Ini Luka yang Dialami Ibu di Getassrabi Kudus Setelah Dipacul Anaknya Hingga Meninggal

Petugas kepolisian memeriksa jenazah Aminah yang tewas di tangan anak kandungnya sendiri menggunakan pacul dengan disaksikan sejumlah perangkat desa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kasus pembunuhan ibu kandung yang dilakukan oleh seorang anak di Desa Getasrabi, Kecamatan Gebog memang menyita perhatian banyak orang.

Meski dilakukan oleh orang yang mengalami gangguan jiwa, pembunuhan tersebut terbilang ekstrem lantaran dilakukan dengan pacul (cangkul,red). Lantas dimana saja luka yang dialami?

Baca: Tak Diberi Uang, Anak di Getassrabi Kudus Tega Pacul Kepala Ibunya Hingga Tewas

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning mengatakan, dari hasil pemeriksaan tim medis terdapat luka akibat benda tajam pada kepala bagian belakang korban. Luka tersebut terletak di kepala belakang bagian kanan.

”Setelah diperiksa dokter, kepalanya mengalami robekan cukup besar. Robekan itulah yang menbuat pendarahan sangat parah dan mengakibatkan korban meninggal dunia,” kata Kapolres Kudus, Selasa (27/11/2017).

Baca: Sebelum Dibunuh, Sang Ibu Sempat Diancam Hingga Tak Berani Pulang ke Rumah

Robekan tersebut bahkan membuat tengkorak belakang pecah. Itu terjadi karena kerasnya benturan ke kepala belakang.  Hal itulah yang menjadi penyebab kematian ibu di Getassrabi, Kecamatan Gebog tersebut.

Terkait benda yang digunakan, Kapolres menegaskan, kuat dugaan alat yang digunakan adalah pacul. Selain pendalaman luka, petugas menemukan pacul tersebut di dekat jenazah korban yang dipenuhi darah pada gagang cangkulnya.

“Untuk pelakunya, mengarah pada anak korban yang informasinya mengalami gangguan jiwa. Tapi bagaimanapun, masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut,” ungkap dia.

Baca: Anak Bunuh Ibu Kandung di Getassrabi Kudus Ternyata Alami Gangguan Jiwa

Sementara itu, Bahrin (56)  Kadus Desa Getassrabi,  Kecamatan Gebog mengatakan, usai membunuh ibunya dengan pacul, pelaku langsung berlari ke tetangga sekitar. Ia pun menceritakan kejadian tersebut tanpa penyesalan.

“Saat itu sekitar jam 10.30 WIB. Dia (Ansori) tiba-tiba menghampiri saya yang sedang memberishkan selokan. Dia (Ansori) bilang ke saya kalau dia telah membunuh ibunya,” katanya, Selasa (27/11/2017).

Baca: Ternyata Begini Asal Mula Anshori Alami Gangguan Jiwa Hingga Tega Bunuh Ibu Kandungnya dengan Pacul

Tak hanya membunuh ibunya, lanjut Kadus Tiga itu, pelaku juga bercerita alasan pembunuhan sadis tersebut. Alasannya, ia tidak diberikan uang oleh ibunya. Atas dasar itulah, pembunuhan dilakukan.

“Setelah mendapat kabar, kami langsung menuju ke lokasi. Dan benar saja kalau telah ada pembubuhan. Setelah itu, beberapa saat petugas kepolisian juga sudah tiba,” ungkap dia.

Editor: Supriyadi

Anak Bunuh Ibu Kandung di Getassrabi Kudus Ternyata Alami Gangguan Jiwa

Petugas kepolisian memeriksa jenazah Aminah yang tewas di tangan anak kandungnya sendiri menggunakan pacul dengan disaksikan sejumlah perangkat desa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Ansori warga Dukuh Kebangsan RT 2 RW 3, Desa Getassrabi, Kecamatan Gebog, yang nekat membunuh ibunya sendiri ternyata mengalami gangguan jiwa. Pemuda 30 tahun itu bahkan masih rutin kontrol ke Poli Jiwa di RSUD Kudus.

Kepala Dusun (Kadus) Desa Getasrabi Bahrin mengatakan, pelaku mengalami gangguan jiwa setelah bercerai dengan istrinya beberapa tahun silam. Saat itu, istri yang dinikahinya merupakan pilihannya sendiri. Hanya, tak tahu ada apa, usia pernikahan keduanya tak bisa bertahan lama.

Baca: Tak Diberi Uang, Anak di Getassrabi Kudus Tega Pacul Kepala Ibunya Hingga Tewas

”Semenjak itu, Ansori sering marah dan mengalami gangguan jiwa. Ia juga pernah dilarikan ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) untuk penanganan,” katanya Selasa (27/11/2017).

Selang beberapa waktu, Ansori kembali pulang ke rumah. Namun kondisinya belum benar-benar pulih. Terkadang sepekan kambuh sekali. Karena alasan itu, dia masih rutin kontrol ke RSUD Kudus, dalam penanganan Poli Jiwa.

Baca: Tanpa Penyesalan, Pemuda Getassrabi Kudus Ini Woro-woro ke Tetangga Usai Bunuh Ibunya

Sementara, Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning membenarkan informasi akan adanya gangguan jiwa yang dialami oleh pelaku. Bahkan Kapolres menduga, apa yang dilakukan ini adalah puncaknya.

“Kami akan tetap menangani kasus ini. Bagaimanapun ini adalah pembunuhan. Soal motifnya apa, masih kami dalami,” ungkap dia.

Ditambahkan Kapolres, nantinya akan melakukan observasi ke RSUD Kudus tentang kondisi pelaku. Observasi dan pemeriksaan dilakukan untuk mencari tahu keadaan sebenarnya dari pelaku pembuahan.

Editor: Supriyadi

Baca: Sebelum Dibunuh, Sang Ibu Sempat Diancam Hingga Tak Berani Pulang ke Rumah

Polisi Duga Gerombolan Rampok di Bae Kudus Gunakan Senjata Api

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning saat memberikan keterangan kepada media. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Gerombolan rampok di Dukuh Jatisati RT 3 RW 2, Desa Peganjaran, Kecamatan Bae diduga rempok dengan persenjataan lengkap. Pasalnya, selain menggunakan senjata tajam, kawanan perampok di rumah Afrodhi (51) juga membawa senjata api. 

Kapolrese Kudus AKBP Agusman Gurning mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima oleh pihak kepolisian, ada perampok yang membawa senjata api saat beraksi. Hanya, untuk kebenaran masih menunggu proses berikutnya.

”Saat ini kami masih menunggu kesaksian dari korban yang dibawa ke rumah sakit (Masroh). Sayangnya saat ini masih trauma, sehingga belum bisa memberikan keterangan,” katanya Senin (20/11/2017).

Baca: Disabet Senjata Tajam, Istri Korban Perampokan di Bae Kudus Terima 20 Jahitan di Kepala

Menurut dia, pihak kepolisian akan memburu pelaku perampokan untuk segera diadili. Penelusuran dilakukan mulai dari olah TKP, yang sudah dilakukan oleh petugas reserce Polres Kudus maupun Polsek Bae.

Dia berpesan, agar keamanan masyarakat akan lebih ditingkatkan. Mulai dari memasang kunci ganda pada rumah agar tak mudah dibuka. Selain itu, dia juga berharap adanya siskamling yang kembali digalakkan.

“Ini juga menjadi catatan bagi kami untuk lebih meningkatkan patroli. Khususnya pada wilayah yang jauh dari keramaian,” ungkap dia.

Editor: Supriyadi

Baca: Rampok di Bae Kudus Sikat Habis Perhiasan dan Surat Berharga Senilai Rp 100 Juta

Polisi Bekuk Pelaku yang Tusuk Bibinya Hingga Tewas

Petugas kepolisian sedang menunjukkan tempat kejadian perkara pembunuhan (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Petugas kepolisian sedang menunjukkan tempat kejadian perkara pembunuhan (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Kudus – Polisi berhasil membekuk Ariyanto (20) alias Ari Gunawan, pelaku pembunuhan terhadap Rukhani (62) warga Dukuh Argopuro RT 4 RW 2, Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo. Pelaku berhasil diamankan di wilayah Kauman, Jekulo, Kudus, tak lama setelah melakukan aksinya.

“Saat diamankan, pelaku masih di wilayah Jekulo. Pelaku membawa tas gitar  dan terdapat pisau yang diduga digunakan untuk membunuh korban,” kata  Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Hepy Pria Ambara, kepada MuriaNewsCom, Selasa (12/7/2016).

Menurutnya, saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku, untuk mengetahui peristiwa pembunuhan tersebut. Namun demikian, pihaknya belum bisa menyimpulkan apakah pelaku bisa dijadikan tersangka atau tidak. “Kita akan memproses lebih dalam lagi. Sehingga sebab musababnya dan motifnya bisa diketahui,” paparnya.

Baca juga : Gara-gara Rebutan Ember, Rukhani Tewas di Tangan Keponakan

Editor : Kholistiono

Gara-gara Rebutan Ember, Rukhani Tewas di Tangan Keponakan

Petugas kepolisian sedang melakukan olah TKP (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Petugas kepolisian sedang melakukan olah TKP (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Kudus – Nasib nahas menimpa Rukhani (62) Warga Dukuh Argopuro RT 4 RW 2, Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kudus. Perempuan paruh baya itu meninggal dengan luka tusukan di tubuhnya, akibat perbuatan yang dilakukan keponakannya sendiri atas nama Ariyanto (20) alias Ari Gunawan, pada Selasa (12/7/2016) pagi.

Salah satu kakak korban Djusnadi mengutarakan, peristiwa pembunuhan itu terjadi Selasa pagi sekitar pukul 06.30 WIB. “Gara-garanya sepele, karena rebutan ember atau timba air sumur yang ada di belakang rumah,” ujarnya.

Dari informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, pagi itu korban sedang menggunakan ember untuk menimba air, dan pelaku yang merupakan keponakannya sendiri ketika itu meminta ember tersebut, namun oleh korban tidak diberikan, dan akhirnya terjadi adu mulut. Karena emosi, kemudian pelaku mengambil pisau dan menusukkan pisau tersebut ke leher korban.

“Untuk luka tusukan yang ada  di tubuh korban, kalau tidak keliru ada 6.Yakni bagian rusuk kiri, dada kanan dan kiri, leher dan dagu atas serta dagu bawah. Yang mengetahui peristiwa ini pertama kali adalah korban, yakni Endang, sedangkan pelaku langsung melarikan diri dengan membawa tas,” imbuh Djusnadi.

Sementara itu, Kepala Desa Hadipolo Wawan Setiawan menuturkan, jika korban tercatat tidak memiliki suami dan anak. Korban juga mengalami gangguan bicara. “Kalau bicara agak terbata-bata. Sementara itu,pelaku juga tidak pernah bersosialisasi dengan warga dan memang temperamentalnya tinggi. Selain itu, pelaku diketahui selama ini  pekerjaannya sebagai pengamen,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

3 Tersangka Ternyata Habisi Nyawa Umam di Sini

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifai saat memberikan keterangan (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifai saat memberikan keterangan (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pembunuhan terhadap Moh Miftahul Umam (17) warga Dukuh Kauman, Desa Getassrabi RT 1 RW 7 Kecamatan Gebog, yang sebelumnya dikabarkan dilakukan di Lapangan Pengkol, Desa Getassrabi, ternyata ditemukan fakta lain.

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifai mengatakan, setelah dilakukan proses penyidikan, tersangka mengaku jika pembunuhan tersebut dilakukan  di belakang sebuah rumah kosong di Kecamatan Gebog. Tempat tersebut cukup jauh dari Lapangan Pengkol.

Setelah membunuh korban, kemudian tiga pelaku membawa mayat korban ke Lapangan Pengkol.  “Pengakuan pelaku seperti itu, mereka membawa korban yang sudah meninggal ke lapangan, setelah  korban ditusuk pakai pisau dapur dan meninggal,” kata Kapolres.

Baca juga : Alasan ABG di Kudus Ini Tega Bunuh Temannya Sendiri

Untuk diketahui, ketiga pelaku berhasil ditangkap petugas di tempat yang berbeda. RJ ditangkap polisi di Semarang, AG di rumahnya di Gebog dan Dtertangkap di Malang, yang sebelumnya sempat berusaha untuk kabur.

Kapolres berpesan, agar pengawasan orang tua harus ditingkatkan. Sebab kejahatan sekarang tidak memandang usia. Buktinya, baik pelaku maupun korban yang masih di bawah umur. “Pembinaan orang tua sangatlah penting,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

 

Alasan ABG di Kudus Ini Tega Bunuh Temannya Sendiri

Tiga tersangka saat diamankan di Mapolres Kudus (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Tiga tersangka saat diamankan di Mapolres Kudus (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)


MuriaNewsCom, Kudus
– Tiga tersangka pembunuhan seorang ABG bernama Moh Miftahul Umam (17) warga Dukuh Kauman Desa Getassrabi RT 1 RW 7, Kecamatan Gebog, pada 30 Mei lalu, berkicau. Mereka gelap mata menghabisi Umam, karena beragam alasan.

Tersangka RJ, yang masih duduk di bangku SMA dan tak lain adalah teman korban, mengaku tega membunuh korban karena alasan cinta. Tersangka mengaku mencintai keponakan korban, namun hal itu terhalang oleh korban, karena korban melarang ada hubungan cinta antara pelaku dengan keponakan korban. Hal ini, kemudian menimbulkan kemarahan oleh tersangka.

“Karena alasan cinta buta itulah, tersangka tega menghabisi nyawa korban yang merupakan masih teman sendiri. Pada malam kejadian itu, RJ bersama dua temannya yakni AG dan D yang usianya juga masih di bawah umur, mengajak ketemuan korban. Korban pun memenuhi undangan tersebut,” ujar Kapolres Kudus AKBP Andy Rifai.

Setelah bertemu di tempat yang sudah disepakati, tak beberapa lama terjadi adu mulut antara korban dan RJ, yang akhirnya berbuntut perkelahian. RJ yang pada saat itu sudah menyiapkan pisau dapur, langsung menusuk korban hingga terkapar.

“Tak hanya RJ, AG saat itu juga ikut menancapkan pisau dapur ke korban, hingga akhirnya korban bersimbah darah dan akhirnya meninggal. Sedangkan D juga ikut memukuli korban, namun tidak menusukkan pisau. Kemudian, pisau yang digunakan untuk membunuh korban tersebut disimpan di rumah RJ.,” kata Kapolres.

Editor : Kholistiono

 

Pemuda 18 Tahun Ditemukan Tewas Penuh Luka di Lapangan Getassrabi Kudus

Petugas kepolisian bersama petugas RSU dr. Loekmono Hadi Kudus melihat mayat yang ditemukan di Lapangan Getasrabi di kamar mayat. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Petugas kepolisian bersama petugas RSU dr. Loekmono Hadi Kudus melihat mayat yang ditemukan di Lapangan Getassrabi di kamar mayat. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Warga Desa Getassrabi, Kecamatan Gebog digegerkan dengan temuan mayat laki-laki bernama Muhammad Fathul Umam, Senin (30/5/2016) sekira pukul 05.00 WIB. Pemuda berusia 18 tahun tersebut ditemukan tak bernyawa dengan luka di tubuhnya.

Dari pengamatan di lapangan, Fathul Umam yang merupakan warga Desa Getassrabi RT 1/RW 7, Kecamatan Gebog mengalami luka robek di tangan kanan sekira 1 cm, dada kanan dan kiri robek 1 cm, dagu robek 2 cm, dan bibir robek selebar 2 cm.

Dari keterangan polisi yang menangani kasus tersebut, korban diduga kuat korban penganiayaan. Apalagi, kondisi korban yang mengenakan kaos oblong dan celana pendek berwarna coklat tersebut terdapat banyak luka.

Hanya, untuk memastikan hal itu, saat ini mayat tersebut dibawa pihak kepolisian untuk diindentifikasi lebih lanjut di RSU dr. Loekmono Hadi Kudus.

Editor: Supriyadi