Kapal Pencari Ikan Asal Pekalongan Tenggelam di Perairan Jepara, 27 ABK Selamat Dua Lainnya Hilang

MuriaNewsCom, Jepara – Sebuah kapal pencari ikan KM Bintang Sinar Rejeki dari Pekalongan, tenggelam di perairan utara Jepara, Kamis (22/3/2018) dini hari. Dari 29 Anak Buah Kapal (ABK), 27 dapat diselamatkan, sementara dua lainnya masih dalam pencarian petugas.

Data yang dikumpulkan MuriaNewsCom, 17 ABK diselamatkan kapal Jasa Samudra ke Karimunjawa. Sementara 10 ABK lain, berhasil diselamatkan nelayan, ke perairan Dukuh Pailus, Desa Karanggondang, Kecamatan Mlonggo.

Nahkoda Kapal KM Bintang Sinar Rezeki Kasdu mengungkapkan, kapalnya itu mengalami kebocoran pada lambung. Sebelum rusak kapalnya itu dihantam ombak besar di utara Tanjung Emas Semarang. Air mulai masuk sekitar pukul 02.30 WIB Kamis dinihari.

“Yang bocor itu, bagian pembuangan air kapal. Jam 04.00 WIB pagi tadi terbalik. Setelahnya kami berusaha menyelamatkan diri dengan berpegangan pada papan yang diikat tali. Semula kami berkumpul semua, kemudian separuh dari kami mulai terpisah,” jelasnya.

Ia mengatakan, kapalnya berangkat dari Pekalongan menuju Banyuwangi untuk mencari Ikan Cakalang. Namun sebelum sampai tujuan, kapal tersebut mengalami kerusakan dan diterpa ombak di perairan Jepara.

Lokasi tenggelamnya kapal tersebut diduga berada 10 mil laut, disekitar Pantai Tubanan, Kecamatan Kembang.

Adapun, 10 ABK yang berhasil diselamatkan disekitar Dukuh Pailus adalah Turah, agus saipul, Budi Setiawan, Sanadi, Kaeron, Ahmad Ridho Zabidin, Kasdu, Ali Fahmi, Muhammad Adib dan Suratman.

Terpisah, Arif Rahman Kepala Desa Karimunjawa membenarkan 17 ABK sudah diselamatkan. Mereka adalah Rudi, Mahmuri, Norjono, Budi, Kirom, Ahmad Sodikin, Sukirno, Widodo, Faidur Rohman, Khoirul Riswanto, Sumono, Fahrudi Prasojo, Cahyono, Haryanto, Andreas, Suroso dan Rasmono.

“Mereka diselamatkan oleh Kapal Jasa Samudra yang melihat (17) ABK terapung di lautan. Mereka saat itu berlayar dari Jepara menuju Karimunjawa,” tutur dia.

Kapolsek Karimunjawa Iptu Suranto mengatakan, saat ini ke 17 ABK yang selamat di Karimunjawa dalam kondisi baik. Diantara mereka ada yang mendapatkan perawatan di Puskemas.

“Mereka ditemukan di 17 mil sekitar Pulau Mandalika. Kemudian mereka diselamatkan oleh kapal Jasa Samudra yang hendak berlayar ke Karimunjawa,” ungkapnya.

Adapun, berdasarkan daftar penumpang, nama Sutomo dan Darsono belum diketemukan, hingga kini.

Editor: Supriyadi

Mengerikan! Mayat Bayi di Pekalongan Kocar-kacir Dimakan Biawak

MuriaNewsCom, Pekalongan – Warga Pantai Slamaran, Kelurahan Krapyak, Kota Pekalongan, Rabu (14/3/2018) dini hari tadi digegerkan dengan penemuan mayat bayi di sekitar areal kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Pekalongan.

Yang membuat heboh, mayat berjenis kelamin perempuan itu ditemukan dengan tubuh yang sudah terkoyak dan tak utuh. Mayat bayi itu dipergoki warga tengah dimangsa binatang biawak.

Saat dicabik biawak, mayat bayi itu terbungkus plastik warna merah, yang sebelumnya terkubur di tanah. Binatang itu mencabik-cabik tangan kanan bayi malang tersebut.

Jasad bayi ini awalnya ditemukan oleh warga yang bertugas sebagai penjaga malam di kampus tersebut. Warga awalnya melihat seekor biawak yang sedang memakan sesuatu. Namun setelah didekati, ternyata hewan rawa tersebut tengah memakan potongan tangan dari jasad bayi itu.

“Saya lagi berkeliling jaga malam. Saya lihat sesuatu dikebun,ternyata ada biawak yang tengah mengorek-ngorek lubang tanah. Di situ ada bungkusan warna merah,” kata Dakirin penjaga malam setempat.

Binatang biawak saat mendekati potongan mayat bayi. (istimewa)

Ia mengaku sempat mengusir binatang itu, karena tengah mencakar-cakar tangan bayi.

Melihat kejadian tersebut, warga kemudian melaporkan kepada pihak kepolisian, hingga akhirnya diketahui ada bagian tubuh lain yang dikubur sedalam dua puluh sentimeter di pematang tambak.

“Setelah di TKP ternyata ada bagian dari mayat bayi yang dibungkus kain merah yang di kubur di TKP. Dan saat ditemukan hanya tinggal tangan kanan mayat bayi,” kata Kapolsek Pekalongan Utara Kompol Agus Riyanto kepada wartawan.

Aparat kepolisian bersama tim medis dan Inafis langsung mengevakuasi mayat bayi tersebut dan dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa. Polisi juga menduga, tak utuhnya jasad bayi tersebut karena sudah dimakan biawak.

“Nampaknya (jasad bayi ini) sudah beberapa hari, makanya nanti dipastikan di rumah sakit. Mungkin sudah dimakan biawak. Karena memang daerah ini kan banyak biawak. Tadi juga didapat karena ada biawak,” kata Kompol Agus Riyanto, Kapolsek Pekalongan Utara.

Dari hasil visum yang dilakukan di kamar jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bendan diketahui, jasad bayi malang tersebut berjenis kelamin perempuan. Kondisi bayi sudah membusuk, dan diperkirakan sudah lebih dari tiga hari dikubur di lokasi tersebut.

Polisi hingga kini masih melakukan pendalaman terhadap kasus ini guna mencari pelaku pembuangan bayi malang tersebut. Polisi sudah mengantongi petunjuk sebuah kemeja warna merah muda yang digunakan untuk membungkus jenazah yang bayi.

Editor : Ali Muntoha

Sekeluarga di Pekalongan Keracunan Jamur, 1 Orang Tewas

MuriaNewsCom, Pekalongan – Satu keluarga di Dukuh Gutomo, Desa Gutomo, Kecamatan Karanganyar, Pekalongan, keracunan jamur jenis siung kidang. Akibatnya, satu orang meninggal dunia dan tiga korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD Kajen.

Korban meninggal dunia yakni Kuat (75). Sementara tiga korban yang selamat dan dirawat di RSUD Kajen, Daryani (45), Ponisa (41) dan M Ristan Alfaro (2). Peristiwa ini terjadi pada Selasa (27/2/2018)kemarin.

Dari informasi yang diperoleh dari Polres Pekalogan, peristiwa ini bermula saat sekitar pukul 06.00 WIB, satu keluarga itu sarapan dengan lauk jamur siung kidang. Usai sarapan, Kuat pergi ke hutan untuk mencari rumput.

Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 10.00 WIB, korban ditemukan warga sudah tergeletak dan kejang-kejang. Korban pun langsung dibawa ke rumahnya. Saat sampai di rumah, warga mendapati tiga anggota keluarga lainnya merasa pusing hingga akhirnya bersama-sama mereka dibawa ke RSUD Kajen.

Namun nyawa Kuat tak berhasil diselamatkan. Sekitar pukul 11.00 WIBm kakek tersebut menghembuskan nafas terakhir, karena keracunan jamur.

Semenutara tiga korban lain, langsung mendapat penanganan khusus dan kini keadaanya mulai membaik.

Kasubbag Humas Polres Pekalongan AKP M Dahyar menyatakan, korban dimakamkan di Desa Gutomo, Karanganyar. “Adapun sempel Jamur telah diamankan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, dan kasus ini masih dalam pemeriksaan pihak kepolisian,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Dukun Tua Cabuli 4 Gadis Remaja di Pekalongan

MuriaNewsCom, Pekalongan – Seorang dukun berinisial AT (56) warga Desa Semut, Kecamatan Wonokerto, Pekalongan, diduga melakukan pencabulan terhadap empat orang pelajar. Kini dukun itu sudah dibekuk aparat kepolisian dan tengah dilakukan penyidikan.

Aksi ini terungkap saat salah satu korban mengadu kepada orang tuanya atas aksi tak senonoh yang dilakukan kakek tersebut. Orang tua korban langsung melaporkan kasus ini ke polisi dan dilakukan penangkapan.

Dari keterangan yang diambil polisi diketahui jika aksi yang dilakukan dukun ini sudah berlangsung sejak Oktober 2017. Modusnya mengajak para korban tinggal di rumahnya dan saat ada kesempatan langsung dicabuli.

Aksi pencabulan itu dilakukan saat istri dan anak pelaku sedang tidak ada di rumah. Pelaku juga mengancam para korban agar tidak mengadu. Korban diancam akan kena azab atau musibah jika berani mengadu.

“Awalnya pelaku membujuk korban pertama agar ikut bertempat tinggal dengannya. Setelah tinggal bersama tersebut, korban dicabuli oleh pelaku di dapur rumah pelaku,” Akata AKP M Dahyar, Kasubag Humas Polres Pekalongan, Jumat (23/2/2018).

Sebelum mencabuli para korban, pelaku biasanya meminta korban untuk membuatkan kopi dan diiming-imingi akan diberi sejumlah uang. Saat berada di dapur, aksi bejat itu dilakukannya.

AT sendiri mengakui telah melakukan aksi tak bermoral tersebut. Ia juga menceritakan bagaimana cara meyakinkan para korban agar mau tinggal dengannya.

Dukun itu juga mengaku mengancam para korban agar tidak memberitahu siapapun. Namun ada satu korban yang akhirnya berani melapor pada orang tuanya.

“Setiap kali usai melakukan itu (cabul), saya pesan pada mereka (korban) agar tidak menceritakan peristiwa tersebut kepada siapapun, sebab akan mendapat azab / musibah,” kata AT kepada polisi di Mapolres Pekalongan.

Kini polisi masih mengembangkan kasus tersebut untuk mengetahui ada tidaknya korban lain. Dukun itu sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Undang-undang Perlindungan Anak.

Editor : Ali Muntoha

Seorang Nenek di Pekalongan Tewas Terpanggang di Rumah Dokter

MuriaNewsCom, Pekalongan – Seorang nenek bernama Sri Purwatiningsih (70), tewas terpanggang di rumah yang juga menjadi tempat praktik dokter di Dukuh Wora Wari Kidul, Desa Kebonsari, Kecamatan Karangdadap, Pekalongan, Senin (19/2/2018) malam.

Rumah yang terbakar tersebut merupakan milik dr Choirul Hadi, yang merupakan anak dari korban. Saat kejadian, korban tinggal sendirian di dalam rumah, sementara dr Choirul sedang ke luar.

Dalam peristiwa tersebut ada dua rumah yang terbakar, yakni rumah milik dokter dan pengusaha rias pengantin. Kebakaran terjadi sekitar pukul 18.30 WIB dan baru bisa dipadamkan pada pukul 20.30 WIB, setelah sejumlah unit mobil pemadam dikerahkan.

Kasubbag Humas Bag Ops Polres Pekalongan AKP M.Dahyar mengatakan, untuk memadamkan api pihaknya bekerjasama petugas kebakaran dengan mengerahkan tiga unit mobil pemadam. Pihak keamanan sempat kesulitan memadamkan api, lantaran banyaknya masyarakat ingin melihat langsung peristiwa yang terjadi.

”Ada satu korban yang terjebak dan meninggal sudah kami evakuasi. Kami meminta keterangan sejumlah saksi untuk mengetahui penyebab kebakaran ini,” katanya.

Api membakar rumah praktik dokter di Pekalongan dan menyebabkan seorang nenek terbakar. (Polres Pekalongan)

Kebakaran hebat yang terjadi usai Maghrib itu ditengarai akibat hubungan arus pendek (korsleting) listrik. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, api kali pertama muncul dari bagain atas rumah.

Banyaknya bahan-bahan yang mudah terbakar, menyebabkan api dengan cepat membesar dan merembet ke rumah yang ada di sebelahnya. Korban yang saat itu tengah tidur di dalam rumah, terjebak api hingga akhirnya tewas terpanggang.

“Malam itu warga berusaha memadamkan namun kewalahan karena kobaran api yang cepat membesar,” ucap Huda tetangga korban.

Setelah tim pemadam datang ke loaksi dan menjinakkan api, tubuh korban yang terbakar baru bisa dievakuasi. Tubuh korban kemudian dibawa ke RSI Pekajan untuk dilakukan pemeriksaan.

Setelah proses rampung, Selasa (20/2/2018) hari ini jenazah korban langsung dimakamkan.

Sementara pihak kepolisian masih mendalami kasus ini. Termasuk memastikan penyebab kebakaran dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). “Penyebabnya masih kami dalami lagi, untuk korban meninggal satu orang,” ucap Kasatreskrim Polres Pekalongan, AKP Agung Ariyanto.

Selain menyebabkan satu orang meninggal dunia, kebakaran itu juga menimbulkan kerugian yang ditaksir mencapai Rp 200 juta. Karena seluruh isi rumah termasuk alat-alat praktik kedokteran ikut hangus.

Editor : Ali Muntoha

Diduga Tak Tahan Menjomblo, Pemuda di Pekalongan Nekat Gantung Diri

MuriaNewsCom, Pekalongan – Seorang pemuda di Kelurahan Kuripan Lor, Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan, Jumat (26/1/2017) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di dapur rumahnya.

Pemuda yang gantung diri itu diketahui bernama Ma’ruf (27). Dikabarkan, pemuda ini nekat mengakhiri hidupnya lantaran frustasi karena telalu lama hidup melajang.

Pemuda itu kali pertama ditemukan gantung diri oleh kakak perempuannya bernama Ariswati (29), sekitar pukul 05.00 WIB. Saat ditemukan Ma’ruf sudah tergantung di dapur dengan leher terikat tali berwarna cokelat.

Sontak saja, Ariswati yang mendapati adiknya sudak tak bernyawa langsung histeris dan membuat warga sekitar berduyun-duyun mendatangi lokasi. Kasus itu pun langsuing dilaporkan ke Polsek Pekalongan Selatan.

”Petugas kami langsung datang ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan. Dokter puskesmas dan tim Inafis juga kami datangkan untuk memeriksa kondisi jenazah,” kata Kapolsek Pekalongan Selatan, Kompol Junaedi.

Dari hasil pemeriksaan diketahui jika kasus itu murni bunuh diri. Meski demikian, polisi juga melakukan pendalaman motif yang melatarbelakangi aksi tersebut.

Dari keterangan sejumlah saksi pada polisi, diketahui jika Ma’ruf cukup depresi karena sudah cukup lama hidup melajang. Namun polisi masih mendalami kemungkinan motif lain.

Setelah dilakukan pemeriksaan, jenazah langsung diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.

Editor : Ali Muntoha

Mahasiswi Asal Pati Hilang di Hutan Saat Penelitian, Sempat Berlindung di Gubuk Kosong

MuriaNewsCom, Pekalongan – Seorang mahasiswi Fakultas Geologi Undip Semarang, Senia Rahayu (20) asal Kabupaten Pati, sempat hilang di dalam hutan saat melakukan penelitian di Kabupaten Pekalongan.

Senia dilaporkan hilang bersama mahasiswa lain bernama Andika (20) asal Padang, setelah terisah dengan rombongan dan tersesat di dalam hutan. Keduanya hilang kontak sejak Minggu (21/1/2018) malam dan ditemukan warga di sebuah gubuk kosong pada Senin (22/1/2018) pagi.

Dilansir dari DetikCom, keduanya diemukan di Hutan Pedagung, Kecamaan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan.

Kepala BPBD Pekalongan, Bambang Sudjatmiko menyebut, keduanya terpisah dengan rombongan saat melakukan penelitian batuan longsor di Gunung Lumping, dengan rute Bedagung Brengkolang-Gutomo. Dua mahasiswa ini berangkat bersama 8 anggota tim lain.

“Sekitar pukul 16.54 WIB (Minggu) korban kirim pesan singkat ke temannya minta tolong, karena tersesat di tengah hutan perbatasan Linggoasri,” kata Bambang.

Namun menurut dia, ketika dihubungi kembali sekitar pukul 18.00 WIB, ponsel korban sudah tidak aktif. Pihaknya yang mendapat laporan, langsung berkoordinasi dengan polsek, koramil, PMI dan Perhutani untuk melakukan penyisiran di hutan.

Semalaman dilakukan pencarian, tim belum menemukan dua mahasiswa yang dilaporkan hilang. Keduanya baru ditemukan pada pagi hari di sekitar pinggiran hutan.

Diketahui keduanya sempat bermalam di sebuah gubuk kosong, di dekat areal persawahan di lembah, masuk di kawasan Paninggaran. “Saat ini sudah dilakukan evakuasi dan akan langsung dibawa ke rumah sakit untuk melakukan cek kesehatan lebih lanjut,” ujarnya.

Sementara Babinsa Pedagung, Sertu Arsyad Bolong menyebut, jika pagi hari tadi ponsel korban sempat aktif dan menghubungi temannya. Dari situ tim langsung menuju lokasi kedua mahasiswa.

“HP salah satu korban aktif pada pagi hari dan kirim pesan. Isinya mengatakan bahwa masih berada di titik terakhir hilang. Langsung kita jemput. Keduanya dalam kondisi sehat,” jelas Aryad.

Editor : Ali Muntoha

Truk Ini Tiba-tiba Loncat ke Taman Pembatas Jalan, Ternyata Ini Penyababnya

MuriaNewsCom, Pekalongan – Sebuah truk tiba-tiba loncat hingga menabrak dan nangkring di taman pembatas jalan setinggi satu meter dekat traffic light BRI Wiradesa, Pekalongan, Rabu (3/1/2018).

Truk bernomor N 9718 DH itu naik ge gazon setelah melaju cukup kencang dari arah timur. Diduga kecelakaan itu akibat sopir yang mengantuk sehingga menabrak pembatas jalan. Truk tersebut dikemudikan oleh Rohman Rohandika (29), Warga Harjokuncaran, Malang, Jawa Timur.

Beruntung akibat kejadian itu tak ada korban jiwa. Sopir juga hanya sedikit luka, hanya saja truk tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah.

Pasalnya, truk tersebut menabrak pembatas jalan dengan cukup kencang. Bahkan suara benturan dari truk itu sampai terdengar hingga ke Polsek Wiradesa yang jaraknya sekitar 25 meter.

Mendengar suara itu, petugas piket Polsek Wiradesa dan Petugas Lalu lintas Polres Pekalongan yang hendak melakukan apel pagi pun langsung berhamburan ke lokasi kejadian.

Petugas piket Polsek Wiradesa Brigadir Sartonodan anggota Sat Lantas Polres Pekalongan yang dipimpin Kanit Turjawali Ipda Turkhan selanjutnya mengamankan TKP dan melakukan pengaturan arus lalulintas yang mulai macet.

Polisi juga meminta surat surat kepada pengemudi truk. Polisi juga berpesan jika sudah mengantuk jangan memaksakan untuk berkendara. Truk lebih baik dipinggirkan ke tempat aman dan beristirahat.

Editor : Ali Muntoha

Buruh Kota Pekalongan Unjuk Rasa Protes Keputusan UMK

Buruh menggelar unjuk rasa memprotes nilai UMK Kota Pekalongan. (Facebook)

MuriaNewsCom, Pekalongan – Upah Minimum Kota (UMK) Pekalongan diprotes sejumlah buruh di kota setempat. Mereka berpendapat jika UMK yang telah diputuskan tidak sesuai dengan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) di Kota Pekalongan.

Diketahui, UMK Kota Pekalongan untuk 2018 senilai Rp 1.765.179. Jumlah itu meningkat Rp 141.429 dari sebelumnya Rp 1.623.750. KHL di Kota Pekalongan mencapai  sekitar Rp 2 juta per bulan.

Buruh pun protes dan menggeruduk kantor Wali Kota Pekalongan, Jalan Mataram, Senin (27/11/2017). Mereka menolak nilai UMK Kota Pekalongan 2018.

Wakil Ketua Serikat Pekerja Nasional (SPN) Arifianto menuturkan, jika nilai UMK yang ditetapkan masih jauh dari KHL. Karenanya, buruh menolak SK Gubernur Jateng No 560/89 tahun 2017 tentang Upah Minimum Kota atau Kabupaten. SK tersebut menggunakan acuan PP No 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, sehingga UMK naik 8,71 % dari upah tahun 2017.

“Nilai upah jauh dari kata layak dan masih sangat jauh dari pengeluaran kebutuhan riil buruh,” ucap Arifin di lokasi.

Wali Kota Pekalongan Saelany Mahfud di depan peserta aksi mengatakan, pemerintah kota tidak bisa mengubah nilai UMK yang sudah diputuskan.

Editor  : Akrom Hazami

Komplotan Pencuri Gondol Komponen Instalasi Listrik Pabrik di Pekalongan

Petugas saat mengecek instalasi listrik di Pekalongan. (Humas Polres Pekalongan)

MuriaNewsCom, Pekalongan – Komplotan pencuri berhasil menggasak komponen instalasi listrik pabrik di kawasan PT Delta Dunia Textil, Desa Rembun, Siwalan, Pekalongan. Akibat peristiwa itu, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Informasi diketahui, para komplotan pencuri spesialis itu diketahui oleh petugas yang sedang melaksanakan patroli piket jaga pabrik, Agus Setiawan (38).

Saat itu ia memergoki dengan melihat ada tiga orang yang bukan karyawan pabrik berada di dalam ruang oprasional sedang membawa bungkusan plastik kresek warna hitam. Karena merasa curiga, Agus lalu mendekati orang tersebut, namun ketiga orang tersebut langsung berlari kearah belakang pabrik dan meninggalkan bungkusan kresek tersebut.

Setelah Agus mengejar ketiga orang tersebut  ternyata ketiganya melarikan diri dengan memanjat pagar belakang pabrik setinggi 5 meter. Agus pun langsung mengecek isi dari bungkusan plastik tersebut. Setelah dicek isi bungkusan  plastik tersebut ditemukan beberapa komponen dari panel instalasi listrik pabrik yang dipotong dari panel.

Kemudian diketahui, Agus memberitahukan Wama selaku teknisi dan Agus Wiratno, perihal barang yang ditemukannya. Kemudian Agus Wiratno selaku teknisi instalasi pabrik mengecek ke tiap-tiap ruang panel listrik, setelah dicek dipanel ruang MDP tersebut teknisi mendapati pintu panel dalam keadaan terbuka dan komponen-komponen di dalamnya sudah hilang dengan bekas kabel tiap-tiap komponen panel sudah dipotong.

Mengetahui hal tersebut teknisi memberitahukan kepada kepala personilia pabrik atas kejadian hilangnya komponen-komponen di dalam panel instalasi listrik pabrik tersebut. Adanya kejadian itu, kemudian personalia melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sragi guna penyelidikan lebih lanjut.

Kasubbag Humas Polres Pekalongan AKP M Dahyar ketika dikonfirmasi membenarkan info itu. Akibat kejadian tersebut  PT Delta Dunia Texti mengalami kerugian materi sejumlah Rp 100 juta.

Untuk barang bukti yang diamankan berupa 21 buah komponen panel jenis kontaktor merk Schneider Elektrik  LC1DWK12, kunci pas ukuran nomor 24 dengan panjang sambungan besi  53 cm. Kemudian beberapa baut komponen panel ukurang 8,8.

“Adanya laporan itu, anggota langsung melakukan pemeriksaan sejumlah saksi dan mengumpukan barang bukti. Untuk kasus ini masih ditangani angota Polsek Sragi dan masih dalam pengembangan,” terangnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Pengedar Obat Keras Ilegal Diringkus di Pekalongan

Foto Ilustrasi pil Hexymer (Gema Nusantara Anti Narkoba)

MuriaNewsCom, Pekalongan – Pelaku pengedar obat keras ilegal, MA (35) ditangkap Polres Pekalongan. Setelah sebelumnya, MA kedapatan membawa 154 ribu butir pil obat keras.

Adapun rinciannya, terdiri dari 90 botol obat Hexymer (masing-masing botol berisi 1.000 butir), 23 paket plastik Dextro (satu paket berisi 1.000 butir), 41 paket plastik Trihex (satu paket berisi 1.000 butir), 1 buah timbangan elektrik, alat pengepack plastik, 2 buah pack plastik bening, 20 dus kemasan bekas Hexymer dan Trihex.

Dari tangan pelaku, polisi juga menyita uang hasil tunai penjualan saat tertangkap tangan, yakni hasil penjualan Hexymer Rp 800 ribu dan uang tunai lainnya yang diduga hasil penjualan sebelumnya sebesar Rp 11,4 juta.

“Saat dilakukan penggeladahan, polisi menemukan satu buah botol hexymer isi 1.000 butir dan barang bukti uang hasil penjualan sejumlah Rp 800 ribu,” kata Kasat Reskrim Polres Pekalongan, AKP Agung Ariyanto di Pekalongan, dikutip dari Detikcom, Kamis (16/11/2017).

Terungkapnya kasus ini berawal dari MA yang melakukan transaksi di Jalan Desa Gumawang, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, Rabu (15/11/2017).

Tim gabungan yang dipimpin oleh Ipda I Gusti Nym Jaya, kemudian membuntuti kegiatan pelaku. Hingga akhirnya, pelaku tertangkap tangan usai melakukan tansaksi tersebut.

Pelaku langsung dibawa ke Mapolres Pekalongan guna dilakukan pengembangan kasus. Polisi kemudian juga menggeledah rumah pelaku. Diketahui, pelaku melakukan peredaran pil terlarang ini sudah dilakukan sejak satu tahun ini.

Sasaran pelaku kalangan pemuda, ABG maupun pelajar. Akibat perbuatanya tersebut, pelaku akan dijerat dengan Pasal 197 sub Pasal 196 UU No 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan.

 Editor : Akrom Hazami

Diisukan Bangkrut, Sebuah Toko Emas di Kesesi Pekalongan Diserbu Warga

Warga menyerbu sebuah toko emas di depan Pasar Kesesi, Kabupaten Pekalongan. (Humas Polres Pekalongan)

MuriaNewsCom, Pekalongan – Gara-gara diisukan toko emas akan bangkrut oleh oknum tidak bertanggung jawab, masyarakat di Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, berbondong-bondong menyerbu sebuah toko emas di depan pasar Kesesi. Tujuannya untuk menjual kembali emasnya.

Berita ‘hoax’ yang menyebar di kalangan masyarakat berdampak sangat besar. Terutama bagi mereka yang pernah membeli emas di toko tersebut. Banyak warga yang menelan mentah-mentah berita tersebut tanpa mencari kebenaranya terlebih dahulu.

Sampai saat ini masih banyak warga yang datang untuk menjual emasnya, karena info ‘hoax’ bahwa toko emas tersebut akan bangkrut.

Kapolsek Kesesi AKP Prajoko Umar bersama anggota mengamankan lokasi dan memberitahukan kepada masyarakat. “Bahwa berita tersebut adalah berita bohong. Polsek Kesesi Polres Pekalongan masih menyelidiki kasus ini dan mencari pelaku penyebar berita hoax ini,” ucapnya.

Editor : Akrom Hazami

Usai Tonton Film Porno, ABG Cabuli 7 Anak di Pekalongan

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Pekalongan – ABG inisial ASH, warga Sinangohprendeng, Kecamatan Kajen, Pekalongan, benar-benar lepas kontrol. Pelaku nekat mencabuli tujuh orang anak.

Perbuatan itu dilakukannya karena pelaku tak mampu menahan syahwatnya tiap kali menonton film porno. Pelaku kecanduan dengan film dewasa sejak lama.

Keluarga salah satu korban melaporkan pelaku ke Unit PPA Satreskrim Polres Pekalongan. Tak butuh waktu lama, polisi langsung menggelandang ke Mapolres Pekalongan.

Kasat Reskrim Polres Pekalongan, AKP Agung Ariyanto mengatakan, polisi masih melakukan pendalaman kasus ini. “Pelaku mengaku ada tujuh orang anak-anak. Ada yang laki-laki dan ada juga yang perempuan,” kata Agung.

Pelaku mulai beraksi sejak awal 2016 sampai November 2017.  Yang jelas, apa yang dilakukan pelaku karena keinginan sendiri. “Muncul hawa nafsu yang selama ini timbul setelah sering menonton film porno,” ungkapnya.

Cara yang biasa dilakukan pelaku, biasanya lebih dulu membujuk calon korban yang bermain di dekat rumahnya. Calon korban diajaknya main ke dalam rumah. Bila kondisi memungkinkan, pelaku melakukan aksi bejatnya.

Akibat perbuatannya, ada korban yang mengalami kesakitan pada alat vitalnya.

Editor : Akrom Hazami

KEJAM, Ibu Tusuk Anak Kandung sampai Perutnya Robek di Bojong Pekalongan

Warga berkerumun di depan pelaku ibu yang menusuk anak kandungnya di Bojong, Pekalongan, Sabtu. (Facebook)

MuriaNewsCom, Kajen – Seorang ibu, Syarenie (31) menusuk anak kandungnya yang masih balita, Sofia Isa (3,5 tahun) di rumah kontrakannya di Desa Bojong Minggir, RT 7, RW 4, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, Sabtu (4/11/2017).

Akibat tusukan itu, korban mengalami luka robek di bagian perutnya. Korban pun dilarikan ke RSI Pekajangan untuk menjalani perawatan intensif. Sedangkan, pelaku dibawa ke Mapolsek Bojong.

Dugaan sementara, pelaku mengalami depresi karena ditinggal suaminya. Selain itu juga, pelaku juga bingung lantaran masa kontrak rumah sudah habis. “Takut kalau akan diusir dari kontrakannya,” kata salah seorang warga di lokasi,  Suwanto.

Usai menusuk anak kandungnya, pelaku berusaha bunuh diri, namun berhasil dicegah oleh anaknya yang pertama. Kejadian itu akhirnya berhasil diketahui warga.

Pelaku juga sempat menjerit histeris sembari membopong anaknya yang mengeluarkan banyak darah di bagian perut. “Warga pun membawanya ke rumah sakit,” kata tetangga, Rosadi.

Sementara sepengetahuan, Ketua RT setempat, Rohadi, pelaku memang beberapa kali melakukan penganiayaan ke anaknya. “Mungkin depresi, mikir ekonomi. Kontrakan di sini habis,” terangnya.

Kasat Reskrim Polres Pekalongan, AKP Agung Ariyanto mengatakan, polisi telah melakukan pemeriksaan kepada sejumlah saksi. “Dikatakan depresi. Pelaku akan dibawa ke Rumah Sakit Djunaed untuk pemeriksaan kejiwaan pelaku,” kata Agung.

Editor : Akrom Hazami

 

6 Remaja Dihukum Polisi Baca Sumpah Pemuda di Pekalongan

Polisi menghukum para pemuda melanggar lalu lintas dengan baca Sumpah Pemuda di Pekalongan. (Humas Polres Pekalongan)

MuriaNewsCom, Pekalongan – Nekat berkendara dengan berboncengan tiga, enam orang remaja dihukum petugas polisi lalu lintas. Dengan hukumannya adalah mengucapkan teks Sumpah pemuda, di jalan raya Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, Jumat (27/10/2017).

Kanit Turjawali Sat Lantas Polres Polres Pekalongan Ipda Turhan mengatakan dirinya hanya untuk memberi efek jera terhadap remaja yang kerap melanggar lalu lintas.

“Kami hanya memberi pembinaan saja agar di kemudian hari para remaja tersebut tidak mengulanginya lagi, dan kami pun tidak memberikan tilang,”kata Turhan.

Turhan mengimbau kepada masyarakat khususnya remaja dan pelajar yang memakai sepeda motor, supaya mentaati peraturan lalu lintas. Hal ini supaya dalam berkendara, aman, nyaman, dan selamat. 

Setelah, diberi sanksi, enam orang remaja yang melanggar lalu lintas dipersilakan pulang. Tapi, jika tertangkap masih melanggar lalu lintas lagi akan diberi sanksi tilang.

 “Kami kapok pak, kami berjanji akan selalu menaati peraturan lalu lintas yang berlaku demi keselamatan diri sendiri maupun keselamatan orang lain,” kata salah satu pelanggar.

Editor : Akrom Hazami

Mengejutkan, di Dalam Jok Sepeda Motor Ini Ditemukan…      

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ferry Sandy Sitepu saat menunjukkan barang bukti narkoba di Mapolresta Pekalongan. (tribratanews pekalongan kota)

MuriaNewsCom, Pekalongan – Satuan Reserse Narkoba Polres Pekalongan Kota, menangkap MA (21) warga Prawasan Timur RT 03 RW 08, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan.

Pelaku kedapatan membawa 11 paket ganja kering dan 36 paket sabu siap edar, Rabu (18/10/2017). MA yang kesehariannya bekerja sebagai penjahit itu menyerah saat didatangi polisi di  Kelurahan Pringrejo, Gang 7, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan. Polisi mendapati narkoba disimpan di dalam jok sepeda motor pelaku.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ferry Sandy Sitepu mengatakan, pelaku tertangkap usai polisi mendapati informasi. Yaitu info tentang pelaku yang membawa narkoba. “Kami mendapat informasi bahwa yang bersangkutan diduga menyimpan, memiliki, menguasai dan, atau menggunakan narkotika jenis sabu-sabu,” kata Ferry di Mapolresta Pekalongan, Kamis (19/10/2017).

Saat penangkapan, polisi mendapati narkoba disembunyikan di dalam jok motor petugas mendapati 11 paket ganja kering seberat 700 gram dan 36 paket sabu seberat 13,5 gram.

Kepala Satuan Reserse Narkoba AKP Rohmat Azhari menambahkan, modus peredaran narkoba ini yaitu dengan memasukkan sabu dan ganja ke dalam kemasan makanan ringan dan diletakkan di suatu tempat yang telah ditentukan pengedar dan pembeli. “Dari pengakuan MA mengaku mendapatkan upah menjadi kurir sebesar Rp 50 ribu dari penjualan ganja dan Rp 30 ribu dari penjualan sabu,” tambahnya.

Selain menyita barang bukti narkoba dari tangan MA, petugas juga mengamankan sebuah ponsel, sebuah kartu ATM atas nama tersangka, dan satu unit sepeda motor yang digunakan tersangka. Saat ini kasus tersebut akan dikembangkan lebih lanjut. Sedangkan tersangka beserta barang buktinya diamankan di Polres Pekalongan Kota guna penyidikan lebih lanjut.

Tersangka akan dijerat dengan Pasal 114 ayat 1 dan 2, Pasal 112 ayat 1 dan Pasal 111 ayat 1 Undang-Undang RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman empat hingga 12 tahun penjara.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Truk Muat Pasir Guling di Pekalongan

Truk guling di Desa Proto, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Kamis. (Humas Polres Pekalongan)

MuriaNewsCom, Pekalongan – Sebuah truk G 1580 MC yang dikemudikan oleh Muslichin warga Desa Proto, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, terguling di Jalan Raya Doro –Talun akibat tak mampu melaju karena kelebihan muatan, Kamis (12/10/2017).

Menjumpai truk terguling, Banit Intelkam Polsek Doro Bripka Herfian dan Banit Sabhara Bripda Tejo W langsung mendatangi  kendaraan. Mereka menghampiri sopir yang telah berhasil keluar menyelamatkan diri usai truk guling.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. Namun kerugian material diperkirakan mencapai jutaan rupiah.

Dari hasil informasi di lapangan, truk muat tanah berjalan dari timur ke barat dengan medan jalan berliku dan naik-turun. Truk tak mampu melaju. Truk pun mundur hingga terguling.

“Ke depan diharapkan tidak mengisi muatan melebihi batas. Apalagi jalur yang dilalui banyak terdapat tikungan tajam dan medan yang naik turun,” kata Herfian.

Kepada para pengendara, polisi mengimbau untuk selalu mengutamakan keselamatan. Truk jangan muat melebihi batas karena selain membahayakan diri sendiri juga dapat membahayakan pengguna jalan yang lain.

Editor :  Akrom Hazami

 

Protes Ojek Online Pecah di Pekalongan, Penumpang Terlantar

Suasana protes ojek online yang terjadi di Pekalongan. (Facebook)

MuriaNewsCom, Pekalongan – Aksi unjuk rasa transportasi ojek online pecah di Kota Pekalongan, Senin (2/10/2017). Mereka memprotes kehadiran ojek online di depan kantor Wali Kota Pekalongan.

Aksi diikuti oleh sejumlah pengemudi transportasi publik seperti penarik becak,  ojek pangkalan, sopir angkot, dan sopir taksi.

Dalam aksinya, para pelaku transportasi itu menuntut Pemkot Pekalongan melarang transportasi ojek online beroperasi di Kota Pekalongan. “Jangan operasi di Pekalongan,” seru salah seorang pelaku aksi.

Mereka juga mengeluhkan nasibnya. Sebab selama ini mereka sudah susah dengan menjalani usaha. Kehadiran ojek online dianggap menambah masalah mereka.

Di lokasi tampak peserta aksi membawa spanduk dan kertas bertuliskan nada penolakan. Tak hanya berunjuk rasa, para sopir angkutan konvensional ini juga melakukan aksi mogok kerja. Imbas dari pemogokan, calon penumpang terlantar.

“Para penumpang akan diangkut oleh kendaraan dari anggota kami. Tujuannya agar tidak menjadi terhambat,” kata Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Enrico Silalahi.

Tampak sejumlah mobil patroli polisi mengangkut penumpang yang terlantar sampai ke tempat tujuan.

Editor : Akrom Hazami

Maling Helm di Mal Borobudur Ini Teriak-teriak Minta Ampun Saat Dihajar Massa

Pencuri helm di area parkir Mal Borobudur Kota Pekalongan digelandang ke kantor polisi, setelah tertangkap basah mencuri helm. (Tribata Polda Jateng)

MuriaNewsCom, Pekalongan – Maling helm yang beraksi di area parkir Mal Borobudur, Kota Pekalongan, ini kena batunya. Ia dihajar warga sampai babak belur setelah tertangkap basah sedang menggasak helm milik pengunjung.

Maling itu diketahui bernama Yusuf Agil (25), warga Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan. Selasa (27/9/2017) kemarin, menjadi hari nahasnya, karena ternyata petugas parkir sudah mengawasi gerak-geriknya, setelah helm di tempat parkir itu sering kali amblas digondol maling.

Benar saja, ketika menjalankan aksinya, petugas parkir dan satpam langsung membekuknya. Warga yang mengetahui pun ikut emosi dan langsung menghadiahinya dengan pukulan dan tendangan. ”Ampun..ampun,” teriak Yusuf Agil saat dihajar massa.

Kebetulan anggota Satreskrim dan Dalmas Polres Pekalongan tengah patroli, sehingga pelaku langsung diamankan untuk menghindari amukan maasa menjadi lebih parah. Polisi juga mengamankan tiga helm dan sepeda motor Yamaha Mio milik pelaku.

Tersangka Yusuf Agil mengakui perbuatanya. Hari itu bahkan ia telah berhasil menyikat tiga unit helm.

“Motor saya parkir di luar. kemudian masuk lalu mengambil helm saya pakai dan bawa pulang. Helm yang saya ambil siang tadi sudah saya jual,” akunya.

Salah satu korban Tyo, warga Karanganyar, Kabupaten Pekalongan mengaku kehilangan helmnya di tempat parkir itu pada pukul 11.30 WIB. Saat itu ia datang ke mal bersama istri dan anaknya untuk menonton film. Selesai nonton dan hendak pulang, ternyata helm merk Ink miliknya sudah tidak ada.

Ia kemudian melapor ke petugas parkir dan satpam setempat untuk melihat rekaman CCTV, ternyata benar helm mereka diambil pencuri.

“Petugas parkir sebenarnya sudah meminjami saya helm miliknya. Kemudian dia menyarankan saya untuk jangan pulang dulu. Ternyata benar, sore harinya orang yang mencuri helm saya kembali lagi untuk mencuri helm lain,” ungkapnya.

Kini untuk mempertanggung jawabkan perbuantannya, tersangka harus meringkuk di sel tahanan Polres Pekalongan Kota. Satreskrim Polres Pekalongan Kota juga tengah mengembangkan kasus itu untuk mengetahui lokasi-lokasi lain yang menjadi sasaran tersangka.

Editor : Ali Muntoha

Unik, Warga Membatik di Kain 1,5 Km di Pekalongan

Warga membatik di atas kain panjang di Kabupaten Pekalongan. (Facebook)

MuriaNewsCom, Pekalongan – Warga Desa Bebel, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, menggelar parade budaya pesisir dengan membatik motif khas pesisir di atas kain sepanjang 1,5 km, Jumat (22/9/2017).

Muhamad Agung Wibowo (27), pengurus karang taruna Desa Bebel, mengatakan ide kreatif melukis batik terpanjang di dunia ini muncul dari para pemuda warga desa setempat. Tujuanya, guna kembali menggairahkan para pecinta batik di Pekalongan.

“Kalau kegatan ini, baru pertama dan akan dijadikan kegiatan tahunan. Ini karena antusias warga, terutama ibu-ibu dalam memberikan ide kretif dalam motif batik pesisir,” jelasnya dilansir detik.com.

Baca : Ditangkap Polisi, Pengedar Pil Dextro Ini Ngaku Konsumennya Guru dan Pelajar di Jepara

Kreasi batik dalam median kain tanpa putus sepanjang 1,5 kilometer tersebut, rencananya akan dilakukan sampai Jumat sore. Mengingat yang membatik ratusan warga yakni sekitar 450 warga, tentunya akan tercipta satu kain dengan aneka ragam motif batik.

“Inilah yang kita tuju. Keberagaman motif batik, perbedaan cara membatik, menjadi keindahan tersendiri dalam batik terpanjang ini. Ini melambangkan perbedaan apapaun akan menjadi keindahan dan kain panjang ini sebagain pemersatunya,” pungkas Agung.

BacaTiga Warga Undaan Kudus Nyaris Terpanggang Hidup-hidup di Dalam Rumahnya

Hamparan kain dibentangkan di sepanjang jalan desa. Sebanyak 450 warga yang kebanyakan wanita ikut serta di acara ini. Aktivitas membatik bersama ini sudah dilakukan sejak Jumat pagi oleh ratusan warga. Kain batik terpanjang ini, dilukis dengan aneka motif pesisir, yakni lautan. Ada yang bermotif ikan, kapal, maupun hewan laut lainnya.

“Kalau sini kan para suami nelayan, sedangkan para istrinya membatik. Jadi motifnya ya tidak lepas dari lautan, Mas. Ini tadi kita sudah membatik sejak pagi tadi,” kata salah seorang warga yang ikut membatik, Rastiah (39).

Meski terik matahari mulai menyengat, namun tidak melumpuhkan semangat para ibu-ibu dan pemuda warga Desa Bebel ini. Berbagai cara dilakukan untuk melindungi diri dari panas, dari sekedar menggunakan kain maupun payung.

“Kita tetap semangat. Kebetulan hari Jumat ini kan libur bagi para pekerja batik, jadi kita selesaikan colet (membatik) ini sampai selesai. Karena setiap RT hasilnya akan dilombakan,” tambah Wasriah (55).

Selain batik tulis dan cap, dalam aksi kreatif ratusan warga ini juga digunakan media kanvas, layaknya melukis di sebuah kain putih.

Editor : Akrom Hazami

SADIS, Dukun Tewas Dibacok ABG di Lebakbarang Pekalongan

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Pekalongan – Sugeng, pria warga Desa Tembelangunung, Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan, meninggal dunia, hari ini, Selasa (19/9/2017). Nyawa korban melayang usai dibacok  tetangganya, Eko Budiono (18).

Dari info yang dihimpun, di tubuh korban terdapat banyak luka bacokan pelaku. Saat ini, pelaku melarikan diri usai menjalankan aksinya.

Kapolsek Lebakbarang, AKP Slamet Mardiyanto, megatakan, polisi telah mendapatkan laporan aksi keji tersebut. Pihaknya sedang mengumpulkan data yang terkait lainnya. “Pelaku itu tetangganya sendiri,’ kata Slamet dikutip dari tribunjateng.com.

Pelaku membunuh korban lantaran emosi, dan menuduh bahwa korban telah kirim guna-guna kepada ayahnya. “Ayah pelaku sedang sakit. Sudah tua. Sementara korban ini di mata masyarakat dikenal orang pintar. Pelaku mengira korban ini yang mengerjai (guna-guna) ayahnya,” katanya.

Tim dari Reskrim Polres Pekalongan dan Polsek Lebakbarang masih melakukan pengejaran. Pelaku masuk ke dalam hutan di sekitar lokasi kejadian.

Editor : Akrom Hazami

Jenazah Pasutri Terbungkus Bed Cover Dimakamkan di Pekalongan Hari Ini

FOTO ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Pekalongan – Jenazah pasangan suami istri yang terbungkus bed cover dimakamkan di kampung halamannya di pemakaman keluarga di Kradenan Gang 3, Pekalongan Selatan, Pekalongan, hari ini, Selasa (12/9/2017) siang.

Ratusan warga, dan anggota keluarga turut dalam prosesi pemakaman.Usai disalatkan di masjid, keduanya langsung dibawa ke pemakaman yang berjarak sekitar 500 meter. Dengan cara bergantian, warga bergantian memikul keranda jenazah.

Pasangan Husni Zarkasih (58) dan istri Zakiah Husni (53) ditemukan tewas terbungkus bed cover di Sungai Klawing, Purbalingga, Senin (11/9/2017). Mayatnya ditemukan warga setempat. Kejadian itu membuat geger penduduk di sekitar lokasi penemuannya.

Baca : GEGER, Sepasang Mayat Terbungkus Sprei Hanyut di Sungai Klewing Purbalingga 

Anggota kerabat korban di kampung halaman di Pekalongan merasa kehilangan dengan kematian pasangan ini. Salah satunya Imadudin (35), keponakan dari Zakiah mengatakan, keluarga sangat kehilangan. Mereka tidak menyangka jika korban meninggal dunia dengan cara sadis. “Sugguh tidak kami sangka-sangka,” kata Imadudin dikutip dari detik.com.

Dirinya mengaku terakhir bertemu dengan kedua korban saat Hari Raya Idul Adha, beberapa hari lalu. Korban ketika itu menyerahkan hewan kurban di musala sekitar kampungnya.

Kerabat korban yang lain, Maskuri, menceritakan, pasangan ini termasuk sukses dalam berbisnis konveksi. Korban juga peduli dengan warga miskin di sekitarnya. “Orangnya baik hati dan dermawan juga tidak sombong. Walaupun telah sukses di Jakarta, beliau kerap mondar-mandir di Pekalongan, sekedar menyalami warga miskin,” kata Maskuri yang merupakan warga Banyuripalit.

Hampir setiap empat bulan sekali, kedua pasangan suami istri ini membagikan rejeki bagi warga yang kurang mampu, baik di lingkungan Banyuripalit maupun Buaran. Husni juga merupakan seorang hafidz (orang yang hafal Alquran). Selain itu juga menjadi bapak asuh dari ratusan anak yatim-piatu.

“Hatinya sungguh mulia, selain anak yatim, mereka juga kerap membantu perlengkapan musala di beberapa wilayah, seperti alat ibadah dan karpet,” terangnya.

Adapun impian yang belum terwujud adalah membangun sebuah masjid di gang sebelah kampungnya. “Tahun kemarin, sudah membeli tanah dan hari ini sedianya membawa uang untuk membangun masjid,” beber Maskuri.

BacaIdentitas Sepasang Mayat Terbungkus Bed Cover di Purbalingga Terungkap, Asal Pekalongan, Domisili Benhil Jakarta

Jalan kesuksesan Husni bermula dari dirinya keluar dari PT Krakatau Steel pada tahun 1990 dan mencoba untuk usaha garmen di Jakarta bersama istrinya. Dengan kegigihanya, usaha konfeksi ini berkembang pesat. Husni yang bergelar master bisnis internasional alummnus Universitas Indonesia (UI) ini merupakan pemilik merek dagang Alton Kids. Usaha gamen yang dirintisnya mulai maju pesat.

Selain di Jakarta, Husni juga membuka usaha di Pekalongan dengan nama yang sama. Sekitar tahun 2005, dia dan istrinya mulai melirik pasar luar negeri, mulai Asia, Amerika, Eropa hingga Afrika.

Perkembangan kasusnya, hingga saat ini polisi masih terus mengejar pelaku pembunuh sadis ini. Kasat Reskrim Polres Purbalingga AKP Tarjono Sapto Nugroho kepada wartawan Senin (11/9/2017) malam mengatakan Polres Purbalingga bekerjasama dengan Polres Jakarta Pusat bekerjasama mengungkap kasus ini. Mengingat kedua korban dirampok di rumahnya di Jalan Pengairan No 21, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Kemudian mayat korban dibuang di Sungai Klawing, Purbalingga dan ditemukan warga pada pagi kemarin.

Polres Jakarta Pusat dan Polsek Tanah Abang juga telah melaksanakan olah TKP di rumah tersebut. Dari hasil olah TKP, polisi menemukan bercak darah di rumah tersebut. Sejumlah barang berharga milik korban juga hilang. Di antaranya emas, perhiasan, sertifikat tanah hingga mobil milik korban.

“Itu dari pintu masuk itu sudah ada darah, di ruang tamu sampai kamar. Keadaan rumah terkunci,” kata Kapolres Jakarta Pusat Kombes Suyudi Ario Seto usai olah TKP, kemarin.

Editor : Akrom Hazami

 

Ganjar Salat Id di Desa Langganan Rob Pekalongan

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjalankan Salat Idul Adha bersama masyarakat pesisir di Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Jumat (1/9/2017). (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Pekalongan – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjalankan Salat Idul Adha bersama masyarakat pesisir di Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Jumat (1/9/2017). Ganjar juga menyerahkan hewan kurban berup sapi seberat satu ton di masjid desa tersebut.

Salat Idul Adha ditunaikan bersama ratusan masyarakat di Masjid Jami Almuharam pukul 06.00 WIB. Hadir juga bupati Pekalongan, Asip Kholbihi. Meski bertempat di masjid sederhana, namun salat Id berjalan cukup khusuk. Ribuan jamaah meluber hingga memadati jalan-jalan desa yang ditutup sementara.

Ganjar lalu bersilaturahmi dengan warga. Ia berpesan agar momentum Idul Adha dapat menjadi sarana berbagi antarsesama, baik pemerintah desa, kabupaten dan provinsi. Masyarakat juga diminta menjaga kerukunan, solidaritas dan menghindari fitnah.

Nggak ada fitnah-fitnahan, masyarakat harus rukun dan gotong royong terjaga. Kita dengar kemarin habis ada yang jualan umrah murah, dan sekarang malah ada jualan fitnah, ” kata Ganjar.

Gubernur berambut putih itu juga menyoroti kekerasan dan ketidakadilan yang menimpa warga Rohingya di Myanmar. Menurutnya konsep Islam rahmatan lil alamin penting diaplikasikan, tak hanya untuk warga seagama, tapi juga dengan agama lain.

“Rohingya sekarang gak bisa ibadah. Kita prihatin. Sampai-sampai Menlu juga bingung bikin solidaritas. Disana agama-agama berselisih. Tapi di sini (Indonesia) saling tolong menolong dengan agama lain, ” ujar dia.

Terkait pelaksanaan salat id di pesisir Pekalongan, Ganjar mengaku sengaja menggelar itu agar bisa bersilaturahmi langsung dengan berbagai kalangan masyarakat.

“Saya memang sengaja selalu cari tempat yang tidak dikunjungi pejabat. Biar masyarakat Jateng kebagian, biar enggak terkesan bahwa Jateng itu Semarang sentris, ” kata mantan anggota DPR itu.

Baca : Bupati Marzuqi Kurban Sapi di Masjid Agung Baitul Makmur Jepara

Di tahun pertama menjabat, politisi berambut putih itu melaksanakan salat id di kawasan banjir rob Demak, berikutnya di lereng Gunung Slamet Purbalingga. Tahun berikutnya salat Id di pesisir  Pemalang, dan kali ini di pesisir pantai Pekalongan. Malam tadi, politisi berambut putih itu juga menginap di rumah warga sekitar.

“Nikmatnya tidur di desa itu bisa ngobrol dengan warga. Semalam sampai jam 12 ngobrol sama dulur-dulur sini tentang banyak hal,” ujarnya.

Desa Mulyorejo sendiri selama ini dikenal dengan kawasan langganan banjir rob. Kawasanan permukiman padat penduduk itu bahkan baru merasakan salat id tanpa banjir pada Idul Adha tahun ini. Itu setelah pemerintah kabupaten membangun tanggul penahan rob di kawasan sungai desa Mulyorejo, Tegaldowo, Karangjobo.

“Ibaratnya tahun ini warga baru merdeka dari banjir. Saat salat Idul Adha dan Idul Fitri sebelumnya selalu banjir terus. Kami sangat berterimakasih kepada pemerintah, ” kata Eko Mubarok, Kades Mulyorejo.

Setelah melakukan salat Idul Adha, Ganjar ditemani isteri Siti Atiqah menyerahkan bantuan hewan kurban satu ekor sapi jenis Simental seberat 1 ton untuk masyarakat setempat. Ia juga menyerahkan bantuan Rp25 juta untuk pavingisasi masjid Al Muharam. Bantuan itu bersumber dari Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Jateng.

Editor : Akrom Hazami

 

Sembunyikan Narkoba di Tas, Pengedar Konangan Polisi di Pekalongan

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Enriko Sugiharto Silalahi  saat meminta keterangan pelaku pengedar narkoba di mapolres setempat. (tribratanewspekalongankota)

MuriaNewsCom, Pekalongan – Waseto (26) warga Kelurahan Bandengan, Jalan Selat Karimata, RT 003 Rw 006, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, ditangkap anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Pekalongan Kota, Selasa (29/8/2017).

Pria tersebut kedapatan membawa tujuh paket narkotika jenis sabu-sabu yang disimpan dalam plastik klip kecil. Plastik klip disimpan di dalam bungkus rokok. Waseto tak berkutik saat polisi menggeledahnya di salah satu lokasi di Jalan Gajah Mada tepatnya di depan Toko Roti Molina, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan. Apalagi barang bukti narkoba itu kedapatan disimpan di tas milik tersangka.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Enriko Sugiharto Silalahi mengatakan, penangkapan tersangka berawal dari penyelidikan yang dilakukan anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Pekalongan Kota. “Kami mendapat informasi bahwa yang bersangkutan diduga menyimpan, memiliki, menguasai dan atau menggunakan narkotika jenis sabu-sabu,” ungkapnya, dikutip situs resmi polisi.

Akhirnya pada Selasa malam (29/8/2017) pukul 21.30 WIB, anggota Sat Res Narkoba Polres Pekalongan Kota mengetahui kalau Waseto berada di Jalan Gajah Mada tepatnya di depan Toko Roti Molina. Petugas langsung memeriksa Waseto. Dari dalam tas milik Waseto, petugas mendapati tujuh paket sabu-sabu yang disimpan dalam plastik klip kecil di dalam tas milik tersangka.

Enriko menambahkan, dari tangan tersangka Waseto, petugas tidak hanya menemukan tujuh paket sabu, tapi juga 15 butir pil Alprazolam, dua  buah bong alat hisap sabu, satu bendel plastik klip baru, gulung aluminium foil dan dua buah pipet.

Saat ini kasus tersebut akan dikembangkan lebih lanjut dan tersangka beserta barang buktinya diamankan di Polres Pekalongan Kota guna penyidikan lebih lanjut. Tersangka akan dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) dan atau Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman empat hingga 12 tahun penjara.

Polisi juga menangkap pengedar ganja, Budi Bahtiar (34) warga Desa Pacar RT 04 Rw 01, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan yang diduga pengedar ini ditangkap saat akan melakukan transaksi di Jalan Urip Sumoharjo. Tepatnya di area SPBU Medono, Kelurahan Medono, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan. Pelaku dijerat dengan Pasal 111 ayat (1),  Pasal114 ayat (1), Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Editor : Akrom Hazami

Polwan Cantik Diperiksa Temannya Sendiri di Mapolres Pekalongan


Anggota Propam Polres Pekalongan memeriksa polwan di mapolres setempat. (Tribratanewskajen)

MuriaNewsCom, Kajen – Seksi Profesi dan Pengaman (Propam) Polres Pekalongan melaksanakan pemeriksaan yang dikhususkan kepada anggota polwan di lingkungan Polres Pekalongan, Kamis (24/8/2017) pagi. Kegiatan tersebut dilaksanakan setelah apel pagi, serta dalam rangka memperingati HUT ke-69 Polwan.

Pemeriksaan dipimpin oleh Kasi Propam Polres Pekalongan Iptu Mustadi bersama dengan anggotanya. Mereka melaksanakan pemeriksaan kepada seluruh Polwan Polres Pekalongan. Puluhan Polwan pun patuh mengikuti kegiatan pemeriksaan tersebut.

Beberapa hal yang menyangkut kelengkapan anggota Polri diperiksa oleh petugas Propam Polres Pekalongan. Seperti Kartu Tanda Anggota dan KTP harus selalu dibawa oleh masing-masing personel saat bertugas. Selain itu SIM dan STNK baik kendaraan pribadi maupun dinas harus selalu ada dipegang oleh personel. Mereka juga memeriksa pakaian dan atributnya.

“Kita periksa kelengkapan data pribadi perorangan serta kelengkapan kendaraan. Tak lupa juga sikap, tampang dan gampol anggota Polwan itu sendiri,” kata Mustadi, dikutip dari situs resmi Polres Pekalongan.

Kegiatan yang berlangsung di depan lobi Mapolres Pekalongan tersebut dilakukan dengan tujuan untuk menjaga sikap tampang, kepribadian dan disiplin anggota Polwan di Polres Pekalongan. Pemeriksaan ini juga untuk persiapan pemeriksaan dari tingkat atas. Sehingga Polwan Polres Pekalongan sebelum menjadi pelopor dan contoh bagi masyarakat lain, bisa menertibkan dirinya sendiri. Setelah mampu menjadi personel yang tertib baik dalam bekerja dan bermasyarakat, diharapkan dapat memberikan tauladan bagi masyarakat lainnya.

“Alhamdulillah seluruh anggota Polwan Polres Pekalongan Polda Jawa Tengah sudah lengkap, baik surat-surat data pribadi maupun berkaitan dengan kendaraan. Sikap tampang, gampol dan performa juga sudah bagus,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami