Beraksi di ATM Pom Bensin, Sindikat Pembobol ATM asal Palembang Diringkus Polres Jepara

Kasatreskrim Polres Jepara AKP Suharto menunjukan barang bukti yang disita bersama tersangka penipuan ATM, dengan menempel nomor palsu dan mengganjal mulut slot kartu ATM, Sabtu (23/12/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Komarudin alias Hamid (32)  sindikat pembobol ATM kelompok Palembang ditangkap Satreskrim Polres Jepara. Ia terpegok saat melakukan aksinya di Pom Bensin Sekuro, Kecamatan Mlonggo, Kamis (21/12/2017). 

Kasatreskrim Polres Jepara AKP Suharto menjelaskan, penangkapan tersangka bermula dari laporan warga yang kartu ATMnya tertelan di Desa Sinanggul, Kecamatan Mlonggo di hari yang sama. 

“Mulanya ada warga yang kartunya tertelan di Sinanggul, kemudian tersangka (Komarudin) berada di situ dan seolah-olah memberikan saran untuk menghubungi call center yang tertera di mesin ATM. Karena curiga, yang bersangkutan (warga) tak menyanggupi dan lapor kepada pihak keamanan bank resmi, kemudian tersangka dibuntuti (oleh keamanan bank) ternyata beraksi lagi di bilik ATM di SPBU Sekuro,” ujar Suharto, Sabtu (23/12/2017), sore.

Modus yang digunakan oleh tersangka adalah, memasang ganjalan berupa kertas yang disebut lem cina, pada mulut slot kartu atm. Lalu dibagian call center asli ditutupi dengan stiker nomor palsu. 

Menurut keterangan tersangka, ia baru beraksi sebanyak satu kali. Peranannya, sebagai pengamat. Sedangkan, masih ada dua tersangka lagi yang menjadi buron.  

Belakangan diketahui, modus penempelan nomor palsu tak hanya terjadi di Jepara. Satreskrim Polres Jepara mendapatkan laporan penempelan nomor palsu di ATM yang ada di Pati.

Adapun nomor yang tertera di stiker call center palsu adalah 081295000546. “Kami harapkan warga yang mengetahui ada nomor itu ditempel harap tidak menghubunginya, dan menghubungi keamanan bank resmi,” urai Kasatreskrim. 

Dalam keterangannya, tersangka tak mau membeberkan modus operandi yang digunakannya. “Saya tak tahu bagaimana caranya mengganjal, yang melakukan itu teman saya Suhay, saya hanya berlaku sebagai pengamat saja,” ujar tersangka. 

Menurutnya, jika berhasil menjalankan aksinya maka ia akan mendapatkan jatah Rp 200 ribu, jika komplotannya berhasil menggasak ATM sebesar satu juta rupiah. 

Tersangka terancam hukuman diatas lima tahun, karena melanggar pasal 53 jo 363 kuhp. ‎ Turut disita bersama tersangka dua buah kartu ATM, stiker nomor palsu dan sebuah handphone. 

Editor: Supriyadi

Ternyata, Cuma dengan Alat Ini, Pelaku Pembobol ATM Jalankan Aksinya

Pelaku pembobol ATM yang berhasil diamankan Polres Kudus (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pelaku pembobol ATM yang berhasil diamankan Polres Kudus (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Aksi pembobolan ATM yang dilakukan dua orang komplotan spesialis pembobol ATM lintas provinsi yang berhasil dibekuk anggota Polres Kudus, ternyata hanya menggunakan beberapa alat yang cukup sederhana.

Wakapolres Kudus Kompol Yunaldi mengatakan, dari keterangan yang dihimpun petugas, beberapa alat yang digunakan pelaku dalam membobol ATM di antaranya adalah tusuk gigi, yang digunakan untuk mengganjal mesin ATM.

”Ada beberapa yang kami sita sebagai barang bukti, satu pak tusuk gigi, satu potong tusuk gigi yang sudah patah, tiga buah gergaji besi, satu lembar amplas dan belasan ATM dan sebuah pistol mainan.Kami juga mengamankan satu unit mobil jenis Toyota Avanza,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Mengenai cara yang digunakan pelaku, yakni dengan mendatangi calon korban di ATM, yang kartu ATMnya mengalami masalah. Kemudian, pelaku berpra-pura memberikan pertolongan dan setelah korban terperdaya, kemudian pelaku meminta nomor pin, kemudian kartu diambil dan ditukar dengan kartu sejenis yang lain.

“Kami imbau kepada masyarakat agar tidak usah membiarkan nomor pin ATM kepada siapapun. Soalnya itu sifatnya rahasia dan tidak untuk disebarkan,” jelasnya.
Dalam hal ini, Polres Kudus berhasil membekuk dua pelaku pembobol ATM, yakni Rama Putra alias Anton (44) Cirebon, bersama dengan Ali Azwar (52) asal Tanjung Priok Jakarta. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Polisi Bekuk Spesialis Pembobol ATM Lintas Provinsi

Pelaku saat diamankan di Polres Kudus (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pelaku saat diamankan di Polres Kudus (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Komplotan pembobol ATM lintas provinsi, dibekuk oleh petugas Polres Kudus. Komplotan yang berjumlah dua orang tersebut, menjalankan aksinya dari satu provinsi ke provinsi lainnya.

Hal itu diungkapkan oleh Wakapolres Kudus Kompol Yunaldi kepada MuriaNewsCom, menurutnya, pelaku sudah terbiasa menjalankan aksinya selama ini. Untuk di Kudus sendiri, pelaku sudah melakukan aksinya hingga dua kali.

“Pelakunya ini mainnya sudah lintas provinsi. Untuk yang berhasil kita bekuk ini, namanya Rama Putra alias Anton (44) asal Cirebon, kemudian Ali Azwar (52) asal Tanjung Priok Jakarta,” katanya.

Kedua lokasi di Kudus yang pernah menjadi sasaran pelaku adalah ATM BRI Kliwon, dan yang kedua adalah di ATM BCA Kecamatan Kaliwungu. “Pelaku kami ringkus pada 17 Oktober lalu saat menjalankan aksi kedua. Pelaku kami tangkap setelah kami buntuti dari Hotel Salam. Akibat perbuatannya tersebut, pelaku diancam hukuman tujuah tahun penjara,” jelasnya. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)