Biar Warganya Pintar, Desa Pedawang Kudus Bangun Perspustakaan di Balai Desa

Kepala Desa Pedawang Moh Rifai. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kepala Desa Pedawang Moh Rifai. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Pemerintah Desa Pedawang, Kecamatan Bae mencanangkan pembangunan perpustakaan untuk warga. Tujuannya, agar pengetahuan warga bisa terasah.

Kepala Desa Pedawang Moh Rifai mengatakan, perpustakaan tersebut nantinya akan ditempatkan di balai desa. “Tempatnya di balai desa. Biar saat warga datang ke kantor desa mengurus administrasi, mereka bisa sambil
membaca,” katanya.

Adapun pengadaan perpustakaan, pihak desa akan menggandeng pemuda, serta pihak terkait untuk
pengadaan bukunya.

Untuk pengadaan bukunya, bisa didapat dari pemuda atau pelajar yang sudah lulus sekolah, dan kuliah. Mereka bisa menyumbangkan bukunya untuk kepentingan sosial bagi sesama.

Dengan ketentuan, buku yang disumbangkan harus buku pendidikan. Baik itu umum atau pelajaran. Dia menilai, dengan kerjasama antara pemuda, pelajar serta pihak terkait, maka ke depannya bisa mempermudah dalam pengadaan buku.

Nantinya pihak desa juga akan menganggarkan buku untuk perpustakaan dari APBDes tahun berikutnya
pada poin pemberdayaan masyarakat. (Edy Sutriyono/AKROM HAZAMI)

Awas, Pembangunan Perpustakaan SD di Kudus Ini Bermasalah

perpustakaan

Seorang pekerja menyelesaikan pekerjaanya melakukan pembangunan di salah satu sekolah di Kudus. (ISTIMEWA)

 

KUDUS – Pembangunan Perpustakaan 12 Sekolah Dasar (SD) di Kudus, dianggap tidak sesuai dengan ketentuan. Hal itu dipastikan oleh Milisi Penyelamat Uang Rakyat (M-PUR), yang menemukan kerusakan pada bangunan yang baru jadi.

Koordinator M PUR Selamet Mahmudi mengatakan, pembangunan gedung baru tersebut tidak sesuai dengan spek, seperti haknya gedung perpustakaan SD 4 Besito, yang baru selesai dibangun 3 bulan lalu. Gedung tersebut sudah mengalami kondisi dindingnya retak dan atapnya mulai rapuh.

“Sebagaimana ketentuan Perpres 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, proyek swakelola secara ideal bertujuan agar anggaran dapat dilaksanakan secara maksimal,” katanya kepada MuriaNewsCom

Pihaknya menjelaskan, Mulai perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan dilaksanakan pihak sekolah. Seharusnya setiap tahapan menghasilkan kualitas sarana prasarana (sarpras) pendidikan yang berkualitas dengan anggaran yang dapat diberdayakan secara maksimal. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)