Ganjar Beri Kejutan Ulang Tahun Pasien Kanker di RSUP Kariadi

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menjenguk Suroso, pasien kanker usus yang tengah dirawat di RSUP dr Kariadi Semarang, Jumat (18/8/2017). (Istimewa)

MuriaNewsCom, Semarang – Gubernur Jateng Ganjar Ganjar Pranowo memberi kejutan kepada Suroso (21), pemuda asal Desa Gumayun, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal, yang tengah dirawat di RSUP dr Kariadi Semarang, Jumat (18/8/2017).

Sejak 2016 lalu Suroso, didiagnosa mengidap kanker usus. Dan hari ini Ganjar memberi kejutan, karena bertepatan dengan ulang tahun pasien itu yang ke 21 tahun.

Orang nomor satu di Jateng itu, mengajak Suroso bernyanyi bersama, sehingga melupakan penyakit yang dideritanya.

Mendapat kunjungan dari Ganjar, semangat untuk sembuh kembali terpancar dari raut wajah Suroso yang sebelumnya sering menangis meratapi penyakitnya.

“Aku ketemu Pak Gubernur, Pak Ganjar. Saya nanti akan dikemo (kemoterapi) yang ke-12 kali, semoga ada hasil bagi saya. Harapan di ulang tahun saya ini, saya bisa sembuh kembali,” ujar Suroso dengan wajah tersenyum.

Di hadapan Ganjar, pemuda omo lantas menyanyikan sebuah lagu berjudul Jangan Menyerah dari D’Masiv yang langsung disambut tepuk tangan oleh Ganjar.

Anak dari pasangan Sutaswi dan Suhadi tersebut, saat ini menjalani pengobatan di RSUP dr Kariadi dengan bantuan sejumlah pihak. Mereka terketuk hatinya untuk membantu pengobatan Suroso, setelah kabar tentang penyakit yang ia derita tersebar melalui grup Facebook MIK Semar.

Hadir dalam kesempatan pagi itu Dalang MIK Semar Rahmulyo Adiwibowo dan sejumlah punggawa. Sejumlah orang juga secara bergantian menjaga Suroso selama dirawat di RSUP Dr Kariadi. “Saya ingin menemani masa tua ibu saya, saya sangat sayang mereka,” ucap Suroso.

Sementara itu, Ganjar Pranowo menjelaskan, saat ini Suroso tengah mendapat perawatan dari rumah sakit untuk proses penyembuhan penyakit yang menggerogoti tubuhnya.

“Dokter berusaha, kamu harus bersemangat dan berdoa, dengan doa Allah akan memudahkan. Supaya lekas nikah,” kata Ganjar memberi semangat.

Menurutnya, pihak rumah sakit cukup responsif menangani kasus ini, sehingga pasien kembali semangat dan cepat sembuh. Ia juga mengapresiasi warga yang berinisiatif menggalang donasi melalui media sosial.

“Gotong-royong seperti sangat baik, dan bisa ditularkan kepada komunitas yang lain,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Antar BBM ke Karimunjawa, Pemprov Jateng Siapkan Kapal Modifikasi

Kepala Bidang Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Dinas ESDM Jepara, Ngadimin. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Kepala Bidang Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Dinas ESDM Jepara, Ngadimin. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Persoalan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Kepulauan Karimunjawa mulai menemukan angin segar. Setelah ada pelarangan distribusi menggunakan kapal kayu serta surat Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, kini pemerintah bakal membuatkan kapal modifikasi untuk mengangkut BBM ke wilayah terluar Kabupaten Jepara itu.

Hal itu seperti yang disampaikan Kepala Bidang Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Dinas Bina Marga Pengairan dan ESDM Jepara, Ngadimin. Menurut dia, baru-baru ini pihaknya mengikuti rapat di provinsi membahas mengenai masalah pasokan BBM ke Karimunjawa.

”Dalam rapat itu, semua pihak hadir termasuk dari Pertamina. Hasilnya, sisa waktu yang diberikan pak Gubernur ini nanti akan dibuatkan kapal modifikasi yang sesuai syarat minimal kapal boleh mengangkut BBM,” ujar Ngadimin kepada MuriaNewsCom, Kamis (26/5/2016).

Lebih lanjut dia menjelaskan, sampai saat ini waktu tersisa sekitar lima bulan dari enam bulan waktu yang diberikan oleh Gubernur Ganjar Pranowo untuk mengatur pendistribusian BBM ke Karimunjawa agar sesuai dengan aturan. Waktu enam bulan tersebut masih diperbolehkan distribusi menggunakan kapal kayu karena dianggap kondisi darurat.

”Kalau untuk membuat kapal khusus untuk mengangkut BBM sebagaimana di wilayah lain, tidak memungkinkan. Selain dana juga waktu yang diperlukan lama. Jadi solusinya kapal kayu bisa dimodifikasi agar memenuhi batas minimal syarat untuk diperbolehkan mengangkut BBM,” terangnya.

Sedangkan untuk pengangkutan gas elpiji, dianggap tidak memerlukan kapal khusus seperti untuk pengangkutan BBM. Sebab, tabung gas elpigi sudah didesain sedemikian rupa agar tidak bocor dan meledak jika dalam kondisi terkena guncangan maupun gesekan.

”Kalau tabung kan masih sama seperti didarat. Bisa dibawa kemana saja, menggunakan kendaraan apa saja bisa. Untuk gas elpigi sampai saat ini tidak ada masalah,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Dimulai 26 Mei, Dandangan Kudus Tahun Ini Hadirkan UMKM se-Jateng

Salah seorang pedagang sedang menata dagangannya menyambut dandangan, Rabu (4/5/2016). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Salah seorang pedagang sedang menata dagangannya menyambut dandangan, Rabu (4/5/2016). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus akhirnya menetapkan tanggal 26 Mei sebagai tanda dimulainya tradisi dandangan tahun 2016 ini. Selain tanggal, pemegang otoritas tertinggi di Kota Kretek tersebut juga menentukan tradisi dandangan kali ini akan digelar sembilan hari.

Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kabupaten Kudus Sudiharti mengatakan, dipilihnya tanggal tersebut merupakan hasil pembahasan yang dilakukan Pemkab Kudus. Selain itu, tanggal tersbut juga berdasarkan banyak pertimbangan. Salah satunya adalah awal bulan puasa.

”Juni kan sudah puasa, dan dandangan pasti dilaksanakan sebelum puasa. Makanya tanggal 26 Mei diambil,” katanya kepada MuriaNewsCom, Rabu (4/5/2016)

Selain itu, tradisi dandangan tahun ini ada beberapa perbedaan dari tahun-tahun sebelumnya. Ini lantaran puluhan UMKM di Jawa Tengah akan ambil bagian untuk meramaikan tradisi yang digelar sepanjang Jalan Sunan Kudus.

”35 kabupaten kita tawari untuk ikut meramaikan dandangan tahun ini. Karena itu dandangan bakal lebih ramai lagi dibandingkan tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Mengenai rute Dandangan, direncanakan bakal lebih panjang dari tahun sebelumnya. Hanya, mengenai rute persis masih belum final, sehingga belum bisa dibeberkan.

”Kita harus ada peningkatan, jadi kita akan mengakomodir pedagang lokal Kudus. Sehingga rute juga lebih panjang dari tahun sebelumnya,” ujarnya.

Editor: Supriyadi

Puluhan Nyawa Melayang Akibat Bencana Alam di Jawa Tengah, Ini Buktinya

Kepala Kantor Basarnas SemarangAgus Haryono. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Kepala Kantor Basarnas SemarangAgus Haryono. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Angka bencana alam di Provinsi Jawa Tengah ternyata masih cukup tinggi. Dari 70 kasus bencana alam yang ditangani Basarnas, 40 orang diketahui meninggal dunia.

Hal itu seperti yang disampaikan Kepala Kantor Basarnas Semarang, Agus Haryono. Menurutnya, data dari Kantor Basarnas Semarang sejak Januari hingga April 2016 ini, sudah ada sekitar 70 kasus bencana, korban jiwa mencapai 40 orang.

“Kecelakaan air ternyata paling mendominasi dibanding bencana lainnya. Baik yang terjadi di sungai, laut, maupun waduk,” ujar Agus kepada MuriaNewsCom, saat berkunjung di Jepara, Selasa (3/5/2016).

Menurut dia, sampai hari ini, jajarannya masih melakukan pencarian korban tenggelam di tiga lokasi berbeda. Yaitu, pemancing yang tenggelam di waduk Penjalin Kabupaten Brebes, pemancing di waduk Jatibarang Semarang, dan seorang nelayan di Kabupaten Rembang.

”Di Brebes 6 orang pemancing, 2 sudah ditemukan meninggal, di waduk Jatibarang dan nelayan Lasem masih dilakukan pencarian,” kata Agus.

Kecelakaan air juga sering terjadi di Kabupaten Jepara. Baru-baru ini terjadi kecelakaan di sungai yang ada di Kecamatan Donorojo. Seorang bocah berusia tujuh tahun hanyut dan ditemukan sudah tak bernyawa.

Selain kecelakaan di air, wilayah Jawa Tengah, juga potensi terjadi bencana di darat. Itu seperti angin puting beliung dan tanah longsor.

”Potensi bencana alam di Jawa Tengah komplit. Mulai dari air sampai darat. Jawa Tengah juga memiliki gunung berapi. Itu sebabnya Jawa Tengah termasuk daerah rawan bencana di Indonesia,” katanya.

Editor: Supriyadi

Masyarakat di Kudus Dapat Mengajukan Bantuan Rumah Layak Huni ke Pemprov Jateng

Ahwan, Anggota DPRD Provinsi Jateng saat reses beberapa waktu lalu (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Ahwan, Anggota DPRD Provinsi Jateng saat reses beberapa waktu lalu (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Ahwan mengatakan, sebenarnya pemerintah provinsi banyak sekali menyiapkan bantuan untuk masyarakat, tak terkecuali untuk di Kudus.

Menurutnya, masyarakat dapat mengakses bantuan tersebut. Untuk itu, masyarakat diperbolehkan mengajukan bantuan. “Silahkan mengajukan bantuan, karena memang banyak sekali yang dapat di akses dari Pemprov Jateng. Macam-macam bantuan yang disediakan,” katanya saat reses di Kudus beberapa waktu lalu.

Menurutnya, jika masyarakat menginginkan, maka dapat mengajukan permohonan bantuan tersebut. Persiapan proposal dapat dilakukan sejak sekarang untuk secepatnya dimasukkan ke provinsi.

Dia mencontohkan, bantuan yang ada adalah bantuan rumah layak huni. Warga di Jateng sebenarnya punya hak untuk mengajukan bantuan itu, dan jika memang nantinya dianggap layak menerima bantuan, maka bantuan tersebut akan cair.”Jadi, jika memang ada yang membutuhkan bantuan, silahkan saja langsung mengajukan, nanti akan diproses,” ujarnya.

Selain bantuan rumah layak huni, kata Ahwan, batuan lain juga sangat banyak. Seperti halnya bantuan alat pertanian.

Tidak hanya itu, soal permodalan dan pelatihan juga sangat banyak di provinsi. Seperti pelatihan budidaya lele, beserta denga bibitnya. Selain itu, pelatihan lain juga dapat diakses di provinsi.

Baca juga : Pemprov Jateng Siapkan Bantuan 15 Ribu Rumah Layak Huni, Tak Ada Satupun untuk Kudus

Editor : Kholistiono

Pemprov Jateng Siapkan Bantuan 15 Ribu Rumah Layak Huni, Tak Ada Satupun untuk Kudus

Ahwan, anggota DPRD Provinsi Jateng saat reses beberapa waktu lau (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Ahwan, anggota DPRD Provinsi Jateng saat reses beberapa waktu lau (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Sebanyak 15 ribu unit rumah layak huni disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Namun demikian, dari sekian banyak bantuan rumah layak huni tersebut, tidak ada satupun untuk Kudus.

Hal itu disampaikan anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Ahwan. Dia mengatakan, sebenarnya bantuan rumah layak huni dapat diberikan untuk semua masyrakat di Jawa Tengah, tak terkecuali di Kudus. Namun, kata dia, Kudus tidak mengajukan usulan kepada pemprov, sehingga bantuan tidak dapat diproses.

“Kudus tidak mengajukan. Bukan hanya tahun ini, namun semenjak 2015 lalu juga sudah tidak mengusulkan bantuan untuk rumah layak huni tersebut,” katanya saat reses di Kudus beberapa waktu yang lalu.

Menurutnya, dengan tidak mengajukan bantuan kepada provinsi, maka dianggap, Pemkab Kudus sudah tidak membutuhkan bantuan rumah layak huni lagi bagi masyarakatnya.

Padahal, kata dia, yang juga kader Partai Nasdem itu, di Kudus masih banyak rumah yang sudah tidak layak huni. Namun cukup disayangkan, pemkab tidak mengusulkan ke provinsi.

“Dari beberapa kecamatan yang saya datangi, saya dan tim menemukan banyak sekali rumah yang sudah tidak layak huni. Namun tidak ada satupun yang mengusulkan. Sebenarnya masih banyak masyarakat di Kudus ini yang perlu dan butuh perhatian mengenai rumah layak huni,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono