Tak Terima Diputus, Residivis Pembunuhan Ini Perkosa Mantan Pacarnya

MuriaNewsCom, Solo – Seorang pemuda bernama Raka Sinuarga (22) warga Kampung Kauman, Pasar Kliwon, Solo, diseret ke kantor polisi, karena mencoba memperkosa mantan pacarnya yang masih di bawah umur. Motif pencabulan itu, karena sakit hati setelah diputus.

Korbannya adalah seorang gadis berinisial Sh yang masih berumur 16 tahun. Pelaku mencabuli mantan pacarnya itu di kamar kos korban di Jalan Ir Juanda, Purwodiningratan, Jebres, Solo, pada Senin (26/3/2018) malam.

Kini pemuda tersebut diamankan dan menjalani pemeriksaan di Mapolsek Jebres. Dari hasil pemeriksaan juga diketahui jika pelaku ternyata seorang residivis kasus pembunuhan.

Saat usianya masih 15 tahun, pelaku melakukan pembunuhan di Makam Untoroloyo, Jebres, Solo pada 2 Januari 2011 lalu. Dalam kasus ini, pelaku dijatuhi vonis tujuh tahun dan ditahan di LP Nusakambangan, Cilacap.

Belum beberapa lama ke luar dari penjara, kini pemuda tersebut harus kembali berurusan dengan masalah hukum, karena kasus pencabulan.

Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ribut Hari Wibowo, melalui Kapolsek Jebres, Kompol Juliana mengatakan, dari hasil pemeriksaan pelaku mengakui perbuatan terhadap mantan pacarnya tersebut.

”Motifnya karena merasa sakit hati diputuskan cintanya oleh korban. Pelaku mengaku kenal dengan korban melalui media sosial dan berpacaran selama empat bulan,” katanya dikutip dari Antara Jateng, Rabu (28/3/2018).

Saat beraksi, pelaku mendatangi korban dengan memanjat atap menuju ke belakang rumah kos korban. Pelaku kemudian memacah pintu kaca, dan mencoba memerkosa mantan pacarnya.

Warga yang mengetahui adanya kegaduhan di dalam kamar kos korban langsung merangsek menuju lokasi. Melihat peristiwa itu, warga langsung naik pitam dan menyeret pelaku ke kantor polisi.

Sebelum diamankan polisi, pelaku sempat dihajar warga yang emosi melihat kejadian tersebut. Apalagi saat diamankan, pelaku ternyata dalam kondisi mabuk setelah menenggak minuman keras jenis ciu.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa pecahan kaca, baju milik korban, tiga ponsel yang telah dirusak. Tersangka dijerat Pasal 82 Undang Undang RI No.17/2016, tentang Perlindungan Anak (PA) dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Editor : Ali Muntoha

Ngaku Polisi, Dua Pria Ini Perkosa Gadis Belia yang Tengah Asyik Pacaran

MuriaNewsCom, Brebes – Seorang pelajar berinisi L (15) warga Desa Sigambir, Kecamatan Brebes diperkosa dua orang saat tengah berpacaran di kompleks GOR Sasana Krida Adhi Karsa Brebes. Tak hanya itu, motor gadis belia ini juga dibawa kabur, dan korban ditinggalkan dalam kondisi mengenaskan.

Gadis yang masih duduk di bangku SMA di Brebes. Kasus pemerkosaan ini terjadi pada Kamis (4/1/2018) malam, sekitar pukul 23.00 WIB. Korban diperkosa di areal persawahan.

Tak berselang lama, tim Reskrim Polres Brebes berhasil membekuk dua pelaku. Bahkan salah satu pelaku terpaksa ditembak kakinya karena mencoba melawan dan melarikan diri.

Dua pelaku yakni masing masing Delta (31) warga Kelurahan Panggung Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal. Kemudian Reza (24) warga Kecamatan Brebes.

Kapolres Brebes, AKBP Sugiarto menceritakan kronologis peristiwa tersebut. Kejadian berawal saat korban bersama pacarnya T (15) jalan-jalan dan nongkrong di Kompleks GOR Sasana Krida Adhi Karsa.

Saat itu, dua pelaku yang dalam kondisi mabuk mendatangi korban. Mereka mengaku sebagai polisi. Kemudian pelaku membawa korban dan pacarnya secara terpisah dengan dalih mau dibawa ke kantor polisi. Korban dibawa pelaku bernama Delta dan pacar korban dibawa Reza.

“Korban yang dibawa salah satu pelaku ini kemudian diperkosa di tepi areal persawahan di Kelurahan Limbangan Wetan. Korban sebelumnya dipaksa dengan dipukul dan ditampar pelaku. Usai melakukan aksi bejatnya, pelaku merampas sepeda motor korban,” kata Sugiarto dikutip dari detik.com, Sabtu (6/1/2018).

Kasus ini terbongkar, karena kebodohan salah satu pelaku. Reza yang dalam kondisi mabuk tak sadar jika tengah membawa pacar korban ke Mapolsek Brebes. Sesampainya di mapolsek pacar korban langsung berteriak dan mengadukan masalah tersebut. Saat itu juga Reza langsung ditangkap.

Polisi langsung memburu pelaku lain. Jumat (5/1/2018) tim Resmob Polres Brebes menggerebek Delta di rumahnya di daerar Kota Tegal.

“Dalam aksinya ini, pelaku mengaku anggota polisi. Keduanya kini sudah kami amankan berserta barang bukti berupa pakaian korban dan sepeda motor korban serta pelaku,” ujarnya.

Saat diperiksa polisi, kedua pelaku mengakui apa yang dilakukannya. Mereka juga mengaku saat itu tengah mabuk. Namun ia membantah telah mengaku sebagai polisi. ”Saya hanya ucap siap ndan, tidak mengaku polisi,” akunya.

Hingga kini polisi masih mengembangkan kasus ini. Dua pelaku akan dijerat dengan pasal berlapis yakni tentang pencurian dan pemerkosaaan gadis di bawah umur.

Editor : Ali Muntoha

Bapak Ini Ngamuk Lihat Putrinya yang ABG Dicabuli 2 Preman Bertato

MuriaNewsCom, Wonogiri – Seorang bapak di Kecamatan Batuwarno, Wonogiri, syok dan ngamuk saat melihat putrinya yang masih ABG dicabuli dua preman bertato di belakang rumahnya. Aksi dua preman ini dilakukan usai si korban habis merayakan malam pergantian tahun.

Sang ayah yang sudah geram langsung menghajar dua preman ini. Tak hanya itu, tetangga dan warga sekitar yang mengetahui ada keributan langsung berbondong-bondong menangkap dua pelaku dan menggiringnya ke kantor polisi.

Dua preman ini diketahui bernama Saryoto (28) dan Kanafi (30), warga Desa Purwaharjo, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Wonogiri. Sementara korbannya, sebut saja Bunga masih berusia 15 tahun.

Peristiwa pencabulan ini bermula ketika Minggu (31/12/2017) malam, korban tengah merayakan malam tahun baru di Kecamatan Batuwarno. Usai lewat tengah malam, korban yang takut pulang ke rumah, memilih duduk di depan kantor Kecamatan Batuwarno.

Korban kemudian didekati oleh dua pelaku yang menjanjikan akan mengantarkan pulang. Dengan berjalan kaki, Bunga diantar oleh Saryoto, karena Kanafi tengah mengambil sepeda motornya di tempat parkiran.

Kanafi menyusul membawa sepeda motor dengan didorong sampai di depan rumah orang tua korban. Pengakuan pelaku ini dilakukan, agar tidak membangunkan keluarga korban.

Sepeda motor tersebut, kemudian diparkir di halaman rumah, dan kemudian Kanafi berusaha mencari Bunga, yang akhirnya menemukan di belakang rumah berduaan dengan Saryoto. Saat itu, korban telah diperdayai Saryoto, dan Kanafi ikut serta nimbrung.

Mendadak ayah Bunga bangun dan ke luar rumah. Ia kaget melihat ada sepeda motor tak dikenalnya berada di halaman rumah.

Curiga telah terjadi sesuatu, sang ayah memeriksa ke samping dan belakang rumah. Betapa kagetnya sang ayah melihat putrinya yang masih belia dikerjai dua pemuda tersebut.

Kedua pelaku kemudian ditangkap, dan bersama para tetangga, keduanya kemudian dilaporkan ke Polsek Baturwarno.

Kapolres Wonogiri, AKBP Robertho Pardede, melalui Kasubag Humas Polres, AKP Hariyanto Selasa (2/1/2018) menyatakan, dua pelaku kini ditahan di Mapolres Wonogiri, setelah kasusnya dilimpahkan oleh Polsek Batuwarno. Ia menyebut, kasusnya kini tengah dalam penanganan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Wonogiri.

”Dari hasil pemeriksaan sementara, kedua tersangka membantah memperkosa Bunga. Tindakan yang dilakukan keduanya, baru sebatas pencabulan dan belum melakukan persetubuhan,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Bejat, Dukun Palsu Jepara Setubuhi Ibu dan Cabuli Anak Gadisnya

Ilustrasi MuriaNewsCom

Ilustrasi MuriaNewsCom

 

JEPARA – Polres Jepara telah mengamankan dukun cabul Mukri (60), warga Desa Damarjati, Kecamatan Kalinyamatan, Jepara. Dia diduga dituduh melakukan pencabulan kepada pasiennya IPS (14). Tak hanya itu, pelaku juga menyetubuhi ibu korban.

“Dari hasil keterangan lebih jauh, pelaku juga melakukan hal yang sama kepada ibu korban. Modusnya mengobati penyakit, kemudian melakukan tindakan asusila,” ungkap Kasat Reskrim Polres Jepara AKP Suwarsana kepada awak media, Selasa (19/1/2016).

Menurutnya, dengan modus yang sama, pelaku menyetubuhi ibu korban beberapa kali. Pelaku mengancam jika menceritakan tindakannya, maka korban yang merupakan pasiennya itu diancam penyakitnya akan lebih parah.

“Akibat tindakannya tersebut, pelaku terancam pasal 81 Jo 76 d Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2014,” ungkapnya.
Dia menambahkan, dengan pasal yang dikenakan tersebut, pelaku terancam hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun. Sampai saat ini kasus tersebut masih ditangani pihak kepolisian.

Tercatat, peristiwa pencabulan tersebut terakhir dilakukan pada 10 Januari 2016 lalu, selang dua hari kemudian, pihak keluarga korban melaporkan hal itu ke pihak kepolisian.

Seperti diberitakan, pelaku merupakan seorang dukun pengobatan tradisional. Modus pelaku, saat proses pengobatan di ruangan khusus, mata korban ditutup dengan kain. Selanjutnya pakaian korban diperintahkan untuk ditanggalkan. Saat itu pelaku dengan leluasa menyetubuhi korban.

Usai melakukan tindakan asusila tersebut, pelaku memperingatkan korban agar tidak mengatakan kejadian tersebut kepada orang lain, jika tidak ingin penyakitnya kian parah. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

Dukun Palsu Jepara Ini Tega Cabuli Gadis di Bawah Umur Dekat Ibunya

Ilustrasi MuriaNewsCom

Ilustrasi MuriaNewsCom

 

JEPARA – Berkedok sebagai penyedia pengobatan tradisional, seorang dukun ditangkap oleh pihak kepolisian Polres Jepara. Karena dia diduga menjadi dukun cabul setelah melakukan tindakan asusila kepada para pasiennya.
Ya, dia adalah Mukri (60) warga Desa Damarjati RT 05 RW 06, Kecamatan Kalinyamatan, Jepara.

Mukri dilaporkan oleh salah satu pihak keluarga pasien yang menjadi korban asusilanya ke polisi, yang mengetahui tindakannya tersebut. Akhirnya pihak kepolisian pun mengamankan Mukri atas tuduhan tersebut.

Kasat Reskrim Polres Jepara AKP Suwarsana mengatakan, pelapor merupakan ayah dari korban berinisial IPS (14), seorang remaja asal Kecamatan Kalinyamatan. Korban tersebut dicabuli oleh tersangka saat berobat di kediaman tersangka pada Minggu 10 Januari 2016 lalu.

“Tersangka ini merupakan dukun pengobatan. Sedangkan korban merupakan pasien yang berobat kepada tersangka,” kata Suwarsana kepada awak media, Selasa (19/1/2016).

Menurut dia, saat itu korban IPS sedang berobat ke tempat praktik tersangka diantar oleh ibunya. Keluhan korban kepada tersangka adalah sakit mata. Kemudian, korban diminta untuk menutup matanya dan membuka pakaian yang dikenakannya. Selanjunya korban diminta tidur terlentang.

“Ketika itu, pelaku atau terlapor dengan leluasa melakukan tindak kejahatan asusilanya,” kata dia.

Dia menambahkan, korban diancam oleh pelaku jika apa yang telah dilakukan oleh pelaku tersebut diceritakan. Korban diancam, jika menceritakannya maka mata yang sakit akan menjadi bengkak atau membesar. Namun, kelakuan tersangka tersebut pun lama-lama diketahui oleh ayah korban dan akhirnya dilaporkan ke pihak kepolisian. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

Bocah 14 Tahun Diperkosa, Polisi Jepara Belum Tangani Kasusnya

Ilustrasi Pemerkosaan. (MuriaNewsCom)

Ilustrasi Pemerkosaan. (MuriaNewsCom)

 

JEPARA – Pihak keluarga korban pemerkosaan berinisial HI (14) warga Desa Ngetuk, Kecamatan Nalumsari, Jepara telah melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian, pada 16 November 2015 lalu. Namun sampai saat ini kasus tersebut tak kunjung diselesaikan. Para pelaku belum juga ditahan atau diamankan oleh polisi.

Hal itu disesalkan oleh ayah korban, Ali Yudi. Sebab, dia berharap agar kasus tersebut dapat segera diselesaikan sebagaimana aturan atau hukum yang berlaku. Mengingat, anaknya yang menjadi korban masih di bawah umur dan anak tersebut merupakan anak semata wayangnya.

“Sampai saat ini belum ada perkembangan. Baik dari PPA maupun BP2KB. Sedangkan tersangka lainnya, sebenarnya masih ada. Bukti dan keterangan saksi sudah ada. Kenapa tidak segera ditindaklanjuti,” kata Ali kepada MuriaNewsCom, Selasa (12/1/2016)

Akibat kasus ini, kata Ali, HI mengalami guncangan jiwa. HI lebih cenderung emosional dan tertutup. Meski saat ini masih sekolah.

Sementara itu, ketika dikonformasi, Kapolres Jepara, AKBP Samsu Arifin melalui Kanit PPA Polres Jepara Aiptu Rofiqoh menerangkan, saat ini proses penyidikan terus dilakukan sesuai dengan prosedur yang ada. Diakuinya, kesulitan yang dihadapi untuk melakukan penangkapan lantaran tersangka utama tidak diketahui keberadaannya.

“Padahal tersangka yang sudah diketahui identitasnya ini menjadi kunci untuk menciduk pelaku lainnya,” tandas dia.

Seperti diberitakan, nasib tragis menimpa seorang anak perempuan berusia 14 tahun HI. Dia diperkosa oleh dua orang lelaki tak bertanggung jawab di kebun yang berada di kawasan Sreni, Desa Bategede, Kecamatan Nalumsari, 14 November 2015 lalu. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

Ini Kronologi Pemerkosaan Bocah 14 Tahun di Jepara

Ilustrasi Pemerkosaan. (MuriaNewsCom)

Ilustrasi Pemerkosaan. (MuriaNewsCom)

 

JEPARA – Peristiwa pemerkosaan mendera bocah di bawah umur, HI (14), warga Desa Ngetuk, Kecamatan Nalumsari, Jepara menjadi korban kebejatan lelaki.

HI diperkosa dua priatak bertanggung jawab di kebun di kawasan Sreni, Desa Bategede, Kecamatan Nalumsari.
Ayah korban, Ali Yudi membeberkan kronologi kejadian tersebut. Menurut dia, mulanya pada Sabtu, 14 November 2015 lalu, sekitar pukul 14.00 WIB anak semata wayangnya tersebut dijemput oleh teman perempuannya berinisial Er (14). Pamitnya mau ambil HP ke sekolah.

“Tetapi sampai malam hari tidak pulang-pulang, kemudian saya cari kemana-mana tidak ketemu. Dan baru pulang hari Minggu sekitar pukul 09.00 WIB,” terang Ali kepada MuriaNewsCom, Selasa (12//1/2016).

Menurutnya, tak lama kemudian dia mendapatkan informasi dari salah seorang guru yang mengaku diadu oleh anaknya kalau telah diperkosa. Kemudian dirinya menanyakan secara langsung kepada yang bersangkutan dan ternyata betul, bahwa anaknya jadi korban pemerkosaan.

Kasus tersebut sudah dilaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jepara pada Senin, 16 November lalu. Termasuk ke Badan Perlindungan Perempuan dan Keluarga Berencana (BP2KB) Jepara.

Dari visum yang dilakukan di RSUD Kartini Jepara, menyatakan HI memang positif diperkosa. Keluarga korban pun sudah beberapa kali dipanggil, termasuk proses pemeriksaan saksi. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)