Pedagang Barito di Bantaran Kaligelis Kudus Hanya Bisa Pasrah Kena Relokasi

Kabid PKL Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Sofyan Dhuhri (tengah) saat memimpin sosialisasi relokasi PKL Barito, Rabu (27/12/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sejumlah pedagang Pasar Barito di bantaran Sungai Kaligelis pasrah untuk direlokasi Pemkab. Mereka mengaku terpaksa menuruti kemauan pemerintah karena tak kuasa melawannya.

Seperti diungkapkan Rukin (57) pedagang barang bekas asal Desa Bakalan Krapyak, Kaliwungu. Dia mengatakan kalau sebenarnya agak keberatan jika harus direlokasi. Namun dia terpaksa menurutinya karena tak mungkin bertahan.

“Lapaknya mau dibongkar, kalau tak menurut bisa-bisa tak jualan lagi. Lagi pula ini mata pencaharian saya,” katanya kepada MuriaNewsCom usai sosialisasi relokasi pedagang Barito di aula Dinas Perdagangan, Rabu (27/12/2017).

Menurut dia, selama 15 tahun pihaknya sudah berjualan di Pasar Barito yang berada di bantaran Sungai Kaligelis. Dan selama ini sudah mendapatkan langganan tetap. Karena itu, ia khawatir langganan yang selama ini datang kepadanya akan hilang saat pindah ke tempat baru.

Hal senada juga diungkapkan pedagang Pasar Barito Suarso (54). Dia menuturkan kalau pihaknya sudah berjualan dilapak bantaran Kaligelis selama 4 tahun. Selama itu juga langganannya juga sudah banyak yang berdatangan.

“Mudah-mudahan kalau pindah juga laris seperti sebelum pindah,” harapnya

Dia mengungkapkan, secara lokasi dianggap kebih baik ketimbang yang lawas. Lokasi yang baru lebih bersih dan lebih aman. Namun, soal ramai tidaknya masih belum diketahui.

Editor: Supriyadi

Dimulai 26 Mei, Dandangan Kudus Tahun Ini Hadirkan UMKM se-Jateng

Salah seorang pedagang sedang menata dagangannya menyambut dandangan, Rabu (4/5/2016). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Salah seorang pedagang sedang menata dagangannya menyambut dandangan, Rabu (4/5/2016). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus akhirnya menetapkan tanggal 26 Mei sebagai tanda dimulainya tradisi dandangan tahun 2016 ini. Selain tanggal, pemegang otoritas tertinggi di Kota Kretek tersebut juga menentukan tradisi dandangan kali ini akan digelar sembilan hari.

Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kabupaten Kudus Sudiharti mengatakan, dipilihnya tanggal tersebut merupakan hasil pembahasan yang dilakukan Pemkab Kudus. Selain itu, tanggal tersbut juga berdasarkan banyak pertimbangan. Salah satunya adalah awal bulan puasa.

”Juni kan sudah puasa, dan dandangan pasti dilaksanakan sebelum puasa. Makanya tanggal 26 Mei diambil,” katanya kepada MuriaNewsCom, Rabu (4/5/2016)

Selain itu, tradisi dandangan tahun ini ada beberapa perbedaan dari tahun-tahun sebelumnya. Ini lantaran puluhan UMKM di Jawa Tengah akan ambil bagian untuk meramaikan tradisi yang digelar sepanjang Jalan Sunan Kudus.

”35 kabupaten kita tawari untuk ikut meramaikan dandangan tahun ini. Karena itu dandangan bakal lebih ramai lagi dibandingkan tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Mengenai rute Dandangan, direncanakan bakal lebih panjang dari tahun sebelumnya. Hanya, mengenai rute persis masih belum final, sehingga belum bisa dibeberkan.

”Kita harus ada peningkatan, jadi kita akan mengakomodir pedagang lokal Kudus. Sehingga rute juga lebih panjang dari tahun sebelumnya,” ujarnya.

Editor: Supriyadi