Dengan Rp 500 Masyarakat Desa Kaliwungu Mampu Benahi Fasilitas Umum Mandiri

Warga Desa Kaliwungu kerja bakti membersihkan puing bambu lapuk dari angkruk yang roboh. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Warga Desa Kaliwungu kerja bakti membersihkan puing bambu lapuk dari angkruk yang roboh. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Ada yang khas dari cara masyarakat di Desa Kaliwungu untuk memenuhi kebutuhan fasilitas umum. Yaitu dengan iuran Rp 500 dari masyarakat di Desa tersebut yang ditarik setiap malam.

Baca juga : Salut! Masyarakat Desa Kaliwungu Kompak Laksanakan Kerja Bakti

Seperti halnya diungkapkan Ketua RT 2 RW 6 Desa Kaliwungu, Munasri, dia mengungkapkan, selain kerja bakti, masyarakat desanya juga terdapat iuran wajib yang diambil tiap malam.

”Jadi tiap hari ada jimpitan, hanya Rp 500 saja. Hasilnya dikumpulkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Jadi kembali ke masyrakat lagi fungsinya,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, kebutuhan masyarakat yang dimaksud, di antaranya perawatan jalan gang. Biasanya, saat kerja bakti pula, dilakukan pembenahan fasilitas umum yaitu penambahan jalan yang rusak atau berlubang.

Selain jalan, perawatan juga dilakukan untuk lampu penerangan. Lampu penerangan juga fasilitas umum di desa. Sehingga jika lampu mati, maka dapat dilaporkan dan menggunakan kas desa untuk menggantinya.

”Tiap selapan sekali atau 45 hari sekali dilakukan di tingkat RT, itu untuk menampung kebutuhan masyarakat. Bukan hanya RT sini saja melainkan juga RT lainnya,” ungkapnya.

Dia berharap hal itu dapat dilakukan dengan rutin. Sebab sebagi forum untuk membenahi kebutuhan masyarakat.

Editor : Titis Ayu Winarni

Salut! Masyarakat Desa Kaliwungu Kompak Laksanakan Kerja Bakti

Salut! Masyarakat Desa Kaliwungu Kompak Laksanakan Kerja Bakti. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Salut! Masyarakat Desa Kaliwungu Kompak Laksanakan Kerja Bakti. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Masyarakat Desa Kaliwungu, Kecamatan Kaliwungu, semakin intensif menggalakkan kerja bakti di lingkungan desa. Hal itu dilakukan untuk mewujudkan desa yang bersih, terutama pada musim hujan ini.

Seperti halnya diungkapkan Munir, warga Dukuh Winong, Kecamatan Kaliwungu. Menurutnya di kawasan Kaliwungu memang sering diselenggarakan kerja bakti untuk kebutuhan masyarakat.
”Sering ada kerja bakti. Seperti beberpa waktu yang lalu juga ada kerja bakti membersihkan jalan dan gorong-gorong,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, kerja bakti biasanya dilakukan pada saat masyarakat libur bekerja. Bisa dilakukan pada Jumat atau bahkan Minggu pagi.

Dia menjelaskan, biasanya kerja bakti dimulai pada pukul 06.00 pagi hingga selesai. Meski pagi, namun masyarakat banyak yang datang. Sehingga kerja bakti selalu dipadati warga.

”Kalau yang tidak ikut, biasanya mereka membawakan jajan atau makanan ringan untuk warga yang bersih-bersih. Jadi saling bekerja sama antar warga,” ungkapnya.

Dia berharap kerja bakti dapat dijadwalkan dengan rutin. Sebab Hal itu dilakukan untuk kebutuhan masyarakat dan juga kebutuhan masyarakat.

Editor : Titis Ayu Winarni

Siaga Bencana, Langkah Efektif Kurangi Kerugian

Pemdes ajak warganya untuk siaga bencana memasuki musim hujan ini. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

Pemdes ajak warganya untuk siaga bencana memasuki musim hujan ini. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

 

KUDUS – Munculnya berbagai bencana karena perubahan lingkungan memang tidak bisa terhindarkan. Apalagi pada daerah yang menjadi langganan bencana tertentu dituntut harus lebih waspada. Baik dalam pencegahan serta penanganannya. Hal tersebut juga dilakukan oleh masyarakat Kaliwungu.

”Prinsip pertemuan siaga bencana adalah dalam rangka persiapan aja. Membahas keperluan dasar keperluan terkait bencana dari persiapan hingga penanganan,” jelas M. Fitrianto, sekretaris Kecamatan Kaliwungu.

Seperti siaga bencana kekeringan pada musim lalu. Dimusim hujan ini juga perlu persiapan hadapi bencana banjir, jika memang benar-benar terjadi. Sehingga masyarakat bisa langsung bertindak secara spontan ketika ada bencana. Sehingga mengurangi efek kerugian atas bencana. (AYU KHAZMI/TITIS W)

Musim Hujan, Pemdes Kaliwungu Ajak Masyarakat Siaga Bencana

Pemdes Kaliwungu adakan pertemuan dengan masyarakat untuk siaga bencana. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

Pemdes Kaliwungu adakan pertemuan dengan masyarakat untuk siaga bencana. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

 

KUDUS – Perubahan musim tentunya memberikan dampak pada lingkungan yang memengaruhi masyarakat. Seperti perubahan musim kemarau ke musim hujan yang sedang dialami saat ini.

Sempat mengalami kekeringan karena musim kemarau yang terlampau panjang, membuat masyarakat harus siaga terhadap kemungkinan bencana yang terjadi dimusim hujan nantinya.

M. Fitrianto, sekretaris Kecamatan Kaliwungu Kudus mengatakan siaga bencana sangat diperlukan agar sewaktu-waktu jika terjadi bencana masyarakat langsung bisa bertindak. Apalagi beberapa daerah Kaliwungu kerap menjadi langganan banjir karena letak geografis daerah yang rendah.

”Kami sudah mengadakan pertemuan dengan relawan siaga bencana yg berasal dari unsur Linmas, Cibat (relawan PMI), karang taruna dan IPNU IPPNU Kaliwungu,” ujarnya pada MuriaNewsCom.

Selanjutnya, akan ada pembahasan lagi melihat situasi dan kondisi nanti, karena saat ini memang masih normal. (AYU KHAZMI/TITIS W)