Polisi Bekuk Pelaku yang Tusuk Bibinya Hingga Tewas

Petugas kepolisian sedang menunjukkan tempat kejadian perkara pembunuhan (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Petugas kepolisian sedang menunjukkan tempat kejadian perkara pembunuhan (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Kudus – Polisi berhasil membekuk Ariyanto (20) alias Ari Gunawan, pelaku pembunuhan terhadap Rukhani (62) warga Dukuh Argopuro RT 4 RW 2, Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo. Pelaku berhasil diamankan di wilayah Kauman, Jekulo, Kudus, tak lama setelah melakukan aksinya.

“Saat diamankan, pelaku masih di wilayah Jekulo. Pelaku membawa tas gitar  dan terdapat pisau yang diduga digunakan untuk membunuh korban,” kata  Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Hepy Pria Ambara, kepada MuriaNewsCom, Selasa (12/7/2016).

Menurutnya, saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku, untuk mengetahui peristiwa pembunuhan tersebut. Namun demikian, pihaknya belum bisa menyimpulkan apakah pelaku bisa dijadikan tersangka atau tidak. “Kita akan memproses lebih dalam lagi. Sehingga sebab musababnya dan motifnya bisa diketahui,” paparnya.

Baca juga : Gara-gara Rebutan Ember, Rukhani Tewas di Tangan Keponakan

Editor : Kholistiono

Gara-gara Rebutan Ember, Rukhani Tewas di Tangan Keponakan

Petugas kepolisian sedang melakukan olah TKP (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Petugas kepolisian sedang melakukan olah TKP (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Kudus – Nasib nahas menimpa Rukhani (62) Warga Dukuh Argopuro RT 4 RW 2, Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kudus. Perempuan paruh baya itu meninggal dengan luka tusukan di tubuhnya, akibat perbuatan yang dilakukan keponakannya sendiri atas nama Ariyanto (20) alias Ari Gunawan, pada Selasa (12/7/2016) pagi.

Salah satu kakak korban Djusnadi mengutarakan, peristiwa pembunuhan itu terjadi Selasa pagi sekitar pukul 06.30 WIB. “Gara-garanya sepele, karena rebutan ember atau timba air sumur yang ada di belakang rumah,” ujarnya.

Dari informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, pagi itu korban sedang menggunakan ember untuk menimba air, dan pelaku yang merupakan keponakannya sendiri ketika itu meminta ember tersebut, namun oleh korban tidak diberikan, dan akhirnya terjadi adu mulut. Karena emosi, kemudian pelaku mengambil pisau dan menusukkan pisau tersebut ke leher korban.

“Untuk luka tusukan yang ada  di tubuh korban, kalau tidak keliru ada 6.Yakni bagian rusuk kiri, dada kanan dan kiri, leher dan dagu atas serta dagu bawah. Yang mengetahui peristiwa ini pertama kali adalah korban, yakni Endang, sedangkan pelaku langsung melarikan diri dengan membawa tas,” imbuh Djusnadi.

Sementara itu, Kepala Desa Hadipolo Wawan Setiawan menuturkan, jika korban tercatat tidak memiliki suami dan anak. Korban juga mengalami gangguan bicara. “Kalau bicara agak terbata-bata. Sementara itu,pelaku juga tidak pernah bersosialisasi dengan warga dan memang temperamentalnya tinggi. Selain itu, pelaku diketahui selama ini  pekerjaannya sebagai pengamen,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

3 Tersangka Ternyata Habisi Nyawa Umam di Sini

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifai saat memberikan keterangan (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifai saat memberikan keterangan (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pembunuhan terhadap Moh Miftahul Umam (17) warga Dukuh Kauman, Desa Getassrabi RT 1 RW 7 Kecamatan Gebog, yang sebelumnya dikabarkan dilakukan di Lapangan Pengkol, Desa Getassrabi, ternyata ditemukan fakta lain.

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifai mengatakan, setelah dilakukan proses penyidikan, tersangka mengaku jika pembunuhan tersebut dilakukan  di belakang sebuah rumah kosong di Kecamatan Gebog. Tempat tersebut cukup jauh dari Lapangan Pengkol.

Setelah membunuh korban, kemudian tiga pelaku membawa mayat korban ke Lapangan Pengkol.  “Pengakuan pelaku seperti itu, mereka membawa korban yang sudah meninggal ke lapangan, setelah  korban ditusuk pakai pisau dapur dan meninggal,” kata Kapolres.

Baca juga : Alasan ABG di Kudus Ini Tega Bunuh Temannya Sendiri

Untuk diketahui, ketiga pelaku berhasil ditangkap petugas di tempat yang berbeda. RJ ditangkap polisi di Semarang, AG di rumahnya di Gebog dan Dtertangkap di Malang, yang sebelumnya sempat berusaha untuk kabur.

Kapolres berpesan, agar pengawasan orang tua harus ditingkatkan. Sebab kejahatan sekarang tidak memandang usia. Buktinya, baik pelaku maupun korban yang masih di bawah umur. “Pembinaan orang tua sangatlah penting,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

 

Alasan ABG di Kudus Ini Tega Bunuh Temannya Sendiri

Tiga tersangka saat diamankan di Mapolres Kudus (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Tiga tersangka saat diamankan di Mapolres Kudus (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)


MuriaNewsCom, Kudus
– Tiga tersangka pembunuhan seorang ABG bernama Moh Miftahul Umam (17) warga Dukuh Kauman Desa Getassrabi RT 1 RW 7, Kecamatan Gebog, pada 30 Mei lalu, berkicau. Mereka gelap mata menghabisi Umam, karena beragam alasan.

Tersangka RJ, yang masih duduk di bangku SMA dan tak lain adalah teman korban, mengaku tega membunuh korban karena alasan cinta. Tersangka mengaku mencintai keponakan korban, namun hal itu terhalang oleh korban, karena korban melarang ada hubungan cinta antara pelaku dengan keponakan korban. Hal ini, kemudian menimbulkan kemarahan oleh tersangka.

“Karena alasan cinta buta itulah, tersangka tega menghabisi nyawa korban yang merupakan masih teman sendiri. Pada malam kejadian itu, RJ bersama dua temannya yakni AG dan D yang usianya juga masih di bawah umur, mengajak ketemuan korban. Korban pun memenuhi undangan tersebut,” ujar Kapolres Kudus AKBP Andy Rifai.

Setelah bertemu di tempat yang sudah disepakati, tak beberapa lama terjadi adu mulut antara korban dan RJ, yang akhirnya berbuntut perkelahian. RJ yang pada saat itu sudah menyiapkan pisau dapur, langsung menusuk korban hingga terkapar.

“Tak hanya RJ, AG saat itu juga ikut menancapkan pisau dapur ke korban, hingga akhirnya korban bersimbah darah dan akhirnya meninggal. Sedangkan D juga ikut memukuli korban, namun tidak menusukkan pisau. Kemudian, pisau yang digunakan untuk membunuh korban tersebut disimpan di rumah RJ.,” kata Kapolres.

Editor : Kholistiono

 

Pemuda 18 Tahun Ditemukan Tewas Penuh Luka di Lapangan Getassrabi Kudus

Petugas kepolisian bersama petugas RSU dr. Loekmono Hadi Kudus melihat mayat yang ditemukan di Lapangan Getasrabi di kamar mayat. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Petugas kepolisian bersama petugas RSU dr. Loekmono Hadi Kudus melihat mayat yang ditemukan di Lapangan Getassrabi di kamar mayat. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Warga Desa Getassrabi, Kecamatan Gebog digegerkan dengan temuan mayat laki-laki bernama Muhammad Fathul Umam, Senin (30/5/2016) sekira pukul 05.00 WIB. Pemuda berusia 18 tahun tersebut ditemukan tak bernyawa dengan luka di tubuhnya.

Dari pengamatan di lapangan, Fathul Umam yang merupakan warga Desa Getassrabi RT 1/RW 7, Kecamatan Gebog mengalami luka robek di tangan kanan sekira 1 cm, dada kanan dan kiri robek 1 cm, dagu robek 2 cm, dan bibir robek selebar 2 cm.

Dari keterangan polisi yang menangani kasus tersebut, korban diduga kuat korban penganiayaan. Apalagi, kondisi korban yang mengenakan kaos oblong dan celana pendek berwarna coklat tersebut terdapat banyak luka.

Hanya, untuk memastikan hal itu, saat ini mayat tersebut dibawa pihak kepolisian untuk diindentifikasi lebih lanjut di RSU dr. Loekmono Hadi Kudus.

Editor: Supriyadi