Pelantikan Sekdes Mayahan Grobogan Dijaga Puluhan Aparat Keamanan, Ini Sebabnya

MuriaNewsCom, Grobogan – Proses pelantikan pejabat Sekretaris Desa (Sekdes) Mayahan, Kecamatan Tawangharjo akhirnya berjalan lancar, Kamis (29/3/2018). Pelantikan Sekdes yang dijabat Khosiyatun itu dilakukan Kades Mayahan Saerozi.

Hadir dalam pelantikan itu, Camat Tawangharjo Mundakar, Kabag Pemdes Daru Wisakti, Kabag Ops Polres Grobogan Kompol Sigit Ari Wibowo, Kapolsek AKP Sudarsono dan Danramil Kapten Slamet. Selain itu, proses pelantikan di balaidesa juga dihadiri sekitar 50 perwakilan warga setempat.

Dalam acara pelantikan di balaidesa tersebut mendapat dukungan pengamanan dari puluhan aparat kepolisian. Kehadiran aparat ini berkaitan dengan kabar bakal adanya penolakan dari sebagian warga terkait terpilihnya Khosiyatun sebagai sekdes.

“Proses pelantikan dari awal sampai selesai berlangsung aman dan lancar. Memang kita minta dukungan dari aparat keamanan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak terduga,” kata Camat Tawangharjo Mundakar.

Sebelumnya, memang sempat ada warga yang mempertanyakan masalah pengangkatan Khosiyatun menjadi sekdes. Sebelumnya Khosiyatun adalah perangkat desa (kaur). Namun, setelah dijelaskan, warga akhirnya bisa menerima dan selanjutnya akan memberikan dukungan pada kepala desa.

“Untuk proses pengangkatan perangkat jadi Sekdes di Desa Mayahan sudah sesuai mekanisme. Semua tahapannya sudah dilalui sesuai ketentuan,” kata Kabag Pemerintahan Desa Daru Wisakti.

Daru menyatakan, tujuan bisa diangkatnya perangkat desa menjadi sekdes dalam rangka pengembangan karier. Pengangkatan perangkat desa menjadi sekdes menjadi kewenangan kepala desa (Kades) setempat.

Meski demikian, ada beberapa persyaratan yang dibutuhkan agar perangkat desa bisa diangkat jadi sekdes. Antara lain, pendidikan minimal SLTA, pengalaman dalam beberapa bidang dan masa kerja serta memiliki keahlian komputer.

“Itu beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Untuk persyaratan lengkap sudah diatur. Yakni, dalam Perda Kabupaten Grobogan No 7 Tahun 2016 tentang perangkat desa yang ditindaklanjuti dengan keluarnya Perbup No 18 tahun 2017 tentang peraturan pelaksanaan Perda tersebut,” jelasnya.

Daru menyatakan, saat ini ada 118 desa yang posisi sekdesnya kosong karena pensiun atau meninggal dunia. Sebagian kepala desa sudah melakukan pengisian sekdes dari perangkat desa yang ada.

Ada ketentuan bagi kades untuk bisa mengangkat perangkat desa jadi sekdes. Yakni, kades tidak bisa mengangkat perangkat jadi sekdes jika sisa masa jabatannya kurang dari enam bulan atau kurang enam bulan setelah dilantik.

Editor: Supriyadi

Ketua PCNU Grobogan Dilantik Jadi Kabag Kesejahteraan Rakyat

MuriaNewsCom, GroboganPergeseran pejabat di lingkup Pemkab Grobogan kembali dilakukan. Hal ini menyusul adanya pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan administrator, pengawas dan kepala sekolah yang dilakukan Bupati Grobogan Sri Sumarni, Sabtu (6/1/2018).

Pelantikan yang dilangsungkan di pendapa ini boleh dibilang sangat mendadak. Sebab, hingga sehari sebelumnya, belum terdengar kabar bakal adanya pelantikan tersebut.

Dalam pelantikan ini ada 127 pejabat yang diambil sumpahnya, termasuk 20 diantaranya adalah kepala sekolah. Pejabat yang dilantik berasal dari level eselon III dan IV dari beberapa SKPD. Selain pergeseran, ada pula beberapa nama yang mendapat promosi jabatan.

Di antara pejabat yang dilantik dan diambil sumpahnya terdapat nama Ketua PCNU Grobogan Abu Mansur yang statusnya memang PNS. Jabatan baru yang diemban adalah Kabag Kesejahteraan Rakyat Setda Grobogan. Sebelumnya, Abu Mansur menjabat sebagai Sekretaris Kecamatan Gubug.

Bupati Sri Sumarni menyatakan, pelantikan pejabat ini dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi perangkat daerah yang baru. Terkait dengan kondisi tersebut, perlu dilakukan penataan agar pejabat yang ditempatkan sesuai dengan kapasitasnya.

”Pelantikan pejabat baru, baik rotasi maupun promosi merupakan sebuah hal yang biasa. Hal ini kita lakukan sesuai kebutuhan organisasi perangkat daerah yang baru,” cetusnya.

Sri juga mengingatkan, tuntutan pelayanan saat ini lebih bersifat terbuka dan berbasis tehnologi informasi yang menuntut proses penyelesaian secara cepat, tepat dan transparan serta bebas dari pungutan liar. Hal ini jelas membutuhkan kerja keras, cerdas, kompak dan cepat, dengan sentuhan manajemen, karakter kepemimpinan dan teknik operasional yang lebih profesional.

”Semua pejabat saya minta agar segera memahami tugas pokok dan fungsi jabatan masing-masing, dan melaksanakan program serta kegiatan yang telah direncanakan. Saya minta para pejabat baru agar berusaha membuat inovasi demi kemajuan daerah,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Ikut PLPG, Anggota Panwascam Gebog Belum Dilantik

Anggota panwascam se-Kabupaten Kudus saat dilantik, belum lama ini. (Pemkab Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Salah satu anggota Panwascam Gebog, Aknes Sulistyaningrum diketahui belum dilantik secara resmi oleh Panwas Kabupaten Kudus. Tak hanya itu, yang bersangkutan juga tidak mengikuti Bimbingan Teknis (Bintek) sebagai pedoman melangkah untuk menjalankan tugas.

Ketua Panwas Kabupaten Kudus, Wahibul Minan mengatakan, Aknes Sulistyaningrum memang absen dari pelantikan dan bintek. Namun, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Ketua Bawaslu Provinsi, Fajar Saka, yang hasilnya, Aknes tetap bisa dilantik secara terpisah. 

”Komunikasi sudah kami jalin, jadi jika yang bersangkutan bersedia dilantik, maka akan kami lantik dan diperbolehkan bertugas sebagaimana mestinya,” kata dia.

Menurut dia, alasan mangkirnya Aknes saat pelantikanlantaran sedang ikut Pendidikan Latihan Profesi Guru (PLPG) sebagai syarat untuk mendapatkan tunjangan sertifikasi. Meski begitu, pihaknya akan memanggil yang bersangkutan untuk diklarifikasi. 

”Saat ini yang bersangkutan masih melakukan PLPG, sehingga masih belum bisa dipanggil. Nantinya, saat sudah pulang dipastikan akan dipanggil,” terangnya.

Wahib menambahkan, Aknes tetap bisa saja dilantik menjadi anggota Panwascam asalkan bersedia penuh waktu. Meskipun nantinya lolos sertifikasi dan dobel anggaran.

“Soal PLPG, belum tentu yang bersangkutan lulus atau tidak. Jadi, asalkan bersedia kerja penuh akan dilantik,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Haryanto-Arifin Fokus pada Pemberantasan Kemiskinan di Pati

Bupati Pati Haryanto seusai dilantik Gubernur Jateng, Selasa (22/8/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Bupati Pati Haryanto selama kepemimpinannya selama lima tahun ke depan akan fokus pada agenda pemberantasan kemiskinan. Selain itu, upaya pengentasan pengangguran juga akan digencarkan.

“Saat ini sampai akhir 2017, kami akan melanjutkan periode kemarin sesuai dengan pembahasan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD), nanti akan nyambung,” ujarnya, Rabu (23/8/2017).

Berbagai pelayanan dasar masyarakat seperti kesehatan, pendidikan dan kemiskinan akan menjadi prioritas utama. Hal itu sesuai dengan instruksi dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk mencari formula baru dalam program pengentasan kemiskinan.

“Formula itu tidak hanya pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH), tapi formula lain yang bisa mengangkat kemiskinan di Pati. Karena itu, butuh masukan dari berbagai pihak agar program ini sukses menyejahterakan masyarakat,” tuturnya.

Pati sebelumnya memiliki progres yang baik di bidang pengentasan kemiskinan. Jika angka kemiskinan di Jawa Tengah mencapai 13 persen, angka kemiskinan di Pati hanya 10 persen.

Kendati begitu, Haryanto mengaku kemiskinan menjadi pekerjaan rumah (PR) yang harus dikerjakan. Hanya saja, langkah itu tidak bisa dilakukan secara spontan dalam waktu dekat, tetapi butuh waktu dalam jangka panjang.

“Kita bersama-sama selesaikan berbagai masalah yang ada di Pati. Kami tidak bisa seperti lampu Aladin, tinggal ngomong bim salabim jadi. Mungkin ada yang bilang, baru dilantik kok tidak bisa. Semuanya butuh proses, seperti melalui APBD dan RPMJ,” tandasnya.

Editor: Supriyadi

Bupati Grobogan Ambil Sumpah 21 Pejabat Baru

Pengambilan sumpah jabatan pejabat baru yang dilakukan Bupati Grobogan Sri Sumarni. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pergeseran pejabat di lingkup Pemkab Grobogan kembali dilakukan. Hal ini menyusul adanya pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pejabat baru yang dilakukan Bupati Grobogan Sri Sumarni, Kamis (16/3/2017).

Pelantikan yang dilangsungkan di gedung Riptaloka ini boleh dibilang mengejutkan dan terkesan sangat mendadak. Sebab, hingga sehari sebelumnya, belum muncul kabar bakal adanya pelantikan tersebut.

Dalam pelantikan ini ada 21 pejabat yang diambil sumpahnya. Pejabat yang dilantik berasal dari level eselon III dan IV dari beberapa SKPD. Selain pergeseran, ada pula beberapa nama yang mendapat promosi jabatan.

Sri menyatakan, pelantikan pejabat ini dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi perangkat daerah yang baru. Terkait dengan kondisi tersebut, perlu dilakukan penataan agar pejabat yang ditempatkan sesuai dengan kapasitasnya.

“Pelantikan pejabat baru, baik rotasi maupun promosi merupakan sebuah hal yang biasa. Hal ini kita lakukan sesuai kebutuhan organisasi perangkat daerah yang baru,” cetusnya.

Sri juga mengingatkan, tuntutan pelayanan saat ini lebih bersifat terbuka dan berbasis teknologi informasi. Hal itu menuntut proses penyelesaian secara cepat, tepat dan transparan serta bebas dari pungutan liar. 

Ini jelas membutuhkan kerja keras, cerdas, kompak dan cepat, dengan sentuhan manajemen, karakter kepemimpinan dan teknik operasional yang lebih profesional.

“Semua pejabat saya minta agar segera memahami tugas pokok dan fungsi jabatan masing-masing, dan melaksanakan program serta kegiatan yang telah direncanakan. Saya minta para pejabat baru agar berusaha membuat inovasi demi kemajuan daerah,” imbuhnya.

 

Editor : Akrom Hazami

 

 

Ratusan Pejabat di Lingkungan Pemkab Kudus Dilantik

Bupati Kudus Musthofa saat melakukan pelantikan pejabat di pendapa setempat. (ISTIMEWA)

Bupati Kudus Musthofa saat melakukan pelantikan pejabat di pendapa setempat. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Sebanyak 457 pejabat di lingkungan Pemkab Kudus dilantik di pendapa kabupaten setempat, Sabtu (31/12/2016) sore. Pejabat yang dilantik yakni di tingkat eselon, staf ahli dan camat.

Seorang pejabat di Kudus juga mendadak pingsan saat proses pelantikan di pendapa pemkab setempat. Pejabat tersebut langsung dibawa ke mobil ambulans milik Dinas Kesehatan yang siaga di lokasi.
Dalam kesempatan itu, Bupati Kudus Musthofa menyambut baik hal tersebut. Diharapkan, satu sama lain bisa saling bersinergi.

Berikut nama-nama pejabat yang dilantik.

 

Editor : Akrom Hazami