Paman Korban Tertembak Senapannya Sendiri Minta Jenazah Divisum

Suasana duka di rumah keluarga korban di Desa Sukoharjo, Wedarijaksa, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Suasana duka di rumah keluarga korban di Desa Sukoharjo, Wedarijaksa, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Nasib nahas menimpa Edi Susanto (35), warga Desa Sukoharjo, Kecamatan Wedarijaksa, Pati. Ia meninggal dunia, setelah dada kanannya tertembak peluru senapan berburu kaliber 4,5 milimeter, Jumat (29/1/2016).

Menurut paman korban, Suharno, Edi bersama dengan tiga temannya tengah berburu binatang di kawasan Juwana. Saat memompa senapan seharga Rp 5 juta yang diperoleh dari Bandung, Jabar, tersebut, peluru diduga melesat dan mengenai dadanya.

“Itu bedil gas dengan putaran sampai seratus kali. Saya juga tidak tahu sendiri kok sampai begitu. Cuma, informasinya Edi pegang-pegang senapan hingga mengenai dadanya sendiri,” ujar Suharno saat ditanya MuriaNewsCom.

Ia meminta agar jenazah korban divisum untuk memastikan penyebab kematian Edi. “Saya minta jenazah divisum, biar jelas. Jangan sampai sudah dikebumikan, nanti dibongkar lagi untuk autopsi,” imbuhnya.

Kendati begitu, ia mengaku keluarga korban sampai sekarang sudah merelakan kepergian korban. “Edi itu anak pendiam. Orangnya baik,” paparnya.

Editor : Akrom Hazami

Berburu Hewan, Warga Sukoharjo Pati Tewas Tertembak Peluru Senapannya Sendiri

Suasana duka di rumah keluarga korban di Desa Sukoharjo, Kecamatan Wedarijaksa. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Suasana duka di rumah keluarga korban di Desa Sukoharjo, Kecamatan Wedarijaksa. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Seorang warga Desa Sukoharjo, Kecamatan Wedarijaksa, Pati, bernama Edi Susanto (35) meninggal dunia diduga karena tertembak senapan anginnya sendiri saat berburu di kawasan Juwana, Pati, Jumat (29/1/2016).

Dari informasi yang dihimpun MuriaNewsCom di lapangan, Edi meninggal setelah peluru ukuran 4,5 kaliber menembus dada kanannya. Korban dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Budi Agung Juwana, tapi nyawanya tidak tertolong saat sampai di rumah sakit.

“Saya tidak tahu kronologinya. Saya hanya menjemput jenazah di rumah sakit. Hanya, saya lihat ada bekas tembakan pada bagian dada kanan,” ujar Mustari, Staf Pemerintahan Desa Sukoharjo.

Ia mengatakan sudah menjemput jenazah di rumah sakit sekitar jam 14.00 WIB. “Saya ikut menjemput sekitar pukul 14.00 WIB. Senapannya cukup besar,” imbuhnya.

Sampai berita ini turun, jenazah sudah disemayamkan di rumah duka. Warga berbondong-bondong melayat di rumah duka.

Editor : Akrom Hazami