelangan ikan (TPI) sekali, dan mencuri HP di daerah Sumatera satu kali,” tambahnya.

Saat ini, kasus tersebut sudah ditangani Unit Reserse dan Kriminal Polsek Wedarijaksa. Kerugian yang dialami korban ditaksir sekitar Rp 100 ribu.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : Akhirnya, Spesialis Pencuri Ayam Asal Sidoharjo Pati Dibekuk Polisi

Akhirnya, Spesialis Pencuri Ayam Asal Sidoharjo Pati Dibekuk Polisi

Petugas Polsek Juwana mengamankan barang bukti sepeda motor yang digunakan mencuri JW. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Petugas Polsek Juwana mengamankan barang bukti sepeda motor yang digunakan mencuri JW. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Spesialis pencuri ayam berisial JW (30) asal Desa Sidoharjo, RT 2 RW 3, Kecamatan Wedarijaksa, Pati berhasil dibekuk jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Wedarijaksa, Selasa (16/2/2016).

JW dibekuk, setelah mencuri ayam milik Ngatmi (59) di Desa Pesucen, RT 1 RW 1, Kecamatan Trangkil.

”Pelaku kami tangkap, setelah adanya laporan dari masyarakat Desa Pasucen kepada kami sekitar pukul 06.00 WIB. Pelaku sendiri melancarkan aksi mencuri ayam sekitar pukul 04.00 WIB menjelang Subuh,” ujar Kapolsek Wedarijaksa AKP Sulistyaningrum kepada MuriaNewsCom.

Tak butuh waktu lama, petugas kepolisian berhasil melacak keberadaan maling dan langsung ditangkap di rumahnya hari ini juga.

”Sepeda motor yang digunakan pelaku tertinggal di rumah korban, karena maling buru-buru melarikan diri saat kepergok penghuni rumah. Dari situ, kami langsung melakukan pelacakan dan pelaku berhasil kami tangkap di rumah sendiri,” tambahnya.

Dari penangkapan itu, polisi mengamankan sejumlah barang bukti seperti ayam jago sebanyak dua ekor dan sepeda motor Yamaha Vega R dengan nomor polisi B 3032 TPW yang digunakan alat transportasi dalam melakukan aksi pencurian.

Editor : Titis Ayu Winarni

Rumah Sering Ditinggal, Harta Guru di Pati Ini Dikuras Maling

Pencurian

Pencurian

 

MuriaNewsCom, Pati – Rumah milik pasangan suami istri asal Dukuh Glagah, RT 7 RW 3, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Winong yang merupakan guru SMPN 7 Pati dan SMPN 1 Winong dibobol maling. Harta berupa uang dan perhiasan emas senilai Rp 78,5 juta pun dikuras habis.

Baca juga : Emas Senilai Puluhan Juta Rupiah Milik Guru SMP 7 Pati Dicuri Maling

Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho melalui Kapolsek Winong AKP Puji Raharjo kepada MuriaNewsCom, Rabu (10/2/2016) mengatakan, rumah kedua guru tersebut memang setiap hari ditinggal untuk mengajar mulai dari pagi hingga sore hari.

”Rumah itu sering kosong dari pagi hingga sore. Maklum, keduanya berprofesi sebagai guru sehingga rumah sering dalam keadaan kosong karena ditinggal mengajar,” tuturnya.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), pelaku masuk ke kamar korban melalui jendela dengan cara dicongkel. Selain itu, maling juga masuk melalui angin-angin atas jendela yang sudah dalam keadaan terbuka.

”Ada beberapa bekas congkelan pada bagian jendela. Saat ini, kami masih melakukan penyelidikan, termasuk mengumpulkan bekas sidik jari untuk memburu maling yang sudah meresahkan masyarakat,” tambahnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Emas Senilai Puluhan Juta Rupiah Milik Guru SMP 7 Pati Dicuri Maling

Polisi melakukan olah TKP di bagian jendela yang dicongkel maling. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Polisi melakukan olah TKP di bagian jendela yang dicongkel maling. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Perhiasan emas segala jenis seberat 130 gram milik Siti Badrina, warga Dukuh Glagah, RT 7 RW 3, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Winong, Pati dicuri maling, Selasa (9/2/2016) menjelang magrib.

Perhiasan emas senilai Rp 58,5 juta itu raib beserta uang Rp 20 juta yang disimpan pada keranjang plastik di dalam kamar korban.

”Korban merupakan guru SMPN 7 Pati. Saat pulang dari mengajar di sekolah, korban masuk kamar dan kaget melihat gorden jendela kamarnya sudah dalam keadaan terbuka,” ujar Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho melalui Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo kepada MuriaNewsCom, Rabu (10/2/2016).

Firasat buruk langsung menghampiri korban. Sontak, korban mengecek keranjang plastik warna merah muda yang digunakan untuk menyimpan uang dan perhiasan emas.

”Setelah dicek ternyata benar. Kedua harta korban yang jumlahnya mencapai Rp 78,5 juta itu sudah raib,” tuturnya.

Saat ini, pihak kepolisian tengah mendalami kasus itu untuk pengembangan lebih lanjut. ”Korban sudah melapor kepada petugas kepolisian setempat. Kami akan dalami terlebih dahulu untuk pengembangan selanjutnya,” pungkasnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Sepeda Motor Kamu Hilang? Cek di Polres Pati

Sepeda motor hasil curian diamankan di Mapolres Pati sebagai barang bukti dan bisa diambil pemiliknya dengan syarat khusus. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sepeda motor hasil curian diamankan di Mapolres Pati sebagai barang bukti dan bisa diambil pemiliknya dengan syarat khusus. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Polres Pati berhasil mengamankan 24 sepeda motor hasil pencurian yang dilakukan dua kawanan maling asal Desa Bulumanis, Kecamatan Margoyoso dan Desa Pondohan, Kecamatan Tayu, Pati.

Ke-24 sepeda motor tersebut beragam merek, mulai dari Honda Vario, Beat, Scoopy, hingga Suzuki Satria F. Masyarakat yang merasa kehilangan sepeda motor diminta untuk melakukan pengecekan di Mapolres Pati.

“Masyarakat yang merasa kehilangan sepeda motor, silakan bisa langsung dicek di Mapolres Pati bertemu pada bagian Sat Reskrim. Mungkin kalau nomor rangka, nomor mesin sudah rusak tetapi pemilik yakin itu motornya bisa dibawa pulang dengan syarat khusus,” kata Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho, Jumat (22/1/2016).

Ia menambahkan, pengambilan sepeda motor itu hanya sebatas sebagai pinjam pakai. Karena, sepeda motor tersebut akan dihadirkan dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Pati.

“Silakan ajukan permohonan pinjam pakai, karena sepeda motor itu digunakan sebagai barang bukti untuk mengadili kawanan pencuri itu di Pengadilan Negeri nantinya. Ada perjanjiannya dan salah satu syaratnya, bisa menunjukkan BPKB,” tuturnya.

Saat ini, sudah ada satu orang yang sudah mengambil sepeda motornya di Mapolres Pati karena hilang dicuri kawanan maling. Salah satunya, Masduri yang merupakan warga Desa Jetak, Kecamatan Wedarijaksa.

Editor : Akrom Hazami

Kata Maling, Lokasi Ini jadi Favorit Curi Sepeda Motor di Pati

Kawanan pencuri asal Pati mempraktikkan saat melancarkan aksinya mencuri sepeda motor. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kawanan pencuri asal Pati mempraktikkan saat melancarkan aksinya mencuri sepeda motor. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Tak semua tempat jadi sasaran empuk bagi maling untuk mencuri sepeda motor. Ada tempat-tempat yang dijadikan lokasi favorit bagi maling untuk menjalankan aksinya.

Seorang berinisial S yang merupakan warga Desa Bulumanis, Kecamatan Margoyoso kepada MuriaNewsCom, Jumat (22/1/2016) mengaku lokasi yang biasa dijadikan sasaran untuk mencuri sepeda motor, antara lain pasar dan masjid.

Di tempat tersebut, kata dia, biasanya banyak pemilik kendaraan yang lengah. Terutama di masjid atau musala, pemilik kendaraan biasanya tengah salat. Di saat mereka salat itulah, maling memanfaatkan kesempatan itu untuk membobol kunci sepeda motor dan membawanya lari.

“Kalau memang ada sepeda motor yang diparkir di depan rumah, tapi tidak dikunci itu juga menjadi kesempatan bagi kami untuk mencuri. Kalau sepeda motor dikunci tetapi rumah tampak sepi, kami juga bisa mencurinya. Kami memanfaatkan pemilik kendaraan yang lengah,” ucap S saat digelandang di Mapolres Pati akibat terlibat kasus pencurian motor.

Karena itu, Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan menjaga barang-barang berharga, termasuk sepeda motor. “Kewaspadaan itu perlu, karena pencuri selalu memanfaatkan momen saat pemilik barang lengah,” tandasnya.

Editor : Akrom Hazami

Reporter : Lismanto

2 Pencuri 24 Sepeda Motor di Pati Ditangkap

Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho menunjukkan barang bukti yang digunakan maling untuk mencuri sepeda motor. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho menunjukkan barang bukti yang digunakan maling untuk mencuri sepeda motor. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Polres Pati membekuk dua maling yang sudah mencuri 24 sepeda motor dari berbagai merek. Mereka ditangkap, setelah polisi mengembangkan kasus dari penangkapan yang dilakukan kepada penadah.

Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho kepada MuriaNewsCom, Jumat (22/1/2016) mengatakan, Sugiyanto salah satu penadah yang merupakan warga Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, Pati, ditangkap pada 29 Desember 2015 karena sudah membeli barang curian berupa sepeda motor merek Honda Scoopy seharga Rp 3 juta.

“Dari hasil pengembangan yang kami lakukan, kemudian kami menangkap Supeno yang merupakan warga Desa Bulumanis Kidul, Kecamatan Margoyoso. Dari keterangan Supeno, dia mengaku tidak mencuri sendirian tetapi dengan temannya,” tutur Setijo.

Dari penangkapan Supeno, polisi memburu kawannya bernama Supangat, warga Desa Pondohan, Kecamatan Tayu yang bersama-sama dengan Supeno melakukan pencurian. “Dari Penangkapan ketiganya, akhirnya kami juga menangkap Wagiman yang merupakan warga Desa Karaban, Kecamatan Gabus. Dia sebagai penadah, “ imbuhnya.

Dari hasil penangkapan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa 24 sepeda motor berbagai merek, satu set kunci leter T yang terbuat dari besi bekas obeng, satu buah linggis kecil terbuat dari besi dengan panjang 25 cm, satu buah HP Nokia model X2-02 warna hitam dan dua buah pisau gerinda.

Atas perbuatannya, kedua maling terancam dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Sementara itu, kedua penadah dijerat dengan Pasal 480 KUHP tentang penadah.

Editor : Akrom Hazami

Lupa Kunci Pintu Pagar, Satu Sepeda Motor di Desa Ngarus Pati Raib Dicuri Maling

Petugas Polres Pati tengah melakukan identifikasi di rumah korban pencurian. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Petugas Polres Pati tengah melakukan identifikasi di rumah korban pencurian. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Satu sepeda motor Yamaha Mio bernomor polisi K 2217 PS hilang setelah dicuri maling pada Kamis (7/1/2016) dini hari. Sepeda motor tersebut milik Murthono Lathif, warga Desa Ngarus, Kecamatan Pati Kota.

Kabag Ops Polres Pati AKP Sundoyo mengatakan, saat itu, korban berada di rumah sekitar pukul 22.00 WIB. Saat hendak tidur, korban lupa mengunci semua pintu pagar dan rumah. Sementara itu, sepeda motor miliknya di parkir di garasi samping rumah tanpa pintu garasi.

Saat sang istri bangun pada pukul 05.00 WIB dan membuka jendela samping ruang keluarga, ternyata sepeda motor yang semula di parkir sudah hilang. Lantas, korban bersama sang istri mengecek semua pintu pagar rumah memang tidak dalam keadaan terkunci.

”Setelah kami identifikasi, kami menemukan telapak kaki orang di depan tembok pembatas dekat pagar pintu rumah. Sedangkan pintu pagar rumah dan jendela, semuanya tidak ada yang rusak,” kata Kabag Ops Polres Pati AKP Sundoyo kepada MuriaNewsCom, Jumat (8/1/2016).

Ia mengatakan, pihaknya tengah melakukan penyelidikan lebih intensif untuk menemukan pelaku pencurian. ”Kami berupaya untuk mengejar pencuri yang sudah meresahkan warga. Saat ini, kami tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut,” tuturnya.

Atas pencurian itu, korban mengalami kerugian material sebesar Rp 4 juta. ”Kami berharap agar masyarakat bisa lebih hati-hati dan waspada setiap akan tidur. Jangan lupa kunci semua pintu rumah dan pagar untuk mengantisipasi agar tidak terjadi hal serupa,” tukasnya. (LISMANTO/TITIS W)

Begini Aksi Pencuri Sengon di Pati di Depan Polisi

etugas Polres Pati menunjukkan kayu sengon hasil pembalakan liar yang diamankan di Mapolres Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

etugas Polres Pati menunjukkan kayu sengon hasil pembalakan liar yang diamankan di Mapolres Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Jajaran Polres Pati kembali menangkap pencuri kayu milik negara di wilayah Pati. Setelah sebelumnya pencuri kayu jati ditangkap di Kecamatan Jaken, kali ini Polres Pati menangkap pencuri kayu sengon di wilayah Desa Pakis, Kecamatan Tayu.

“Sedikitnya ada 8 meter kubik kayu yang kami amankan, dengan masing-masing diameter 10 sampai 20 cm. Kasus illegal logging saat ini di Pati memang marak. Padahal itu aset negara yang tidak bisa dimiliki individu,” ujar Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho kepada MuriaNewsCom, Selasa (8/12/2015).

Dari pencurian tersebut, negara mengalami kerugian ditaksir mencapai Rp 7 juta. Karena itu, pelaku terancam dikenakan Pasal 83 ayat 1 UU Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

“Mereka terancam mendapatkan hukuman pidana penjara paling rendah satu tahun dan selama-lamanya lima tahun atau denda maksimal Rp 500 juta,” imbuhnya.

Ia menambahkan, pihaknya saat ini gencar melakukan operasi terhadap pelaku penjarahan kayu hutan Selain berpotensi merugikan negara dalam jumlah yang tidak sedikit, juga merusak lingkungan yang membahayakan bagi keberlangsungan hidup di sekitarnya.

“Tindakan pembalakan liar itu berbahaya. Selain merugikan negara, pembalakan liar bisa membahayakan lingkungan dan kehidupan. Kami akan gencar untuk mengantisipasi hal itu,” ungkapnya. (LISMANTO/AKROM HAZAMI)