Pembobol Rumah di Bongsri Ternyata Warga Karaban Pati

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Polsek Pati Kota berhasil menangkap seorang warga Karaban, Kecamatan Gabus berinisial WKS (34), Selasa (12/9/2017) malam.

WKS berurusan dengan polisi, karena mencuri barang-barang berharga di Dukuh Bongsri, Mulyoharjo, Pati pada Hari Raya Idul Adha lalu.

Kapolsek Pati Iptu Pujiati mengatakan, penangkapan pelaku dilakukan atas laporan dari korban yang rumahnya digasak maling hingga mengalami kerugian sekitar Rp 9 juta.

Beberapa barang berharga yang dicuri, antara lain dua unit HP Xiamoi Redmi, perhiasan emas seperti cincin, kalung dan gelang, serta uang tunai sebesar Rp 800 ribu.

“Modus operasi yang dilakukan, pelaku memanfaatkan momen salat Idul Adha. Pelaku masuk ke rumah yang dalam keadaan tidak terkunci dan menggasak barang-barang berharga,” jelas Iptu Puji.

Saat kejadian berlangsung, pemilik rumah sebetulnya sedang membuat teh di rumah sebelah. Sementara suaminya tengah melaksanakan salat Idul Adha.

Namun, pelaku berhasil menggondol barang-barang berharga hanya dalam hitungan menit. Pemilik rumah yang mengetahui rumahnya diacak-acak maling langsung melaporkan kejadian itu kepada polisi.

Pelaku dikenakan Pasal 362 KUHP tentang pencurian. Iptu Puji mengimbau kepada warga Pati untuk tidak lengah saat meninggalkan rumahnya meski hanya sebentar.

“Maling beraksi karena ada kesempatan. Meski sebentar, mereka bisa melancarkan aksinya. Karena itu, selalu waspada dan simpan barang berharga di tempat-tempat yang sulit dijangkau maling,” imbau dia.

Editor: Supriyadi

Usai Ditembak Polisi, 3 Pembobol Rumah Grobogan Serahkan Barang Bukti

Polisi meminta keterangan pelaku pembobol rumah, saat di Mapolres Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Polisi meminta keterangan pelaku pembobol rumah, saat di Mapolres Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Selain ketiga pelaku, berbagai barang bukti juga berhasil diamankan Polres Grobogan. Baik barang bukti yang digunakan untuk melakukan kejahatan, maupun barang yang dibeli dari hasil kejahatan yang dilakukan.

Barang bukti yang digunakan untuk melakukan aksi berupa satu unit linggis sepanjang 40 cm. Kemudian, satu unit sepeda motor Yamaha Jupiter warna merah dan tas punggung warna hitam.
Kemudian, polisi juga berhasil mengamankan berbagai barang yang dibeli dari hasil kejahatan yang dilakukan para pelaku. Yakni, satu unit mobil Toyota Avanza warna hitam yang dipakai pelaku Sunarto.

Dari pelaku Zaenuri, petugas menyita dua motor baru. Yakni, satu unit motor Honda CBR warna hitam dan satu unit Honda Vario warna merah. Sedangkan dari pelaku Sugiyono berhasil diamankan satu motor baru, Honda Vario warna merah.

“Selain itu, kita berhasil pula mengamankan dua senjata softgun dari tangan pelaku. Yakni, softgun jenis revolver kita sita dari pelaku Sunarto dan jenis FN dari pelaku Sugiyono,” kata Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning pada wartawan saat gelar perkara, Selasa (28/6/2016).

Saat ditanya kapolres, kedua pelaku mengatakan jika senjata itu dibeli dari temannya seharga Rp 15 juta per unit. Meski sudah punya senjata, namun kedua pelaku mengaku jika belum pernah menggunakan softgun itu untuk melakukan tindak kejahatan.

“Soal kepemilikan senjata softgun ini akan kita kembangkan lebih lanjut. Kita akan cari tahu dari mana mereka mendapatkan barang ini,” tegas Agusman.
Atas kejahatan yang dilakukan, ketiganya dijerat dengan pasal 363 ayat 1 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan. Jika terbukti, ketiga pelaku bisa diancam pidana paling lama 7 tahun.

Editor : Akrom Hazami

 

Baca juga : Dor..Dor! 3 Pembobol Rumah Kosong Grobogan Roboh Bersimbah Darah

 

Dor..Dor! 3 Pembobol Rumah Kosong Grobogan Roboh Bersimbah Darah

dor

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning saat meminta keterangan pelaku kasus curat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Kasus pencurian dengan pemberatan (curat) di wilayah Grobogan yang terjadi di bulan Mei dan Juni 2016 akhirnya berhasil diungkap.

Dalam penyelidikan kasus ini, petugas Satreskrim Polres Grobogan akhirnya berhasil mengamankan tiga pelaku, Senin (27/6/2016).

Pelaku curat pada rumah kosong ini masing-masing, Zaenuri alias Bimo, 35, warga Desa Selo, Kecamatan Tawangharjo dan Sunarto alias Narjo,36, warga Desa Karangsari, Kecamatan Brati.

Satu pelaku lagi adalah Sugiyono alias Gono, 35, warga Desa Putatsari, Kecamatan Grobogan. Ketiganya, terpaksa ditembak kakinya lantaran hendak kabur ketika akan disergap.

Ketiga penjahat ini punya peran masing-masing saat melakukan aksi kejahatan. Pelaku Zaenuri berperan sebagai otak kejahatan dan penunjuk jalan. Kemudian, Sunarto yang juga dikenal sebagai seorang dukun atau paranormal menjadi eksekutor dan pembagi hasil kejahatan. Sedangkan Sugiyono tugasnya sebagai pengantar ke lokasi sasaran dan mengawasi situasi.

“Penangkapan ketiga pelaku ini berkat informasi dan kerjasama dengan masyarakat. Ketiga pelaku selama ini mencari sasaran rumah yang kondisinya sedang kosong,” terang Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning pada wartawan saat gelar perkara, Selasa (28/6/2016).

Dalam dua bulan terakhir, pelaku ini setidaknya sudah beraksi di dua lokasi. Yakni, di rumah Bambang Sukoco, warga Desa Tawangharjo, Kecamatan Tawangharjo yang dilakukan 9 Mei lalu.

Saat beraksi, penjahat ini berhasil menggasak uang tunai milik korban senilai Rp 415 juta yang disimpan di dalam kamar.

Aksi kejahatan berikutnya dilakukan 11 Juni di rumah Sukarjianto, warga Desa Tegalrejo, Kecamatan Wirosari. Dalam aksinya, pelaku berhasil mendapatkan perhiasan emas dan perak serta uang tunai Rp 6 juta.

“Pelaku ini masuk ke dalam rumah dengan mencongkel pintu memakai linggis. Selain pelaku, sejumlah barang bukti dan hasil kejahatan berhasil kita amankan,” ungkap Agusman didampingi Wakapolres Kompol Wahyudi dan Kasat Reskrim AKP Agung Ariyanto yang ikut hadir dalam acara gelar perkara tersebut.

Editor : Akrom Hazami