Tembok SDN 2 Ketilengsingolelo Welahan Jepara Ambruk, Pekerja Tewas

Petugas TNI melihat pekerja yang tewas di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Petugas TNI melihat pekerja yang tewas di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Peristiwa tragis terjadi di Kabupaten Jepara. Tembok Sekolah Dasar (SD) Negeri 2 Ketilengsingolelo, Kecamatan Welahan, roboh dan menimpa seorang pekerja hingga mengakibatkan tewas.

Korban tewas bernama Asrofi (52), warga Desa Jetak RT 01 RW 01 Kecamatan Kedung, Kabupaten Demak. Peristiwa tersebut terjadi, Rabu (27/7/2016) sekitar pukul 10.00 WIB, saat korban tengah bekerja melakukan renovasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, peristiwa bermula dari korban bersama dua orang rekan pekerjanya sedang memasang Sluk besi pada bangunan SD N 2 Ketilengsingolelo yang sedang direnovasi.

Namun, tiba2 terdengar suara runtuhan bangunan, kemudian 2 teman lainnya lari ke arah timur, sementara korban berlari ke arah selatan.

Lantaran korban tewas berlari ke arah yang tidak tepat, mengakibatkan korban terjebak dan tertimpa runtuhan tembok bangunan dengan ketebalan 25 cm, tinggi 2,8 m, lebar 7 m.

“Dia (Asrofi) tertimpa runtuhan tembok bangunan yang cukup tebal sehingga mengakibatkan meninggal dunia,”  ujar salah seorang saksi, Munir (19), warga Desa Ketilengsingolelo, RT 07 RW 02 Kecamatan Welahan Jepara.

Setelah peristiwa itu terjadi, aparat dari TNI, kepolisian dan kebencanaan Kabupaten Jepara ke lokasi kejadian. Peristiwa ini menyita perhatian warga sekitar.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Kecelakaan Kerja di Pabrik Semen Indonesia di Rembang, Dardak Tewas

uplod jam 15.40 pekerja semen tewas (e)

Korban saat dilarikan ke RSUD dr Soetrasno Rembang

 

MuriaNewsCom, Rembang – Seorang pekerja proyek pembangunan pabrik semen dari PT Swadaya Graha Civil, Dardak (19) warga RT 3 RW 7 Desa Labuhan, Kecamatan Sluke, Rembang tewas. Korban mengerjakan proyek di areal calon pabrik milik PT Semen Indonesia di wilayah Desa Kadiwono, Kecamatan Bulu, Rembang, Selasa (26/4/2016) sekitar pukul 10.30 WIB.

Korban dilarikan ke RSUD dr Soetrasno untuk mendapatkan perawatan. Tapi di tengah perjalanan dari lokasi kejadian ke rumah sakit, korban menghembuskan nafas terakhirnya.

Berdasarkan penuturan rekan korban, Lasnadi, kejadian bermula saat korban sedang mengerjakan proyek pembangunan pabrik PT Semen Indonesia. “Korban ketika itu sedang berjalan di bangunan atas. “Dia (korban,red) hendak melakukan pemasangan plat besi di bangunan klingker dum,” kata Lasnadi yang juga paman korban.

Korban berada di ketinggian 18 meter. Korban diduga terpeleset pada saat berjalan di atas cor. Ditambah lagi, saat kejadian korban terpeleset karena pengait alat keselamatan belum dipasang. Korban pun terjatuh.

Akibatnya korban mengalami luka serius di bagian kaki. Sampai akhirnya, korban meninggal dunia sebelum tiba di rumah sakit. Meski demikian, tim medis tetap mengecek kondisi korban.

Dokter UGD RSUD dr Soetrasno Dr Swastuka saat dikonfirmasi wartawan, tampak belum bisa memberikan keterangan medisnya. Ayah korban, Sudarno, hanya bisa pasrah dengan kejadian yang menimpa putranya. Keluarga hanya berharap pertanggungjawaban dari perusahaan.

Editor : Akrom Hazami

 

Tiga Pekerja Tambang di Grobogan Tewas Akibat Galian Longsor

Sejumlah warga saat melakukan evakuasi terhadap tiga penambang yang tewas tertimbun longsor. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sejumlah warga saat melakukan evakuasi terhadap tiga penambang yang tewas tertimbun longsor. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Tiga orang tewas akibat tambang batu longsor di Dusun Katekan, Desa Katekan, Kecamatan Brati. Peristiwa ini terjadi sore tadi sekitar pukul 15.00 WIB.

Ketiga korban tewas adalah warga Dusun Kuwarungan, Desa Tegalsumur, Kecamatan Brati. Masing-masing, Warto (50), Rusdi (40), dan Ririn (30). Ketiganya tinggal dalam satu RT.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, meski sore itu sempat turun hujan, namun ada lima pekerja yang tetap melakukan aktivitas penambangan. Saat sibuk bekerja, tiba-tiba tebing diatasnya runtuh.

Melihat kejadian ini, lima pekerja langsung berupaya menyelamatkan diri. Sayangnya, dari lima pekerja ada tiga orang yang tertimpa reruntuhan batu. Sedangkan dua orang lainnya bisa menyelamatkan diri kendati mengalami luka ringan.

Tidak lama setelah kejadian, warga sekitar langsung berupaya menyelamatkan korban. Kemudian, pertugas BPBD, kepolisian dan beberapa anggota TNI ikut membantu upaya evakuasi.

“Upaya evakuasi tiga korban selesai menjelang pukul 17.00 WIB. Ketiganya langsung diserahkan pada keluarga,” kata Kepala BPBD Grobogan Agus Sulaksono pada wartawan.

Sementara itu, Kepala Desa Tegalsumur Masyudi menyatan, setelah dievakuasi, ketiga jasad warganya langsung dibawa pulang ke rumahnya.”Malam ini juga, ketiga korban langsung kita makamkan,” katanya.

Editor : Kholistiono