Gaji Guru Honorer di Kendal Bakal Naik, Segini Jumlahnya

MuriaNewsCom, Kendal – Gaji atau honor untuk guru tidak tetap (GTT) di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal akan dinaikkan. Tak hanya itu, periode honor yang semula hanya delapan bulan akan digenapkan menjadi 12 bulan.

Kepala Disdikbud Kendal, Agus Rivai menyatakan, anggaran untuk kenaikan honor GTT tersebut akan diajukan melalui APBD Perubahan Kendal tahun 2018.

Menurut dia, honor GTT yang pada tahun 2018 ini hanya sebesar Rp 400 ribu per bulan akan dinaikkan menjadi Rp 600 ribu per bulan pada 2019.

Menurutnya, honor yang diberikan kepada GTT masih terlalu kecil, padahal beban kerjanya cukup banyak. “Saya kira jumlah segitu masih kecil dibandingkan dengan beban kerjanya, karena itu tiap tahun akan terus dinaikkan,” katanya.

Selain GTT,  Pemkab Kendal juga memberikan honor kepada guru madin (madrasah diniyah). Namun jumlahnya  tidak sama  dengan GTT. Honor guru madin setahun hanya dianggarkan Rp 1 juta.

Jumlah GTT yang menerima honor sekitar 2.150 orang, sedangkan jumlah guru madin yang menerima honor sekitar 12 ribu orang. “Total anggaran untuk GTT dan guru madin mencapai Rp 48 miliar,” ujarnya.

Sementara itu anggota Komisi D DPRD Kendal, Annurochim mengatakan, mulai tahun 2018 ini, honor yang diberikan kepada GTT dan guru madin, bukan lagi honor kegiatan, seperti tahun sebelumnya. Tapi merupakan honor representatif, sehingga tidak ada potongan sama sekali.

“Bedanya kalau honor kegiatan itu kan dipotong pajak, tapi kalau honor representatif, selagi besarnya masih di bawah UMR, maka tidak dipotong pajak,” jelasnya.

Editor : Ali Muntoha

Pemkab Kendal ke Grobogan untuk Belajar Penyaluran Bantuan Keuangan Khusus Desa

Rombongan tamu dari Pemkab Kendal melakukan kunjungan kerja untuk belajar penyaluran bantuan keuangan desa. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Rombongan tamu dari Pemkab Kendal melakukan kunjungan kerja untuk belajar penyaluran bantuan keuangan desa. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Pemkab Grobogan, Selasa (15/3/2016) mendapat tamu sejumlah pejabat dari Pemkab Kendal. Kedatangan tamu dari Kendal yang dipimpin Kepala Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Tavip Purnomo itu bertujuan untuk studi banding mengenai bantuan keuangan khusus desa.

Mereka diterima Kepala DPPKAD Grobogan Moh Sumarsono di ruang rapat wakil bupati sekitar pukul 09.00 WIB. Ikut mendampingi, Kepala Bagian Pengendalian Pembangunan Pemkab Grobogan, Siswanto.

”Betul, tadi ada rombongan dari pemerintah Kabupaten Kendal datang ke sini. Mereka datang untuk belajar beberapa hal mengenai bantuan keuangan khusus desa. Seperti dasar hukum, mekanisme, pelaksanaan, hasil evaluasi hingga audit dari BPK,” kata Marsono.

Menurutnya, di Kabupaten Grobogan sudah melaksanakan program tersebut sejak tahun 2014. Pelaksanaan bantuan keuangan khusus desa itu juga berdasarkan pada Permendagri No 13 Tahun 2006.

”Alokasi khusus ini untuk percepatan pembangunan insfranstruktur jalan dan jembatan. Sedangkan, untuk pendirian bangunan belum dibolehkan. Rencananya, Pemkab Kendal juga akan mengucurkan bantuan keuangan bagi desa-desa. Namun, sebelumnya mereka perlu tukar pengalaman ke sini yang sudah melaksanakan program tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Kabag Pengendalian Pembangunan Siswanto menambahkan, Pemkab Grobogan pada tahun anggaran 2016 ini menggelontorkan bantuan keuangan untuk desa sebesar Rp 30,9 miliar. Dana ini disalurkan untuk 146 desa yang tersebar di 19 kecamatan. Jumlah pekerjaan yang dibiayai dari dana bankeu ini ada 277 paket kegiatan.

Pada tahun 2015 lalu, alokasi bankeu nilainya Rp 37 miliar yang disalurkan untuk 236 desa di 19 kecamatan. Dana sebesar ini digunakan untuk membiayai 476 paket kegiatan pembangunan infrastruktur pedesaan.

Sedangkan pada tahun 2014, dana bantuan keuangan desa sebanyak Rp 42,3 miliar yang dibagi untuk 205 desa di 19 kecamatan. Adapun jumlah pembangunan infrastrukturnya ada 478 paket pekerjaan.

Editor : Titis Ayu Winarni