Wartawan Pegang Pistol FN dan Menembakkannya di Blora

Sejumlah awak media sedang bersiap menekan pelatuk Pistol FN 46 (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Sejumlah awak media sedang bersiap menekan pelatuk Pistol FN 46 (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Sejumlah wartawan yang bertugas di Kabupaten Blora mendapatkan kesempatan berlatih mengoperasikan senjata api milik TNI AD di lapangan Tembak Baladewa Batalyon Infanteri 410 Alugoro, Blora, Rabu (30/3/2016).

Hal itu sebagai salah satu upaya menambah wawasan bagi awak media perihal senjata api. Wartawan media diberi kesempatan untuk melakukan tembakan menggunakan Pistol FN-46 dengan peluru tajam 16 butir, dengan jarak 15 meter dari titik sasaran.

“Ini pengalaman pertama bagi saya, tentu sangat berkesan sekali menembak langsung dengan senjata api dengan sikap berdiri,” ujar Wahyu Rizkiawanm salah satu wartawan media cetak yang bertugas di Blora.

Kapten Inf Subeno, selaku komandan latihan menembak mengungkapkan, pihaknya memberikan waktu bagi awak media untuk bisa mengikuti latihan menembak bersama anggota Kodim 0721 Blora, sebagai upaya menjalin kehangatan antarawak media dan personel Kodim.

Sedangkan, untuk senjata bagi personel Kodim yakni laras panjang M 16 A dengan jarak dari titik sasaran 100 meter. “Diharapkan dengan latihan menembak ini para anggota Kodim 0721 Blora mampu melaksanakan materi tembak pengelompokkan dan tembak penilaian senapan dan pistol sesuai prosedur,” ujar Subeno.

Sementara itu Dandim 0721/Blora Letkol Inf Susilo, mengungkapkan, kemahiran menembak merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh setiap prajurit. Khususnya prajurit Kodim 0721/Blora. Oleh karena itu dengan bermodal kemampuan tersebut maka seorang anggota akan mempunyai kepercayaan diri yang tinggi dalam setiap melaksanakan tugasnya khususnya dalam tugas operasi di daerah rawan.

“Kemampuan menembak ini harus dimiliki semua prajurit, meski latihan harus digunakan dengan baik, dan prosedur keamanan harus diperhatikan,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Tendang Jurnalis, Anggota Sub Denpom Pati Minta Maaf

Anggota Sub Denpom Pati Sukono (kiri) bersama komandannya, Wawan Adji Prasetyo (tengah) dan jurnalis Metro TV Hasanudin sepakat untuk damai. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Anggota Sub Denpom Pati Sukono (kiri) bersama komandannya, Wawan Adji Prasetyo (tengah) dan jurnalis Metro TV Hasanudin sepakat untuk damai. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Sukono, anggota Sub Detasemen Polisi Militer (Denpom) Pati yang melakukan penendangan tripod kamera jurnalis dalam peliputan autopsi di TPU Desa Winong, Kecamatan Pati akhirnya meminta maaf. Hal itu dilakukannya saat sejumlah jurnalis mendatangi Markas Sub Denpom Pati, Rabu (6/1/2016).

Ia mengaku menyesal dengan perbuatan yang telah dilakukan. Permintaan maaf disaksikan Komandan Sub Denpom IV/3-2 Pati Wawan Aji Prasetyo.

Dalam keterangannya, Sukono mengaku membantu pengamanan autopsi, karena ia diperintahkan untuk mengamankan agar gambar mayat yang diautopsi tidak boleh diambil wartawan. Karena itu, ia meminta kepada sejumlah jurnalis untuk memahami tugas yang dilakukan.

“Kami bantu pengamanan autopsi karena aturannya tidak boleh diambil gambarnya. Saya minta maaf kalau memang ada salahnya dalam melakukan pengamanan,” kata Sukono.

Sementara itu, Hasanudin, jurnalis Metro TV yang sempat ditendang tripodnya saat melakukan liputan autopsi mengaku sudah menerimakan permintaan maaf dari Sukono. Hanya saja, ia meminta agar kejadian itu tidak terulang lagi.

“Kami sambut baik adanya itikad baik dari pihak Sub Denpom Pati yang sudah meminta maaf. Ke depan, kejadian serupa tidak terjadi lagi,” tugasnya. (LISMANTO/AKROM HAZAMI)

Belasan Jurnalis Datangi Markas Detasemen Polisi Militer Pati

Sejumlah jurnalis bertemu dengan anggota Sub Denpom Pati terkait dengan pengusiran dan penendangan saat peliputan autopsi di TPU Winong, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah jurnalis bertemu dengan anggota Sub Denpom Pati terkait dengan pengusiran dan penendangan saat peliputan autopsi di TPU Winong, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Sedikitnya ada 12 jurnalis yang tergabung dalam Forum Jurnalis Independen Pati (ForJIP) mendatangi Markas Detasemen Polisi Militer (Denpom) IV/3 Sub Detasemen IV/3-2 Pati, Rabu (6/1/2016).

Mereka datang untuk membahas pengusiran dan penendangan yang dilakukan salah satu anggota Sub Denpom Pati, saat melakukan peliputan pembongkaran mayat anggota TNI di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Winong, Kecamatan Pati Kota, Selasa (5/1/2016).

Hasanudin, jurnalis Metro TV yang sempat ditendang tripodnya saat melakukan peliputan mengatakan, kedatangan sejumlah jurnalis untuk meluruskan persoalan yang sempat membuat situasi memanas.

”Kita harus terbuka saja. Kita sama-sama kerja di lapangan dan sesuai dengan prosedur peliputan. Kalau tidak ada dialog yang baik, ya bagaimana. Kami meminta agar insiden itu tidak terulang lagi,” kata Hasanudin kepada MuriaNewsCom.

Kedatangan sejumlah jurnalis disambut Komandan Sub Denpom Pati Wawan. Ia mempertemukan dan memediasi kedua belah pihak untuk saling memahami, mengerti, dan memaafkan. (LISMANTO/TITIS W)