Pencuri Uang Ringgit di Mejobo Kudus jadi Buronan

Barang bukti pelaku ditunjukkan saat di Mapolres Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Barang bukti pelaku ditunjukkan saat di Mapolres Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Dua orang pencuri mata uang Malaysia, Ringgit, di Desa Tenggeles, Kecamatan Mejobo, Kudus, masih buron.

Mereka bersama dua temannya yang sudah diringkus Polres Kudus, telah menggasak Rp 7,5 juta dan 600 Ringgit.

KBO Reskrim Polres Kudus Ipda Heri Purwanto mengungkapkan, kedua pelaku yang masih buron adalah SD (35) asal Jakarta yang sekaligus sebagai otak pencurian. Sedangkan SB (35) asal Desa Panjang Kecamatan, Bae, Kudus yang juga sebagai pelaku.

“Keduanya masih kita buru, saat ini kita sudah mengantongi identitas pelaku yang masih buron,” ujarnya.

Pelaku yang sudah tertangkap, Kasmadi (41) warga Kecamatan Karanganyar, Demak; dan Yuli Purwanto (42) warga Desa Panjang, Kecamatan Bae, Kudus.

Korban adalah Roy Tamtama (39) Desa Tenggeles, Kecamatan Mejobo, Kudus, seorang karyawan swasta. Korban kaget saat seluruh isi rumahnya acak acakan dengan jendela yang sudah dijebol.

Dari keterangan pelaku yang tertangkap kepada polisi, kejadian tersebut bermula dari ajakan SD di rumah kontrakan di Desa Panjang. Mereka berempat merencanakan sebuah perampokan. Namun belum menentukan sasaran melainkan hanya berkeliling dengan mobil rental.

“Setelah berkeliling, akhirnya mereka menemukan satu rumah sebagai sasaran. Kemudian mereka merancang pencurian yang dilakukan dengan matang sebelum melakukan aksi,” ujarnya.

Dari tangan pelaku, polisi menyita satu buah senjata tajam yang dibawa pelaku saat operasi kemudian sebuah mobil rental jenis Toyota Avanza nopol K 8800 NT warna putih yang juga digunakan operasi, satu buah kunci T dan uang sisa curian satu ringgit.

Editor : Akrom Hazami

Sembunyi di Solo, Komplotan Pencuri di Kudus Ini Diringkus

Polisi meminta keterangan pencuri di Mapolres Kudus usai pelariannya terendus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Polisi meminta keterangan pencuri di Mapolres Kudus usai pelariannya terendus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus  –  Komplotan pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) di Kudus, diringkus polisi, 25 Desember 2015  lalu. Meski sempat kabur ke Solo, namun polisi berhasil menangkapnya.

KBO Reskrim Polres Kudus Ipda Heri Purwanto mengatakan, dari aksi yang dilakukan pelaku pada Senin 5 Oktober 2015 lalu, komplotan berhasil menggasak uang tunai Rp 7,5 juta dan uang Ringgit Malaysia sejumlah 600 Ringgit.

“Kejadian pencurian pada pukul 03.30 WIB dini hari. Pemilik rumah baru mengetahuinya pada pagi hari saat rumahnya sudah acak acakan,” kata Heri dalam kegiatan gelar kasus itu, Jumat (22/1/2016).

Korban adalah Roy Tamtama (39) Desa Tenggeles, Kecamatan Mejobo, Kudus, seorang karyawan swasta. Korban kaget saat seluruh isi rumahnya acak acakan dengan jendela yang sudah dijebol.

Menurut Heri, uang hasil pencurian dibagi rata kepada keempat pelaku. Mereka adalah Kasmadi (41) warga Kecamatan Karanganyar, Demak; dan Yuli Purwanto (42) warga Desa Panjang, Kecamatan Bae, Kudus. Sedangkan kedua tersangka lainnya asal Jakarta dan Kudus masih belum tertangkap.

“Jadi pelaku itu membongkar pintu gerbang rumah korban, kemudian mereka mencongkel rumah korban sebelum akhirnya mengambil uang di rumah korban,” ujarnya.

Saat penangkapan kedua tersangka. Mereka sempat kabur ke Solo untuk mengamankan diri. Namun upaya keras polisi, membuahkan hasil. Karena pelaku itu bisa ditangkap.

“Pelaku diancam dengan pasal 336 KIH Pidana dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

16 CCTV dan 4 Penjaga Belum Berhasil Cegah Pencurian di AD Cell Kudus

Kemalingan-

Salah satu karyawan AD Cell melihat tempat kerjanya porak poranda dan banyak barang yang hilang akibat pencurian subuh tadi. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Pengamanan counter handphone AD Cell yang terdapat di sekitar perempatan Mejobo, bukan tanpa pengamanan. Setidaknya 16 CCTV sudah terpasang dalam counter besar itu.

Karyawan AD Cell Adi Setyawan mengatakan, 16 CCTV tidak semuanya dipasang di counter, melainkan di berbagai tempat termasuk kamar yang terdapat di lantai atas.

”Kalau di konter ada empat CCTV. Dari keempat CCTV, ada tiga yang dibelokkan. Jadi tidak dapat mengarah kepada counter,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Lantaran tidak mengarah ke counter, rekaman tidak dapat menangkapnya. Terlebih beberapa CCTV lain juga masih dalam pemasangan karena adanya renovasi.

Pengamanan bukan hanya dengan CCTV saja, melainkan juga adanya pegawai yang tidur dalam counter. Hal itu untuk mengamankan counter setelah dua kali ada pencurian.

”Tiap malam ada empat petugas yang tidur di sini secara bergantian. Itu untuk pengamanan counter juga,” ujarnya.

Rukhoyatul Ulya, owner AD Cell menanyakan, tetangga sekitar AD Cell juga diminta bantuan untuk mengamankan. Sebab tiap bulan diberikan ganti uang untuk membantu mengamankan.

”Di sini ada 10 karyawan, saya memang menekankan kalau keselamatan itu yang utama. Jadi kalau memang berisiko dapat lebih mengamankan diri, seperti pencurian kali ini,” jelasnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Komplotan Pencuri Buat Penjaga Counter AD Cell Mejobo Tidak Berkutik

Salah satu karyawan AD Cell melihat tempat kerjanya porak poranda dan banyak barang yang hilang akibat pencurian subuh tadi. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Salah satu karyawan AD Cell melihat tempat kerjanya porak poranda dan banyak barang yang hilang akibat pencurian subuh tadi. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Kejadian pencurian di AD Cell Mejobo, bukanlah tanpa diketahui pihak counter. Melainkan, saat kejadian berlangsung petugas counter juga mengetahui kalau ada pencurian.

Hal itu diutarakan seorang karyawan AD Cell Adi Setyawan. Menurutnya lantaran takut, penjaga counter tidak langsung mendatangi counter, melainkan lebih memilih keluar untuk meminta pertolongan. Terlebih, seorang penjaga melihat beberapa orang yang berada dalam counter itu.

”Disini tiap malam ada yang tidur, jumlah empat orang. Saat kejadian sekitar pukul 04.00 tadi, ada seorang penjaga counter yang masih belum tidur karena menonton bola. Mendengar suara berisik dari dalam counter, dia langsung melihat ke depan lokasi counter. Karena takut, dia langsung membangunkan ketiga teman lain yang tertidur untuk membantunya,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, meski keempat penjaga sudah bangun, mereka masih belum berani melihat isi counter. Akhirnya mereka memutuskan untuk meminta bantuan warga sekitar. Namun pintu depan juga dikunci oleh pencuri dari luar, sehingga penjaga tidak dapat keluar.

Karena penasaran, mereka berempat akhir mendobrak pintu, namun setelah terbuka, para pencuri sudah tidak ada lantaran melarikan diri dengan komplotannya.

”Saat itu ada penjaga yang melihat komplotan memakai mobil jenis Avanza warna silver. Namun keburu pergi,” jelasnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Pencurian Baju Muslim Diduga Saat Subuh

Kondisi di dalam toko Amira yang beberapa gamis dan baju koko hilang digondol maling (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kondisi di dalam toko Amira yang beberapa gamis dan baju koko hilang digondol maling (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Pencurian baju muslim di toko Amira yang bertempat di Jalan HOS Cokroaminoto, diduga terjadi pada waktu subuh. Hal itu diyakini karena pagi hari setelah subuh daerah tersebut selalu ramai.

Hal itu diungkapkan Nalita Handini, karyawan toko baju Muslim Amira. Menurutnya daerah itu selalu ramai, kecuali waktu dini hari hingga subuh tiba.

”Kalau pencurian mungkin terjadi waktu subuh ya, soalnya di sini sepinya ya memang waktu itu,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, pagi hari sesudah subuh daerah tersebut sangat ramai. Terlebih toko yang bersebelahan dengan pengobatan dokter juga buka sampai malam.

Toko baju muslim pasangan Jumadi dan Puji Rahayu itu, sudah lama berdiri, namun baru kejadian pencurian saat ini saja. Selain itu, pencuri hanya meninggalkan kerudung yang terpasang pada bagian selatan toko.

Dia menambahkan, mungkin pencurinya masuk dari kios sebelah, kemudian sampai belakang mendobrak pintu belakang toko untuk kemudian mencurinya.

Pemilik sendiri baru tahu sekitar pukul 08.30 WIB. Setelah itu 30 menit kemudian ketiga kepolisian datang untuk melihat dan mengidentifikasi lokasi. Setelah itu, pemilik diajak datang ke kantor polisi untuk keperluan penyelidikan. (FAISOL HADI/TITIS W)

Toko Pakaian Muslim Amira Kudus Digasak Maling

Kondisi di dalam toko Amira yang beberapa gamis dan baju koko hilang digondol maling (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kondisi di dalam toko Amira yang beberapa gamis dan baju koko hilang digondol maling (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Toko pakaian muslim Amira yang terletak di Jalan Hos Cokroaminoto Nomor 17CGang 1 Kudus, disatroni maling. Puluhan gamis dan baju koko yang berada di dalam toko digondol maling.

Kejadian ini, pertama kali diketahui Nana Yuliana, karyawan dokter, yang tempat praktiknya berada di sebelah toko Amira. “Pagi tadi, sekitar pukul 07.00 WIB saat datang ke tempat kerja, saya dikejutkan dengan pintu yang sudah terbuka yang hanya muat satu orang, dan kunci yang menempel di pintu yang tidak seperti biasanya. Setelah saya cek ke dalam, ternyata sudah acak-acakan dan laci sudah tidak karuan,” katanya.

Melihat hal ini, kemudian dirinya menghubungi salah satu karyawan toko pakaian muslim Amira, karena khawatir jika kondisi serupa dialami toko Amira. Satu jam kemudian, Handini, karyawan toko Amira datang. Setelah itu, Handini mengecek kondisi di dalam toko, dan ternyata lebih parah. Banyak dagangan yang sudah hilang.

“Puluhan gamis dan beberapa baju koko sudah tidak ada, dan kondisi di dalam toko juga sudah acak-acakan,” imbuhnya.

Setelah di cek ke belakang, ternyata pintu belakang sudah jebol. Diduga pelaku melalaui pintu belakang untuk membawa kabur isi dagangan. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Diajak Kakak Mencuri, Adik Kandung Rela Resign dari Bank

Pelaku pencurian memperlihatkan mobil curiannya saat gelar kasus di Polres Kudus, Kamis (10/12/2015). (MuriaNewsCom/ Faisol Hadi)

Pelaku pencurian memperlihatkan mobil curiannya saat gelar kasus di Polres Kudus, Kamis (10/12/2015). (MuriaNewsCom/ Faisol Hadi)

 

KUDUS – Kakak yang mengajak adik untuk mencuri kendaraan, bukanlah perlakuan yang patut ditiru. Bahkan, akibat bujukan kakak, sang adik sampai rela keluar dari pekerjaan awalnya di sebuah Bank.

Waka Polres Kudus Kompol Yunaldi mengatakan, kejadian tersebut sangat disayangkan. Adik yang sudah bekerja dengan baik di sebuah Bank sebagai sopir, rela keluar demi mengikuti ajakan kakaknya menjadi seorang pencuri kendaraan.

”Awalnya sudah bekerja yang baik, di sebuah Bank lagi. Tapi malah keluar dan memilih menjadi pencuri kendaraan karena diajak kakaknya,” katanya saat gelar kasus di Mapolres Kudus, Kamis (10/12/2015).

Menurutnya, akibat perlakukan tersebut bukan hanya kehilangan pekerjaannya. Namun juga harus bertangung jawab atas apa yang dilakukan dan terancam dengan hukuman tujuh tahun penjara.

Dari data yang dimiliki polres, kejadian pencurian yang dilakukan kakak beradik tersebut sudah lima kali. Namun, yang mencuri mobil baru dilakukan sekali.

”Untuk kakaknya sudah mencuri sebanyak lima kali. Empat yang pertama sepeda motor, kemudian terakhir mobil. Lha dua terkahir itu mencuri bersama adiknya,” ungkapnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Kakak Tega Ajak Adiknya Mencuri Mobil di RSI Kudus

Pelaku pencurian memperlihatkan mobil curiannya saat gelar kasus di Polres Kudus, Kamis (10/12/2015). (MuriaNewsCom/ Faisol Hadi)

Pelaku pencurian memperlihatkan mobil curiannya saat gelar kasus di Polres Kudus, Kamis (10/12/2015). (MuriaNewsCom/ Faisol Hadi)

 

KUDUS – Perlakuan seorang kakak di Kudus ini, tidak patut dicontoh. Saking bejatnya, sampai mengajak adik kandung untuk mencuri kendaraan jenis mobil.

Hal itu diungkapkan Waka Polres Kudus Kompol Yunaldi. Menurutnya, kakak kandung itu tega mengajak adik kandungnya untuk mencuri mobil.

”Kakak M Fathoni (38), warga Desa Gondosari Kecamatan Gebog, dia sudah beda KK dengan adik kandungnya Chamim Jayadi (30) warga Desa Golan Tepos Kecamatan Mejobo,” katanya kepada MuriaNewsCom saat gelar kasus, Kamis (10/12/2015).

Kejadian pencurian tersebut, terjadi pada 20 November lalu. Tepatnya di RSI Islam Yakis Kudus, kakak beradik itu mencuri kendaraan mobil jenis Suzuki Super Carry. Pemilik kendaraan, ialah Ahmad Syalabi warga Kecamatan Nalumsari, Jepara.

Kepada kepolisian, korban menuturkan sekitar pukul 17.15 WIB, ketika mau pulang kendaraan warna biru miliknya sudah tidak ada. Setelah Itu, barulah dilaporkan ke pihak kepolisian.

Akibat pencurian itu, korban mengalami kerugian senilai Rp 45 juta. Beruntung, dalam waktu singkat pelaku pencurian kakak beradik dapat ditangkap oleh petugas.

Kendaraan yang dicuri juga berhasil diamankan oleh petugas kepolisian. Mobil Nopol K 1825 MK itu, ditemukan di bengkel yang juga berada di Kudus.

”Tiga hari kemudian, pada 23 November kakak beradik berhasil ditangkap. Atas tindakannya itu, pelaku diancam tujuh tahun penjara karena melanggar pasal 363 KUHP Pencurian dengan Pemberatan,” imbuhnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Rumah Aktivis Antikorupsi Kudus Dibobol Orang

Rumah aktivis antikorupsi Kudus yang dibobol orang di Kudus. (MuriaNewsCom/ Edy Sutriyono)

Rumah aktivis antikorupsi Kudus yang dibobol orang di Kudus. (MuriaNewsCom/ Edy Sutriyono)

 

KUDUS  – Rumah aktivis antikorupsi dibobol orang, Senin (7/12/2015). Adalah Kunarto (46) Warga Karangmalang, RT 1 RW 1, Gebog, Kudus. Barang yang hilang berupa televisi, perhiasan dan uang.

“Pencuri itu masuk rumah kemungkinan sekitar jam 09.00 WIB hingga 11.00 WIB. Sebab saat itu, saya pulang dari menjemput anak pukul 11.30 WIB. Rumah ini sudah dalam keadaan amburadula,” kata Kunarto.

Dari informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, pencuri tersebut memasuki rumah dengan cara merusak gembok serta menggergaji rantai pintu gerbang.

“Rantai pintu gerbang ini kemungkinan juga digergaji. Setelah itu, dia masuk melewati pintu depan samping utara dengan cara mencongkel. Nah, setelah berhasil masuk ke dalam rumah, dia langung menuju kamar utama (kamar saya) yang terkunci,” terangnya.

Diketahui, kamar tidur rumah tersebut yang terkunci hanya kamar utama milik Kunarto saja. Selain itu, kamar lainnya tidak pernah terkunci.

“Kemungkinan dia tahu letak barang berharga. Makanya dia langsung menuju kamar utama yang terkunci rapat tersebut. Setelah itu, dia lansung mencongkel kamar utama ini. Sebab kamar lainnya tidak selalu terkunci,” tuturnya. Barang yang diambil ialah perhiasan 130 gram atau sekitar Rp 90 juta serta yang tunai Rp 15 juta, TV 32 inci serta LCD. Saat ini, kejadian tersebut telah ditangani Polsek Gebog untuk dilakukan penyelidikan. (EDY SUTRIYONO/AKROM HAZAMI)