Jalan Mulus Desa di Kutuk Undaan Bukan lagi Mimpi

Kegiatan TMMD di Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kegiatan TMMD di Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang dilakukan oleh jajaran Kodim 0722/Kudus, Korem 073/Makutarama, dibuka di Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Kudus, Selasa (3/5/2016). Kegiatan yang akan diadakan hingga Senin (23/5/2016) tersebut akan memfokuskan pembangunan jalan desa yang berada di wilayah RW 1 Desa Kutuk.

Komandan Kodim 0722/Kudus Letkol Czi Gunawan Yudha Kusuma mengatakan, kegiatan TMMD Sengkuyung I tahun 2016 ini merupakan acara rutin tahunan TNI. “Namun dalam kegiatan ini juga tidak terlepas dari peran pemerintah daerah provinsi, pemerintah daerah Kudus, dan masyarakat yang ada,” katanya.

Dari informasi yang dihimpun, dalamkegiatan ini nantinya TNI akan membuat jalan desa sepanjang 384 meter, lebar 3 meter dan tinggi 2 meter. “Dalam kurun waktu selama 21 hari atau 3 pekan ini, nantinya tim TMMD baik itu dari TNI maupun pemerintah desa ataupun masyarakat yang ada akan bekerjasama dalam pembuatan jalan tersebut,” ujarnya.

Upacara pembukaan program TMMD Sengkuyung I tahun 2016 yang dilakukan di lapangan Desa Kutuk juga turut dihadiri oleh jajaran SKPD, unsur pemerintah desa, kepolisian dan tokoh masyarakat setempat. “Ya mudah mudahan dengan adanyapembangunan ini dapat menjadikan kesejahteraan, dan kemajuan wilayah tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait anggaran pembangunan dirinya menyebutkan bahwa pembangunan ini dibiayai dari APBD provinsi, APBD kabupaten dan swadaya masyarakat. “Untuk anggarannya, dibiayai oleh APBD provinsi Rp 160 juta,  APBD kabupaten Rp 270 juta, dan swadaya masyarakat Rp 30 juta. Jadi totalnya Rp 460 juta,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

“Purwodadi-Solo 4 Jam, Biasanya Hanya 1,5 Jam”

uplod jam 1800 purwodadi solo 4 jam (e)

Aktivitas perbaikan jalan raya Wirosari-Sulur sepanjang 8 km sudah mulai dilakukan. Perbaikan berakibat pada lamanya jarak tempuh. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Adanya proyek perbaikan jalan milik Provinsi Jateng di wilayah Grobogan membawa dampak tersendiri. Yakni, munculnya kemacetan panjang di sekitar titik perbaikan. Hal ini terjadi lantaran arus lalu lintas dibuat dengan sistem buka tutup.

“Adanya perbaikan ini membuat waktu tempuh jadi tambah lama. Biasanya, dari Purwodadi menuju Solo atau Blora hanya 1,5 jam. Tetapi karena ada perbaikan di beberapa titik waktu tempuh bisa sampai 4 jam,” kata Sugiri, salah seorang sopir ekspedisi yang biasa mengirim barang ke Solo dan Blora.

Dari pantauan di lapangan, sejak beberapa waktu lalu memang sudah dimulai perbaikan jalan penghubung antar kabupaten. Yakni, jalan menuju Pati, Semarang, Blora, dan Solo.

Adanya perbaikan jalan memang menyebabkan antrean panjang kendaraan roda empat atau lebih. Terutama saat pagi dan siang hari, saat jam berangkat dan pulang kerja atau sekolah.

“Perbaikan jalan milik Provinsi Jawa Tengah yang berada di wilayah Grobogan sudah kita mulai per 17 Februari lalu. Sesuai kontrak, perbaikan jalan di beberapa titik ini akan selesai pertengahan Oktober mendatang,” kata Kepala Balai Pelaksana Teknis (BPT) Bina Marga Provinsi Jateng Wilayah Purwodadi Ali Huda saat dikonfirmasi belum lama ini.

Ali menjelaskan, untuk tahun 2016 ini, ada perbaikan jalan dengan sistem rigid beton sepanjang 24,4 km yang terbagi dalam 7 paket. Yakni, ruas jalan Geyer-Purwodadi sepanjang 4 km, Purwodadi-Wirosari 3 km, Wirosari-Kunduran 4 km, Wirosari-Sulur 8 km, Kuwu-Galeh 3 km, Jalan A Yani Purwodadi 1,2 km dan Grobogan-batas Pati 1,1 km.

Selain itu, pada tahun ini juga akan dilakukan perbaikan jalan sepanjang 1,8 km di ruas Grobogan-batas Pati dengan lapisan hotmix. Perbaikan seperti ini juga akan dilakukan di beberapa titik ruas jalan Godong-Purwodadi yang kondisi aspalnya sudah mulai mengelupas.

“Alokasi dana untuk perbaikan jalan provinsi yang ada di wilayah Grobogan tahun ini sekitar Rp 150 miliar. Selain Grobogan, BPT Bina Marga Wilayah Purwodadi juga menangani jalan provinsi yang masuk wilayah Blora dan Sragen,” cetus Ali.

Ia menambahkan, panjang jalan provinsi di Grobogan yang masuk kewenangan BPT Bina Marga Jateng Wilayah Purwodadi sekitar 152 km. Sejak beberapa tahun lalu hingga akhir 2016 nanti, jalan yang ada sudah diperbaiki panjangnya mencapai 113 km. Sedangkan, sisanya sekitar 39 km akan dituntaskan pada tahun 2017.

Editor : Akrom Hazami

Ini Prioritas Utama Sri Sumarni untuk Grobogan 5 Tahun ke Depan

Salah satu ruas jalan kabupaten di wilayah Kecamatan Toroh butuh sentuhan perbaikan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Salah satu ruas jalan kabupaten di wilayah Kecamatan Toroh butuh sentuhan perbaikan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Masih banyaknya ruas jalan rusak mendapat perhatian serius dari Bupati Grobogan Sri Sumarni. Sebab, dalam lima tahun pemerintahannya, prioritas utama akan dikonsentrasikan untuk menuntaskan perbaikan infrastruktur jalan. Baik jalan kabupaten maupun antardesa.

“Salah satu visi dan misi saya saat pilkada lalu adalah perbaikan infrastruktur jalan. Jadi, secara bertahap perbaikan jalan rusak ini akan kita lakukan. Sektor ini saya rasa sangat penting, karena kalau jalannya bagus maka roda perekonomian akan meningkat pesat,” tegas Sri Sumarni usai membuka acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Ruang Riptaloka, Senin (28/3/2016).

Menurutnya, untuk menuntaskan perbaikan jalan ini, tidak bisa dilakukan dalam sekejap. Soalnya, ruas jalan yang ada di Grobogan keseluruhan cukup panjang. Untuk memperbaiki semuanya, tentunya membutuhkan dana besar.

Dari data yang ada, ruas panjang jalan kabupaten berkisar 890 km. Sementara, jalan antardesa panjangnya mencapai 3.000 km.

“Perlu diketahui, luas wilayah Grobogan ini urutan kedua di Jawa Tengah setelah Cilacap. Jadi, akses jalannya memang panjang sekali. Untuk itu, dalam perbaikan jalan, nanti akan dilakukan skala prioritas,” sambungnya.

Terkait dengan pelaksanaan Musrenbang yang diikuti seluruh SKPD, dan berbagai komponen masyarakat tersebut, Sri Sumarni meminta agar bisa melakukan perencanaan dengan cermat. Sebab, salah satu kunci keberhasilan pembangunan adalah perencanaan yang tepat dan cermat.

Editor : Kholistiono

Meski Jalan Blora-Cepu Sudah jadi Jalur Nasional, tapi Kondisinya Payah

Jalur Blora-Cepu dengan ruas jalan berlubang (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Jalur Blora-Cepu dengan ruas jalan berlubang (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Perubahan status jalan raya Blora – Cepu rupanya belum diikuti dengan perbaikan skala besar pada jalur sepanjang 35 kilometer itu. Jalan tersebut sebelumnya merupakan jalur provinsi yang berubah menjadi jalur nasional sejak satu tahun silam. Dari data yang dihimpun, Kementerian Pekerjaan Umum tahun ini hanya menganggarkan untuk perawatan rutin.

Ali Huda, Kepala Balai Teknis (BPT) Bina Marga Jawa Tengah Wilayah Purwodadi mengungkapkan, alih status dari jalan provinsi menjadi jalan nasional tentu hal tersebut dibarengi dengan alih kewenangan yang menjadi tanggung jawab Kementerian PU melalui Satuan Kerja (satker) yang ada di daerah. Menurutnya, beberapa tahun kedepan jalan tersebut akan dilebarkan. “Untuk tahun ini hanya pemeliharaan rutin,” ujar Ali Huda.

Ali menambahkan, pemeliharaan rutin sudah dilakukan sejak beberapa hari terakhir. Pemeliharaan rutin yang dilakukan oleh pihak terkait di antaranya dengan penembalan lubang jalan hingga berakhir tahun anggaran 2016. Menurutnya, pemeliharaan tidak hanya sekali dilakukan, melainkan ketika ada jalan yang berlubang akan diperbaiki lagi. “Jadi tidak hanya sekali dilakukan perbaikan,” tandasnya.

Jalur Blora-Cepu merupakan satu bagian dari ruas jalur Rembang-Blora-Cepu. Seperti jalur Blora-Cepu, jalur Rembang-Blora dari informasi yang dihimpun tahun ini belum ada perbaikan skala besar. Yang ada hanya pemeliharaan secara rutin.

Editor : Akrom Hazami

Sebagian Jalan Provinsi di Wilayah Blora Bakal Semakin Mulus

Salah satu ruas jalan di Blora yang mengalami kerusakan (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Salah satu ruas jalan di Blora yang mengalami kerusakan (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Tahun ini akanada peningkatan jalan diruas jalan Provinsi Jawa Tengah yang berada di kabupaten Blora.

Ali Huda, Kepala Balai Teknis (BPT) Bina Marga jawa Tengah Wilayah Purwodadi mengungkapkan, proyek tersebut berupa rigid CTB overlay dua lapis di ruas 210 Todanan-Ngawen. Selain itu, rigid di ruas 131 Kunduran-Ngawen-Blora dan rigid di ruas jalan 133 di Jalur Singget Doplang, Cepu.

Ali Huda menambahkan, penandatanganan kontrak proyek akan dilakukan pada 17 Februari mendatang. Proyek rigid beton itu merupakan lanjutan dari proyek yang sudah dimulai sejak beberapa tahun yang lalu.

Untuk proyek tahun ini, akan dilaksanakan di wilayah Desa Jagong (Kecamatan Kunduran), Kelurahan Ngawen dan Desa Sarimulyo (Kecamatan Ngawen), dan Desa Singget, Desa Gabusan dan Desa Doplang (Kecamatan Jati) serta Desa Randulawang, Desa Plosorejo (Kecamatan Randublatung) dan Desa Nglandeyan (Kecamatan Kedungtuban).

“Adapun proyek peningkatan jalan Provinsi Jateng di Jalur Todanan-Ngawen berada di Desa Candi dan Desa Cokrowati, Kecamatan Todanan serta Desa Japah, Kecamatan Japah, yakni berupa pelebaran jalan dari 3,7 meter menjadi 6 meter,” ungkapnya.
Editor : Kholistiono

Pembangunan Jalan Desa Papringan Kudus Takut Didatangi Hujan

Pengendara tampak melintasi jalan rusak di Desa Papringan Kudus. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

Pengendara tampak melintasi jalan rusak di Desa Papringan Kudus. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

 

KUDUS – Mengingat musim hujan yang akan segera datang, Pemerintah Desa Papringan, Kaliwungu, Kudus, segera melaksanakan perbaikan di salah satu jalan desa di wilayahnya. Tepatnya di Dusun Krajan. Pembangunan jalan sepanjang lebih dari 100 meter tersebut sudah dimulai sejak beberapa hari lalu.

“Sejak tanggal 4 Oktober kemarin sudah mulai membuat rancangan besi untuk betonnya. Rencananya akhir Oktober atau awal November mendatang dapat selesai,” ungkap Masrudi, Kepala Desa Papringan.

Hal tersebut dikarenakan hujan yang sewaktu-waktu bisa datang karena telah memasuki musimnya. Dikhawatirkan jika jalan belum juga diselesaikan atau bahkan belum dibeton akan menyulitkan akses masyarakat karena jalan yang penuh kerikil dan tidak rata.

Dalam perbaikan jalan tersebut membutuhkan dana hingga Rp 250 juta yang diambilkan dari desa. Harapannya jalan beton tersebut dapat memudahkan masyarakat dalam sehari-harinya. (AYU KHAZMI/AKROM HAZAMI)

Anggota DPRD Bojonegoro Berguru ke Grobogan Bangun Jalan Desa

Para anggota DPRD Bojonegoro saat mendapat penjelasan dari DPRD Grobogan terkait pembangunan jalan desa, Rabu (8/7/2015). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Para anggota DPRD Bojonegoro saat mendapat penjelasan dari DPRD Grobogan terkait pembangunan jalan desa, Rabu (8/7/2015). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

GROBOGAN – Anggota DPRD Bojonegoro yang tergabung dalam komisi D berkunjung ke Kantor Dinas Bina Marga Grobogan. Sebanyak 12 wakil rakyat dari Jawa Timur itu datang ke Grobogan untuk belajar masalah pembangunan jalan desa. Lanjutkan membaca