Begini Cara Disdukcapil Kudus Supaya Pelajar Bisa Nyoblos Bupati dan Gubernur

Petugas Disdukcapil Kudus melakukan proses perekaman E-KTP ke sekolah-sekolah. (MurianewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Tahun 2018 mendatang menjadi tahun politik, di mana bakal digelar Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Kudus maupun Pilgub Jateng.

Dalam pesta demokrasi ini nantinya akan ada ribuan pemilih pemula yang bisa menggunakan hak pilihnya untuk memilih bupati ataupun gubernur. Para pemilih pemula ini ada di antaranya yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA).

Namun mereka baru bisa menggunakan hak pilihnya jika sudah memiliki kartu tanda penduduk elektronik (E-KTP). Untuk memudahkan hak para pemilih pemula ini untuk memberikan hak pilihnya, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kudus melakukan upaya jemput bola untuk proses perekaman E-KTP.

Petugas Disdukcapil Kudus mendatangi sekolah-sekolah untuk melakukan perekaman. Kepala Disdukcapil Kudus Hendro Martoyo melalui Sekretaris Dinas Putut Winarno menyebut, upaya ini merupakan salah satu bentuk layanan yang diberikan kepada masyarakat.

”Karena dokumen KTP elektronik ini sangat penting untuk proses demokrasi yang ada. Kami ingin memastikan jika warga di Kudus ini sudah memiliki dokumen tersebut, sehingga mereka nanti bisa menggunakan hak pilihnya dengan baik,” katanya.

Apalagi, proses pembuatan KTP elektronik sekarang ini sangat mudah. Yakni cukup dengan fotokopi kartu keluarga (KK) saja, sudah bisa melakukan perekaman datang.

Kemudahan ini memang sudah diamanatkan dalam undang-undang, peraturan presiden, hingga surat edaran menteri.

Hal itu tertuang pada Surat Edaran Menteri Dalam Negeri RI (Mendagri) Nomor 471/1768/SJ tertanggal 12 Mei 2016, menindaklanjuti Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 25 Tahun 2008 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Kependudukan.

Semua demi melaksanakan Undang-Undang Nomor 23/2006 dan Undang-Undang Nomor 24/2013 tentang Administrasi Kependudukan.

Editor : Ali Muntoha

Warga Kabupaten Lain Ternyata Bisa Cetak KTP di Kudus, Lho

kudus-disdukcapil ktp-2 (e)

Kepala Disdukcapil Kudus Hendro Martoyo mengatakan jika pelayanan pembuatan dokumen kependudukan tetap dilayani saat libur Lebaran. MuriaNewsCom (Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Momen libur Lebaran memang dimanfaatkan warga Kabupaten Kudus untuk mengurus dokumen identitas diri mereka. Terutama warga yang selama ini berdiam diri di luar kota.

Saat mudik Lebaran kali ini, mereka memanfaatkan momen untuk membuat kartu tanda penduduk (KTP). Tidak mengherankan jika pemohon KTP bisa mencapai ratusan orang setiap harinya.

Kepada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kudus Hendro Martoyo mengatakan, sejak Senin (4/7/2016) kemarin, pemohon KTP berdatangan ke kantor instansi yang berada di lingkungan kantor Pemkab Kudus tersebut.

”Setiap harinya, rata-rata ada 120 orang yang memohon pembuatan KTP. Hal itu membuktikan meski libur juga masih ramai buat KTP. Apalagi kalau pemudik luar kota yang pulang saat Lebaran semacam ini,” katanya.

Selain melayani di kantor, pelayanan keliling juga masih diberlakukan. Petugas tetap menjalankan kendaraan pembuatan KTP keliling, ke beberapa desa di wilayah Kudus.

Hendro mengatakan, pihaknya juga bisa melayani pencetakan KTP, bagi warga dari luar kota. Atau warga dari kabupaten lainnya. Namun, ada syarat yang harus mereka penuhi.

”Kita bisa cetakkan KTP warga luar Kudus. Asalkan mereka sudah melakukan perekaman data di kantor Disdukcapil setempat. Syaratnya hanya membawa KTP lama atau KK saja. Itu untuk membuka rekaman data, yang selanjutnya dapat dicetak,” tuturnya.

Pelayanan pembuatan KTP, KK, dan akta kelahiran di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kudus, hanya akan libur dua hari saja. Libur pelayanan itu hanya terjadi pada Rabu (6/7/2016) dan Kamis (8/7/2016). Atau selama dua hari libur Lebaran. ”Selanjutnya masih akan dilayani seperti biasa. Karena staf kami hanya libur dua hari saja itu,” jelas Hendro.

Untuk jam pelayanan dilayani mulia pukul 07.30 WIB hingga jam 11.30 WIB. Waktu yang lebih pendek ini disebabkan momen liburan. Sehingga kebijakan untuk jam pelayanan memang dikurangi.

”Bahkan kalau di bawah pukul 10.00 WIB bisa langsung cetak. Namun jika di atas pukul 10.00 WIB, harus diambil keesokan harinya,” imbuhnya.

Editor: Merie