Sudjatmiko Gantikan Noor Yasin Sebagai Sekda Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Kepala Badan Penelitan dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kudus Sudjatmiko, diangkat sebagai penjabat Sekretaris Daerah Kudus, menggantikan Noor Yasin yang memasuki masa pensiun.

Upacara pelepasan sekda dihelat di Pendapa Kabupaten Kudus, dengan diikuti unsur pegawai negeri, pelajar, mahasiswa, Kepala Desa dan relawan bencana, Rabu (31/1/2018).

Bupati Kudus Musthofa, langsung mengumumkan pergantian Sekda, didepan hadirin yang ada di Pendapa. Ia mengatakan, tak ingin ada kekosongan jabatan di masa akhir kepemimpinannya.

“Saya tak ingin posisi Sekda kosong, maka saya akan langsung menyerahkan (SK penunjukan penjabat sekda), karena saya ingin kerja cepat. Karena saya sudah tak punya wakil bupati selama empat tahun, sekarang saya punya sekda apik juga pensiun. Maka hari ini saya ingin menyerahkan SK Penjabat Sekda yang baru kepada Sudjatmiko,” tuturnya, sambil menyerahkan surat keputusan.

Dirinya mengatakan, pengabdian Noor Yasin sebagai pegawai negeri selama 40 tahun tak meninggalkan jejak buruk. “Harapan saya (Noor Yasin) tak berhenti mengabdi disini (Kudus). Namun demikian karena sudah memasuki masa pensiun, hari ini saya menunjuk penjabat sekda. Mudah-mudahan segalanya bisa berjalan dengan baik,” ungkap dia.

Sementara itu, Noor Yasin berharap penerusnya dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. “Mudah-mudahan (Sudjatmiko) dapat melaksanakan yang terbaik bagi warga Kudus dan pegawai negerinya,” pesan Yasin.

Menanggapi itu, Sudjatmiko berjanji menjalankan amanah yang diberikan kepadanya secara bertanggungjawab. Ia mengaku akan melaksanakan semua tugas yang ditinggalkan oleh Yasin.

“Termasuk nantinya mempersiapkan pengisian Sekda definitif,” katanya.

Disinggung mengenai tugas ganda sebagai Kepala Bapelitbangda dan Sekda, Sudjatmiko mengaku akan mengemban keduanya secara proporsional dan profesional.

Editor: Supriyadi

Pengganti Sekda Kudus Tunggu Persetujuan Gubernur

MuriaNewsCom, Kudus – Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kudus masih menunggu persetujuan Gubernur Jateng, terkait pengisian penjabat Sekretaris Daerah (Sekda). Pemkab berharap proses tersebut kelar maksimal akhir bulan Januari 2018.

Tulus Tri Yatmika Kabid Pengembangan dan Diklat BKPP Kudus menyatakan, penunjukan penjabat dilakukan sembari menunggu proses pengisian sekda definitif. Ia menyebut, calon penjabat sekretaris daerah sudah ada.

“Yang pasti sudah ada (yang diajukan kepada Gubernur). Akan tetapi kami belum bisa menyebutnya secara detil, baik nama maupun jumlahnya,” tutur Tulus

Pihaknya berharap, persetujuan tersebut turun paling lambat pada akhir bulan ini. Hal itu mengingat masa jabatan Noor Yasin sebagai Sekretaris Daerah, berakhir pada 1 Februari 2018.

“Untuk pengisian penjabat sekda, adalah mereka yang ditugaskan oleh bupati atas persetujuan gubernur,” jelasnya.

Terkait pengisian Sekda secara definitif, Tulus menyebut akan dilakukan melalui seleksi terbuka. Hingga Jumat (12/1/2018) kemarin, proses persiapan untuk membentuk panitia seleksi tengah berlangsung.

Setelah panitia seleksi (pansel) terbentuk, baru kemudian dibentuk jadwal seleksi terbuka sekda. Untuk sampai ke tahapan tersebut, butuh persiapan yang tidak singkat.

Dengan persiapan yang telah dilakukan sejak awal tahun, diharapkan posisi sekda secara definitif dapat segera terisi. Selain itu, untuk pengisian sekda definitif memerlukan izin dari Mendagri, mengingat Kudus tengah dalam tahapan pemilihan bupati.

Ia menyebut, untuk seleksi terbuka Sekda akan dilakukan di Kudus. Sementara Pansel akan terdiri dari unsur akademis dan juga pemerintah provinsi Jateng.

Editor: Supriyadi

Dewan Desak Pemkab Segera Putuskan Rekayasa  Lalu Lintas Jalan Granit Menara Kudus

Warga melintas di jalan granit Menara Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kabupaten Kudus mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk segera menentukan rekayasa lalu lintas jalan granit di depan Menara Kudus. Hal itu supaya masyarakat di sekitar Menara tak semakin resah dan bisa menggunakan jalan dengan maksimal.

Ketua Komisi C DPRD Kudus M Yusuf Roni, mengatakan sebelumnya sudah ada pembahasan tentang rekayasa lalulintas di jalan Granit Menara Kudus antara Pemkab Kudus dengan Komisi C. Hasilnya, tiga opsi akan jadi bahan pertimbangan untuk rekayasa nanti.

“Ada opsi tentang jalan yang steril dari kendaraan, jalan yang hanya diperbolehkan untuk warga di sana saja dan terakhir adalah dikembalikan seperti semula. Namun hingga kini masih belum ada putusan mana yang diambil dari ketiganya,” katanya kepada MuriaNewsCom

Dia meminta Pemkab Kudus agar segera memutuskan mana yang akan ditetapkan, agar masyarakat juga tidak bingung soal kebijakan disana. Apakah diperbolehkan untuk umum atau tidak.

Apalagi, kata dia, sebagian jalan di kawasan masuk Menara Kudus masih ditutup dan mempersulit akses masuk. Itu dianggap mengganggu karena saat ini kawasan Menara Kudus sangtalah ramai akan adanya peziarah.

“Kami berharap awal tahun depan Pemkab Kudus sudah memutuskannya. Dan kami juga berharap agar dapat mengajak masyarakat disana untuk mempertimbangkan kebijakan yang dipilih,” jelasnya. 

Dia menambahkan, secara pribadi berharap jalan hanya digunakan untuk masyarakat setempat saja. Namun yang jadi persoalan adalah para tukang ojek dan becak disana. “Itu perlu sebuah solusi agar mereka (ojek dan becak) tidak menyebabkan kemacetan,” jelasnya

Editor Supriyadi

Pemkab Kudus Promosikan Potensi Budaya dan Pariwisata di TMII Jakarta

Kegiatan pentas seni dan budaya yang digelar Pemkab Kudus di Taman Mini Indonesia Indonesia Indah (TMII), Minggu (3/12/2017). (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menggelar pentas seni dan budaya khas Kota Kretek di Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Minggu (3/12/2017). Even ini digelar sebagai salah satu sarana untuk mempromosikan potensi budaya dan pariwisata yang ada di Kudus.

Tarian khas Kudus, seperti Tari Kudus Semarak. Sejumlah kuliner andalan Kudus seperti soto kerbau, soto pindangm kopi hijau, dan potensi UMKM juga dipamerkan dalam kegiatan tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus, Yuli Kasiyanto, menyatakan bahwa even ini merupakan momen yang baik untuk mempromosikan potensi yang ada di Kudus.

”Kami juga ucapkan terimakasih kepada Forum Komunikasi Masyarakat Kudus se-Javodetabek. Tanpa mereka kegiatan ini tak akan berlangsung baik,” katanya.

Sementara Ketua Umum Forum Komunikasi Masyarakat Kudus Eris Heryanto mengatakan, kegiatan ini merupakan nawacita daripada Kabupaten Kudus yang harus dipertahankan. Diharapkan dengan adanya kegiatan yang dilaksanakan, dapat mempromosikan budaya Kudus bagi masyarakat di Jakarta.

”Dan kami mensupport kegiatan/program-program dari Kabupaten Kudus. Kegiatan ini sangat bermanfaat dan membantu masyarakat baik di Jawa Tengah maupun di DKI Jakarta,” ujarnya.

Even yang digelar Pemkab Kudus ini mampu menarik perhatian pengunjung TMII. Tak hanya pengunjung lokal, namun juga banyak turis asing yang terlihat antusias.

Pentas seni dan budaya ini juga menghadirkan Mas dan Mbak Duta Wisata Kudus, Muhammad Faisal Anas dan Lidyamega Handani Putri. Mereka mengaku bangga bisa ikut ambil bagian dalam kegiatan kampanye potensi Kudus.

”Saya ikut bangga karena saya ikut andil dalam promoting culture. Khususnya tadi saat perfom tari ada ketertarikan dari turis mancanegara. Sehingga bisa secara tidak langsung mengenalkan potensi Kudus ke luar negeri,” terangnya.

Ia berharap kegiatan seperti ini terus digelar, dengan menggandeng pengusaha dan UMKM yang ada di Kudus, dan dikenalkan hingga ke luar daerah.

Editor : Ali Muntoha

Pemkab Boyolali Belajar SPIP ke Kudus

Bupati Kudus Musthofa saat menjamu para wakil Pemkab Boyolali yang melakukan study banding ke Kudus. (Pemkab Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi adalah sebuah harapan. Itu semua bisa terwujud dengan komitmen yang kuat dari seluruh jajaran birokrasi. Dari level tertinggi hingga level kecil sekalipun.

Pemkab Kudus adalah satu-satunya Kabupaten di Jawa Tengah dengan level 3 Maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP). Tak salah jika BPKP memberikan apresiasi atas prestasi tersebut dan mengukuhkan Bupati Kudus Musthofa sebagai pembina Asosiasi Auditor Intern Pemerintah Indonesia (AAIPI) Jateng.

Bupati Kudus telah berkomitmen memberikan layanan terbaik bagi masyarakat yang bebas korupsi. Hal ini telah dicanangkannya di seluruh OPD sejak tahun lalu dengan 3 OPD sebagai percontohan. Yakni RSUD dr. Loekmono Hadi, Disdukcapil, dan Dinas PMPTSP.

Pemkab Boyolali pun tertarik untuk belajar mengenai zona integritas dan bebas korupsi di Kudus. Rombongan kunker Boyolali yang dipimpin oleh Irbanwil 1 Boyolali Ning Martuti ini diterima langsung Bupati Kudus Musthofa, Selasa (14/11/2017).

Bukan diterima di ruang rapat, namun Bupati menyambut dengan penuh kekeluargaan di pendopo bakang Rumah Dinas Bupati Kudus. Ning Marturi mengaku tersanjung karena penyambutan yang istimewa ini.

“Terima kasih Pak Musthofa. Sungguh ini penyambutan yang luar biasa bagi kami,” kata Ning Martuti.

Lebih lanjut Ning Martuti mengakui dengan berbagai keberhasilan di Kudus. Dalam berbagai bidang, Kudus diakuinya semakin baik dan maju di bawah kepemimpinan Musthofa. Termasuk penyelenggaraan pemerintahan dan SPIP dengan level 3 ini.

Sementara itu, Bupati Kudus mengatakan bahwa keberhasilan di Kudus adalah berkat kerja keras seluruh jajarannya. Termasuk Inspektorat yang memiliki keleluasaan dalam membina OPD lain dalam pengelolaan keuangan hingga pertanggungjawabannya.

“Saya selaku Bupati hanya sebagai dirijen. Silakan OPD saya berinovasi yang terbaik bagi masyarakat,” kata Bupati.

Manajemen kolaborasi yang diterapkan di Kudus ini terbukti membuahkan hasil. Selain dalam hal pengelolaan keuangan, secara lebih luas Kudus mampu meraih prestasi peringkat 3 nasional pada Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EKPPD) tahun ini.

Editor: Supriyadi

Pemkab Kudus Siap Fasilitasi Tuntutan Kades se-Kecamatan Undaan

Belasan Kades se-Kecamatan Undaan ditemui anggota dewan usai berorasi di depan kantor DPRD Kudus, Kamis (9/11/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Belasan kepala desa (Kades) se-Kecamatan Undaan yang menggelar aksi di DPRD Kudus, Kamis (8/11/2017) mendapatkan angin segar dari Pemkab. Pasalnya, Pemkab Kudus bersedia memfasilitasi keinginan para kades untuk menata kembali distribusi pupuk di Kecamatan Undaan.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Sudiharti mengatakan, pihaknya sudah mendengar apa yang diinginkan para petani yang disuarakan belasan kades tersebut. Karena itu, besok atau lusa, ia berencana mendatangi langsung distributor pupuk di Kudus.

“Kalau mau ikut silakan, jadi akan kami datangi dan cek seperti yang diinginkan petani,” katanya saat menemui aksi.

Baca: Ini Lima Tuntutan Kades Se-Kecamatan Undaan saat Demo di Depan Kantor DPRD Kudus

Selain memperbolehkan kades ikut serta, pihaknya juga akan menggandeng dinas pertanian. Kalau kunjungan belum ada titik temu, ia pun berjanju akan memanggil distributor pupuk untuk membahas usulan para petani. Pertemuan sifatnya terbuka dan petani diperbolehkan ikut.

Sementara, wakil ketua DPRD Kudus Ilwani, mengatakan sudah mengadakan sidak ke gudang pupuk. Di gudang tersebut, masih banyak pupuk yang belum terjual.

“Kalau mau menyuarakan silakan, tapi ini kan tak ada distributornya. Jadi hanya sebatas bicara kepada kami saja,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Baca: Kades Se-Kecamatan Undaan Demo di Kantor DPRD Kudus

2018, Kudus Bangun Taman Mini. Ini Bocorannya

Museum Kretek bakal dilengkapi dengan Taman Mini (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus berencana melakukan pembangunan taman mininya Kudus di dalam wahana Museum Kretek. Pembangunan tersebut, rencananya akan dimulai tahun 2018 mendatang.

Kepala Disbudpar Kudus Yuli Kasianto mengatakan, jika TMII di Jakarta terdapat sejumlah bangunan asal provinsi se-Indonesia, maka Taman Mini Kudus, akan dibangun bangunan khas di sembilan kecamatan di Kudus.

“Masing-masing kecamatan memiliki bangunan khas. Jika tidak diduplikat, maka dikawatirkan bangunan akan punah dan tak dapat dinikmati hingga anak cucu,” katanya kepada MuriaNewsCom

Ia menjelaskan, pembangunan Taman Mini Kudus ditaksir akan menelan biaya hingga Rp 5 miliar. Namun karena anggaran yang terbatas, pembangunan akan dilakukan secara bertahap. 

Tahap pertama akan menggunakan dana dari APBD murni 2018. Dengan anggaran tersebut akan dibangun dua bangunan dari dua kecamatan, yakni dari Kecamatan Kota dan Kecamatan Jati. Sedang untuk kecamatan lainya akan masuk di APBD Perubahan dan APBD 2019.

Bangunan khas untuk Kecamatan Kota, kata dia, akan dibangun miniatur Masjid Wali Loram. Sedangkan untuk Kecamatan Kota, bakal dibangun miniatur rumah kembar. Tiap bangunan, akan dibangun dengan ukuran delapan kali sembilan meter.

“Di Museum Kretek banyak lahan kosong, seperti bangunan khas di tiap kecamatan, akan dibangun di bagian barat Musium Kretek,” ungkap dia.

Editor: Supriyadi

Gerbang Pendapa Kudus Digembok saat Resepsi Kenegaraan, Begini Jawaban Satpol PP

Gerbang Pendapa Kabupaten Kudus digembok saat malam resepsi kenegaraan, Kamis (17/8/2017) malam. Akibat kejadian itu banyak tamu terpaksa lompat pagar karena tak ada petugas jaga. (MuriaNewsCom/Faisol hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Malam resepsi kenegaraan yang digelar Pemkab Kudus, Kamis (17/8/2017) menjadi buah bibir masyarakat. Itu terjadi gerbang Pendapa Kabupaten Kudus digembok, sementara tak ada petugas yang berjaga dan memaksa sejumlah tamu undangan terpaksa melompat pagar untuk bisa pulang.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Djati Solechah mengaku, sudah mendengar kabar tersebut. Bahkan, ia membenarkan ada penggembokan gerbang, baik itu gerbang depan ataupun gerbang belakang yang bersampingan dengan kantor Disdukcapil.

Kedua gerbang dikunci sekitar pukul 21.00 WIB hingga acara selesai. Hal itu dilakukan setelah mendapatkan perintah dari Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus Nor Yasin dan juga Asisten III Mas’ut.

“Setelah ada perintah untuk menutup gerbang, akhirnya saya tindaklanjuti dengan memberi instruksi ke petugas satpol PP menutup gerbang. Gerbang ditutup hingga acara selesai sekitar pukul 23.00 WIB,” katanya kepada MuriaNewsCom, Jumat (18/8/2017)

Djati menjelaskan, penutupan gerbang sebenarnya memiliki alasan yang baik. Satu di antaranya supaya tamu undangan dapat mengikuti kegiatan hingga selesai mengingat sakralnya acara.

Hanya, terkait tidak adanya petugas jaga, Djati langsung menolak. Ia berkilah sudah menugaskan beberapa petugas jaga. Terutama, gerbang belakang yang kondisinya rusak.

Akan tetapi petugas Satpol PP yang berjaga berada agak jauh dari gerbang. Seperti halnya untuk gerbang belakang, petugas berjaga dan memantau dari gereja. Tujuannya, supaya tak ada yang datang untuk meminta dibuka gerbang.

“Kalau tahu ada petugas, nanti mereka melobi untuk dibuka. Sementara, jika satu keluar, yang lain juga bisa minta keluar karena iri,” jelasnya.

Di sisi lain, ia mengakui kebijakan yang dilakukan itu menimbulkan kontroversi. Apalagi ada kabar beberapa tamu yang terpaksa lompat pagar karena memiliki urusan. Karena itu, ia bersikap legowo dan siap menerima masukan.

“Kejadian semalam memang banyak yang memberikan kritikan dan ucapan tak enak pada saya secara langsung. Semuanya saya terima. Saya berfikir ini konsekuensi dari profesi saya. Dan semua sudah saya laporan ke Pak Sekda, termasuk masukan dan keluhan tamu,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Pemkab Kudus Tanggung Biaya Pengobatan Penderita Hydrocephalus Asal Singocandi

Bupati Kudus Musthofa mengunjungi Muhammad Faril Khasan (5) di kediamannya, Jumat (11/8/2017). (MuriaNewsCom/Faisool Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus berjanji akan menanggung semua biaya pengobatan Muhammad Faril Khasan, bocah lima tahun warga Desa Singocandi RT 5/RW 2 Kecamatan Kota, penderita Hidrosefalus.

Tak tanggung-tanggung, biaya pengobatan tersebut akan ditanggung semuanya oleh pemerintah hingga sembuh. Hal itu disampaikan Bupati Kudus Musthofa, saat mengunjungi Muhammad Faril, Jumat (11/8/2017).

Bersama sejumlah pejabat, Musthofa juga menegaskan pengobatan Faril akan ditangani secara serius. Bahkan, jika harus berobat ke luar Kudus.

”Mudah-mudahan hanya satu saja penderita penyakit ini di Kudus. Penyakit ini merupakan penyakit yang langka. Karena itu semua biaya akan ditanggung oleh Pemkab Kudus, termasuk jika harus dirujuk ke luar kota,” kata Musthofa.

Baca Juga : Bocah Penderita hydrocephalus di Singocandi Kudus Ini Butuh Bantuan

 

Ia menyebutkan, untuk langkah pertama, pengobatan akan ditangani oleh RSUD Kudus. Jika pihak RSUD tak sanggup, pengobatan akan dilakukan di luar Kudus. Baik itu di Semarang, Solo, ataupun Jakarta.

”Nanti biar ada dokter yang mengecek kondisinya, karena penyakit ini merupakan penyakit yang lama prosesnya. Apalagi sekarang Hidrosefalus adek ini sudah cukup besar,” ungkap dia. 

Selain memberikan tanggungan pengobatan, bupati Kudus juga memberikan sejumlah bingkisan kepada keluarga. Selain bupati, sejumlah kepala dinas juga membawa bingkisan yang diberikan kepada keluarga.

Editor: Supriyadi

Terus Berinovasi, Pemkab Kudus Diganjar Inagara Award

Kepala LAN Dr Ad Suryanto menyerahkan penghargaan Inagara kepada Sekda Kudus Noor Yasin. (Foto : Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus kembali mendapat penghargaan dari pemerintah Kudus. Kali ini Lembaga Administrasi Negara (LAN) memberi penghargaan sebagai pemerintah daerah yang berkomitmen tinggi terhadap pengelolaan inovasi administrasi Negara.

Penghargaan bertajuk Inovasi admistrasi Negara (Inagara) Award 2017 itu diberikan Kepala LAN Dr Adi Suryanto, kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Noor Yasin yang mewakili Bupati Kudus Musthofa, Senin (7/8/2017). Penghargaan itu disampaikan dalam helatan acara HUT ke-60 LAN yang dilangsungkan di auditorium LAN.

Dalam kesempatan itu, ada 11 pemerintah kabupaten/kota se-Indonesia yang mendapatkan Inagara Award, dan Kudus salah satu di antaranya.

Sekda Kudus Noor Yasin mengatakan, Pemkab Kudus terus melakukan inovasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Penghargaan ini menurut dia, sebagai bukti dan pengakuan bahwa Kudus telah berhasil dalam berbagai macam inovasi.

“Semoga ini menjadi contoh bagi daerah lain untuk meniru daerah yang memiliki inovasi,” ujarnya. Saya cukup bangga, karena Kudus termasuk daerah yang terdepan dalam berinovasi,” katanya.

Sementara itu, Kepala LAN Adi Suryanto mengaku optimistis, ke depan birokrasi akan lebih baik lagi. Ia pun berpesan kepada pemerintah daerah yang telah mendapatkan penghargaan untuk tidak berhenti dalam berinovasi, termasuk dalam implementasinya.”Inovasi akan berguna saat bisa diimplementasikan secara nyata dan berkelanjutan,” jelasnya.

Sementara itu, Menpan RB Asman Abnur menyatakan menaruh harapan besar kepada daerah yang telah mendorong pengembangan inovasi di daerahnya. Dirinyapun menyebut,jika berbagai inovasi tersebut bisa diadopsi di berbagai daerah, maka tak perlu lagi ada banyak studi banding yang bahkan ke luar negeri.

“Inovasi di daerah,harus bisa ditularkan ke daerah lain. Hal ini harus bisa tersebar luas sebagai suatu wujud kebaikan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, menpan RB tampak hadir bersama menteri ESDM,Ignasius Jonan. Keduanya, bersama menteri Pariwisata menerima penghargaan sebagai Widya Iswara utama kehormatan. (nap)

Editor : Ali Muntoha

Ini 3 Trik Bupati Kudus Lawan Pungli

Bupati Kudus Musthofa hadir membuka acara Sosialisasi Pemberantasan Pungli, di Gedung Setda Kudus (1/8/2017). (Pemkab Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemkab Kudus berupaya keras mencegah adanya pungutan liar (pungli) dalam setiap pelayanan publik. Demi tercapainya pelayanan yang baik, bersih, dan transparan. Sehingga birokrasi dalam pemerintahan bersih bisa terwujud.

Demikian yang mendasari kegiatan Sosialisasi Pemberantasan Pungli, di Gedung Setda Kudus (1/8/2017). Bupati Kudus Musthofa hadir membuka acara dengan didampingi forkopinda dan dihadiri jajaran Pemkab Kudus, instansi vertikal termasuk Rutan, BUMD, sekolah, serta notaris/PPAT.

Menurutnya, pungli tidak semata-mata mengenai materi. Namun semua yang terkait dengan pelayanan pada masyarakat. Terutama pelayanan bidang pendidikan dan kesehatan.

“Kuncinya adalah dari hati. Dengan niat yang baik, ini sudah menjadi modal terbesar kita bekerja dan berihtiar yang terbaik untuk melayani masyarakat,” kata Musthofa.

Menurut kandidat doktor Undip ini, bahwa kinerja pemerintahan saat ini bagai dalam aquascape. Semua warga bisa melihat secara jelas kinerja pelayan publik. Karena itulah, kini diharapkan bisa bekerja secara baik serta maksimal.

Musthofa meminta camat memberikan pemahaman dan edukasi. Mengingat semua pelayan publik sudah seharusnya paham aturan. Biar nanti tidak terjadi persoalan.

“Keberhasilan pemerintah yang clean bukan dari banyaknya kasus yang terungkap. Tetapi dari tumbuhnya kesadaran untuk paham mana yang menjadi hak dan mana yang bukan,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Musthofa berpesan tiga hal. Yakni semua harus berniat yang ikhlas, bekerja dengan cerdas, dan bekerja keras. Inilah modal penting untuk bisa memberikan pelayanan publik.

“Di era global sekarang, hidup adalah kompetisi. Berlombalah untuk menunjukkan kinerja terbaik,” pungkasnya. (nap)

Editor : Akrom Hazami

DPRD Kudus Dorong Pemkab Wujudkan Kota Layak Anak

.

MuriaNewsCom, Kudus – Wakil Ketua Komisi D DPRD Kudus Agus Imakuddin mendorong Pemkab untuk menjadikan Kudus sebagai kota layak anak. Penghargaan kota layak anak yang diterima dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak baru-baru ini, harus menjadi pelecut untuk memberikan ruang untuk anak berkembang.

Udin, panggilan Agus Imakudin mengatakan, anak sebagai potensi bangsa harus dijamin kehidupannya. Anak-anak wajib mendapatkan rasa aman dan nyaman. “Perlu dirumuskan apa saja yang bisa mendukung perkembangan anak secara baik untuk dituangkan dalam regulasi seperti peraturan daerah,” katanya, Jumat (28/7/2017).

Udin mengatakan, Kudus kini terus tumbuh menjadi kota yang semakin padat. Tingkat populasi atau pertumbuhan anak juga beriringan. Mengacu pada Kepres Nomor 39 Tahun 1990 yang diadopsi dari PBB Tahun 1989 menyebutkan bahwa ada 4 hak anak yang menjadi prioritas adalah hak hidup lebih layak, hak tumbuh berkembang dan hak perlindungan serta hak partisipasi.

“Dengan memenuhi hak tersebut, maka akan memunculkan generasi muda yang lebih maju baik dalam kerangka berpikir maupun mentalitas anak. Ini semua bisa terwujud, jika kita mempunyai kota yang layak terhadap anak,” tandasnya.

Melihat kondisi itu, Kudus perlu untuk memiliki regulasi sebagai payung hukum untuk merealisasikan kota yang ramah dan layak anak. “Melalui perda, fasilitasi dan arah kebijakan pemkab harus diarahkan untuk mendukung program kota layak anak,” katanya.

Dengan adanya payung hukum, lanjut Udin, anak-anak di Kudus nanti terlindungi dari perlakuan diskriminasi dan kekerasan. Di sisilain, anak-anak pun mampu mengembangkan diri melalui kebijakan yang berpihak pada kepentingan mereka.

Disebutkan, Kudus sudah memiliki banyak fasilitas publik berupa taman atau fasilitas terbuka lainnya. Namun, hal tersebut belum diimbangi dengan fasilitas untuk mendukung tumbuh kembang anak seperti arena bermain maupun fasilitas lainnya.

“Perlu peran swasta untuk ikut berkomitmen dan memerhatikan kepentingan, kebutuhan, dan hak-hak anak dalam membangun serta mengelola kota. Dukungan ini perlu lantaran mayoritas masyarakat Kudus bekerja di sektor industri,” katanya. (NAP)

 

Editor : Supriyadi

DAU Dipangkas, DPRD Minta Pemkab Lakukan Perencanaan Matang Proyek Infrastruktur

Proyek Infrastruktur. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemangkasan anggaran Dana Alokasi Umum (DAU) oleh Pemerintah Kudus bakal berimbas pada kegiatan infrastruktur di daerah. Wakil Ketua DPRD Kudus Ilwani mengatakan, pemangkasan DAU untuk Kabupaten Kudus, dari hasil konsultasi ke Kementerian Keuangan baru-baru ini, diprediksi sekitar 0,8 persen hingga 1,5 persen.

Dari persentase tersebut, Kabupaten Kudus diperkirakan kehilangan DAU antara Rp 5 miliar hingga Rp 15 miliar. “Imbasnya sejumlah kegiatan yang rencananya akan masuk di APBD Perubahan 2017 batal direalisasikan,” katanya saat menerima kunjungan anggota DPRD Madiun dan Brebes di gedung DPRD Kudus, Kamis (27/7/2017).

Ilwani mengatakan, pemangkasan sebesar itu dinilai tidak terlalu signifikan. Pasalnya kegiatan fisik atau infrastruktur di perubahan anggaran biasanya memang tidak terlalu besar. Wakil Rakyat asal Partai kebangkitan Bangsa (PKB) itu menambahkan, pemkab perlu melakukan perencanaan matang atas seluruh proyek infrastruktur yang akan dikerjakan.

Asas manfaat dan keawetan hasil proyek harus menjadi prioritas pertimbangan. Ia mencontohkan, kebijakan Pemkab Kudus dengan proyek betonisasi jalan dinilai langkah tepat, karena umur jalan beton bisa mencapai 15 tahun.

Ilwani menambahkan, pemerintah daerah harus memikirkan strategi khusus untuk mengantisipasi kemungkinan pemangkasan anggaran dari Pemerintah Pusat di waktu mendatang. Salah satunya dengan menggenjot potensi pendapatan asli daerah (PAD).

Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun ini ditarget sebesar Rp 288,227 miliar. Ilwani yakin target itu bisa terealisasi jika eksekutif bekerja sungguh-sungguh. Terutama dalam mencari terobosan baru dan menekan kemungkinan kebocoran pendapatan.

Terpisah, Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Eko Djumartono mengatakan, Pemkab Kudus belum menerima surat resmi dari Pemerintah Pusat terkait angka pasti pemangkasan DAU.

Pada APBD 2017, Pemkab Kudus telah memperkirakan adanya penurunan DAU sebesar Rp 37,997 miliar. Penurunan itu antara lain dipengaruhi adanya mutasi pegawai (SMA/SMK) dari Pemkab Kudus ke Pemprov Jateng. “Informasinya memang ada pemotongan DAU antara tiga hingga empat persen. Namun kami masih menunggu angka pastinya dari Pemerintah Pusat,” katanya. (NAP)

Editor : Supriyadi

Begini Harapan Bupati Musthofa Terhadap Lulusan STAIN Kudus

Bupati Kudus Musthofa dalam penandatangan MoU di bidang pendidikan, pelatihan, dan pengabdian masyarakat (P3M) dengan STAIN Kudus. (Foto : Pemkab Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa menaruh harapan besar terhadap para lulusan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus. Diharapkan, para lulusan ini bakal bisa menjadi calon pemimpin yang mempunyai performa kekinian dan berjiwa agamis.

Hal ini disampaikan Musthofa saat penandatanganan MoU antara Pemkab Kudus dengan STAIN Kudus, Kamis (6/7/2017). Kerja sama ini digelar dalam bidang pendidikan, pelatihan, dan pengabdian masyarakat (P3M).

Dalam sambutanya Musthofa berharap kerja sama ini bisa segera terimplementasi dengan baik. Agar segera bisa memberikan manfaat secara nyata secara luas, termasuk manfaat bagi masyarakat.

Menurut dia, mahasiswa STAIN dengan basic agama, bisa menjadi modal penting bagi keberhasilan dalam segala hal. Dikatakannya, mahasiswa jangan hanya bergantung dari kampus secara normatif. Tetapi ilmu yang didapat sebagai landasan integritas bagi dirinya.

“Saya berharap nantinya jadi lulusan STAIN yang kekinian. Dan harus memiliki performance yang baik,” pesannya.

Musthofa menyebut, sebagai calon pemimpin harus memiliki penampilan yang bagus, hati dan jiwa yang bersih, memiliki kemampuan komunikasi yang baik, serta dermawan. Artinya mudah dan ringan tangan untuk membantu apabila ada yang membutuhkan.

“Untuk pengembangan diri, jangan hanya berpikir normatif. Tetapi berpikirlah secara liar untuk memiliki kualitas diri yang lebih,” imbuhnya.

Ketua STAIN Dr Fathul Mufid. Menurutnya potensi mahasiswa yang lebih dari 10.000 orang ini potensi yang luar biasa. Apalagi mamfaat dari integrasi ilmu ini bisa membawa kemajuan umat dan bangsa Indonesia.

Puket Akademik STAIN Kudus Dr Saekhan Muchit menyebut, kerja sama ini akan mendukung harapan lulusan STAIN sebagai insane yang cerdas dan kreatif. Ia pun menyampaikan terima kasih pada Bupati Kudus yang berkomitmen terhadap pendidikan keagamaan. (nap)

Editor : Ali Muntoha

Bupati Kudus Ternyata Pinter Banget Nyenengke Atine Warganya

Bupati Kudus H Musthofa bersama desainer Ivan Gunawan begitu dekat dengan rakyat, sehingga mampu membuat masyarakat bisa merasakan setiap kegiatan yang dilakukan pemkab selama ini.(ISTIMEWA)

Bupati Kudus H Musthofa bersama desainer Ivan Gunawan begitu dekat dengan rakyat, sehingga mampu membuat masyarakat bisa merasakan setiap kegiatan yang dilakukan pemkab selama ini.(ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus H Musthofa termasuk pemimpin yang pintar sekali menyenangkan hati warganya. Kebiasaannya sering-sering bertemu warga dan mendengarkan mereka, menjadi salah satu kuncinya kenapa warga bisa senang dengan bupatinya tersebut.

Program-program yang dibuat bupati, memang lebih banyak memperhatikan apa yang dibutuhkan rakyat. Sehingga selalu tepat sasaran. Kemudian juga selalu berkeliling ke wilayah-wilayah yang ada di Kudus ini, dalam kegiatan tilik desa, ataupun Bupati Lapor Rakyat.

Respon cepat terhadap setiap persoalan yang disampaikan rakyatnya, juga menjadikan bupati sebagai pemimpin yang responsif. Sehingga jika ada warga yang mengeluh, maka bisa langsung disampaikan kepada dinas atau instansi yang terkait, untuk ditangani segera. Ini sekaligus membuktikan keseriusan Pemkab Kudus untuk membuat wilayah ini menjadi lebih baik.

Yang tidak kalah serunya adalah, bupati sering menghadirkan berbagai even atau kegiatan yang sangat merakyat. Sebut saja mengundang Karnaval Inbox SCTV beberapa waktu lalu. Yang dalam dua hari saja, mampu mendatangkan ribuan warga ke Alun-alun Kudus.

Kemudian juga berbagai macam kegiatan ekspo atau pameran, yang tentu saja tujuannya lebih luas. Selain memberikan hiburan kepada warga, juga untuk mengangkat budaya atau potensi masyarakat yang merupakan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Dan kemeriahan yang dihadirkan bupati Kudus adalah mendatangkan desainer kondang Indonesia, Ivan Gunawan. Desainer ini rupanya mampu membuat suasana Kudus Trade Show 2016 yang digelar di Alun-alun Kudus, menjadi semakin meriah.

Apalagi, penggemar Ivan Gunawan atau yang akrab disapa Igun tersebut, juga banyak sekali. Warga begitu antusias untuk bisa dekat dengan Igun, saat pembukaan acara, di alun-alun.

Warga sejak sore sudah memadati alun-alun untuk bisa bertemu dengan Igun, yang malam itu didapuk untuk memberikan komentarnya, mengenai desain-desain baju hasil karya warga Kudus.

Didampingi bupati, Igun terlihat ramah melayani setiap permintaan untuk bisa berfoto dengannya. Suasana makin meriah, karena warga begitu terhibur dengan apa yang ditampilkan malam itu.

Kemeriahan suasana setiapkali sebuah even digelar, memang membuktikan bahwa setiap bentuk kegiatan yang dilaksanakan, memang dimaksudkan untuk rakyatnya. Apalagi tujuan akhirnya adalah untuk bisa makin membuat rakyat sejahtera.

Karena bagaimana menyenangkan hati rakyat itu, bukan saja dilihat dari pembangunan yang dilakukan. Namun juga dari hal-hal kecil yang bisa membuat rakyat senang, dan mendapatkan banyak manfaat dari sana.

”Kita sudah membangun berbagai sarana dan prasarana yang dibutuhkan rakyat. Program-program yang kita jalankan, memprioritaskan kebutuhan mereka. Selain itu, kita juga beri hiburan lah kepada warga. Supaya mereka juga terhibur. Biar seimbang. Semua yang kita lakukan kan, memang untuk rakyat kita,” kata bupati.

Editor: Merie

Komisioner KIP Jateng Ini Minta Semua Kepala Daerah Seperti Bupati Kudus

Bupati Kudus H Musthofa menjelaskan bagaimana keterbukaan informasi dilaksanakan di Kabupaten Kudus. Termasuk transparansi anggaran.(Istimewa)

Bupati Kudus H Musthofa menjelaskan bagaimana keterbukaan informasi dilaksanakan di Kabupaten Kudus. Termasuk transparansi anggaran.(Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Sejumlah keberhasilan yang diraih Bupati Kudus H Musthofa, membuatnya menjadi salah satu kepala daerah terinovatif di Indonesia. Karenanya, kepala daerah lain diharapkan bisa meniru yang bersangkutan.

Inilah yang disampaikan Komisioner Komisi Informasi Provinsi (KIP) Jawa Tengah Zaenal Petir. Salah satu yang mendapat sorotan dari Zaenal adalah soal keterbukaan informasi yang ada di Kabupaten Kudus, yang dinilai lebih bagus dari daerah lainnya.

”Kita bisa lihat bahwa Pak Bupati Musthofa telah memberikan dukungan penuh terhadap keterbukaan informasi bagi masyarakat di daerahnya. Bahkan masuk sepuluh besar dari total 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah,” jelasnya.

Peran bupati, menurut Zaenal, telah memberikan dorongan pada jajarannya, termasuk Pejabat Pengelola Informasi Dokumentasi (PPID), untuk transparan. Baik itu pada kebijakan, transparan anggaran, dan transparan kinerja. Sehingga sesuai harapan untuk mewujudkan good goverment dengan efektif dan efisien.

”Pak Bupati Kudus sangat peduli. Apalagi pada hal-hal yang belum maksimal. Nah, saya berharap semua kepala daerah itu mbok ya, kayak gitu,” harapnya.

Yang terjadi di Kudus, sebagaimana kata Zaenal, adalah berbeda dengan kebanyakan daerah lain. Rata-rata PPID di daerah lain, terbentur dengan atasan yang belum welcome.

”Tetapi justru di Kudus, Pak Bupati-nya turun langsung. Bahkan ngoyak-oyak semua SKPD-nya agar transparan anggaran. Dengan transparansi ini kan bagus, ngak ada yang disembunyikan. Masyarakat bisa ikut melihat semua anggaran untuk pembangunan di Kudus,” tegasnya.

Dengan konsep seperti bupati Kudus ini, diharapkan tidak ada lagi terjadinya korupsi. Karena yang diinformasikan adalah uang rakyat, yang sudah seharusnya rakyat juga mengetahui penggunaannya.

Sementara Bupati Kudus H Musthofa mengatakan, apa yang sudah berjalan di Kudus tetap dilanjutkan. Sedangkan adanya kekurangsempurnaan akan terus dibenahi. ”PPID pada Kominfo ini sudah sangat terbuka. Karena saya menyadari anggaran ini dari keringat rakyat,” jelasnya.

Untuk lebih memberikan layanan secara terbuka bagi publik, bupati menggagas aplikasi ”Menara” berbasis android. Yaitu aplikasi Menjaga Amanah Rakyat. Dengan aplikasi ini masyarakat bisa melihat sebenarnya yang terjadi termasuk jumlah anggarannya. Termasuk bisa memberikan masukan berbagai layanan yang ada di seluruh SKPD.

”Nantinya, masyarakat yang ikut memberikan penilaian terhadap kinerja SKPD yang ada. Karena suara rakyat mewakili suara Tuhan,” pungkasnya.

Editor: Merie

Bupati Kudus Ternyata Lincah Juga Urusan Menjahit, Lho

Bupati Kudus H Musthofa mendapat tutorial dari seorang pekerja bagaimana cara menjahit kerudung atau jilbab untuk memasang aksesoris, pada kunjungannya ke pelaku UMKM di Desa Jati Kulon, Kecamatan Jati. (Istimewa)

Bupati Kudus H Musthofa mendapat tutorial dari seorang pekerja bagaimana cara menjahit kerudung atau jilbab untuk memasang aksesoris, pada kunjungannya ke pelaku UMKM di Desa Jati Kulon, Kecamatan Jati. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus H Musthofa ternyata memiliki keahlian lain, selain pintar mengurus pemerintahan. Salah satunya urusan jahit menjahit.

Itu diperlihatkannya saat mengunjungi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) pembuat aneka souvenir, di Desa Jati Kulon, Kecamatan Jati. Di sana, bupati diajari langsung bagaimana menjahit barang-barang souvenir itu sampai jadi.

Seorang pekerja perempuan, mengajarkan bupati bagaimana menjahit dengan tangan sebuah kerudung atau jilbab yang diberi hiasan tertentu. Dengan telaten, bupati mengikuti instruksi dari pekerja tersebut.

”Ini saya bisa menjahit, lho. Kalau diterus-teruskan, bisa buka usaha jahit menjahit saya ini,” katanya.

Selain itu, bupati juga diajari cara menjahit sebuah dompet dengan mesin jahit yang ada di sana. Usai mendapatkan instruksi, bupati dengan lincah, menjahit sebuah dompet. Hasilnya juga tidak kalah dengan pekerja lainnya.

Berkunjung ke pelaku UMKM memang selalu menjadi agenda dari bupati. Karena bupati selalu menegaskan bahwa ekonomi kerakyatan sesungguhnya ada di pundak para pelaku UMKM.

Kali ini yang dikunjungi adalah tempat usaha milik Puji Hartono, di Desa Jati Kulon. Menurut bupati, produknya ini mampu menyesuaikan dengan permintaan pasar. Tujuh karyawan yang dimiliki, termasuk beberapa ada yang ibu rumah tangga, membuktikan bahwa usaha mikro kecil merupakan lapangan kerja potensial bagi yang mau untuk berusaha.

”Di Kudus ini tidak ada orang yang nganggur. Tentu bagi yang mau berusaha. Bahkan ibu-ibu ini juga produktif menghasilkan produk bagus seperti ini,” katanya.

Berbagai program dukungan pemerintah terhadap pelaku UMKM, juga sudah dilaksanakan. Misalnya saja dengan program Kredit Usaha Produktif (KUP) yang sudah berjalan baik selama ini.

Termasuk juga mengikutsertakan produk-produk hasil UMKM itu ke pameran dagang yang ada. Sehingga pemasaran terhadap produk tersebut akan berjalan dengan baik.

Karena itu, ke depan bupati akan memfasilitasi pemasaran produk hingga lebih luas. ”Jika selama ini pemerintah daerah memfasilitasi pemasaran dengan menggelar ekspo di tingkat nasional, maka saya bercita-cita mengenalkan produk-produk ini hingga ke pasar internasional,” tegasnya.

Editor: Merie

Ini Buktinya Kalau Bupati Kudus Dukung Programnya Pak Gubernur

Bupati Kudus H Musthofa memperkenalkan program unggulannya yakni Kredit Usaha Produktif (KUP) kepada kepala daerah di berbagai wilayah di Jawa Tengah. Termasuk mempromosikan program Mitra 25 yang diluncurkan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.(Istimewa)

Bupati Kudus H Musthofa memperkenalkan program unggulannya yakni Kredit Usaha Produktif (KUP) kepada kepala daerah di berbagai wilayah di Jawa Tengah. Termasuk mempromosikan program Mitra 25 yang diluncurkan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.(Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Bentuk sinergitas antarpemerintah daerah, salah satunya terwujud pada dukungan terhadap program yang sedang dijalankan. Inilah yang dilakukan Bupati Kudus H Musthofa yang mendukung program dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Contoh nyatanya adalah terkait program gubernur Mitra 02 dan Mitra 25. Sebuah program kredit tanpa agunan yang merupakan program gubernur. Dalam beberapa kesempatan, Bupati Kudus H Musthofa juga turut mempromosikan program tersebut kepada masyarakat.

”Program dari Bapak Gubernur itu harus didukung semua pihak. Terutama Bank Jateng, karena untuk memberikan kemudahan agar pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang merupakan sektor riil, agar bisa berkembang lebih cepat,” tuturnya.

Gubernur Ganjar meluncurkan program Mitra 02 dan Mitra 25 sendiri, adalah kredit yang tidak diwajibkan menggunakan agunan. Ini memang diperuntukkan bagi pelaku UMKM. Yang tujuannya memberikan pinjaman modal untuk peningkatan produktivitas.

Sebelum program gubernur tersebut diluncurkan, Bupati Musthofa juga sudah terlebih dahulu meluncurkan program bernama Kredit Usaha Produktif (KUP). Program ini juga membebaskan agunan bagi yang mengajukannya, dan digunakan untuk pengembangan usaha bagi pelaku UMKM.

KUP sendiri adalah jawaban bagi permasalahan dan tantangan bagi pelaku UMKM, dalam menjalankan bisnisnya. Antara lain masalah permodalan dan pemasaran. Selain juga tantangan lain, yaitu kualitas produk yang harus terus dijaga. Baik KUP maupun Mitra 02 dan Mitra 25, didukung penuh Bank Jateng.

Meski sama-sama mengeluarkan program yang mirip, namun Bupati Musthofa tidak lantas membuat hal itu sebagai sebuah kompetisi. Namun, bupati tetap ikut mempromosikan program milik gubernur tersebut, ke berbagai pihak dalam berbagai kesempatan. ”Semua demi kemajuan para pelaku UMKM, makanya harus kita dukung,” katanya.

Bupati Musthofa mengatakan, tantangan lain bagi pelaku usaha adalah dalam hal pemasaran. Untuk mengenalkan produk dan memasarkan secara luas, bupati mengenalkan pemanfaatan teknologi informasi (TI). Karena akan sangat memberikan kemudahan dalam menjual berbagai produk yang ada. ”Berbagai sarana menjual produk secara online, hendaknya bisa dimanfaatkan secara baik,” tegasnya.

Namun demikian, ditambahkan bupati, produk yang dijual harus berkualitas dan inovatif. Untuk bisa menghasilan produk yang bagus, para pelaku harus memiliki jiwa dan semangat pantang manyerah. ”Selain itu harus kreatif, inovatif, dan mau untuk terus belajar terhadap perubahan dan perkembangan zaman,” imbuhnya.

Editor: Merie

 

Ada Apa Bupati-bupati di Jawa Tengah Ini Harus Datang ke Kudus?

Bupati Kudus H Musthofa menjelaskan bagaimana program Kredit Usaha Produktif (KUP) yang digagasnya, telah membuat masyarakat meningkat kesejahteraannya.(Istimewa)

Bupati Kudus H Musthofa menjelaskan bagaimana program Kredit Usaha Produktif (KUP) yang digagasnya, telah membuat masyarakat meningkat kesejahteraannya.(Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Beberapa bulan belakangan ini, Kabupaten Kudus mendadak sering dikunjungi kepala daerah-kepala daerah yang ada di Jawa Tengah. Rupanya mereka penasaran dengan program yang dibuat Bupati Kudus H Musthofa.

Kepala daerah atau bupati-bupati yang datang itu, misalnya saja bupati Pekalongan, Purbalingga, Brebes, dan sejumlah kepala daerah lainnya di Jawa Tengah. Mereka benar-benar ingin belajar mengenai program yang bernama Kredit Usaha Produktif (KUP), yang digagas Bupati Musthofa.

KUP merupakan gagasan cerdas Bupati Musthofa, yang kini telah memimpin Kudus di periode keduanya ini. Dirinya ingin benar-benar membumikan ekonomi kerakyatan yang ada di Kudus, karena itulah yang menjadi kekuatan ekonomi nasional sesungguhnya.

Kedatangan para bupati tersebut, tentu saja disambut hangat bupati Kudus. Pasalnya, bupati ingin di seluruh Indonesia, atau setidaknya di Jawa Tengah, para pelaku usaha bisa lebih meningkat produktivitasnya. Yang pada akhirnya menuju pada satu tujuan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

”Tanggung jawab pemerintah adalah bagaimana agar bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dan KUP ini sebagai salah satu upaya yang bisa dilakukan,” kata Musthofa.

Dengan implementasi KUP yang telah berjalan ini, terbukti mampu menyerap 3.370 orang tenaga kerja. Yang lebih membanggakan adalah jumlah tenaga kerja itu berasal dari kucuran dana KUP yang digelontorkan yang bersumber dari Bank Jateng.

Selain itu, bupati ingin merealisasikan konsep revolusi mental yang digagas Presiden RI Jokowi. Dengan KUP inilah dirinya ingin memberikan edukasi kepada masyarakat, bahwa mindset dan moral negatif agar diubah menjadi lebih bertanggungjawab. Bagaimanapun juga, pinjaman merupakan utang yang harus dikembalikan, meski tanpa menggunakan jaminan di bank.

”Jika selama ini sebagian masyarakat menganggap pinjaman atau kucuran dana dari pemerintah adalah hibah, maka kita harus mengubah pola pikir masyarakat kita untuk lebih bertanggung jawab,” jelasnya.

Lebih jauh bupati menjelaskan bahwa KUP ini bukan semata-mata hanya untuk membantu permodalan usaha mikro kecil produktif. Namun lebih jauh ini untuk memberdayakan ekonomi kerakyatan secara lebih luas, sesuai dengan Nawa Cita Jokowi-JK.

Ditambahkannya, bahwa KUP ini tidak sedikitpun menggunakan dana APBD. Melainkan dari bank pelaksana yang telah dikerjasamakan dengan perusahaan penjamin. Namun demikian, dirinya yakin bahwa pelaku usaha mikro yang jumlahnya mencapai 98,77 persen ini merupakan orang-orang yang jujur, namun kurang beruntung dalam merasakan tambahan modal usaha dari perbankan.

”Inilah upaya kami, bahwa kami benar-benar bekerja untuk rakyat. Semoga kabupaten atau kota lain di Jawa Tengah, bisa segera merasakan KUP untuk pemberdayaan ekonomi masyarakatnya,” pungkasnya.

Editor: Merie

Ini Dia Sipintar yang Bikin Siswa di Kudus Tak Usah Bawa Buku

Bupati Kudus H Musthofa menjelaskan berbagai program kreatif yang sudah diprogramkannya untuk kesejahteraan masyarakat Kudus secara luas, termasuk bidang pendidikan.(Istimewa)

Bupati Kudus H Musthofa menjelaskan berbagai program kreatif yang sudah diprogramkannya untuk kesejahteraan masyarakat Kudus secara luas, termasuk bidang pendidikan.(Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Tahukah Anda bahwa ada yang namanya Sipintar di Kudus, yang bisa membuat siswa sekolah di wilayah ini makin pintar? Inilah yang sedang giat dilaksanakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus untuk mendukung majunya dunia pendidikan di Kudus.

Bupati Kudus H Musthofa memang mencanangkan program aplikasi yang baru, yang dibangun dengan sebutan Sipintar atau Sistem Informasi Pendidikan Nusantara).

Dengan sistem ini, guru, siswa, dan para orang tua bisa berperan aktif dalam meningkatkan pendidikan di Kudus. Yang tujuannya untuk menyukseskan program Wajib Belajar (Wajar) 12 Tahun.

”Kalau sekarang sedang ramai diperbincangkan soal fullday school, di Kudus akan saya canangkan belajar 24 jam. Maknanya, dengan aplikasi ini, siswa bisa belajar secara online. Kapan pun dan dimana pun. Sehingga tidak lagi perlu bawa buku, cukup pakai gadget,” jelasnya, di berbagai kesempatan diskusi ataupun seminar mengenai potensi Kabupaten Kudus.

Di sektor pendidikan, bupati memang telah mencanangkan program Wajar 12 Tahun. Artinya seluruh warga Kudus setidaknya harus lulus SMA atau sederajat.

Bahkan, inovasi ini kini didukung dengan pembebasan biaya di sekolah negeri dari SD hingga SMA/SMK. Termasuk pengembangan 14 SMK yang dibangun tanpa APBD.

”Sekolah tanpa APBD kami kerjasamakan dengan pihak swasta atau perusahaan. Sehingga sarpras, kurikulum, dan tenaga pengajarnya memiliki standar kualifikasi yang relevan dengan dunia kerja,” katanya.

Kepala daerah memang dituntut untuk terus berinovasi. Adanya berbagai gagasan kreatif, akan sangat bermanfaat dan sangat memberikan berbagai kemudahan bagi masyarakat. Implementasi nyata terus dinantikan seluruh masyarakat di negeri ini.

Bupati mengatakan, ada empat sektor yang sudah dikembangkan dengan inovasi yang dilakukannya. Yaitu sektor pendidikan, sektor ekonomi, sektor sosial, dan sektor pelayanan publik. Selain itu, ada bagian lain yang sedang dikembangkan yaitu konsep cyber city.

Editor: Merie

Duh, Senangnya Jadi Bayi di Kabupaten Kudus

Bupati Kudus H Musthofa menyerahkan akta kelahiran bayi, dalam pencanangan program ”Si Buah Hati Lahir, Pulang Membawa Akta Kelahiran”, belum lama ini.(Istimewa)

Bupati Kudus H Musthofa menyerahkan akta kelahiran bayi, dalam pencanangan program ”Si Buah Hati Lahir, Pulang Membawa Akta Kelahiran”, belum lama ini.(Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Bayi-bayi yang baru lahir di Kabupaten Kudus, mendapat perhatian lebih dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus. Salah satunya adalah mereka akan terlindungi hak-hak sipilnya.

Pemkab Kudus sudah mencanangkan program ”Si Buah Hati Lahir, Pulang Membawa Akta Kelahiran”. Ini adalah program yang sudah dicanangkan sejak Mei 2016 lalu.

Jika pada awal program ini dicanangkan hanya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Loekmono Hadi Kudus saja yang melayani program ini, namun sejak beberapa waktu lalu, beberapa rumah sakit swasta juga sudah ikut serta melaksanakan program ini.

”Kenapa kami canangkan program ini, agar bayi yang baru lahir terlindungi hak-hak sipilnya. Juga untuk tertib administrasi kependudukan, yakni pemberian akta kelahiran pada usia 0-18 tahun,” jelas Bupati Kudus H Musthofa.

Selain rumah sakit daerah, rumah sakit lainnya adalah RS Mardi Rahayu, RS Islam, RS Aisyiyah, RS Kartika Husada, RS Kumala Siwi, dan RS Nurussyifa. Sedangkan dua lainnya adalah RSIA Permata Hari dan RSIA Harapan Bunda.

”Sejak kita canangkan program ini, di RSUD dr Loekmonohadi Kudus, hingga kini sudah melayani kurang lebih 390 akta kelahiran. Sekarang pemkab melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kudus sudah menjalin kerja sama dengan rumah sakit swasta, sehingga akan makin banyak bayi-bayi yang lahir yang mendapatkan akta kelahirannya secara langsung,” paparnya.

Bupati juga meminta agar para kepala desa dan lurah, serta ketua RT dan RW, agar menyosialisasikan program ini kepada seluruh masyarakat. Termasuk menekankan bahwa layanan ini gratis, tidak ada pungutan biaya satu rupiah pun.

Urusan pelayanan ini, menurut bupati, juga tidak akan dibuat ribet. Semuanya akan dilayani dengan sebaik-baiknya, dengan cara yang mudah. ”Persyaratan yang kurang lengkap, saya minta bisa dilayani melalui email atau Whatsapp (WA). Sehingga masyarakat bisa semakin mudah untuk mendapatkan layanan ini,” tegasnya.

Bupati mengatakan bahwa ini merupakan bukti komitmen programnya untuk melayani masyarakat dalam bidang kesehatan. Karena dirinya telah berkomitmen untuk melayani masyarakat dari lahir hingga meninggal.

”Maka tidak ada perbedaan di rumah sakit negeri atau swasta. Jadi tolong bantu kami atas komitmen pelayanan kesehatan ini untuk masyarakat. Dan kerja sama ini juga menunjukkan bahwa, pelayanan kesehatan bukan hanya tanggung jawab kami, tapi juga tangggung jawab bersama,” harap bupati.

Editor: Merie

 

Digandeng OJK, Kudus Bakal Punya Desa Pandai

Bupati Kudus Musthofa saat membicarakan soal Desa Pandai, di kabupaten setempat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Bupati Kudus Musthofa saat membicarakan soal Desa Pandai, di kabupaten setempat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Otoritas Jasa keuangan (OJK) Pusat mendatangi Pemkab Kudus, Kamis (27/10/2016). Kedatangan OJK tersebut bermaksud untuk membicarakan tentang Desa Pandai di Kudus.

Ketua Dewan Audit Anggota Dewan komisioner OJK Pusat Ilya Avianti mengatakan, Desa Pandai nantinya dapat menjadi percontohan tingkat Jateng, Nasional bahkan Internasional. Sementara ini, masih dipersiapakan guna menjalankan Desa Pandai itu.

“Ada beberapa desa yang sedang kami seleksi. Terdapat kriteria juga yang harus dipenuhi, untuk itulah kami akan datang langsung ke lokasi guna melihat langsung,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, terdapat beberapa poin gambaran terkait hal itu. Di antaranya adalah dengan mengajarkan suatu desa gemar menabung, termasuk dari kalangan anak-anak hingga dewasa dan ibu rumah tangga.

Dengan Desa Pandai juga, nantinya keluarga diharapkan lebih kreatif dalam bidang keuangan. Seperti halnya saat butuh modal, maka lebih pandai untuk mendapatkan biaya.

Muhammad Ihsan, ketua OJK Jateng menambahkan, Desa Pandai nantinya, mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sebab banyak hal yang disentuh, termasuk dunia industri.

“Jadi di desa yang terpilih nantinya bisa melek keuangan dan juga mandiri. Hal itulah yang dapat menjadi percontohan nantinya,” ungkapnya.

Untuk melancarkan progam tersebut, tim khusus sedang disusun. Rencananya tim akan diresmikan dalam waktu dekat ini sebagai awal gerakan.

Editor : Akrom Hazami

DPRD Kudus Harapkan Pelayanan SKPD Lebih Maksimal dengan Perda SOTK

Ketua DPRD Kudus Masan bersama wakil pimpinan dewan disaksikan Bupati Kudus H Musthofa saat menandatangi Perda tentang SOTK, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

Ketua DPRD Kudus Masan bersama wakil pimpinan dewan disaksikan Bupati Kudus H Musthofa saat menandatangi Perda tentang SOTK, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Pelayanan kepada masyarakat yang baik, adalah salah satu tugas dari para pegawai yang ada di satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus. Apalagi, Peraturan Daerah tentang SOTK sendiri sudah selesai ditetapkan.

Ketua DPRD Kudus Masan mengatakan, pembentukan susunan Organisasi Perangkat Daerah dilakukan, sebagai tindak lanjut atas Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah.

”Pembentukan Organisasi Perangkat Daerah dilakukan dengan memperhatikan azaz urusan yang menjadi kewenangan daerah, efisiensi, efektivitas, serta beberapa pertimbangan lain,” kata Masan.

Dari hasil pembahasan, perangkat daerah Kabupaten Kudus dibentuk dengan susunan di antaranya sekretariat daerah, sekretariat DPRD, Inspektur Daerah, dinas yang berjumlah 16, tiga badan, serta sembilan kecamatan.

Ketentuan lebih lanjut mengenai kedudukan, susunan organisasi, tugas, serta tata kerja perangkat daerah dan unit kerja di bawahnya, diatur lebih lanjut dalam peraturan bupati.

Masan mengatakan, dengan adanya Susunan Organisasi Perangkat Daerah yang baru ini, diharapkan kinerja Pemerintah Kabupaten Kudus bisa berjalan lebih baik dan efisien.

”Termasuk juga dengan adanya SOTK yang baru ini, maka pelayanan terhadap masyarakat Kudus, akan semakin maksimal. Sehingga masyarakat akan lebih nyaman, karena sudah bisa terlayani dengan baik,” tuturnya.

Sementara Bupati Kudus H Musthofa mengatakan, pihaknya mengucapkan banyak terima kasih, atas kinerja DPRD Kudus, yang sudah menyelesaikan pembahasan Perda tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah.

”Ke depannya, kami harap susunan SOTK yang baru ini, akan bisa berjalan dengan baik dan maksimal. Terutama dalam dalam melaksanakan tugas untuk melayani masyarakat Kudus sebaik-baiknya,” imbuhnya. (ADS

Editor: Merie

 

Mobil Dinas Pemkab Kudus Bakal Dilengkapi GPS

Bupati Kudus Musthofa saat memeriksa kendaraan dinas pejabat SKPD, di pendapa pemkab setempat, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Bupati Kudus Musthofa saat memeriksa kendaraan dinas pejabat SKPD, di pendapa pemkab setempat, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemkab Kudus bakal menaruh Global Positioning System (GPS) atau sistem navigasi berbasis satelit  di kendaraan dinas di tiap SKPD. Khususnya, kendaraan yang memiliki jam terbang tinggi dan sering dimanfaatkan masyarakat.

Hal itu diungkapkan Bupati Kudus Musthofa. Menurutnya kemungkinan besat mobil akan dipasang alat canggih tersebut, sehingga operasional mobil bisa terkontrol.

“Hal itu tidak  menutup kemungkinan dilakukan. Sebab penggunaan mobil difungsikan untuk kepentingan masyarakat. Sehingga, dengan adanya GPS bisa diketahui kemana mobil pergi tiap hari,” kata Musthofa.

Menurutnya, pelayanan kepada masyarakat itu yang utama, karena pegawai pemkab pengabdiannya kepada masyarakat. Khsususnya kesehatan dan pendidikan.

Data yang didapat, jumlah mobil dinas di Kudus sekitar 113 unit mobil. Namun yang dibawa ke pendapa 65 unit saja, sedang sisanya sedang beroperasi seperti mobil bak sampah dan sebagainya. Dari jumlah itu, 13 unit di antaranya dalam keadaan rusak sehingga diusulkan untuk dihapus dari daftar mobil dinas.

Pemkab juga kembali memberikan mobil dinas kepada instansi di Kudus. Setelah sebelumnya diberikan kepada Polres dan Kejari Kudus, kali ini giliran yang mendapatkan adalah PN dan Dandim Kudus.

Editor : Akrom Hazami

Hari Koperasi, Pemkab Kudus Gelar Sepeda Santai dan Beri Apresiasi Koperasi Berprestasi

LEPAS PESERTA: Bupati Kudus H Musthofa didampingi Sekda Noor yasin dan Kepala Disperinkop UMKM Kudus Hadi Sucipto melepas ribuan peserta Pit-pitan Bareng Kang Mus di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Minggu (28/8/2016). Even ini merupakan rangkaian peringatan Hari Koperasi ke-69 dan HUT Republik Indonesia ke-71. (Bagian Humas Setda Kudus)

LEPAS PESERTA: Bupati Kudus H Musthofa didampingi Sekda Noor yasin dan Kepala Disperinkop UMKM Kudus Hadi Sucipto melepas ribuan peserta Pit-pitan Bareng Kang Mus di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Minggu (28/8/2016). Even ini merupakan rangkaian peringatan Hari Koperasi ke-69 dan HUT Republik Indonesia ke-71. (Bagian Humas Setda Kudus).

MuriaNewsCom, Kudus – Peringatan Hari Koperasi ke-69 di Kudus tahun ini berlangsung istimewa. Pada puncak peringatan Hari Koperasi yang digelar pada Minggu (28/8/2016), Dinas Perindustrian Koperasi dan UMKM (Disperinkop UMKM) Kabupaten Kudus menggelar Pit-pitan Bareng Kang Mus. Bupati Kudus H Musthofa melepas sekitar 12 ribu peserta sepeda santai di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus.

Even yang juga merupakan rangkaian peringatan HUT Replubik Indonesia ke-71 tersebut tidak hanya diikuti warga Kudus. Banyak peserta yang datang dari luar kota, misalnya Jepara, Demak, Pati, dan Semarang. ”Untuk seluruh peserta, terutama bagi peserta yang datang dari luar kota Kudus, jangan ragu, bapak ibu yang datang ke Kudus, anggaplah Kudus kota anda sendiri. Setelah acara selesai, semua diperbolehkan masuk ke pendopo (Kabupaten Kudus),” kata Musthofa dalam sambutannya sesaat sebelum melepas peserta dari garis start.

Menurut Bupati H Musthofa, acara ini sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan sekaligus sebagai ajang rekreasi warga Kudus dan sekitarnya. Momentum Hari Koperasi ini merupakan hari kebesaran bagi seluruh insan koperasi, mulai dari pengelola hingga nasabah koperasi. Untuk itu, dia mengajak kepada seluruh warga untuk senantiasa koperasi di Kudus menjadi sumber inspirasi. Masyarakat bisa sehat jika didukung juga perekonomian yang sehat. ”Mari kita tetap sehat dan semangat untuk bekerja,” ucapnya.

 Acara sepeda santai ini juga menjadi ajang promosi potensi Kabupaten Kudus. Peserta melintasi jalan-jalan protokol, mulai dari Alun-alun Simpang Tujuh, Pertigaan Pentol, Gondang Manis, Jalan Lingkar Utara, Panjang, Peganjaran, Prambatan Lor, Menara Kudus, Kali Gelis dan kembali ke alun-alun. Banyak hadiah yang disediakan panitia dalam kegiatan ini. Selain satu unit mobil sebagai hadiah utama, juga ada hadiah-hadiah menarik, antara lain sepeda motor, sepeda gunung, kulkas, dispenser, kipas angin, speaker aktif, kompor gas, dan tabungan.

Kepala Disperinkop UMKM Kudus Hadi Sucipto menyampaikan terima kasih atas tingginya antusiasime warga mengikuti even ini. ”Selain berkesempatan membawa pulang hadiah, even bersepeda ini juga untuk ajang refreshing setelah disibukkan dalam rutinitas kerja,” ujarnya.

Selain acara sepeda santai, rangkaian Hari Koperasi ke-69 Tahun 2016 di Kabupaten Kudus juga digelar apel di halaman pendopo Kabupaten Kudus, Kamis (28/7). Bertindak selaku pimpinan apel adalah Bupati Kudus H Musthofa yang dihadiri seluruh kepala SKPD dan forkopinda. Serta diikuti pengurus koperasi serta perwakilan dari seluruh kecamatan yang ada di Kudus.

Dalam amanatnya, Bupati Kudus H Musthofa mengatakan, koperasi merupakan kata kunci untuk menstabilkan perekonomian di Kudus. ”Saya tidak ingin koperasi yang ada hanya sekadar jargon. Tetapi harus ada menfaat nyata sebagai soko guru perekonomian nasional,” kata Bupati Musthofa.

Peran pengelolan koperasi sangat penting. Tidak kalah penting daripada yang lain. Karenanya harus benar-benar bisa menggiatkan perekonomian dan menstabilkan suasana politik perekonomian. Dengan muara akhirnya bagi peningkatan kesejahteraan bersama antara pengurus dengan seluruh anggotanya.

Bupati yang juga aktivis ekonomi kerakyatan ini menyorot soal kesehatan koperasi. Ada banyak koperasi yang tercatat pada Dinas Perinkop UMKM. Tetapi belum bisa memastikan bahwa seluruhnya dalam kondisi yang sehat.

”Saya akan bentuk bidang baru pada Dinas Perinkop UMKM, yaitu bidang pengawasan tingkat kesehatan koperasi. Mungkin ini nanti menjadi satu-satunya di Indonesia,” jelasnya.

Pada apel Hari Koperasi ini, Bupati juga mengukuhkan pengurus Forum UMKM Kabupaten Kudus. Dengan telah terbentuknya Forum UMKM Kabupaten Kudus ini, bupati berharap adanya sinergi dan kolaborasi yang baik antara Forum UMKM dengan lembaga lain. Seperti kerja sama dengan koperasi serta SKPD Pemkab Kudus untuk bersama-sama mengangkat perekonomian nasional.

”Dan saya akan konsisten membimbing. Karena semuanya adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam perekonomian nasional ini,” pungkasnya.

Di akhir apel diserahkan penghargaan bagi koperasi yang berperstasi. Selain itu, juga pemberian santunan bagi anak yatim/piatu untuk bersama-sama berbagi kebahagiaan di Hari Koperasi tahun ini.

Editor : Ali Muntoha