Ini Kisah Pilu Pencuri Asal Rembang yang Babak Belur Dihajar Massa di Pati

Budi Utomo tengah dimintai keterangan petugas Polsek Pati Kota. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Budi Utomo tengah dimintai keterangan petugas Polsek Pati Kota. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Ada kisah pilu dibalik aksi pencurian uang yang dilakukan Budi Utomo (23), warga Desa Pandean, Kecamatan Rembang di Kompleks Pasar Sleko, Pati, Selasa (24/11/2015).

Sebelum nekat mencuri, Budi Utomo sebetulnya sudah berpikir panjang dan tahu risiko yang akan dialami. Namun, ketakutan itu segera sirna saat kondisi hidupnya menjepit.

Ia nekat mencuri uang milik Setyaningsih, warga Desa Gempolsari, Kecamatan Gabus, Pati lantaran tidak punya biaya untuk mengurus cerai dengan istrinya. ”Saya tidak punya biaya untuk mengurus perceraian. Saya tahu risikonya mencuri, tapi bagaimana lagi. Saya terpaksa,” tuturnya.

Ia juga mengaku, baru kali pertama melakukan pencurian di Pati. Hal itu diakuinya terpaksa untuk membiayai proses perceraian dengan sang Istri.

Kendati begitu, petugas Polsek Pati Kota tetap memproses perbuatan melawan hukum yang dilakukan Budi. Terlebih, aksi serupa pernah dilakukan Budi sebanyak enam kali di Kabupaten Kudus.

”Dia sudah pernah mencuri di daerah lain, yaitu Kudus. Hari ini, aksi pencurian dilakukan di Pati. Akibat ulahnya, pelaku terancam dengan hukuman penjara paling lama 5 tahun,” ujar Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho melalui Kanit Reskrim Pati Kota Ipda Suwarno saat dimintai keterangan MuriaNewsCom. (LISMANTO/TITIS W)

Curi Uang di Pati, Warga Rembang Babak Belur Diajar Massa dan Sepeda Motor Dibakar

Seorang petugas kepolisian Polsek Pati Kota tengah melihat sepeda motor milik pelaku pencurian yang dibakar massa. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Seorang petugas kepolisian Polsek Pati Kota tengah melihat sepeda motor milik pelaku pencurian yang dibakar massa. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Seorang warga Desa Pandean RT 2 RW 3, Kecamatan Rembang bernama Budi Utomo (23) babak belur dihajar massa, setelah kedapatan mencuri uang milik Setyaningsih, warga Desa Gempolsari, Kecamatan Gabus di Kios Kompleks Pasar Sleko Nomor 15, Pati, Selasa (24/11/2015).

Kejadian bermula, saat pelaku berusaha mencuri uang milik Setyaningsih yang berada di kios sekitar pukul 05.00 WIB. Saat itu, Setyaningsih tengah pergi ke belakang untuk mengambil barang-barang dagangan.

Kendati begitu, aksi pelaku tidak berjalan mulus. Saat ingin mengambil uang, pelaku diteriaki maling oleh pembeli. Sontak, pelaku dikejar warga setempat dan berlari menuju kawasan Pasar Sleko.

Pelaku akhirnya berhasil ditangkap warga dan diberikan hadiah berupa bogem mentah. Tak hanya itu, sepeda motor milik pelaku juga dibakar massa hingga tinggal kerangka.

”Setelah diamankan warga, pelaku kemudian kami amankan ke Mapolsek Pati. Sejumlah barang bukti yang kami amankan, antara lain uang senilai Rp 3,9 juta dan sepeda motor pelaku yang dibakar massa,” kata Kapolsek Pati IPTU Suyatno kepada MuriaNewsCom.

Pelaku diancam dengan Pasal 36 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman pidana maksimal lima tahun penjara. (LISMANTO/TITIS W)

Polisi Amankan 30 BH Perawan yang Digunakan Ritual Maling

Sejumlah petugas Polsek Wedarijaksa menunjukkan BH perawan yang digunakan pelaku untuk ritual pencurian. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah petugas Polsek Wedarijaksa menunjukkan BH perawan yang digunakan pelaku untuk ritual pencurian. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Jajaran kepolisian sektor (Polsek) Wedarijaksa, Pati mengamankan 30 BH perawan yang digunakan AM, warga Desa Sambilawang, Kecamatan Trangkil untuk ritual pencurian, Selasa (29/9/2015).

Selain BH, polisi juga mengamankan enam buah handphone berbagai merek dan uang senilai ratusan ribu rupiah. ”Modusnya begini. Pelaku mengincar rumah yang akan dicuri. Sebelum mencuri, pelaku mencuri BH pemilik rumah terlebih dahulu. Setelah itu, pelaku membakar BH di sekitar rumah sasaran, baru dilanjutkan mencuri isi rumah seperti uang dan barang-barang berharga lainnya,” ujar Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho melalui Kapolsek Wedarijaksa Sulistyaningrum kepada MuriaNewsCom.

Ritual itu, lanjut Sulis, digunakan untuk menyirep (hipnotis) pemilik rumah yang menjadi target pencurian. ”Di rumah Suharno, pelaku berhasil menggasak dua HP android dan uang sebanyak Rp 2,3 juta,” imbuhnya.

Setelah dimintai keterangan, AM ternyata seorang residivis yang pernah melakukan tindak pidana pencurian sepeda motor. ”Pelaku sebelumnya sudah pernah keluar dari penjara dengan kasus pencurian sepeda motor. Ini diulangi lagi,” tandasnya. (LISMANTO/TITIS W)

Pencuri Ini Ritual Bakar BH Perawan Sebelum Gasak Uang dan HP Android

Sejumlah petugas Polsek Wedarijaksa menunjukkan BH perawan yang digunakan pelaku untuk ritual pencurian. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah petugas Polsek Wedarijaksa menunjukkan BH perawan yang digunakan pelaku untuk ritual pencurian. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – AM (26), warga Desa Sambilawang, Kecamatan Trangkil, harus berurusan dengan polisi setelah dihajar puluhan massa karena ulahnya mencuri uang milik Suharno, warga Desa Mojoagung, Kecamatan Trangkil, Selasa (29/9/2015).

Usai dihadiahi bogem mentah oleh warga, AM kemudian dilaporkan petugas kepolisian Polsek Wedarijaksa. Dari keterangan yang diberikan, AM mengaku menggunakan ilmu sirep atau hipnotis.

Ilmu itu diperoleh dari ritual bakar BH perawan yang dilakukan di sekitar rumah sasaran pencurian. Setelah berhasil membakarnya dengan tuntas, AM lantas melanjutkan dengan aksi pencurian.

”BH yang dibakar itu diperoleh pelaku dari pemilik rumah yang menjadi target operasi pencurian. Pelaku mengaku mencuri BH dari tempat jemuran baju,” ujar Kapolres Pati AKBP Raden Setijo Nugroho melalui Kapolsek Wedarijaksa AKP Sulistyaningrum kepada MuriaNewsCom.

Atas perbuatannya itu, AM dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dan pemberatan dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara. (LISMANTO/TITIS W)

Trik Jitu Polisi Kudus Jebak Maling yang Pura-pura Gila

Kapolsek Undaan AKP Suparji. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kapolsek Undaan AKP Suparji. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Ini trik jitu untuk menangani pencuri yang pura-pura gila masuk Dukuh Samas, Desa Teragmas, Kecamatan Undaan, Kudus.

Sebagaimana diketahui, di desa itu warga heboh. Karena ada pencuri yang masuk kampung. Saat orang itu bertemu dengan warga desa, sontak pura-pura gila.

Kapolsek Undaan AKP Suparji menuturkan ada beberapa trik mengatasi maling yang pura-pura gila masuk kampung. Yaitu seluruh warga harus bisa menggelar pos kamling, ronda, berjaga jaga serta memantau warga asing yang masuk. “Itu efektif,” kata Suparji.

Pria yang dihubungi MuriaNewsCom melalui sambungan telepon itu menandaskan, kejadian yang sempat menggegerkan warga Terangmas akhir akhir ini merupakan pekerjaan orang iseng atau orang gila. “Yang penting upaya tadi dilakukan,” imbuhnya.

Dia menambahkan, keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Karenanya, seluruh elemen masyarakat dan petugas harus bisa bersinergi untuk menciptakan kondisi yang aman. (EDY SUTRIYONO/AKROM HAZAMI)

Heboh, Pencuri Pura-pura Gila Gegerkan Desa di Kudus Ini

Suasana Balai Desa Terangmas, Kecamatan Undaan, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Suasana Balai Desa Terangmas, Kecamatan Undaan, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Saat ini warga Desa Terangmas, khususnya Dukuh Samas, Kecamatan Undaan, Kudus,  meningkatkan kewaspadaan diri. Sebab akhir-akhir ini desa yang berada di bagian tenggara kantor kecamatan tersebut kerap didatangi pencuri.

Salah satu warga Desa Terangmas, Ayemseh mengatakan, akhir-akhir ini desanya didatangi pencuri. Biasanya, penyusup itu masuk ke desa saat malam hari.

Dia mencontohkan, kejadian itu terjadi pada pukul 22.30 WIB Sabtu (26/9) malam minggu kemarin. Bahkan saat fajar tadi, (Senin, 28/9),” kata Ayemseh.

Orang tersebut berasal dari arah timur desa. Orang itu biasanya saat bertemu warga desa itu akan berpura-pura gila.

Bila suasana desa sudah sepi, maka penyusup itu akan memulai aksinya. Beberapa warga desa yang menjadi korban dan yang geram, telah melakukan pengejaran. Tapi masih gagal. “Warga mengejarnya sampai bawa kayu untuk memukul,” imbuhnya.

Salah satu Perangkat Desa Terangmas Nur Kamid mengatakan, suasana kampungya sebenarnya aman. “Tidak tahu kalau sampai terjadi hal itu,” kata Khamid. (EDY SUTRIYONO/AKROM HAZAMI)

Nekat Mencuri Uang Tetangga, Ini Alasan Sang Pelaku

Ahmad Angga Kumala Mawiyanto (22), pelaku pencurian uang di rumah milik Mujiyanto (67). (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

Ahmad Angga Kumala Mawiyanto (22), pelaku pencurian uang di rumah milik Mujiyanto (67). (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

 

REMBANG – Ahmad Angga Kumala Mawiyanto (22), pelaku pencurian uang di rumah milik Mujiyanto (67) mengungkap alasannya nekat melakukan aksinya. Korban yang bermukim di RT 02 RW 01 Desa Kemadu, Kecamatan Sulang, notebene merupakan tetangganya sendiri. Sebab sebelum bermukim di Desa Kadiwono, Kecamatan Bulu, tersangka merupakan warga asal RT 02 RW 01 Desa Kemadu.

Ketika MuriaNewsCom melontarkan pertanyaan kepada tersangka mengapa nekat mencuri, pelaku yang kesehariannya sebagai tukang kayu itu, mengaku terpaksa melakukannya. Dia mengaku kebingungan memenuhi angusuran hutangnya di bank, sebab batas akhir pembayarannya hanya tinggal besok, tepatnya Selasa (21/9/2015). Karena terdesak kebutuhan itu dan tidak memiliki uang, dia mengaku terpaksa mencuri uang milik Mujiyanto.

“Saya nekat mencuri karena banyak hutang di bank, sekarang saya masih punya tanggungan lima kali angusaran. Satu kali angsurannya bayarnya Rp950 ribu. Apalagi, saya sudah telat tiga bulan dan besok (22/9/2105) sudah jatuh tempo, uang hasil bekerja sebagai tukang kayu tidak mencukupi untuk membayar angsuran itu, karena kebutuhan juga banyak,” ujar Ahmad Angga Kumala Mawiyanto, Senin (21/9/2015).

Dia mengaku nekat mencuri di rumah Mujiyanto karena telah mengetahui bahwa korban merupakan orang berduit. Angga mengaku menyesal atas aksi kejahatannya tersebut, dia tidak menyatakan belum ada keluarganya yang mengetahui jika dirinya berurusan dengan aparat kepolisian karena mencuri.

“Saya asli Kemadu, jadi tahu kalau Pak Mujiyanto itu orang kaya, dulu kan tetangga saya. Kebutuhan banyak, uang tidak mencukupi, jadi saya nekat mencuri. Sebenarnya saya juga kasihan dengan anak dan istri atas kejadian ini, tapi mau gimana lagi, semua sudah terjadi. Kalau rumah tangga tidak ada masalah, hanya soal hutang, terus saya mencuri, hutang teman Rp5 juta, lalu saya pinjam bank RP10 juta, Rp5 juta untuk bayar teman tadi, Rp5 juta untuk modal usaha namun akhirnya bangkrut,” kata Ahmad Angga Kumala Mawiyanto. (AHMAD FERI/KHOLISTIONO)

Sempat Duel dengan Korban, Seorang Pencuri Akhirnya Tertangkap Setelah Dikepung Warga di Kebun Tebu

AKP Muhammad Mansur, Kapolsek Sulang ketika mengintrogasi pelaku pencurian, Ahmad Angga Kumala Mawiyanto (22) di Mapolsek setempat, Senin (21/9/2015) siang. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

AKP Muhammad Mansur, Kapolsek Sulang ketika mengintrogasi pelaku pencurian, Ahmad Angga Kumala Mawiyanto (22) di Mapolsek setempat, Senin (21/9/2015) siang. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

 

REMBANG – Seorang pencuri tertangkap saat melakukan aksi kejahatannya pada Senin (21/9/2015) pagi sekitar pukul 07.30 WIB. Tersangka diketahui bernama Ahmad Angga Kumala Mawiyanto (22) asli warga RT 01 RW 01 Desa Kemadu,Kecamatan Sulang. Namun, kini berdomisili di Desa Kadiwono Kecamatan Bulu setelah menikah.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, tersangka sempat berhasil membawa kabur uang sebesar Rp14.750.000 milik Mujiyanto (67), warga RT 02 RW 01 Desa Kemadu, Kecamatan Sulang. Korban merupakan tetangga tersangka.

Saat dikonfirmasi, AKP Muhammad Mansyur, Kapolsek Sulang membenarkan pencurian disertai kekerasan (Curas) tersebut. Menurutnya ,pelaku juga sempat berkelahi dengan korban dan melarikan diri. Namun pelaku akhirnya menyerahkan uang hasil curiannya setelah kerumunan massa mengepung kebun tebu yang dia gunakan untuk bersembunyi.

“Akibat perkelahian itu, korban mengalami luka memar di pipi kiri, hidung lecet dan kaki kiri terkilir. Pelaku memang sempat menyerahkan uang sebesar Rp11.750.000 kepada korban dengan tujuan berdamai. Kami pun datang ke lokasi untuk mengamankan pelaku dan olah TKP, namun ketika kita periksa di kantor ternyata pelaku masih menyimpan uang Rp3 juta di celana dalam,” ujar AKP Muhammad Mansur kepada MuriaNewsCom, Senin (21/9/2015).

Kapolsek mengungkapkan, bahwa kondisi rumah korban pada saat itu sepi, karena yang bersangkutan sedang mandi. Pelaku sempat mencongkel lemari korban, namun tidak membuah hasil. Namun uang korban di tas yang ditaruh di bawah tempat tidur mau dibawa kabur. Akhirnya aksi pelaku diketahui, ketika korban selesai mandi dan memergoki pelaku di dalam kamar.

“Saat kejadian pintu depan rumah korban dalam keadaan terbuka, kemungkinan pelaku masuk lewat depan dan langsung menuju kamar. Kami masih melakukan penyidikan mendalam terkait kasus ini. Kami mengimbau kepada masyarakat agar senantiasa berhat-hati dan waspada terhadap aksi pencurian, tidak hanya saat malam hari, namun saat pagi hari seperti kejadian ini juga harus menjadi perhatian masyarakat,” kata AKP Muhammad Mansur. (AHMAD FERI/KHOLISTIONO)

Parah! Baru Sepekan Keluar dari Penjara, ABG Ini Nekat Maling Sepeda Motor dan Kembali Berurusan dengan Polisi

Tersangka bersama barang bukti curat diamankan di Mapolsek Batealit Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Tersangka bersama barang bukti curat diamankan di Mapolsek Batealit Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Baru sepekan keluar dari rumah tahanan, seorang residivis curat kembali beraksi. Lagi-lagi, berkat aksinya, dia harus berurusan dengan polisi. Aparat Polsek Batealit menangkap residivis tersebut, setelah diketahui membawa sepeda motor milik seorang gadis di Batealit Jepara.

Tersangka curat ini merupakan warga Mijen, Kabupaten Demak. Dia adalah Prayoga Adi Saputra (18). Dia sebelumnya ditahan selama tujuh bulan dengan kasus yang sama, dengan lokasi kejadian perkara di Desa Rajekwesi, Kecamatan Mayong, Jepara.

“Tersangka ini baru keluar sekitar seminggu, tapi kembali beraksi pada Kamis malam,” ujar Kapolsek Batealit Jepara, AKP Hendro Astro saat gelar perkara di Mapolsek Batealit, Senin (21/9/2015).

Menurutnya, dia ditangkap setelah pihaknya menerima laporan dari korban dan rekan korban. Lantaran rekan korban ada yang mengenal tersangka, pihaknya dengan mudah menangkap tersangka.

Dia menambahkan, kasus sebelumnya ditangani Polsek Mayong. Tersangka hanya dapatkan hukuman tujuh bulan penjara, karena sebelumnya masih kategori anak di bawah umur. Tapi kali ini, tersangka diancam hukuman maksimal tujuh tahun penjara karena sudah berusia 18 tahun.

“Tersangka dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara,” imbuhnya. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

”Adegan” Film Fast Furious Warnai Penangkapan Pencuri Emas 

Kasubag Humas Polres Pati AKP Sri Sutati Nurdiniatun menunjukkan bak kanan mobil pencuri emas yang ditembak polisi. Hal tersebut dilakukan, karena pencuri tancap gas usai diberikan tembakan peringatan. (MURIANEWS/LISMANTO)

PATI – Satuan unit Buru Sergap (Buser) Kepolisian Resort Pati sempat menembak bagian kanan mobil kawanan pencuri emas di Desa Tegalombo, Kecamatan Dukuhseti. Aksi tersebut dilakukan, karena pencuri labih memilih kejar-kejaran dengan polisi dari pada menyerah dengan baik-baik.

Lanjutkan membaca

Ini Cara Pencuri Kuras Toko Emas di Pati

Kasubag Humas Polres Pati AKP Sri Sutati Nurdiniatun menunjukkan kaca mobil yang digunakan pencuri emas dalam keadaan pecah. Hal itu disebabkan lemparan kayu dari warga yang sempat ingin menangkap pelaku. (MURIANEWS/LISMANTO)

PATI – Salah satu toko emas di Desa Bulumanis, Kecamatan Margoyoso dan Desa Tegalombo, Kecamatan Dukuhseti harus rugi jutaan rupiah. Pasalnya, kedua toko emas tersebut ditipu dengan kawanan pencuri yang sama.

Lanjutkan membaca

Maling Emas Dibekuk Setelah Kejar-kejaran dengan Polisi

Kasubag Humas Polres Pati AKP Sri Sutati Nurdiniatun menunjukkan kaca mobil yang digunakan pencuri emas dalam keadaan pecah. Hal itu disebabkan lemparan kayu dari warga yang sempat ingin menangkap pelaku. (MURIANEWS/LISMANTO)

PATI – Dua pencuri emas di Pasar Margorejo, Desa Tegalombo, Kecamatan Dukuhseti, Pati, berhasil dibekuk polisi, setelah sempat terlibat aksi kejar-kejaran dengan polisi.

Lanjutkan membaca