Aksi Ribuan PK di Pati Memanas, Ini Penyebabnya

MuriaNewsCom, Pati – Ribuan Pemandu Karaoke (PK) yang menggelar aksi di depan Kantor DPRD Pati memanas. Itu terjadi setelah pengunjuk rasa memaksa masuk ke halaman kantor untuk menyuarakan suaranya langsung ke para wakil rakyat.

Dari pengamatan lapangan, ribuan PK memaksa masuk setelah ada kabar tuntutan mereka tidak dikabulkan. Massa yang sebelumnya tenang pun mulai terbakar emosi. Ditambah salah seorang orator perempuan mengajak pendemo agar masuk ke halaman DPRD.

”Kita suarakan aspirasi kita. PK bukan pekerjaan haram. Ini pekerjaan halal,” kata salah satu demonstran.

Aksi saling buka tutup pintu pagar DPRD pun terjadi, antara massa pendemo dan polisi. Sejumlah kayu yang tadinya digunakan untuk memasang spanduk pun dirampas petugas keamanan.

Ketegangan sempat terjadi beberapa saat, hingga akhirnya polisi berhasil menghalau massa menjauh dari pagar kantor dewan.

Hingga pukul 14.00 WIB, massa yang tergabung dalam Perkumpulan Pengusaha Karaoke (Pusaka) Pati tersebut, masih bertahan di depan kantor dewan. Mereka bertekat untuk bertahan hingga mendapat jawaban dari apa yang menjadi tuntutannya.

Baca: Ribuan PK Geruduk Kantor DPRD Pati

Diberitakan sebelumnya, ribuan PK mendatangi Kantor DPRD Pati untuk memperjelas nasib karaoke. Mereka datang menggunakan beberapa armada, mulai dari truk, mobil, hingga sepeda motor lengkap dengan pengeras suara untuk menyampaikan aspirasinya.

Tak hanya itu, berbagai spanduk tuntutan juga dibentangkan dalam aksi tersebut. Salah satunya, spanduk bertuliskan Keluarga Kami Butuh HidupAnakku jadi pegawai negeri sipil (PNS), dari gaji pemandu karaoke (PK), hingga PK bukan PSK. Stop tutup karaoke.

Selain tuntutan agar usaha karaoke tidak ditutup, mereka juga membentangkan spanduk agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak diam, turun ke Pati dan rakyat menanti.

Wirnoningsih, salah satu peserta aksi mengatakan dalam aksi ini, setidaknya ada seribu lebih PK yang turun ke jalan. Jumlah ini hanya sebagian PK yang ada di Pati. Ini mengingat jika ditotal ada sekitar dua ribu lebih PK di Bumi Mina Tani.

”Jumlah karyawan (PK) yang ada lebih dari dua ribu orang. Karena itu kalau karaoke ditutup mau di kemanakan,” tegasnya kepada awak media.

Editor: Supriyadi

Ribuan PK Geruduk Kantor DPRD Pati

MuriaNewsCom, Pati – Ribuan Pemandu Karaoke (PK) menggeruduk Kantor DPRD Pati, Rabu (14/2/2018). Mereka menuntut karaoke kembali dilegalkan kembali lantaran banyak yang mencari nafkah dari usaha tersebut.

Dari pantauan, ribuan PK tersebut datang menggunakan beberapa armada. Mulai dari truk, mobil, hingga sepeda motor lengkap dengan pengeras suara untuk menyampaikan aspirasinya.

Tak hanya itu, berbagai spanduk tuntutan juga dibentangkan dalam aksi tersebut. Salah satunya, spanduk bertuliskan Keluarga Kami Butuh Hidup, Anakku jadi pegawai negeri sipil (PNS), dari gaji pemandu karaoke (PK), hingga PK bukan PSK. Stop tutup karaoke.

Selain tuntutan agar usaha karaoke tidak ditutup, mereka juga membentangkan spanduk agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak diam, turun ke Pati dan rakyat menanti.

Wirnoningsih, salah satu peserta aksi mengatakan dalam aksi ini, setidaknya ada seribu lebih PK yang turun ke jalan. Jumlah ini hanya sebagian PK yang ada di Pati. Ini mengingat jika ditotal ada sekitar dua ribu lebih PK di Bumi Mina Tani.

Wirnoningsih, salah satu peserta aksi saat memberikan keterangan pada awak media. (ISTIMEWA)

”Jumlah karyawan (PK) yang ada lebih dari dua ribu orang. Karena itu kalau karaoke ditutup mau di kemanakan,” tegasnya kepada awak media.

Ningsih menjelaskan, dalam pembuatan perda yang ada, pemerintah juga tidak melakukan kajian yang lebih dalam. Terutama dampak yang ditimbulkan dari penutupan. Bahkan, pemkab juga tak memberi pembinaan yang jelas tentang keahlian dan penempatan pasca penutupan.

”Kalau ini tidak ada revisi, mau di kemanakan PK yang ada. Apa bisa mereka yang dilegalkan dalam perda menampung semuanya,” terangnya.

Bagi dia, penutupan karaoke di Pati juga akan menimbulkan efek domino. Terlebih pada keluarga. Ini mengingat banyak PK yang mencari nafkah dari pekerjaannya itu untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

”Pokoknya kita tak akan mau kalau karaoke ditutup. Kami akan di sini sampai ada kejelasan,” tandasnya.

Editor: Supriyadi

Belasan Pemandu Karaoke dan  PSK di Lokalisasi Mawar Indah Pati Diciduk Polisi

Jajaran Polsek Batangan menggelar operasi penyakit masyarakat di kawasan lokalisasi Mawar Indah, Batursari, Batangan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Belasan pemandu karaoke (PK) dan lima pekerja seks komersial (PSK) di lokalisasi Mawar Indah, Desa Batursari, Batangan, Pati diciduk petugas kepolisian, Rabu (8/11/2017) malam.

Mereka terjaring dalam operasi kepolisian yang ditingkatkan dengan sasaran penyakit masyarakat. Polisi juga menyita sejumlah minuman keras.

“Kami juga mengamankan dua orang yang berperan sebagai mucikari. Dia dan pemilik miras ditindak dengan tipiring,” ujar Kapolsek Batangan AKP Endah Setianingsih.

Baca: Begini Penampilan Polwan Cantik Saat Nyamar Jadi PSK dan Bekuk Mucikari di Rames Pati

Pemandu karaoke yang diciduk polisi dilakukan pendataan dan pembinaan. Selanjutnya, mereka diperbolehkan untuk kembali ke tempat tinggal masing-masing.

Sementara lima orang PSK, dua mucikari dan satu orang pemilik miras disidik petugas kepolisian. Mereka dikenakan tindak pidana ringan untuk selanjutnya menjalani sidang di pengadilan.

Operasi tersebut melibatkan 13 personil gabungan fungsi Polsek Batangan yang dipimpin AKP Endah. Operasi itu bertujuan untuk memberantas penyakit masyarakat di kawasan Kecamatan Batangan.

Editor: Supriyadi

Baca: 7 PSK Konangan saat Mangkal di Bekas Stasiun KA Purwodadi di Grobogan

Puluhan PK di Pati Geruduk Safin Hotel, Begini Jawaban Satpol PP

Puluhan pemandu karaoke menggeruduk Safin Hotel, Kamis (20/10/2017) malam. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Puluhan pemandu karaoke (PK) menggeruduk The Safin Hotel Pati milik Wakil Bupati Pati, Saiful Arifin, Kamis (19/10/2017) malam.

Musyafak, pengusaha karaoke menegaskan, aksi pengerahan PK bukan untuk melakukan demonstrasi. Namun, mereka ingin menyanyi bersama di Masterpiece Karaoke.

Hal itu dilakukan untuk meluapkan kekecewaannya kepada pemerintah kabupaten (pemkab) Pati yang dianggap tebang pilih dalam menegakkan Perda Karaoke. “Bukan demo, kami cuma ingin ngajak mereka untuk nyanyi bareng,” ujar Musyafak.

Suasana memanas setelah Musyafak mengamuk dan marah-marah di Hotel Safin. Namun, pihak Safin Hotel tidak menanggapinya.

Dia berteriak dan menyebut Pemkab Pati tidak adil dalam melakukan penegakan Perda. “Kalau karaoke dirazia, semuanya harus dirazia, jangan tebang pilih,” ucap dia.

Petugas Satpol PP sempat menghadang aksi mereka, sebelum satu peleton anggota kepolisian dan beberapa anggota TNI terjun untuk mengamankan situasi.

Pelaksana tugas (Plt) Kasatpol PP Pati Riyoso saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sebagai penegak perda sudah melakukan penindakan sesuai dengan peraturan daerah.

“Semuanya kami razia, tidak ada tebang pilih. Siapa yang bilang tebang pilih? Semalam saya habis melakukan penertiban di Hotel 21, langsung ke Safin,” tegas Riyoso.

Dia menegaskan, penertiban karaoke di Pati berdasarkan perda yang sudah menjadi produk hukum masyarakat Pati. Karena itu, dia akan terus melakukan penertiban sesuai dengan amanat masyarakat yang tertuang dalam perda.

Editor : Ali Muntoha

9 PK Cantik Konangan Satpol PP Kudus Sedang Layani Pelanggan

PK 2 (e)

Petugas Satpol PP meminta keterangan sejumlah PK di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sekitar Sembilan orang Pemandu Karaoke (PK) cantik berhasil diamankan Satpol PP Kudus, dari tempat karaoke dan kafe di Gulang, Mejobo, Kudus.

Mereka diamankan petugas saat sedang melayani pelanggannya. Kedatangan petugas membuat pesta di tempat karaoke itu bubar.

Sarjono, salah seorang petugas Satpol PP Kudus mengatakan, kafe tersebut termasuk baru beroperasi.

“Total ada Sembilan orang, hari ini baru kami panggil untuk diberikan pengarahan dan pembinaan,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Kesembilan PK tersebut, berasal dari berbagai wilayah. Seperti dari dalam kota, atau juga dari luar kota.

Sembilan orang itu harus membuat perjanjian di atas materai Rp 6 ribu tentang apa yang dilakukan. Dalam perjanjian itu, mereka juga tidak akan menjadi PK di Kudus.

“Jika masih nekat melanggar perjanjian oleh apa yang mereka tanda tangani. Maka kami pastikan akan menempuh jalur hukum,” kata Sarjono saat meminta keterangan kepada sejumlah PK.

Purnomo, Kasi penegak Perda Satpol PP Kudus menambahkan, berdasarkan pengalaman, setelah tertangkap petugas, PK tidak ada yang berani melanggar kesepakatan.

“Di Kudus, PK adalah pelanggaran. Sebab, aturannya menyebutkan dilarang ,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Polres Pati Bekuk 2 Pengedar dan 3 Pengguna Narkoba

Petugas Polres Pati melakukan tes urine kepada pemandu karaoke (PK) untuk mengetahui mengonsumsi narkoba atau tidak. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Petugas Polres Pati melakukan tes urine kepada pemandu karaoke (PK) untuk mengetahui mengonsumsi narkoba atau tidak. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Operasi Berantas Sindikat Narkoba (Bersinar) yang dilakukan jajaran Polres Pati sejak 21 Maret 2016 hingga sekarang berhasil membekuk dua pengedar dan tiga pengguna narkoba. Hal itu diungkap Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo.

“Selama Operasi Bersinar, kami berhasil menangkap lima orang yang kedapatan menyalahgunakan narkoba. Dua orang pengedar dan tiga orang pengguna. Selain itu, ribuan botol miras juga kami amankan selama operasi bersinar,” ujar Kompol Sundoyo, usai menggelar operasi narkoba di tempat karaoke dan kos-kosan di Pati, Sabtu (16/4/2016) malam.

Ia mengatakan, narkoba sudah lama menjadi musuh negara. Keberadaanya begitu masif, meresahkan, dan merusak masyarakat. “Indonesia sudah masuk kategori darurat narkoba. Penyalahgunaan narkoba harus diberantas,” katanya.

Ke depan, pihaknya akan berupaya untuk mengoptimalkan fungsi intelijen dan operasi secara insidentil untuk menekan penyalahgunaan narkoba. Tak hanya itu, penyuluhan dan kampanye gerakan antinarkoba akan ditingkatkan untuk mengajak masyarakat agar sadar bahaya narkoba.

Tak tanggung, sebanyak 112 personil dari berbagai satuan dan enam orang Dokkes Polres Pati diterjunkan untuk merazia empat titik di tempat karaoke dan kos-kosan, Sabtu (17/4/2016) malam. Selain dirazia, mereka juga diminta untuk tes urine untuk mengetahui positif mengonsumsi narkoba atau tidak.

“Jangan sampai Pati jadi ladang subur bagi pemakai, pengedar, dan produsen barang haram itu. Kita harus bersama-sama menyatakan perang pada narkoba,” tandasnya.

Editor : Ali Muntoha

Baca juga : Asyik Karaokean di Pati, Dua Orang Diciduk Polisi karena Diduga Mengonsumsi Narkoba

Asyik Karaokean di Pati, Dua Orang Diciduk Polisi karena Diduga Mengonsumsi Narkoba

Sejumlah petugas Polres Pati melakukan tes urine kepada pemandu karaoke (PK) di MDK. (KORAN MURIA / LISMANTO)

Sejumlah petugas Polres Pati melakukan tes urine kepada pemandu karaoke (PK) di MDK. (KORAN MURIA / LISMANTO)

MuriaNewsCom, Pati – Personel gabungan dari Polres Pati, Sabtu (16/4/2016) malam tadi, merazia sejumlah tempat karaoke yang tersebar di sejumlah titik di Kabupaten Pati. Polisi menggeledah semua tamu dan pemandu karaoke (PK), hasilnya dua orang diangkut polisi karena diduga mengonsumsi narkoba.

Razia dalam rangka Operasi Berantas Sindikat Narkoba (Bersinar) 2016 itu melibatkan Satres Narkoba, Sat Reskrim, Sat Intelkam, dan Shabara. Enam personel Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) juga diterjunkan untuk melakukan cek urine langsung kepada pengunjung, PK, dan karyawan karaoke.

Di tempat karaoke MDK, sebanyak 18 orang diminta untuk buang air kecil di toilet. Urine mereka ditampung dalam wadah kecil, kemudian dites petugas. Beruntung, 18 orang tersebut dinyatakan negatif mengonsumsi narkoba.

Sementara itu, di tempat karaoke The Boss, sedikitnya 40 orang diminta untuk tes urine. Dua orang yang teridenfikasi mengonsumsi narkoba kemudian diciduk dan dibawa ke Mapolres Pati untuk dilakukan tes lebih lanjut.

“Dua orang kami bawa ke Mapolres Pati. Satu orang akhirnya dinyatakan negatif, karena waktu dites di lokasi masih samar-samar. Satu orang lagi kami bawa karena tidak mau buang air kecil. Dia beralasan sudah buang air kecil, akhirnya kita bawa ke Mapolres sampai dia buang air kecil dan dites,” ujar Kabag Ops Polres Pati, Kompol Sundoyo kepada MuriaNewsCom.

Operasi yang berlangsung lebih dari dua jam tersebut menjadi upaya pihak kepolisian, untuk memberantas pengguna, pengedar, dan produsen barang haram narkoba di Pati.

“Kegiatan ini menjadi tindak lanjut dari perintah Presiden Jokowi di mana negara Indonesia menyatakan perang dengan narkoba. Karena itu, dari tingkat Mabes sampai Polres dilaksanakan kegiatan operasi bersinar,” tuturnya.

Tak hanya di tempat karaoke, ratusan personel polisi kemudian merazia di sejumlah tempat kos. Penghuni kos digeledah. Namun, petugas tidak menemukan barang haram tersebut.

Editor : Ali Muntoha

PK dan Tamunya di Jepara Panik saat Dirazia dan Dites Urine

uplod jam 930 PK (e)

Petugas dari Polres Jepara tengah menggeledah pengunjung dan pemandu karaoke.(MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Jajaran Polres Jepara menggelar razia narkoba dan melakukan tes urine kepada para pemandu karaoke (PK) dan tamunya di tempat karaoke, Jumat (8/4/2016) malam di sejumlah tempat karaoke yang masih beroperasi.

“Ini dilakukan masih dalam rangka melaksanakan program operasi bersinar. Sebelumnya dilakukan razia ke sejumlah tempat umum, kali ini di tempat karaoke,” ujar Kabag Humas Polres Jepara Iptu Sutikno kepada MuriaNewsCom, Sabtu (9/4/2016).

Menurutnya, program Operasi Bersinar memang menyasar kasus narkoba, untuk memeranginya. Razia narkoba yang dilakukan tersebut sebagai upaya mempersempit ruang gerak peredaran narkoba di Kabupaten Jepara.

“Ada dugaan juga bahwa narkoba banyak beredar di tempat-tempat hiburan. Untuk itu kami merazia pengunjung dan pemandu karaoke, selain kami geledah, juga kami tes urine,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengemukakan, ada tiga tempat karaoke yang didatangi, pengunjung dan pemandu karaoke dites urine, untuk mengetahui apakah mereka mengkonsumsi narkoba atau tidak. Hasilnya, semua pengunjung dan pemandu karaoke yang dites urine tidak terbukti menggunakan maupun menyimpan narkoba saat dirazia.

“Sebenarnya, selain di tempat umum dan tempat karaoke, Operasi Bersinar juga dilakukan di sejumlah tempat, seperti rumah kos, dan yang lainnya. Sejauh ini, tiga tersangka berhasil kami amankan dalam program ini sejak beberapa hari yang lalu,” ujarnya.

Ketiga tersangka tersebut, merupakan pengedar dan pengguna narkoba. Satu orang merupakan pengedar sabu-sabu. Dua orang merupakan pengedar dan pengguna ganja. Kasusnya masih terus dikembangkan.

Editor : Akrom Hazami

PK Seksi di Kudus Ini Juga Bos Konveksi, Salut

uplod jam 18

Petugas Satpol PP meminta keterangan kepada PK yang ditertibkan dari sejumlah kafe di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Siapa sangka jika seorang Pemandu Karaoke (PK) rupanya mempunyai jiwa bisnis. Salah satunya menjadi juragan di industri pembuatan pakaian jadi, atau konveksi.

Adalah ASB (40). Seorang PK yang sekarang menetap di Kudus itu, mengaku memiliki usaha sampingan, yakni membuka sebuah usah konveksi. Bahkan, sebelum menjadi PK, dia juga pernah merintis usaha itu.

Hal itu disampaikannya saat ditanya petugas Satpol PP Kudus Muhtarom. Menurut Muhtarom, kalau PK berinisial ASB memang memiliki usaha konveksi.

“Saat kami tanya, PK tersebut ternyata punya konveksi. Bahkan hingga sekarang juga masih jalan usahanya tersebut,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Dia menuturkan lebih lanjut, PK tersebut bukanlah asli Kudus, melainkan asli dari Cirebon Jawa Barat. Dia merantau ke Kudus dan memilih jadi PK, karena tidak tahu lagi harus memilih jalan usaha apa lagi.

Meski demikian, usaha konveksi yang dulunya dirintis bersama mantan suaminya itu juga kini perlahan dia kembangkan. Hal itu guna menambah memenuhi kebutuhannya setiap harinya.

Muhtarom menambahkan, PK itu baru menjadi PK sekitar tiga tahun. Jalan PK terpaksa diambil lantaran pisah dengan suaminya. Sehingga harta milik mereka dibagi gono gini.

“Kebanyakan merupakan sebuah pelampiasan. Biasanya, para PK memilih bekerja sebagai pemandu karena himpitan ekonomi, dan juga keluarga yang sudah tidak ada. Dan para pendatang,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

Video – Sedang Layani Pelanggan, 8 PK di 2 Kafe Dijaring – See more at: http://www.murianews.com/2016/03/31/77248/sedang-layani-pelanggan-8-pk-di-2-kafe-dijaring.html#sthash.skY24VcD.dpuf

Miris! Jepara Masuk Tiga Besar Peredaran Narkoba di Jateng

BNN ketika merazia room karaoke di SCJ (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

BNN ketika merazia room karaoke di SCJ (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah menyoroti serius peredaran narkoba di wilayah Jepara. Karena, sampai saat ini Jepara masuk tiga besar sebagai wilayah peredaran narkoba di Jateng, setelah Solo dan Semarang.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Berantas BNN Provinsi Jateng AKBP Suprinarto. Menurutnya, jenis narkoba yang paling banyak beredar di Jepara adalah sabu-sabu. Bahkan, pihaknya baru-baru ini menangkap sedikitnya 50 gram sabu-sabu yang akan didistribusikan ke Jepara.

“Kami menangkap sedikitnya 50 gram sabu-sabu dari pengedar, saat perjalanan dari Jakarta ke Jepara, tepatnya di wilayah Kendal,” kata Suprinarto usai menggelar razia narkoba di tempat karaoke di Jepara, Kamis (8/10/2015) dini hari tadi.

Menurutnya, pihaknya juga kerap menangani kasus narkoba yang melibatkan warga Jepara. Rencananya, pihaknya tidak hanya kali ini saja melakukan razia narkoba di Jepara.

Seperti diberitakan MuriaNewsCom sebelumnya, BNN Provinsi Jawa Tengah menggelar razia narkoba di tempat hiburan karaoke di Jepara. Hasilnya, satu pemanda karaoke (PK) diamankan, karena terbukti sebagai pengguna sabu-sabu. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Kamar Kos PK Cantik Ini Tak Luput dari Penggeledahan BNN

BNN menggeledah kamar kos yang dihuni PKberinisial IL (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

BNN menggeledah kamar kos yang dihuni PKberinisial IL (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah menggelar razia narkoba di tempat karaoke Shoping Center Jepara (SCJ). Hasilnya, mereka menemukan satu pemandu karaoke (PK) yang positif menggunakan narkoba jenis sabu-sabu.

BNN tak hanya selesai sampai disitu saja, usai menemukan satu PK yang positif menggunakan sabu-sabu melalui tes urine, BNN langsung menggeledah sejumlah room, hingga sepeda motor dan kamar kos tempat tinggal PK berinisial IL (30) tersebut yang berada di Kelurahan Demaan, Kecamatan Kota.

Penggeledehan dilakukan, lantaran BNN ingin mendapatkan barang bukti, baik alat hisap maupun barang bukti lainnya. Penggeledahan dilaksanakan lebih dari satu jam di kamar kos yang dihuni IL.

Kepala Bidang Berantas BNN Provinsi Jawa Tengah AKBP Suprinarto mengatakan, IL tersebut diproses dan didalami apakah yang bersangkutan hanya sebagai pengguna atau pengedar. Untuk itu dilakukan penggeledahan untuk menemukan barangbukti.

“Kami melakukan program razia ini tidak hanya di Jepara, tapi juga kota-kota lain di Jawa Tengah,” kata Suprinarto kepada MuriaNewsCom, Kamis (8/10/2015) dini hari. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

BNN Ciduk PK Cantik dari Karaoke SCJ

BNN melakukan tes urine kepada pemandu karaoke, tamu dan operator di SCJ lantai tiga (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

BNN melakukan tes urine kepada pemandu karaoke, tamu dan operator di SCJ lantai tiga (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan razia di sejumlah tempat karaoke di kawasan Shoping Center Jepara (SCJ). Dari hasil razia yang dilakukan pada Kamis (9/10/2010) dini hari tadi, petugas mendapatkan salah satu pemandu karaoke (PK) yang positif menggunakan narkoba.

BNN menciduk cewek cantik yang merupakan pemandu karaoke, berinisial IL (30), warga Desa Ngabul, Kecamatan Tahunan, yang kos di Kelurahan Demaan, Kecamatan Kota Jepara. Dia diketahui positif menggunakan narkoba usai seluruh PK, tamu dan operator karaoke dites urine oleh BNN.

Kepala Bidang Berantas BNN Provinsi Jateng AKBP Suprinarto mengatakan, razia ini sengaja digelar masih dalam rangkaian program yang sedang dilaksanakan. Pihaknya sengaja ke Jepara, lantaran Jepara termasuk wilayah yang menjadi sasaran peredaran narkoba yang cukup tinggi di Jawa Tengah.

“Kami mendapatkan seorang pengguna narkoba. Kami akan proses dan kami dalami apakah ini hanya pengguna saja atau pengedar,” kata Suprinarto kepada MuriaNewsCom. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Mahasiswa Desak Bupati dan Dewan Konsisten Kawal Perda Karaoke

Ratusan massa dari pemandu karaoke (PK) menduduki Kantor Bupati Pati, Kamis (6/8/2015) lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Ratusan massa dari pemandu karaoke (PK) menduduki Kantor Bupati Pati, Kamis (6/8/2015) lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

PATI – Aksi unjuk rasa pemadu karaoke (PK) saat rapat koordinasi antara Pemkab Pati dan pengusaha karaoke pada Kamis (6/8/2015) menjadi preseden buruk. Pasalnya, Perda yang dibuat Pemkab dan DPRD yang menjadi cermin aspirasi masyarakat, dimentahkan dan menjadi tak berfungsi di hadapan para pengusaha karaoke.

Karena itu, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonenesia (PMII) Kabupaten Pati, mendesak agar Pemkab dan DPRD konsisten mengawal penegakan Perda Nomor 8 Tahun 2013.

”Bupati dan DPRD harus konsisten mengawal dan menjaga Perda. Keduanya harus bersama-sama menegakkan Perda Nomor 8 Tahun 2013 dengan tegas,” ujar Biro Analisis Kebijakan Publik PC PMII Pati Adis Sulistyo kepada MuriaNewsCom.

Desakan tersebut merespons sikap pemerintah dan DPRD yang dianggap lembek dan tidak konsisten, dalam menegakkan aturan hukum soal karaoke yang termuat dalam Perda. Sikap mahasiswa yang terwadahi dalam badan otonom (banom) NU tersebut, dilatari insiden pertemuan Pemkab dan pengusaha karaoke dua hari lalu yang dinilai merusak citra Pemkab. (LISMANTO/TITIS W)

Tak Berikan Izin Karaoke, Disbudparpora Pati Diancam di-PTUN-kan

Kuasa Hukum Pengusaha Karaoke Nimerodi Gulo berbicara di hadapan perwakilan Pemkab Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kuasa Hukum Pengusaha Karaoke Nimerodi Gulo berbicara di hadapan perwakilan Pemkab Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

PATI – Pertemuan antara pengusaha karaoke dan pihak Pemkab Pati berlangsung alot dan tidak ada kesepakatan apa pun. Salah satu isi pertemuan, antara lain adanya somasi dari pengusaha karaoke yang menuntut agar Disbudparpora Pati memberikan rekomendasi izin karaoke ke Kayandu.

Hal ini disampaikan Heri Susanto, Ketua Paguyuban Pengusaha Cafe dan Karaoke dalam pertemuan. ”Pemda tidak berhak menyegel karaoke. Pemda tidak berhak mempersulit perpanjangan izin karaoke dan Disbudparpora tidak berhak menolak memberikan rekomendasi izin,” kata Heri di hadapan forum.

Ia mengancam akan mem-PTUN-kan Disbudparpora Pati jika tidak memberikan rekomendasi izin karaoke. Hal tersebut berpijak pada prinsip hukum bernama “asas legalitas” dan “asas retroaktif” yang dinilai mementahkan Perda Nomor 8 Tahun 2013.

Dengan begitu, ia menilai pihak Disbudparpora dan Kayandu tidak berhak menolak pengajuan izin. Sayangnya, statement hukum yang diajukan pengusaha karaoke tersebut tidak direspons dari pihak Pemkab.

Pemkab mengaku hanya mewadahi untuk mempertemukan antara kedua belah untuk saling berpendapat. Sidang tersebut dihadiri ormas Islam seperti NU, Muhammadiyah, sejumlah LSM, Satpol PP, kepolisian, bagian hukum Pemkab, dan DPRD Pati. (LISMANTO/TITIS W)

 

PK Teriakkan Karaoke Buka, Pemkab Pati Tak Berdaya

 

Ratusan PK di akhir pertemuan berteriak bersama, "karaoke tetap buka" di luar Ruang Kembangjoyo Setda Pati, Kamis (6/8/2015). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Ratusan PK di akhir pertemuan berteriak bersama, “karaoke tetap buka” di luar Ruang Kembangjoyo Setda Pati, Kamis (6/8/2015). (MuriaNewsCom/Lismanto)

PATI – Audiensi yang mempertemukan pengusaha karaoke dan pihak pemerintah kabupaten (Pemkab) Pati di Ruang Kembangjoyo Setda Pati, Kamis (6/8/2015), berlangsung alot dan tidak mencapai mufakat.

Dari pantauan MuriaNewsCom di ruang sidang, pihak pemerintah berbicara soal aspek normatif, moralitas, dan berkutat pada penegakan Perda Nomor 8 Tahun 2013. Sementara itu, pengusaha karaoke masih berpegang pada prinsip hukum, yaitu asas legalitas dan asas retroaktif di mana Perda tidak berlaku untuk karaoke yang sudah ada sebelum tahun 2013.

Pengusaha karaoke menuntut agar pihak Pemkab segera memutuskan, apakah karaoke ditutup atau dibuka. Namun, pihak perwakilan Pemkab bungkam dan tidak bisa menjawab. ”Ini forum pertemuan, bukan untuk memutuskan,” ujar Asisten I Sekda Pati Sudiyono.

Usai menjawab demikian, puluhan pemandu dan pengusaha karaoke berteriak di ruang sidang, “karaoke tetap buka”. Teriakan tersebut disambut bersama ratusan karyawan dan pemandu karaoke di luar ruang.

Sontak, Kantor Bupati Pati bersuara membahana dengan teriakan dari ratusan PK, “Karaoke tetap buka” disertai dengan aksi pulang bersama. Pemkab Pati pun tak berdaya. (LISMANTO/TITIS W)

 

Ratusan PK Geruduk Kantor Bupati Pati

Suasana rapat koordinasi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati dan pengusaha karaoke di Ruang Kembangjoyo Setda Pati, Kamis (6/8/2015). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Suasana rapat koordinasi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati dan pengusaha karaoke di Ruang Kembangjoyo Setda Pati, Kamis (6/8/2015). (MuriaNewsCom/Lismanto)

PATI – Ratusan pemandu karaoke (PK) menggeruduk Kantor Bupati Pati, Kamis (6/8/2015). Mereka ikut mengawal rapat koordinasi antara pengusaha karaoke dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati di Ruang Kembangjoyo Setda Pati, Kamis (6/8/2015).

Rapat tersebut membahas soal polemik Perda Nomor 8 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan yang sampai saat ini belum mencapai titik temu antara pihak pemerintah dan pengusaha.

Pihak pengusaha berpegang pada prinsip hukum “asas legalitas” di mana Perda tidak berlaku untuk tempat karaoke yang sudah ada sebelum tahun 2013. Sementara itu, Pemkab mengacu pada Perda Nomor 8 Tahun 2013 yang harus segera dipatuhi pemilik karaoke, lantaran batas toleransi sudah habis per 2 Juli 2015.

”Kami berharap agar pertemuan antara pemilik karaoke dan pihak Pemkab bisa mencapai titik temu. Pada dasarnya, kami berpegang pada prinsip hukum. Jangan sampai penegakan Perda justru melawan prinsip-prinsip hukum, seperti asas legalitas dan asas retroaktif,” ujar Musyafak, pemilik karaoke Permata kepada MuriaNewsCom.

Dalam pertemuan tersebut, kuasa hukum masing-masing pihak dihadirkan untuk membahas polemik karaoke di Pati menggunakan kaca mata hukum. Sebelumnya, Rabu (5/8/2015), pihak Pemkab Pati mengundang pemilik karaoke di LI dan Kampung Baru untuk membahas hal yang sama. (LISMANTO/TITIS W)

Seorang Pemandu Karaoke Dicokok Usai Nyabu

Kasat Narkoba AKP Sucipto dan anggotanya saat menggelar kasus narkoba yang melibatkan pemandu karaoke berinisial IW (dua dari kanan). (MURIANEWS/DANI AGUS)

Kasat Narkoba AKP Sucipto dan anggotanya saat menggelar kasus narkoba yang melibatkan pemandu karaoke berinisial IW (dua dari kanan). (MURIANEWS/DANI AGUS)

GROBOGAN – Seorang pemandu karaoke berinisial IW, (35), berhasil dicokok petugas usai nyabu di kamar kosnya di Desa Gubug, Kecamatan Gubug, Minggu (21/6) dinihari. Selain itu petugas juga mengamankan seorang pria berinisial SD, 50, yang juga kedapatan berada di kamar tersebut. Lanjutkan membaca

Wow…!!! Jadi Pemandu Karaoke, ABG Seksi Ini Raup Keuntungan Rp 7 Juta Per Bulan

Salah seorang pelanggan saat memasuki salah satu tempat karaoke. Di Kudus, ada salah seorang PK yang mampu berpenghasilan Rp 7 juta per bulan. (MURIANEWS/FAISOL HADI)

KUDUS – Panggil saja Ica (20), remaja yang berprofesi sebagai Pemandu Karaoke (PK) di Kudus ini, mampu meraup keuntungan hingga Rp 7 juta per bulannya.

Lanjutkan membaca

PK yang Biasa Dandan Menor, Bergulat dengan Sampah

Sejumlah PK dan pengusaha karaoke di kawasan Pungkruk, Jepara, ikut membersihkan kawasan taman dan pantai di daerah itu, Jumat (8/5/2015). (MURIANEWS/WAHYU KZ)

JEPARA- Badan Lingkungan Hidup (BLH) Jepara mengajak para pengusaha dan pemandu karaoke (PK) di kawasan Pungkruk, untuk ikut aksi bersih-bersih pantai, Jumat (8/5/2015). Para PK yang biasa tampil dengan dandanan menor itu, terlihat bergulat dengan rumput liar dan sampah-sampah yang berserakan di skeitar pantai.

Lanjutkan membaca

PK di Pungkruk Ikut Bersih-bersih Pantai

Sejumlah PK dan pengusaha karaoke di kawasan Pungkruk, Jepara, ikut membersihkan kawasan taman dan pantai di daerah itu, Jumat (8/5/2015). (MURIANEWS/WAHYU KZ)

JEPARA – Sejumlah pemandu karaoke (PK) yang ada di kawasan Pungkruk, Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo, Jepara, melakukan kerja bakti dengan bersih-bersih di lingkungan sekitar. Terutama di area Taman Pungkruk, Jumat (8/5/2015).

Lanjutkan membaca