Catat! Ini 7 Sasaran Polres Blora dalam Operasi Keselamatan Candi 2018

MuriaNewsCom, BloraPolres Blora bakal menggelar Operasi Keselamatan Candi 2018 selama tiga pekan ke depan. Selama itu, Polres Blora akan menyasar tujuh buah pelanggaran yang biasa dilakukan para pengguna jalan.

Kapolres Blora AKBP Saptono mengatakan, dalam Operasi Keselamatan Candi 2018 ini, sedikitnya ada tujuh sasaran. Yakni, melawan arus, tidak memakai sabuk pengaman, tidak memakai helm, anak di bawah umur berkendara, melebihi batas kecepatan, berkendara dalam keadaan mabuk, menggunakan handphone saat berkendara. Sasaran tersebut merupakan instruksi langsung dari pimpinan Polri.

”Tujuh sasaran itu menjadi prioritas karena banyak ditemukan praktek pelanggaran. Operasi Keselamatan ini dilakukan untuk menekan pelanggaran tersebut,” katanya saat memimpin gelar pasukan Operasi Keselamatan Candi 2018 di halaman Mapolres, Senin (5/3/2018).

Apel sendiri dihadiri oleh Bupati Blora Djoko Nugroho, Dandim 0721/Blora Letkol Inf Rizadly, Kajari Blora Yulitaria dan jajaran Furkopimda lain. Apel gelar pasukan juga diikuti oleh peserta apel diantaranya dari Polisi Militer, anggota Kodim 0721/Blora, anggota Satpol PP, anggota Dishub, Senkom serta anggota Polres Blora.

Menurut Kapolres, lalu lintas merupakan urat nadi perekonomian suatu negara, oleh sebab itu pemeliharaan keselamatan dan ketertiban dan keamanan lalu lintas sangatlah penting dalam menunjang kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh sebab itu, Kamseltibcarlantas merupakan suatu cermin keberhasilan dari pembangunan peradaban modern.

”Apel ini untuk mengetahui sejauh mana kekuatan personel dan sarana perlengkapan peralatan lainnya sehingga Operasi Keselamatan Lalu Lintas Candi 2018 berjalan optimal, serta dapat lebih tepat sasaran dan berhasil sesuai tujuan,” sambungnya.

Di sisi lain, Kapolres juga mengapresiasi kinerja petugas dalam menekan jumlah kasus kecelakaan lalu lintas di wilayah Polres Blora. Apalagi tahun ini jumlah kecelakaan di Kota Mustika berhasil turun.

”Perbandingan angka kecelakaan tahun 2016 dan 2017, ada penurunan 122 kasus atau 24 persen. Kemudian, jumlah korban meninggal dalam keelakaan juga mengalami penurunan sebanyak 22 orang atau 21 persen,” ungkapnya.

Selanjutnya, untuk korban luka berat mengalami penurunan  sebanyak 15 orang atau 48 persen dan korban luka ringan turun 157 orang atau 23 persen. Untuk jumlah kerugian tahun 2017 juga mengalami penurunan sejumlah Rp 19.400.000 atau 7 persen dibandingkan tahun 2016.

”Untuk kasus tilang ada kenaikan mengalami kenaikan sejumlah 27.136 kasus atau 65 persen. Sedangkan pemberian teguran naik 20.150 kasus atau 52 persen,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

3.381 Pelanggar Terjaring Operasi Zebra Candi di Kudus

Papan razia terpampang jelas di pintu masuk Polres Kudus saat pemeriksaan kelengkapan kendaraan, Kamis (10/8/2017). (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Kesadaran masyarakat Kudus untuk mengenakan helm nampaknya masih rendah. Terbukti, dalam Operasi Zebra Candi 2017 terdapat ribuan pelanggar. Ironisnya, pelanggan didominasi pada kendaraan roda dua yang pengendaranya tak mengenakan helm.

KBO Satlantas Polres Kudus Iptu Sucipto mengatakan, total pelanggaran dalam Operasi Zebra mencapai 3.381 pelanggaran. Jumlah tersebut merupakan jumlah yang ditilang mulai dari kendaraan sepeda motor dan mobil.

“Dari jumlah tersebut, paling banyak memang sepeda motor yang mencapai 2.351. Dan dari jumlahnya, 570 pengguna jalan tidak mengenakan helm,” katanya Rabu (15/11/2017).

Menurut dia, jumlah pelanggaran tak mengenakan helm itu tersebar di semua wilayah operasi. Mulai dari perkotaan hingga kawasan permukiman.

Disebutkan, tren pelanggaran tersebut bergeser dari kebanyakan yang tak memiliki surat seperti SIM dan STNK. Karena, yang tak memiliki surat kendaraan sejumlah 204 pengguna jalan.

“Selain helm, pelanggaran yang muncul  selama operasi juga 222 bonceng lebih dari satu serta melawan arus 293 pelanggar,” ungkap dia.

Ditambahkan, Selama operasi Zebra Candi di Kudus, jumlah laka total 12, luka ringan sembilan dan meninggal tiga orang. “Setelah operasi zebra hari ini selesai, dilanjutkan operasi lilin candi, masyarakat lebih tertib dan waspada,” imbuhnya

Editor: Supriyadi

Sambut Hari Pahlawan, Pengendara di Kudus Diminta Tebak Nama Pahlawan saat Operasi Zebra Candi

Anggota OT menanyakan gambar pahlawan pada pengendara saat operasi Zebra Candi, Kamis (9/11/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Menyambut Hari Pahlawan yang jatuh Jumat (10/11/2017), pengendara motor yang terjaring Operasi Zebra Candi 2017 diberikan tebak nama pahlawan di Indonesia.

Tebakan diberikan dari Komunitas Onto-onto Tok (OT) yang mengenakan baju veteran dengan didampingi petugas kepolisian Polres Kudus selama razia berlangsung.

Ketua OT, Sulikan (68) mengatakan, keterlibatan komunitasnya dalam razia baru kali pertama ini. Dalam kesempatan kali ini, mereka bertugas bertanya pada pengendara sambil menunjukkan poster.

“Ini nama pahlawan siapa?” tanyanya kepada pengendara sambil menunjukkan salah satu gambar pahlawan.

Baca: Jadi Perhatian Pengendara, “Sunan Kudus dan Sunan Kalijaga” Ikut Operasi Zebra Candi

Sayangnya, selama bertanya kepada pengendara jarang yang bisa menjawabnya. Padahal, poster pahlawan yang dibawa merupakan poster pahlawan yang terkenal seperti Panglima Diponegoro, Jenderal Soedirman, dan pahlawan-pahlawan nasional lainnya.

Sementara, Wakapolres Polres Kudus M Ridwan menyebutkan, bertanya kepada pengendara soal pahlawan merupakan hal yang pas dalam momen Hari Pahlawan. Karena, kemerdekaan Indonesia yang dirasakan saat ini berkat jasa para pahlawan. Untuk itu, perlu untuk dikenang.

“Sudah sepatutnya dikenang dan dikenal. Kalau mereka adalah pahlawan dahulu, maka harapannya masyarakat kini menjadi pahlawan berlalulintas,” harapnya.

Dia menambahkan, bagi pengendara yang mampu menjawab dengan benar tokoh pahlawan akan diberi hadiah. Hanya, bagi yang kelengkapan kendaraan tak lengkap, tetap akan ditilang.

Editor: Supriyadi

Angkutan Umum Langgar Rambu Lalu Lintas, Jalan RS Soewondo Pati Sering Macet

Angkutan

Sejumlah angkutan umum nekat mangkal di depan RS Soewondo, kendati sudah dipasang papan larangan berhenti. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Kendati sepanjang Jalan Dr Susanto Pati sudah diperlebar, tetapi kemacetan masih saja sering terjadi di kawasan tersebut. Salah satu titik kemacetan paling parah, antara lain depan RS Soewondo Pati.

Hal ini menuai protes dari pengguna jalan. Dewi Anggraheni, misalnya. Ia mengkritik sejumlah angkutan umum yang mangkal di depan RS Soewondo Pati.

Padahal, kata dia, kawasan tersebut sudah dipasang rambu dilarang berhenti. Namun, sejumlah angkutan umum masih saja nekat melanggar rambu-rambu tersebut demi mendapatkan penumpang.

”Jalannya memang sudah lebar, tapi kondisinya masih saja macet. Kalau lalu lalang pengunjung rumah sakit yang menyeberang itu tak jadi masalah. Tapi, jalan yang sudah dipasangi rambu dilarang berhenti masih digunakan untuk mangkal angkutan umum,” kata Dewi saat dimintai keterangan MuriaNewsCom, Jumat (27/11/2015).

Karena itu, ia berharap agar pemerintah setempat bisa memberikan sanksi tegas kepada sejumlah angkutan yang tidak mematuhi rambu lalu lintas. ”Ini masalahnya jadi penyebab macet. Kami berharap agar Dishubkominfo bisa bertindak tegas,” harapnya. (LISMANTO/TITIS W)