Tendang Jurnalis, Anggota Sub Denpom Pati Minta Maaf

Anggota Sub Denpom Pati Sukono (kiri) bersama komandannya, Wawan Adji Prasetyo (tengah) dan jurnalis Metro TV Hasanudin sepakat untuk damai. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Anggota Sub Denpom Pati Sukono (kiri) bersama komandannya, Wawan Adji Prasetyo (tengah) dan jurnalis Metro TV Hasanudin sepakat untuk damai. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Sukono, anggota Sub Detasemen Polisi Militer (Denpom) Pati yang melakukan penendangan tripod kamera jurnalis dalam peliputan autopsi di TPU Desa Winong, Kecamatan Pati akhirnya meminta maaf. Hal itu dilakukannya saat sejumlah jurnalis mendatangi Markas Sub Denpom Pati, Rabu (6/1/2016).

Ia mengaku menyesal dengan perbuatan yang telah dilakukan. Permintaan maaf disaksikan Komandan Sub Denpom IV/3-2 Pati Wawan Aji Prasetyo.

Dalam keterangannya, Sukono mengaku membantu pengamanan autopsi, karena ia diperintahkan untuk mengamankan agar gambar mayat yang diautopsi tidak boleh diambil wartawan. Karena itu, ia meminta kepada sejumlah jurnalis untuk memahami tugas yang dilakukan.

“Kami bantu pengamanan autopsi karena aturannya tidak boleh diambil gambarnya. Saya minta maaf kalau memang ada salahnya dalam melakukan pengamanan,” kata Sukono.

Sementara itu, Hasanudin, jurnalis Metro TV yang sempat ditendang tripodnya saat melakukan liputan autopsi mengaku sudah menerimakan permintaan maaf dari Sukono. Hanya saja, ia meminta agar kejadian itu tidak terulang lagi.

“Kami sambut baik adanya itikad baik dari pihak Sub Denpom Pati yang sudah meminta maaf. Ke depan, kejadian serupa tidak terjadi lagi,” tugasnya. (LISMANTO/AKROM HAZAMI)

Belasan Jurnalis Datangi Markas Detasemen Polisi Militer Pati

Sejumlah jurnalis bertemu dengan anggota Sub Denpom Pati terkait dengan pengusiran dan penendangan saat peliputan autopsi di TPU Winong, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah jurnalis bertemu dengan anggota Sub Denpom Pati terkait dengan pengusiran dan penendangan saat peliputan autopsi di TPU Winong, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Sedikitnya ada 12 jurnalis yang tergabung dalam Forum Jurnalis Independen Pati (ForJIP) mendatangi Markas Detasemen Polisi Militer (Denpom) IV/3 Sub Detasemen IV/3-2 Pati, Rabu (6/1/2016).

Mereka datang untuk membahas pengusiran dan penendangan yang dilakukan salah satu anggota Sub Denpom Pati, saat melakukan peliputan pembongkaran mayat anggota TNI di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Winong, Kecamatan Pati Kota, Selasa (5/1/2016).

Hasanudin, jurnalis Metro TV yang sempat ditendang tripodnya saat melakukan peliputan mengatakan, kedatangan sejumlah jurnalis untuk meluruskan persoalan yang sempat membuat situasi memanas.

”Kita harus terbuka saja. Kita sama-sama kerja di lapangan dan sesuai dengan prosedur peliputan. Kalau tidak ada dialog yang baik, ya bagaimana. Kami meminta agar insiden itu tidak terulang lagi,” kata Hasanudin kepada MuriaNewsCom.

Kedatangan sejumlah jurnalis disambut Komandan Sub Denpom Pati Wawan. Ia mempertemukan dan memediasi kedua belah pihak untuk saling memahami, mengerti, dan memaafkan. (LISMANTO/TITIS W)