Curi Burung Lovebird, Pemuda Bertato di Jepara Diringkus Warga

MuriaNewsCom, Jepara – Warga Kelurahan Panggang, Jepara menangkap seorang pencuri burung yang beraksi di rumah Iskandar, Selasa (20/3/2018) pagi. Saat ditangkap, pencuri berinisial DN itu sudah mengantongi seekor burung jenis Lovebird dalam sebuah kantong plastik hitam.

Ipul warga setempat mengungkap, peristiwa itu terjadi pada pukul 09.00 WIB. Ketika itu, ia diberitahu oleh seorang tukang sapu yang melihat gerak-gerik mencurigakan di halaman rumah Jl Ki Mangunsarkoro No 15.

“Karena tidak berani (menangkap) akhirnya ia mengundang warga sekitar untuk menangkapnya. Pertama kali baru saya dan rekan saya yang menangkap, kemudian ramai orang di sini membantu menangkap,” ujar dia.

Menurutnya, saat ditangkap pelaku tidak melakukan perlawanan. Namun di tangan pelaku diamankan sebuah gunting berukuran besar.

“Guntingnya itu untuk menggunting kawat kandang burung Lovebird. Udah dapat satu tadi dia,” kata dia.

Saat ditangkap, pelaku yang badannya dirajah tato ini, berbelit-belit dalam memberikan keterangan. Saat pertama ia mengaku warga Kelurahan Panggang, namun selanjutnya ia mengaku berasal dari Bangsri.

Beruntung, ia tidak menjadi bulan-bulanan warga sekitar yang geram atas perbuatannya.

Iskandar, pemilik rumah mengatakan, burung Lovebird nya berharga sekitar Rp 250 ribu per ekor. Namun demikian, kasus pencurian burung bukan baru sekali terjadi.

“Kehilangan (burung) ya bukan hanya sekali, dulu pernah juga, malah beserta kandangnya. Kalau itu (burung yang dicuri) jenisnya Love Bird, harganya paling mahal Rp 250 ribu,” tuturnya.

Adapun, saat ini, pelaku telah diamankan di markas polisi setempat untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Editor: Supriyadi

Kepergok Si Pemilik, Pencuri Apotek di Klampok Grobogan Nyaris Dihakimi Warga

MuriaNewsCom, GroboganPolisi dibantu puluhan warga Desa Klampok, Kecamatan Godong berhasil meringkus seorang pelaku percobaan pencurian yang terjadi di wilayah tersebut, Sabtu (17/3/2018). Pelaku yang diamankan sekitar pukul 01.30 WIB adalah Wahyu Subroto (45), warga Kelurahan Candi, Kota Semarang.

Informasi yang didapat menyebutkan, sebelum ditangkap, pelaku yang mengendarai mobil Honda Mobilio warna merah dengan nomor polisi H 8862 VG terlihat berhenti di Apotek Mitra Sehat di jalan raya Purwodadi-Semarang. Setelah itu, pelaku bermaksud melakukan tindak pencurian di dalam apotek dengan cara memanjat tembok dan menjebol plafon.

Namun, aksinya sempat ketahuan Esti selaku pemilik apotek. Melihat ada pencuri, pemilik apotik kemudian berteriak minta pertolongan warga dan mencoba menghubungi Polsek Godong.

Mendengar teriakan ini, warga sekitar yang masih terjaga langsung berdatangan. Tidak lama kemudian sejumlah anggota Polsek Godong yang sedang patroli juga sudah tiba di lokasi kejadian. Melihat kondisi ini, pelaku kemudian melarikan diri.

Selanjutnya, polisi dibantu warga mencoba melakukan pengejaran. Sekitar 30 menit kemudian, pelaku akhirnya berhasil diamankan dan nyaris jadi sasaran amukan warga. Beruntung, polisi bisa bertindak cepat dan langsung membawa pelaku ke mapolsek Godong.

Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Maryoto ketika dimintai komentarnya menyatakan, saat ini, pihaknya masih melakukan pengembangan terhadap penangkapan pelaku percobaan pencurian tersebut. Soalnya, tidak menutup kemungkinan, pelaku juga pernah melakukan aksi pencurian serupa dilokasi lain.

“Selain pelaku, kami juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Yakni, satu unit mobil yang dipakai pelaku. Kemudian ada satu tas yang isinya linggis, tang, obeng dan alat cungkil ban. Peyelidikan kasus ini masih kita kembangkan,” katanya.

Editor: Supriyadi

Ingin Senang-senang, Pemuda Pengangguran di Blora Nekat Curi Aki Truk

MuriaNewsCom, Blora – Seorang pemuda pengangguran bernama Windiarto (26), diamankan anggota Polsek Kunduran, Blora, Jumat (9/2/2018). Gara-garanya, pemuda yang tinggal di Kelurahan/Kecamatan Kunduran itu melakukan tindakan pencurian aki truk pada hari Sabtu (13/1/2018) lalu.

Aki truk sebanyak dua buah yang dicuri itu milik Basuki Rahmad, warga Desa Klokah, Kecamatan Kunduran. Aki itu dicuri saat truk diparkir di depan rumah korban.

Kapolsek Kunduran AKP Untung Haryadi mengatakan, penangkatan pelaku dilakukan menyusul adanya informasi dari masyarakat yang mengabarkan kalau ada dua buah aki besar yang sedang disetrumkan disebuah bengkel. Setelah diisi setrum, aki tersebut rencananya akan dijual.

”Informasi itu langsung kita tindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan. Akhirnya, pelaku kita amankan di bengkel saat sedang menunggu aki disetrum,” kata mantan Kapolsek Klambu, Grobogan itu.

Windiarto (26), diamankan anggota Polsek Kunduran, Blora karena kedapatan mencuri aki mobil, Jumat (9/2/2018). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Saat dimintai keterangan, pelaku nekat mencuri aki karena kondisinya tidak bekerja dan ingin punya uang untuk dipakai bersenang-senang dengan temannya. Jika dijual, satu buah aki bekas yang kondisinya masih bagus, bisa laku seharga Rp 300 sampai Rp 400 ribu rupiah.

”Walaupun kasus ini kelihatan biasa, tetapi dampaknya cukup merugikan. Soalnya, ketika salah satu perangkat kendaraan hilang atau tidak dapat digunakan maka akan menghambat aktivitas kerja,” terangnya.

Ia menambahkan, saat ini tersangka berikut barang bukti sudah diamankan di Mapolsek Kunduran. Akibat dari perbuatan itu tersangka dikenakan pasal 363 KUHP pidana tentang pencurian dengan pemberatan.

Editor: Supriyadi

Kepergok Emak-emak, Nasib Pencuri di Blora Ini Bikin Iri

MuriaNewsCom, Blora – Seorang pelaku pencurian di sebuah perkampungan tertangkap warga saat beraksi. Menariknya, orang yang berhasil menangkap pencuri ini tidak hanya kaum pria saja. Beberapa emak-emak juga ikut andil dalam meringkus pencuri tersebut.

Setelah diringkus, pencuri ini bisa dibilang mujur. Itu lantaran si pencuri diserahkan pada awak kampling setempat guna menghindari aksi main hakim sendiri. Selanjutnya pencuri diserahkan pada pihak kepolisian untuk diproses hukum.

Tapi jangan salah. Penangkapan pencuri itu bukan kejadian sebenarnya. Tetapi merupakan bagian dari simulasi penanganan tersangka pencurian yang berhasil tertangkap warga.

Simulasi itu dilangsungkan dalam kegiatan Apel Besar Kaposkamling di Lapangan Desa Tempurejo, Kecamatan Bogorejo, Blora, Rabu (07/02/2018). Apel diikuti seluruh perwakilan awak kampling se-Eks Kawedanan Blora, para pejabat utama Polres Blora, jajaran Furkopimcam Bogorejo, Kapolsek Jepon, Banjarejo, Bogorejo, Blora dan Tunjungan beserta anggota Bhabinkamtibmas.

Kapolres Blora AKBP Saptono menyatakan, siskamling merupakan aktifitas kesadaran yang didasarkan atas kesamaan maksud dan tujuan yang berorientasi pada kerjasama pelayanan keamanan terbatas di lingkungan masyarakat sebagai upaya mencegah gangguan kamtibmas. Kegiatan siskamling merupakan wujud sinergitas Polri dan masyarakat untuk berpartisipasi dan peduli dalam meningkatkan kepekaan serta daya tangkal masyarakat terhadap masalah keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

“Kami menilai, siskamling sangat efektif untuk mencegah terjadinya tindak kejahatan maupun deteksi dini jika terjadi bencana alam ditengah-tengah masyarakat. Untuk itu, kepolisian selalu berupaya mengajak masyarakat selalu sadar dan peduli terhadap kamtibmas di lingkungananya. Harapannya masyarakat mampu menjadi polisi terhadap dirinya, keluarga dan lingkungannya sendiri,” ujarnya.

Kepada seluruh awak kamling yang hadir Kapolres berpesan agar masyarakat selalu meningkatkan peranannya dalam pemeliharaan kamtibmas dan selalu berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Berkaitan dengan adanya Pilkada serentak tahun 2018 ini, masyarakat diminta tidak mudah terprovokasi isu negatif atau SARA.

“Jangan mudah terprovokasi isu negatif jelang Pilkada tahun 2018. Tetap junjung tinggi rasa saling menghormati dan menghargai pilihan masing-masing,” tegasnya.

Editor: Supriyadi

Tengah Malam Mengendap-endap di Masjid Jambangan Grobogan, Dul Kamit Ternyata Bobol Kotak Amal

MuriaNewsCom, GroboganWarga Desa Jambangan, Kecamatan Geyer dan anggota polsek setempat berhasil mengamankan seorang pria yang diketahui melakukan pembobolan kotak amal masjid. Pria bernama Dul Kamit (49) warga Kecamatan Pulokulon tersebut berhasil diringkus pada dinihari tadi sekitar pukul 02.30 WIB.

Sebelum kejadian, beberapa warga setempat memang sempat curiga ketika melihat ada sebuah sepeda motor Honda Beat warna hitam terparkir di samping Masjid Al Mubarok Dusun Kuncen. Kecurigaan itu muncul lantaran motor itu diketahui bukan milik warga setempat.

Beberapa saat kemudian, terlihat seorang pria yang mengenakan kaos biru dan celana hitam keluar dari masjid dan selanjutnya pergi mengendarai motor tersebut menuju arah Kecamatan Toroh.

Sesaat setelah pria itu pergi naik motornya, warga langsung bergegas menuju ke dalam masjid untuk memeriksa keadaan. Saat itulah, warga menemukan kotak amal sudah dirusak gemboknya dan uang yang ada didalamnya raib.

Begitu tahu ada peristiwa pencurian uang dalam kotak amal, warga langsung melakukan pengejaran. Dalam waktu bersamaan, salah seorang warga sempat membangunkan perangkat desa untuk memberitahukan kejadian itu. Perangkat desa kemudian langsung meneruskan informasi tersebut pada pihak Polsek Geyer.

Meski sudah kabur beberapa menit sebelumnya, namun warga akhirnya berhasil mengejar pria yang diduga pelaku pembobolan kotak amal masjid. Pelaku yang mengetahui dikejar warga, sempat ketakutan dan akhirnya lari dengan meninggalkan sepeda motornya dipinggir jalan. Namun, tidak lama kemudian, pelaku berhasil diamankan.

Kapolsek Geyer AKP Sunaryo menyatakan, selain pelaku, pihaknya juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain, sepeda motor dengan nomor polisi K 3987 AFF, gembok yang sudah rusak, kawat besi sepanjang 35 cm, sajadah, kotak amal dan uang sebanyak Rp 205 ribu.

Dijelaskan, sebelum melakukan tindak kejahatan, pelaku sempat mengantar seseorang hingga sampai di daerah Gundih. Setelah itu, pelaku mengambil jalan melewati Dusun Kuncen, Desa Jambangan dan akhirnya sampai di masjid tersebut.

”Kita masih mengembangkan penyelidikan kasus ini. Pelaku akan kita jerat dengan pasal 363 KUH Pidana tentang tindak pencurian dengan pemberatan,” katanya.

Editor: Supriyadi

Kisah Pencuri Bodoh Bikin Ngakak! Berhasil Bobol Rumah dan Curi Uang Jutaan, Hp-nya Malah Tertinggal

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Klaten – Seorang pelaku pencurian berhasil membobol rumah Slamet Riyadi (47) warga Dukuh Belan, Desa Sengon, Kecamatan Prambanan, Klaten, beberapa hari lalu. Pelaku mencuri uang jutaan rupiah, serta beberapa barang berharga. Namun konyolnya, HP atau telepon genggam milik pelaku malah tertinggal di lokasi.

Keterangan Slamet, saat itu rumahnya dalam keadaan kosong. Karena dia harus mengantarkan anaknya pergi ke sekolah sekitar pukul 06.30 WIB. Pada jam itu, warga yang tinggal di kampungnya sebagian besar telah beraktivitas. Jadi lingkungan menjadi sepi.

Sepulangnya dari mengantar sekolah, Slamet mendapati kejanggalan di rumah. Dia melihat pintu belakang rumah yang semula terkunci, kini telah terbuka. Lubang kunci dalam kondisi rusak karena bekas congkelan. Kakinya terhenti saat mendapati isi rumah berantakan.

“Almari dalam kondisi terbuka dan uang jutaan rupiah di dalamnya juga hilang,” kata Slamet, di Mapolsek Prambanan, Senin (27/11/2017).

Dia juga melihat HP miliknya di atas meja juga telah raib. Hanya dirinya penasaran saat melihat sebuah HP bukan miliknya tergeletak di atas meja. Dia yakin jika HP tersebut milik pelaku, mengingat tak ada anggota keluarganya yang punya HP tersebut.

Dirinya segera melaporkan ke Mapolsek Prambanan. Tak lama kemudian, polisi tiba di lokasi dan melakukan olah TKP.

Editor : Akrom Hazami

Janda Muda Digoda, Setelah itu Emasnya juga Dicuri

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Cilacap – Apes dialami salah satu janda kembang, yang merupakan warga Desa  Gandrungmanis, Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap.

Sebab, selain digoda habis-habisan, perhiasan emasnya juga dicuri oleh si penggoda. Tak lain, penggodanya adalah R, warga Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap.

R, tak tanggung-tanggung memperdaya korbannya. Di antaranya, R mengaku sebagai bujang yang pekerjaannya merupakan petugas Lapas Pasir Putih Nusakambangan.

Di hadapan janda itu, R mengaku akan serius membina hubungan dan siap bertunangan, dan akan segera menikahinya.

Begitu ada kesempatan di rumah janda, R segera melarikan perhiasan emas milik perempuan yang digodanya. Ternyata tanpa waktu lama, Polsek Gandrungmangu Polres Cilacap berhasil membekuk pelaku.

Kapolsek Gandrungmangu AKP Agus Subagyo, Senin (20/11/2017), mengatakan, pihaknya telah berhasil menangkap R.  Dari hasil pemeriksaan, pelaku bukanlah petugas Lapas Nusakambangan. “Pelaku justru residivis dan baru bebas dari Lapas Nusakambangan,” kata Subagyo.

Editor : Akrom Hazami

 

18 Kali Ngutil di Alfamart, Warga Pecangaan Kulon Jepara Ditangkap Polisi

Erik (kanan) sedang mempraktikan tekniknya mengutil barang-barang minimarket, disaksikan Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adi Nugroho (dua dari kanan). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Erik Prastowo (27) ditangkap polisi karena mengutil barang-barang di minimarket. Dalam pengakuannya, ia sudah 18 kali beraksi.

Warga Desa Pecangaan Kulon RT 1/1, Kecamatan Pecangaan-Jepara itu mengaku, sudah tiga bulan menjadi pengutil. Sasarannya adalah minimarket berjejaring “Alfamart”.

“Dulu saya bekerja di pengisian elpiji di Kaliwungu-Kudus, namun setelah itu saya keluar. Saat ini saya nganggur. Barang-barang yang saya ambil rata-rata jenisnya kosmetik, parfum dan sabun. Kemudian saya jual kepada teman-teman dengan harga murah,” ujarnya, didepan awak media, Jumat (17/11/2017).

Guna menghindari kecurigaan dari sejawat dan istrinya, ia mengaku barang-barang tersebut didapatkan dengan cara kulakan. Sedangkan harga yang ditawarkan, lebih miring selisih Rp 5000 sampai Rp 10 ribu dibanding harga normal.  

Dalam melakukan aksinya, ia selalu membawa tas punggung yang kemudian disandangkan sebelah. Ketika ada kesempatan, ia langsung memasukan barang sasarannya ke dalam tas. Rerata dalam sekali beraksi, Erik bisa membawa pulang 3-4 barang.

Untuk mengelabuhi petugas, ia kemudian membeli barang-barang yang murah harganya. Seperti minuman kaleng. 

“Baru kemarin (Kamis, 16/11/2017) saya mengutil barang di Alfamart Lebuawu. Sasarannya memang khusus minimarket itu. Ada 9 alfamart yang sering saya datangi enam di antaranya di Jepara sedangkan sisanya di Kudus,” tuturnya. 

Adapun, aksi yang bersangkutan terekam dalam kamera pengawas yang diletakan didalam minimarket.

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho mengatakan, tersangka terancam hukuman maksimal 7 tahun penjara. Hal itu karena Erik melanggar pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Barang bukti curian yang ikut disita antaralain, minyak telon, parfum, sabun cuci piring dan pewangi pakaian. 

“Pengakuannya baru sembilan tempat. Maka dari itu, kami imbau pemilik minimarket untuk melakukan pengawasan lebih, baik suasana sepi atau ramai,” tutup Yudi, panggilan Kapolres Jepara. 

Editor: Supriyadi

Maling Ini Leluasa Nyuri di Rumah Orang Lain di Klaten

Foto Ilustrasi

MuriaNewsCom, Klaten – Maling beraksi di Kabupaten Klaten, Selasa (14/11/2017) malam. Sasarannya adalah rumah milik Siti Asyiyan (67) yang ada di Dukuh Sabrangkali, Desa Prawatan, Kecamatan Jogonalan. Pencuri menggasak perhiasan, serta TV 40 inch.

Saat itu diperkirakan, pelaku masuk ke rumah Siti saat sedang kosong. Pelaku pun leluasa mengambil barang berharga dari rumah tersebut. Polisi menduga, pencuri beraksi dengan masuk rumah melalui jendela yang telah dirusak. Dari titik itulah, pencuri masuk dan keluar dari rumah tersebut.

Kapolsek Jogonalan AKP Ngadino di Klaten, Rabu (15/11/2017) mengatakan, pemilik rumah kaget saat mendapati hal yang tak beres setiba di kediaman. “Keluarga melihat jendela rusak. Seperti bekas congkelan. Keluarga pun masuk ke rumah dan memeriksa isinya,” kata Ngadino.

Benar saja, keluarga mendapati isi rumah dalam kondisi acak-acakan. Mereka juga kaget melihat televisi serta perhiasan di kamar juga hilang. Saat itu juga, keluarga melaporkannya ke Mapolsek Jogonalan. Tak lama kemudian, polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi.

Kepada polisi, keluarga menyebut nilai kerugiannya sekitar Rp 24, 5 juta. Polisi juga memeriksa sejumlah saksi. Sejumlah anggota dari Unit Reskrim Polsek Jogonalan menyelidiki kasus ini. “Kami masih mendalami kasus tersebut dengan mengerahkan anggota,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Spesialis Pencuri Helm Kepergok saat Beraksi di Magelang

Pencuri helm ditangkap polisi. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Magelang – Lagi-lagi aksi curi helm dilakukan pria berinisial NBS (26), warga Desa Cotrosono, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang. Setelah sebelumnya, NBS beberapa kali keluar dan masuk penjara akibat kasus serupa.

Kali ini, NBS mencuri helm milik salah satu karyawan salah satu mal, Akhmad Arifin (24) warga Desa Donorejo, Kecamatan Mertoyudan, Magelang, akhir pekan lalu.

Info yang dihimpun, NBS mulai beraksi saat melihat salah satu sepeda motor di mal itu. Ketika kondisi memungkinkan, NBS mencuri helm. Aksi curi itu diketahui oleh petugas keamanan mal setempat. Petugas berhasil menangkap pelaku. Tak lama kemudian, petugas itu memberitahu korban jika helmnya dicuri.

Mendengar hal itu, korban segera lapor ke Polsek Mertoyudan. Kapolsek Mertoyudan, AKP Panca Widarsa mengatakan, polisi menerima laporan warga soal pencurian helm. “Penyidikan kami menyatakan, tersangka merupakan residivis yang baru saja keluar dari penjara dengan kasus sama,” kata Panca.

Menurutnya, pelaku dulu mencuri di wilayah Secang, Magelang. Dengan masa hukuman yang telah dilakoni pelaku 4 bulan. Sedangkan atas perbuatannya, NBS beserta barang bukti berupa 1 unit sepeda motor nopol AB 2860 N warna biru dan 1 buah helm curian, kini diamankan di Polsek Mertoyudan.

Editor : Akrom Hazami

 

VIDEO VIRAL, Aksi 2 Pencuri di Kereta Api Terekam CCTV, Ternyata Terjadi di Sini

Pencuri beraksi di kereta api terekam CCTV (Dok. Screenshot via Twitter @hedwigus)

MuriaNewsCom, Purwokerto – Beredar sebuah video berisikan peristiwa pencurian di atas Kereta Api (KA) . Tampak ada dua orang pencuri yang sedang beraksi di salah satu kereta. CCTV itu merekam dua penumpang KA mengambil tas penumpang di depannya. Yaitu saat penumpang apes itu sedang tertidur.

Kali pertama, video CCTV diunggah di akun Twitter@hedwigus, Kamis (26/10/2017).  Pemilik akun menulis, “Hati-hati menyimpanbarang saat naik kereta api. Banyak modus pencurian di dalam kereta api,” cuti @hedwigusseraya me-mention akun Polda Metro Jaya.

Terlihat dua pria melakukan pencurian. Yaitu, pria pertama yang duduk di dekat lorong merentangkan selimutnya. Rentangan selimut itu untuk menutupi pandangan penumpang di belakangnya.

Pria yang duduk di samping pria yang merentangkan selimut itu merangkak di lorong gerbong KA. Kemudian, pria itumengambil tas penumpang di depannya yang tidur pulas. Tas berwarna hitam itu dibawa ke tempat duduk mereka. Setelah itu, tas dikembalikan kepada si empunya tanpa sepengetahuannya.

Sontak, beragam warganet bereaksi. Seperti pemilik akun Twitter @yulianafrd menulis cuitan, ‘anjir executive padahal. yha kejahatan bisa dmn aja, kudu tetep waspada.’

Ada juga pemilik akun @sarboish menulis cuitan, ‘sasarannya eksekutif karena dipikirnya pada kaya kali ya? Mending naik ekonomi dong? Ngobrol ngalor ngidul sampe kenalan tukeran makanan.’

Akun resmi Kereta Api Indonesia@KAI121 menyatakan tim internal PT KAI sedang menelusuri peristiwa tersebut dan mengevaluasi kinerja keamanan.

“Selamat malam. Kejadian tersebut sedang ditelusuri, serta menjadi bahan evaluasi, untuk meningkatkan keamanan penumpang KA,”cuit @KAI121.

Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, Ixvan Hendriwintoko mengatakan, peristiwa itu sudah terjadi kurang lebih tiga bulan yang lalu. Pencurian terjadi di Kereta Purwojaya relasi Gambir – Cilacap.

“Kejadian itu sekitar 3 bulan lalu di KA Purwojaya. Kereta itu kan beberapa kali kecurian, setelah ada laporan kami kembangkan dan selidiki. Sudah ada satu pelaku yang kepegang,” ucap Ixvan dikutip dari Detik.

Editor : Akrom Hazami

 

Byur! Pencuri Ceburkan Diri ke Sungai di Demak

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Demak – Dua pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) tak kuasa saat dikejar warga dan polisi di Desa Sriwulan, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jumat (27/10/2017). Kedua pelaku adalah  EA (27) dan SK (35) warga Candisari, Kota Semarang. Keduanya tertangkap di waktu yang berbeda.

Kapolres Demak, AKBP Sonny Irawan mengatakan, dari info yang diterima polisi, terjadi pencurian dengan pemberatan di rumah Romani di Desa Sriwulan, Jumat  dini hari. “Ternyata anak Romani mengetahui adanya orang asing masuk ke rumahnya. Orang itu mencuri ponsel dan notebook,” kata Sony.

Sontak, Romani langsung bangun dan mengejar dua pencuri. Sial, mereka telah melarikan diri. Romani dan warga yang mengetahui, mengejar para pelaku. Salah satu pelaku nekat menceburkan diri ke sungai.

Warga berhasil mengejar pelaku yang menceburkan diri ke sungai. Mereka juga sempat melakukan aksi pemukulan ke pelaku itu. Dengan sigap Polsek Sayung langsung mengamankan  pelaku itu. 

Selanjutnya,  polisi bersama warga melakukan pengejaran pelaku satunya. Pukul 07.30 WIB, polisi bersama warga menangkap pelaku satunya. Warga yang sudah geram melakukan aksi massa. Pelaku itu babak belur dan terpaksa diperiksa di Rumah Sakit Sultan Agung Semarang.

“Proses penyelidikan dan penyidikan sesuai dengan hukum yang berlaku pun dilakukan, yaitu pelaku dijerat pasal 363 KUHPidana,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Jambret Asal Jepara Tewas Terlindas Truk usai Jambret Ibu-ibu di Tenggeles Kudus

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning menunjukkan tas yang dijambret didampingi Kasat Reskrim dan pelaku saat gelar perkara, Rabu (18/10/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – AFM jambret asal Jepara tewas terlindas truk usai menjambret ibu-ibu di Desa Tenggeles, Kecamatan Mejobo. Pemuda berusia 18 tahun itu meregang nyawa setelah sang korban melakukan perlawanan hingga membuat pelaku terjatuh dan dihantam truk yang sedang melaju.

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning mengatakan, kejadian tersebut terjadi 14 Juni lalu. Saat itu, korban sedang menjalankan aksinya bersama tetangganya AS (24) warga Kalinyamatan, Jepara.

“Saat itu, kedua pelaku sedang beraksi menggunakan sepeda motor yang dikemudikan AS. Sedang AFM bertugas menarik tas korban. Saat itu, korban adalah Diana Tri Kusumawati (24),” katanya saat gelar perkara, Rabu (18/10/2017).

Baca: Maling di Jepara Ini Hanya Butuh 15 Detik untuk Bobol Kunci Sepeda Motor

Karena korban melakukan perlawanan, lanjut Kapolres, baik korban maupun pelaku AFM terjatuh di jalan. Nahas, AFM yang terpental ke jalan langsung tertabrak truk kontainer yang saat itu melintas.

“Pelaku AFM akhirnya meninggal dunia. Sedangkan rekannya AS berhasil selamat dan menjadi burunon polisi,” ujarnya.

Berbekal identitas AS, petugas kepolisian akhirnya berhasil meringkusnya 25 September lalu di kawasan SPBU Tanggulangin, Jati.

Berdasarkan keterangan pelaku kepada Kapolres Kudus, pihaknya lah yang diajak pelaku kedua untuk beraksi. Meski membawa kendaraanya, namun dia mengaku hanya mengikuti saja. Termasuk dengan bagi hasilnya.

“Atas perbuatannya, ASB yang berprofesi sebagai Satpam di Jepara diancam hukuman  maksimal 12 tahun karena melanggar pasal 365 KUHP ayat (2) ke-1 dan ke-2,” ungkap dia.

Editor: Supriyadi

Gelar Operasi Sikat Candi, Sembilan Bandit Digulung Satreskrim Jepara 

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adi Nugroho, bersama Kasatreskrim AKP Suharta saat melakukan konferensi pers di Mapolres, Selasa (17/10/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Satuan Reserse Kriminal Polres Jepara mencokok sembilan bandit selama operasi Sikat Candi 2017. Mereka terbukti mencuri handphone, sertifikat tanah kendaraan bermotor roda dua dan roda empat serta satu di antaranya adalah pelaku pencurian burung murai batu.

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho mengatakan, dalam rentang 20 hari (25 September-14 Oktober 2017), anggotanya berhasil menangkap para pencuri tersebut. Di antara sembilan tersangka, tiga diantaranya merupakan target operasi yang dibidik oleh Reskrim Jepara.   

“Tiga di antaranya adalah TO (Target Operasi).  Pelaku sebagian besar berasal dari Jepara namun adapula dua orang yang berasal dari Kudus dan Pati,” jelasnya kepada pewarta. 

Karena itu, ia meminta masyarakat berhati-hati dan waspada dalam menjaga harta benda milik pribadi. Hal itu karena pencuri acap kali memanfaatkan kelengahan si empunya barang.

“Kita imbau seluruh masyarakat menjadi polisi bagi kita sendiri. Karena seorang tersangka pencuri burung murai batu jendela rumah terbuka, sehingga pelaku yang merupakan pekerja bangunan bisa masuk leluasa. Keamanan dari kita sendiri dan lingkungan perlu ditingkatkan,” tambahnya. 

Adapun kesembilan tersangka tersebut adalah, Anin Naim (23) pencuri motor Vario di Pecangaan Kulon, Moh Aris (34) pencuri handphone di Masjid Agung Jepara, Masrukhin (41) pencuri Pick Up di Desa Banyuputih, Saiful (21) pencuri motor di Pantai Bandengan, Mahfud (44) pencuri motor di Desa Kaligarang, Abdul Rohman (25) pencuri motor di Batealit, Pairan (66) dan Darwoto (53) pencuri sertipikat di Desa Cepogo, serta Robayasa (41) pencuri burung di Batealit.

Mereka terancam hukuman maksimal 7 tahun karena melanggar pasal 363 dan adapula yang melanggar pasal 365 KUHP. 

Editor: Supriyadi

Pura-pura Salat, Curi Kotak Amal Masjid

Foto Ilustrasi

MuriaNewsCom, Brebes – Ada-ada saja yang dilakukan pencuri kotak amal masjid ini. Yakni pura-pura melakukan salat di masjid. Saat masjid sudah sepi, pelaku mencuri kotak amal.

Adalah Chandra (21), warga asal Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Pelaku diringkus Polres Brebes di Desa Luwungbata, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes. Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti kotak amal masjid tersebut. Dengan jumlah uang diamankan sekitar Rp1 juta dari dalam saku celananya.

Kepada polisi, pelaku mengatakan, dirinya tertangkap basah saat beraksi membobol kotak amal Masjid Baiturrohman di Desa Luwungbata Tanjung. Pelaku ketika itu masuk masjid dengan mengendap-endap saat sepi.

Usai berhasil masuk masjid, pelaku mencari kotak amal. Ternyata dia menemukannya di almari masjid. Pelaku membuka kotak amal satu per satu. Setelah berhasil, pelaku mencari benda berharga lain di masjid itu.

“Saat saya hendak meninggalkan masjid, ada seorang pekerja bangunan yang sedang istirahat di masjid memergoki saya. Pekerja bangunan itu melaporkan ke massa setempat,” kata Chandra.

Warga marah dan mengaraknya ke balai desa setempat. Polisi dari Polsek Tanjung tiba di lokasi beberapa saat kemudian. Petugas membawanya ke mapolsek setempat. “Iya saya yang ambil uang itu,” kata pelaku saat di Mapolres Brebes.

Dari keterangannya juga terungkap jika selama ini, pelaku memang mengincar kotak amal masjid. Biasanya, dia melakukan pengamatan lebih dulu satu hari sebelumnya. “Kadang saya ikut salat untuk mengamati situasi dan kondisi yang ada di sekitar masjid,” ungkapnya.

Dari catatan polisi juga, ternyata pelaku merupakan residivis spesialis pencurian uang di dalam kotak amal di sembilan masjid. Dengan lokasi provinsi berbeda.

Selain di Brebes, pelaku juga pernah mencuri di dua masjid di wilayah Cirebon, Jawa Barat, satu masjid di wilayah Cikampek, Jawa Barat dan satu masjid di wilayah Kebayoran Lama, Jakarta.

Editor : Akrom Hazami

 

Ganti Pelat Mobil di Jalan, 2 Pembobol Kantor Notaris Kendal Ini Dibekuk Polantas Rembang

Komplotan Pencuri Gasak Kantor Notaris di Weleri Tepergok Polisi Ganti Plat Nomor di Rembang, Senin 2 Oktober 2017 (Polres Rembang)

MuriaNewsCom, Rembang – Enam Anggota Satlantas Polres Rembang mengamankan dua pelaku pencurian dengan pemberatan (currat ) di Jalan Pantura di depan pos lantas Pentungan Kecamatan Rembang Kabupaten Rembang, Minggu siang (1/10). 

Dua pelaku curat tersebut diketahui bernama David Mofianda (41)warga Jalan Manukan Lor VI A 35, Desa Banjarsugihan, Surabaya dan M. Ikbal (35) warga jalan Berlian Jaya RT 6/RW 5 Bekasi. Keduanya adalah pembobol kantor Notaris Kristiani di Weleri, Kendal.

Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso mengatakan, penangkapan kedua pelaku berawal saat Brigadir Bhakti Satria anggota sat Lantas Polres Rembang sedang melakukan patroli. Saat itu, ia melihat kendaraan Daihatsu Sigra nopol B 1081 FZQ sedang parkir dan membeli plat nomor bekas di kios jasa pembuat plat nomor samping BRI Cabang Rembang.

Kemudian mobil berjalan ke arah barat. Karena curiga Brigadir Bhakti Satria langsung menghubungi anggota Sat Lantas yang sedang melaksanakan tugas Penjagaan Lalu lintas yang saat itu diterima oleh Bripka Okto Galuh .

”Mendengar informasi dari Brigadir Bhakti Satria kemudian anggota 5 sat lantas melakukan penghadangan dan akhirnya dapat dihentikan pos Pentungan,” katanya.

Setelah dilakukan pemeriksaan sang sopir ( pengemudi ) tidak dapat menunjukkan kelengkapan surat ( SIM) dan anggota mengambil tindakan kepada sopir ( pengemudi) untuk masuk ke pos Pentungan

Pada saat bersamaan tiga penumpang mobil keluar dan lari kearah timur. Satu orang penumpang dapat tertangkap dan dua lainnya berhasil melarikan diri naik kendaraan umum.Selanjutnya petugas menghubungi piket Reskrim Polres Rembang dan KBM yang dicurigai beserta 2 orang pengemudi dan penumpang diserahkan untuk dilakukan pemeriksaan.

”Menurut keterangan kedua pelaku, mereka baru saja melakukan tindak pidana curat pada Minggu (1/10/2017) pukul 05.00 Wib di kantor Notaris Kristiani Weleri Kendal. Setelah dikomfirmasi di Polres Kendal memeng benar ada kejadian tersebut,” tegasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya nantinya tersangka dan barangbukti gunting pemotong gembok, Palu, Kunci T, Senpi mainan, Obeng, Kunci2 Pas, Linggis, Plat Nomor , Tablet Assus, 2 buah HP, 2 unit komputer cpu, 1 Unit Mobil Daihatsu Sigra warna putih B 1081 FZQ diserahkan ke Polres Kendal.

Editor: Supriyadi

Maling Asal Karaban Pati Pembobol Rumah di Bongsri Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Pati – Warga Desa Karaban, Kecamatan Gabus berinisial WKS (34), pelaku pencurian rumah di Dukuh Bongsri, Mulyoharjo, Pati pada Hari Raya Idul Adha terancam hukuman lima tahun penjara.

Ancaman tersebut diberikan lantaran ia terbukti melakukan pencurian dan dijerat dengan Pasal 362 KUHPidana. ”Atas tindakannya itu, pelaku terancam hukuman lima tahun. Saat ini petugas masih melakukan penyelidikan,” kata Kapolsek Pati Iptu Pujiati.

Baca Juga: Pembobol Rumah di Bongsri Ternyata Warga Karaban Pati

IPTU Pujianti menjelaskan, pelaku berhasil diamankan petugas Selasa (12/9/2017) malam. Ia ditangkap setelah petugas melakukan pengintaian usai adanya laporan dari korban yang rumahnya digasak maling hingga mengalami kerugian sekitar Rp 9 juta.

“Kepada petugas, pelaku mengaku memanfaatkan momen salat Idul Adha. Pelaku masuk ke rumah yang dalam keadaan tidak terkunci dan menggasak barang-barang berharga,” jelas Iptu Puji.

Saat kejadian berlangsung, lanjutnya, pemilik rumah sebetulnya sedang membuat teh di rumah sebelah. Sementara suaminya tengah melaksanakan salat Idul Adha.

Namun, pelaku berhasil menggondol barang-barang berharga hanya dalam hitungan menit. Pemilik rumah yang mengetahui rumahnya diacak-acak maling langsung melaporkan kejadian itu kepada polisi.

“Maling beraksi karena ada kesempatan. Meski sebentar, mereka bisa melancarkan aksinya. Karena itu, selalu waspada dan simpan barang berharga di tempat-tempat yang sulit dijangkau maling,” imbau dia.

Editor: Supriyadi

Konangan Curi Dompet, 2 Maling di Batang Ini Dikeroyok Warga Hingga…

Foto Ilustrasi (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Batang – Dua pelaku pencurian AK (38) dan AH (27), warga Pringlangu, Kota Pekalongan, menjadi bulan-bulanan warga Batang. Sebab keduanya konangan mencuri dompet milik korban Indah S di Kelurahan Karangasem, Kecamatan Batang Kota, Kabupaten Batang.

Kapolres Batang, AKBP Juli Agung Pramono di Batang, mengatakan para tersangka, AK dan AH, dihajar massa karena ketahuan mencuri dompet milik korban yang disimpan di dalam jok sepeda motornya. “Tersangka sempat dihajar massa sebelum polisi datang ke lokasi kejadian. Saat ini, dua tersangka kami amankan untuk diminta keterangannya,” katanya dikutip Antarajateng.com.

Ia yang didampingi Kepala Polsek Batang Kota, AKP Bambang Sugiyanto mengatakan dua tersangka beraksi dengan membuntuti korban hingga sepeda motornya diparkir di depan rumahnya. Saat itu, kata dia, korban sempat berbelanja di sebuah toko kelontong di Jalan Martadinata Kelurahan Karangansem.

“Korban yang tidak mengetahui dibuntuti oleh para pelaku, terus mengendarai sepeda motornya pulang ke rumah usai berbelanja. Korban kemudian memarkir sepeda motornya tetapi beberapa saat kemudian jok sepeda motor dirusak pelaku,” ungkap Juli.

Ia mengatakan aksi dua pelaku diketahui oleh warga sehingga langsung dihajar oleh warga setempat hingga babak belur. Adapun modus yang dilakukan para pelaku, kata dia, adalah sebelumnya kedua tersangka sengaja ke daerah Batang naik sepeda motor Suzuki Satria Fu nomor polisi DK 5513 UT untuk mencari target. “Saat dua tersangka sampai di Jalan RE Martadinata dan melihat korban sedang berbelanja di sebuah toko kelontong dan langsung dibuntuti oleh dua tersangka itu,” katanya.

Ia mengatakan selain menangkap dua pelaku, polisi juga mengamankan sebuah dompet warna hitam merk Sophie Martin yang berisi uang tunai Rp1.250.000, KTP, sebuah tas cangklong warna biru, sebuah telepon seluler dan sepeda motor Suzuki Satria FU.

“Saat diminta keterangannya, pelaku mengaku telah melakukan pencurian 15 kali di wilayah pantura. Akibat perbuatannya, dua tersangka akan dijerat pasal 363 KUHP,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Begini Cara Maling Genset di Batang Beraksi  

Pelaku pencurian genset Cipluk harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di Mapolres Batang. (Humas Polres Batang)

MuriaNewsCom, Batang – Pelaku pencuri genset, Cipluk (23) warga warga  Dukuh Sidomulyo, Desa/Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, berhasil beraksi. Cipluk mencuri genset dari toko ban “Nata Ban” milik Ana Puryani (51) warga satu desanya.

Jejak pelarian Cipluk pun berhasil tercium polisi. Tanpa waktu lama, polisi dari Reskrim Polsek Bandar menangkap Cipluk dari rumah temannya di kecamatan setempat. Tanpa perlawanan, pelaku manut saja saat polisi membawanya.

Baca : Kebakaran Depan Rumah Dinas Gubernur, Mobil Mewah Hangus di Dalam Garasi

Saat ini, pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan harus meringkuk di tahanan Mapolres Batang. Kepada polisi, pelaku pun menceritakan perbuatannya.

Awal kejadian, pada Kamis 24 Agustus 2017 sekitar pukul 08.00 WIB, korban Ana Puryani bermaksud membuka bengkel dan toko ban miliknya, akan tetapi setelah dibuka didapati genset yang ada di dalam toko sudah tidak ada.

Modusnya, pelaku datang pada malam hari di saat bengkel sudah tutup. Pelaku memanjat rumah kosong yang berdekatan dengan bengkel. Kemudian, pelaku masuk melalui jendela yang menghubungkan bengkel. Setelah itu, pelaku mengambil genset yang ada di dalam bengkel dan membawanya keluar melalui rumah kosong. Pelaku terlebi dulu membuka kunci slot rumah kosong dari dalam dan membawa genset keluar.

Baca : Temui Mantan Panglima TNI, Safin Ngadu Soal Ini

Saat dikonfirmasi, Kapolres Batang AKBP Juli Agung Pramono, mengatakan, polisi telah menangkap pelaku. “Pelaku kami tangkap di rumah temannya masih di wilayah Bandar, Senin (4/9/2017) siang dan saat ini, pelaku sudah kami tahan dan periksa,” ujarnya, Rabu (6/9/2017).

Saat diinterogasi pelaku mengakui perbuatanya dan dilakukan bersama temannya. Saat ini, polisi masih memburu rekan pelaku. “Ia (pelaku) mengakui dalam kurun waktu awal Agustus sampai sebelum tertangkap sudah melakukan pencurian sebanyak 4 kali di tempat yang sama, yaitu mencuri ban truk/mobil dan uang hasil penjualan ban truk/mobil sebelumnya ia gunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” terangnya kepada polisi.

Selain menangkap pelaku, polisi juga mengamankan  barang bukti  1 (satu) unit genset. Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sekitar Rp 3 juta.

“Kami sudah mengantongi identitas teman pelaku yang belum tertangkap. Akibat perbuatanya, pelaku bisa dijerat dengan pasal 363 KUHPidana,” tambahnya.

Baca : Temui Mantan Panglima TNI, Safin Ngadu Soal Ini 

Polisi mengimbau kepada masyarakat khususnya di wilayah Bandar agar berhati hati dalam menaruh barang berharga miliknya. “Taruh barang berharga ditempat yang aman supaya terhindar dari aksi pencurian,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca : Listik 5 Desa di Pati Kota Akan Dipadamkan 8 Jam, Ini Penjelasannya 

Pencuri Toko Emas di Sragen Terekam CCTV

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Sragen — Pencurian bermotor di  Toko Emas Ragil Baru kompleks Pasar Kota Sragen, Jalan Ahmad Yani, Sragen, Rabu (30/8/2017) pukul 07.26 WIB, terekam kamera closed circuit television (CCTV).

Rekaman tersebut saat ini sudah diambil oleh polisi untuk keperluan penyelidikan. Pencurian di toko emas milik Warsini (60), warga Tegalsari Asri, Sragen Kulon, Sragen, itu mengakibatkan kerugian hingga Rp300 jutaan dari 2 kg emas yang dibawa kabur pencuri.

Aksi pencurian itu baru disadari oleh karyawan toko emas setelah kedua pelaku kabur menggunakan sepeda motor. Karyawan itu kemudian melaporkan kejadian itu kepada pemilik toko emas.

Pemilik toko emas langsung mengecek di rekaman kamera CCTV dan ternyata benar ada seorang laki-laki yang semula mengenakan jaket mengambil stoples berisi cincin dengan tangan kanannya. Atas kejadian itu pemilik toko langsung melapor ke Mapolsek Sragen Kota.

“Jumlah cincin emas yang hilang itu beratnya sampai 2 kg dan nilai kerugiannya sampai Rp300 jutaan lebih. [Pelaku] perempuannya agak tua dan laki-lakinya lebih muda. Ya, mereka seperti ibu dan anak. Pencurian itu indikasinya terencana karena pelaku laki-laki sudah dua hari berkeliaran di sekitar toko emas ini,” ujar Aris, salah satu anak dari pemilik toko emas itu, dikutip dari Solopos.com.

Berdasarkan laporan tersebut, tim Polres Sragen dan Polsek Sragen Kota dipimpin Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman langsung melakukan olah kejadian perkara di Toko Emas Ragil Baru Sragen. Kapolsek Sragen AKP Suseno mewakili Kapolres Sragen AKBP Arif Budiyanto saat dihubungi Solopos.com, Rabu, menyampaikan identitas kedua pelaku belum diketahui dan masih dalam proses penyelidikan.

Suseno tidak berani menduga-duga hubungan kedua pelaku itu. “Rekaman kamera CCTV menjadi alat bukti yang diambil polisi dan didalami untuk mengungkap pelaku. Ciri-cirinya, perempuan bertubuh tinggi besar menggunakan jilbab dan baju panjang seperti jubah lorek-lorek hitam putih. Laki-laki bertubuh tinggi, rambut lurus seleher, mengenakan jumper warna hitam gelap, dan kulit putih. Modusnya, perempuan mengalihkan perhatian penjaga toko emas kemudian yang laki-laki mengambil emas,” ujar Suseno.

 

Editor : Akrom Hazami

Beraksi Pakai Jimat Sakti di KA Purwojaya, Pencuri Ini Malah Tertangkap di Purwokerto

Foto Ilustrasi. Pelaku kejahatan mempertanggungjawabkan perbuatannya. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Purwokerto – Ada-ada saja yang dilakukan warga ini. Dengan berbekal jimat biar tak konangan mencuri, justru malah tertangkap. Hal itu terjadi di KA Purwojaya relasi Gambir-Purwokerto-Cilacap. Adalah Sugeng Subagyo (61), warga Bojong Rangkong, Jakarta Timur. Sugeng mengakui perbuatannya saat dimintai keterangan di Stasiun Purwokerto, Kamis (24/8/2017).

Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 5 Purwokerto Ixfan Hendriwintoko mengatakan, pihaknya berhasil menangkap pencuri dari atas KA Purwojaya. “Penangkapan terhadap pelaku berawal dari kecurigaan personel Polsuska (Polisi Khusus Kereta Api) yang sedang bertugas mengawal KA Purwojaya, yakni Gus Gigih dan Dika Rimba,” katanya di Purwokerto, dikutip Antara.

Pencuri itu beraksi dengan memegang jimat. Dengan tujuan biar tak tertangkap. Tapi yang terjadi, pencuri itu malah tertangkap petugas KA. Jimat itu berisi sisik penyu, bunga kantil, dan mata uang kuno. “Jimat itu diyakini pelaku sebagai pengasihan dan biar tidak diketahui kalau mencuri,” ujarnya.

Pelaku diketahui mondar-mandir dan melakukan aktivitas mencurigakan di dalam Kereta Eksekutif 3 KA Purwojaya. Pelaku yang pura-pura baru keluar dari toilet segera berjalan kembali ke tempat duduknya, yakni nomor 7B.

Saat berjalan, pelaku dengan cepat mengambil tas bukan miliknya dari rak barang di atas tempat duduk depan tempat duduknya. Petugas Polsuska bersama kondektur segera menangkap pelaku dan menurunkannya di Stasiun Purwokerto.

Saat digeledah, petugas menemukan barang bukti berupa tiga buku ukuran folio yang biasa digunakan pelaku untuk dimasukkan ke dalam tas korban sebagai pengganti laptop yang dia curi.

Selain itu, petugas juga menemukan kartu tanda penduduk (KTP) atas nama Tjandra Washita yang diduga palsu karena foto pada KTP tersebut merupakan wajah pelaku.

Petugas juga menemukan satu lembar surat izin mengemudi (SIM) bukan atas nama pelaku, dua obeng, 10 “Micro SD” yang diduga dari telepon pintar curian karena isinya berbeda-beda, serta. Ditemukan juga satu buah `power bank`, satu unit telepon pintar merek Xiaomi, dan dua buah `buff` atau penutup wajah,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Beruntung Tak Dibakar Massa, Pencuri Kotak Amal Musala di Kaliwungu Kendal Ini Babak Belur

Pencuri kotak amal musala, Yudi, mengalami babak belur, di Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal. (metrojateng)

MuriaNewsCom, Kendal – Yudi Prasetya (24), warga Kelurahan Blumbungan, Kecamatan Jagalan Selatan, Kota Semarang, benar-benar nekat. Yudi mencuri kotak amal di Musala Al Asyari Kampung Pesantren, Desa Krajan Kulon, Kaliwungu, Kendal, Jumat (18/7/2017) siang.

Aksinya terpergok warga. Tentu saja, warga tak tinggal diam. Warga yang diliputi rasa amarah langsung mengejar Yudi. Warga berhasil mengejar Yudi. Pukulan demi pukulan dilayangkan ke wajah pemuda itu. Beruntung, warga tidak sampai melakukan pembakaran seperti yang terjadi di Bekasi, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Polisi yang tiba di lokasi, segera mengamankan Yudi.

Polisi kemudian melarikan Yudi ke Rumah Sakit Darul Istiqomah, Kaliwungu, Kendal. Yudi dalam kondisi tangan terborgol, harus menjalani belasan jahitan akibat luka wajah.  Usai mendapat perawatan, Yudi dibawa ke sel tahanan Mapolsek Kaliwungu.

Sedangkan barang bukti kotak amal yang dicongkel gemboknya diamankan sebagai barang bukti. Polisi mengamankan pula uang dari tangan Yudi sebesar Rp 740 ribu. Polisi masih melakukan penyelidikan kasus pencurian kotak amal ini.

Kepada polisi, Yudi menceritakan, dirinya melakukan pencurian karena butuh uang. Yudi pun mencuri kotak amal. Sebelum mencuri, Yudi pura-pura tidur di Musala Al Asyari. Saat suasana sepi, Yudi segera melakukan aksinya. Yaitu dengan mencongkel gembok yang ada di bagian bawah kotak amal.

Warga memergoki aksinya itu dan menangkapnya. Yudi beralasan tidak memiliki pekerjaan dan uang untuk kebutuhan sehari-hari. “Saya tidak punya uang. Sebelumnya saya memang tidur di musala,” kata Yudi dikutip dari metrojateng.com.

Sementara itu, menurut Kapolsek Kaliwungu AKP Nanung Nugraha, Yudi sudah dua kali tercatat kasus serupa di kepolisian. “Pelaku diamankan warga yang sudah menghakimi lebih dulu, lalu diserahkan ke polisi,” ujar Nanung.

Editor : Akrom Hazami

Mirisnya Pengakuan 2 Bocah Pencuri Barang Petani di Kudus

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Kudus – 2 bocah yang nekat mencuri barang petani di Desa Honggosoco, Jekulo, Kudus, telah diamankan polisi, Rabu (12/7/2017). Ini pengakuan mereka kepada polisi.

Adalah LS (16) dan BD (14) warga Kecamatan Dawe, Kudus. Mereka berdua adalah tetangga. Keduanya merupakan anak yatim. Mereka tak lagi sekolah dan memilih jadi pencuri.

Di hadapan Kapolsek Jekulo AKP Subakri, mereka mengaku, telah mencuri beberapa kali. Hasil curiannya, dibuat untuk mencukupi kebutuhan. Mereka tak bisa bekerja karena usianya yang terbilang masih anak. Mereka pun jadi pencuri.

“Saat ini masih diperiksa lebih lanjut. Apakah nanti akan diberikan pembinaan secara khusus ataukah dilakuan tipiring, kami masih didalami,” kata Subakri kepada MuriaNewsCom.

Kedua bocah di antaranya telah mencuri sepeda motor milik petani di sawah. Sepeda motor itu telah dijual ke warga seharga Rp 500 ribu. Kini mereka harus berurusan dengan polisi.

Petani di Desa Honggosoco, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, benar-benar naik pitam, beberapa waktu terakhir ini. Sebab, mereka kerap jadi korban pencurian barang taninya.

Petani pun mencari cara agar bisa menangkap pencuri. Mereka pun sepakat melakukan kerja sama satu sama lain. Seperti dengan membiarkan alat mesin diesel penyedot air irigasi, di sawah.

Benar, dua orang pencuri berusia belasan tahun datang ke sawah. LS (16) dan BD (14) warga Dawe, berniat mencuri mesin penyedot air itu. Belum sempat mengamankan barang curiannya, sejumlah petani langsung mengejarnya.

Editor : Akrom Hazami

Cerita Konyol Pencuri Kayu Sebelum Dibekuk di Kawasan Hutan KPH Gundih Grobogan

Wakil Administratur KPH Gundih Kuspriyadi menunjukkan barang bukti yang berhasil diamankan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Petugas dari Perhutani KPH Gundih berhasil menangkap empat orang yang melakukan aksi pencurian kayu jati di kawasan hutan, Selasa (11/7/2017) dini hari. Keempat pelaku adalah Salam, Siswadi, Harto dan Tarmuji yang kesemuanya warga Desa Kenteng, Kecamatan Toroh, Grobogan.

“Jumlah pelaku semuanya ada tujuh orang. Tiga orang lainnya berhasil melarikan diri saat kita sergap,” ungkap Wakil Administratur KPH Gundih Kuspriyadi.

Penangkapan pembalak kayu itu berawal dari informasi yang menyebutkan adanya tujuh orang mencurigakan di kawasan hutan di RPH Ngemplak, BKPH Kuncen, tidak jauh dari Desa Kenteng. Selanjutnya, tim pengamanan hutan melakukan patroli dan pengintaian di sekitar lokasi.

Setelah menyisir kawasan hutan cukup lama, petugas akhirnya memergoki tujuh orang di kawasan hutan. Beberapa orang diantaranya membawa kayu hasil tebangan dengan cara dipikul.

Tanpa buang waktu, petugas langsung menyergap kawanan tersebut. Namun, tiga orang yang bertugas sebagai penebang kayu gagal diringkus karena lari ke kawasan hutan.

Setelah ditangkap, salah seorang pelaku mengatakan, sebagian hasil kayu curian sudah di kumpulkan di sekitar desa Kenteng. Petugas akhirnya berhasil mendapatkan 12 batang kayu berbagai ukuran, kapak yang dipakai menebang pohon dan dua sepeda motor milik pelaku.

“Empat pelaku pencurian kayu yang tertangkap sudah kita serahkan ke Mapolres Grobogan bersama barang buktinya. Hal ini sudah menjadi komitmen kami bahwa apapun bentuknya, pelaku Illegal loging harus di proses secara hukum,” imbuh Kuspriyadi.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Aksi 2 Bocah Curi Barang Petani Honggosoco Kudus Berakhir di Sini

Kapolsek Jekulo AKP Subakri. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Petani di Desa Honggosoco, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, benar-benar naik pitam, beberapa waktu terakhir ini. Sebab, mereka kerap jadi korban pencurian barang taninya.

Petani pun mencari cara agar bisa menangkap pencuri. Mereka pun sepakat melakukan kerja sama satu sama lain. Seperti dengan membiarkan alat mesin diesel penyedot air irigasi, di sawah.

Benar, dua orang pencuri berusia belasan tahun datang ke sawah. LS (16) dan BD (14) warga Dawe, berniat mencuri mesin penyedot air itu. Belum sempat mengamankan barang curiannya, sejumlah petani langsung mengejarnya.

“Warga yang kebanyakan petani menangkap basah pelaku yang membawa alat tersebut untuk dibawa kabur. Namun petani berhasil menangkapnya dan mengamankan,” kata Kapolsek Jekulo AKP Subakri kepada wartawan di Kudus, Rabu (12/7/2017).

Pihaknya berterima kasih kepada masyarakat yang sudah ikut menangkap pelaku. Termasuk juga, lanjut Subakri, terima kasih karena warga tak melakukan hakim sendiri. “Pelaku benar-benar aman dari amukan warga,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami