KPU Jepara Temukan 560 Data Ganda Anggota Parpol

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jepara menemukan 560 data ganda pada verifikasi administrasi parpol peserta pemilu 2019. Mereka tercatat terdaftar sebagai anggota partai politik lain. 

“Sementara yang tercatat sebagai anggota dua parpol atau lebih. Jumlah total sementara adalah 560 orang untuk semua parpol,” kata Ketua KPU Jepara, M Haidar Fitri, Kamis (16/11/2017). 

Ia menuturkan, saat ini rekapitulasi data belum final. Sehingga dirinya belum bisa menjabarkan berapa jumlah anggota partai politik yang tidak memenuhi syarat. 

Haidar menjelaskan, partai politik harus melakukan perbaikan data, jika anggota yang dinilai sah kurang dari 1.000 orang.

Hal itu disesuaikan dengan data sistem administrasi partai politik, atau minimal mencapai angka 1.000. Sedangkan bagi mereka yang telah mencatatkan keanggotaan sah lebih dari angka tersebut, tidak wajib melakukan perbaikan. 

“Untuk perbaikan kami tunggu batas terakhirnya sampai tanggal 1 Desember 2017,” ujarnya. 

Ia berharap, agar dalam perbaikan data tidak berhimpitan waktu dengan masa tenggat. Hal itu karena pihaknya masih akan melakukan verifikasi administrasi ulang. Diharapkan, jika ada kesalahan kembali, maka pengurus partai bisa melakukan perbaikan.

Editor : Ali Muntoha

Berkas Diterima, Pendaftaran Golkar ke KPU Kudus Diakhiri Doa Bersama

Para kader Partai Golkar Kudus berdoa bersama setelah berkas diterima KPU Kudus, Senin (16/10/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – DPD Partai Golkar resmi mendaftar sebagai parpol peserta pemilu 2019 mendatang. Usai mendaftar, pengurus Partai Golkar menutup dengan doa bersama dan sujud syukur.

Doa bersama dipimpin kader Partai Golkar di Aula KPU Kudus. Doa juga diamini oleh seluruh kader partai dan juga pengurus KPU Kudus, yang saat itu menerima pengurus partai.

Baca: Golkar Usung Adik Nusron Wahid Jadi Wakil Bupati di Pilkada Kudus

Usai beroda, kader Partai Golkar langsung mengambil sujud syukur sebagai wujud terimakasih kepada yang maha kuasa telah melancarkan pendaftaran dan dari KPU Kudus menerimanya.

Sekretaris DPD Partai Golkar Ali Mukhlisin mengatakan, dalam pendaftaran kali ini, merupakan pendaftaran  yang sukses. Karena berkasnya diterima semuanya tanpa terkecuali.

“Seluruh berkas sudah diterima oleh KPU. Jumlahnya 1704, yang tersebar di sembilan kecamatan di Kabupaten Kudus,” katanya usai Pendaftaran.

Sementara, ketua KPU Kudus Moh Khanafi mengungkapkan, hari ini merupakan hari terakhir pendaftaran dari parpol ke KPU Kudus. Pendaftaran dibuka hingga tengah malam nanti di KPU Kudus.

Editor: Supriyadi

Partai Bikinan Hary Tanoe Ini Incar 7 Kursi di DPRD Pati

Ketua DPD Perindo Pati Suparmin (dua dari kiri) saat memberikan sambutan dalam agenda penyerahan dokumen persyaratan di KPU Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kehadiran Perindo sebagai partai baru membuat kompetisi politik semakin ketat. Di Pati, partai yang dimotori Hary Tanoesodibjo ini bahkan yakin mampu merebut hati masyarakat luas.

Bahkan, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perindo Kabupaten Pati Suparmin optimistis bisa meraih enam hingga tujuh kursi di DPRD Pati. “Kami berusaha bisa meraih enam sampai tujuh kursi di DPRD,” kata Suparmin, Selasa (9/10/2017).

Dia mengaku, kompetisi politik di Pati sangat ketat dan berbeda dengan daerah lain. Namun, pihaknya yakin bisa meraihnya karena banyaknya kader Perindo yang antusias.

“Kader Perindo banyak yang antusias. Karenanya, kami akan berusaha maksimal. Kalau ditanya pengen kursi berapa, pengennya ya banyak. Tapi kita berusaha enam sampai tujuh sudah baik,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Perindo merupakan parpol pertama yang mendaftar di KPU Pati untuk Pemilu Legislatif 2019. Penyerahan berkas dilakukan bersama rombongan kader Perindo lengkap dengan seragam dan panji-panji Perindo.

Partai baru besutan bos MNC itu akan menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat pengaruhnya di Kabupaten Pati, terutama menghadapi Pileg 2019.

Berbagai upaya dan program kemasyarakatan juga sudah dilakukan. Suparmin yakin, Perindo bisa bersaing dengan partai lawas yang punya pengaruh besar di Pati.

Editor : Ali Muntoha

Kembali Pimpin DPC Demokrat Pati, Joni Janjikan Tambahan Kursi Legislatif di Pemilu 2019

Joni Kurnianto (kanan) memegang bendera Partai Demokrat, usai terpilih sebagai Ketua DPC Demokrat Pati, Jumat (6/10/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Wakil Ketua III DPRD Pati Joni Kurnianto kembali terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Pati periode 2017-2022. Dia terpilih dalam Muscab II di Hotel MG Suites Semarang, Jumat (6/10/2017).

Mekanisme pemilihan dilakukan secara demokratis dari suara di masing-masing Pimpinan Anak Cabang (PAC) atau tingkat kecamatan. Dari 21 PAC di Pati, kader Demokrat kembali menunjuk Joni untuk menahkodai DPC Demokrat Pati.

“Kader Demokrat di Pati masih menghendaki saya untuk memimpin Pati. Upaya kami selanjutnya akan menambah jumlah kursi di legislatif, sehingga bisa berperan lebih aktif untuk pemerintah dan masyarakat Pati,” ujar Joni.

Selama ini, sambung Joni, Demokrat sudah berupaya memberikan yang terbaik untuk mendukung pemerintah dan masyarakat. Hal itu sesuai dengan semboyan Demokrat Peduli dan Beri Solusi.

Namun, kali ini dia akan melakukan langkah dan terobosan baru untuk menyongsong Pemilihan Legislatif 2019. Dia menargetkan akan mendapatkan lebih dari enam kursi di DPRD Pati pada Pemilu 2019 mendatang.

“Saya optimistis bisa meraih lebih dari enam kursi di DPRD Pati pada Pileg 2019 mendatang. Ini perjuangan kami untuk kebaikan Kabupaten Pati bersama,” tambahnya.

Muscab II yang digelar DPD Demokrat Jawa Tengah tersebut dihadiri Ketua BPOKK DPP-PD Jenderal TNI (Purn) Pramono Edhie Wibowo dan Bendahara Umum Indrawati Sukadis. Jenderal TNI (Purn) Edhie memberi pesan kepada kader Demokrat agar selalu dekat dengan rakyat dan bisa memberi solusi yang terbaik.

Selain Joni, nama-nama Ketua DPC Demokrat di Jawa Tengah periode 2017-2022, antara lain Bambang Susilo (Blora), Tirto (Grobogan), Haryadi (Karanganyar), Supriyanto (Kota Solo), Dwi (Boyolali), Yophi (Purworejo), Hadi (Banjarnegara), Sudi (Cilacap), Heri (Brebes), Ayu (Tegal), Edi Siswanto (Batang), Syaifudin (Kendal), Liluk Winarto (Kota Semarang), Danang (Kabupaten Semarang), Edi (Kudus) dan Harno (Rembang).

Editor: Supriyadi