Marzuqi: Sebelum Mudik, Pastikan Instalasi Listrik Aman

Salah seorang warga Jepara yang mengecek kondisi listrik menjelang mudik Lebaran. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Salah seorang warga Jepara yang mengecek kondisi listrik menjelang mudik Lebaran. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

JEPARA – Semakin mendekati hari Lebaran, tak sedikit masyarakat yang pulang ke kampung atau mudik. Namun, sebelum mudik masyarakat diminta untuk memastikan instalasi listri di rumah yang ditinggalkannya aman dari potensi korsleting. Sebab, sudah banyak kasus kebakaran yang terjadi dan disebabkan karena hal tersebut.

Imbauan tersebut disampaikan Bupati Jepara Ahmad Marzuqi. Menurut Marzuqi, Angka kasus kebakaran di Jepara cukup tinggi. Selama Ramadan hingga pekan ketiga, tercatat dua kali peristiwa kebakaran terjadi di Bumi Kartini. Peristiwa itu sering disebabkan hubungan arus pendek listrik.

“Sehingga, sebelum mudik kami imbau agar cek dan pastikan instalasi listrik aman. Misalnya pastikan tidak ada alat elektronik yang terhubung dengan saluran listrik,” ujar Marzuqi.

Lebih lanjut dia mengatakan, imbauan tersebut tidak hanya berlaku bagi rumah yang ditinggalkan pemudik. Namun juga kantor-kantor yang ditinggalkan selama libur lebaran nanti. Sebab, libur lebaran tidak hanya satu dua hari, sehingga keamanan seperti itu sangat dibutuhkan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Libur cuti bersama Idul Fitri ini cukup lama. Sehingga kantor-kantor yang ditinggal libur, terutama di lingkungan pemerintah Kebupaten Jepara, kami imbau untuk cek dulu instalasi listrik,” imbuhnya. (WAHYU KZ/SUWOKO)

Puncak Arus Mudik Diprediksi Mulai Besok

Mudik (e)JEPARA – Semakin mendekati hari Lebaran tahun ini, masyarakat perantauan melakukan hilir mudik. Di Kabupaten Jepara, diprediksi puncak arus mudik dimulai besok atau H-2 dan H-1. Hal itu disampaikan oleh KBO Satlantas Polres Jepara, Iptu Suyitno.

Menurut Suyitno, untuk mengatasi sejumlah potensi kemacetan dan keruwetan lalu lintas, pihaknya telah mempersiapkan sejumlah personil untuk bertugas mengatur kelancaran arus lalu lintas.

“Kami perkirakan puncak arus mudik terjadi sekitar H-2 dan H-1. Untuk mengantisipasi kemacetan di jalan, kami sudah membuat sejumlah pos dan sejumlah petugas untuk berjaga dan mengamankan arus lalu lintas,” ujar Suyitno kepada MuriaNewsCom.

Lebih lanjut dia mengemukakan, selain membuat pos dan menugaskan sejumlah anggota Satlantas. Pihaknya juga membuat rekayasa lalu lintas di beberapa titik.

Rekayasa lalu lintas berupa pemberian pembatas jalan agar dapat meminimalisir kemacetan dan tingkat kecelakaan. Diantara yang diberi pembatas adalah di depan pasar Mayong, pasar Kalinyamatan dan dibeberapa pos pengamanan lebaran lainnya. Termasuk di kawasan Shoping Center Jepara. (WAHYU KZ/SUWOKO)

Pilih Pulang Lebih Awal, Pemudik Takut Terjebak Macet

Sejumlah pemudik tiba di salah satu agen bus di Jalan Pati-Gabus, Rabu (8/7/2015). (MuriaNewsCom/LISMANTO)

Sejumlah pemudik tiba di salah satu agen bus di Jalan Pati-Gabus, Rabu (8/7/2015). (MuriaNewsCom/LISMANTO)

PATI – Selain soal harga tiket, pemudik mengaku pulang awal lantaran takut macet. Seperti halnya Jumono, pemudik asal Desa Godo, Kecamatan Winong yang sudah memprediksi jika perjalanan akan macet mendekati H-7 Lebaran. Lanjutkan membaca